Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS - Harus Ikhlas


__ADS_3

Pagi hari menjelang, Suster tengah membersikan diri Tiara..


Sementara Barry bergegas turun membeli makanan, karena isterinya tak bernafsu untuk makan makanan rumah sakit..


Barry duduk di sebuah Restoran di dalam rumah sakit, ia tengah menunggu pesanannya matang dan di antar ke arahnya..


"Barry......." Sapa seorang Wanita


Astaga dia---


Barry menoleh menatap wanita itu dari atas hingga bawah..


"Hay Apa kabar?" Sapanta


"Baik"


"Siapa yang sakit?"


"Isteriku.."


"Oh.. sakit apa?"


"hanya demam" kata Barry yang Tak mungkin menceritakannya pada wanita itu


"Aku dengar, Isterimu sempat koma yah sebelum kalian menikah?" Kata wanita itu membuat Barry diam


"Huh sayang aku dapat infomya telat, mungkin kalo tepat aku tahu nya, kita bisa kembali dekat ya sayang"


"oh iya Kabar beredar dia seorang Janda, benarkah? waww.. sedih sekali jika benar adanya"


Barry masih diam, mencona menahan emosinya, ia tak ingin terpancing mengingat itu akan merubaha moodnya hari itu..

__ADS_1


Pesanan Barry sudah siap..


Tanpa basa-basi Barry pergi begitu saja meninggalkan wanita itu, membuat wanita itu begitu kesal..


****


"Sayang..." Ucap Barry masuk ke dalam Ruangan


"Sudah selsai ya?" Tanya Barry sambil melangkah mendekat


"Udah Mas, oh iya mas ponselku dimana ya?" Tanya Tiara


"Dirumah sayang, Nanti aku suruh Fardhan bawakan ya" Ucap Barry


"Gausah sayang.. aku juga gamau lama-lama disini" kata Tiara


"kita tunggu hasilnya pemeriksaan dokter yaa... sekarang makan dulu" kata Barry tersenyum


Tiara pun mengangguk..


****


Dokter itu tersenyum..


"memang wajah saya pasaran" terkekeh dokterifu


"Dokter yang datang kepernikahan kita kan ya dok?" Timpal Tiara membuat Dokter itu mengangguk


"Astagfirullah, dokter Isterinyaa Pak Vano?"


Salsa mengangguk di ikuti oleh senyumnya serta suster ikut tersenyum melihat suami pasiennya begitu terkejut..

__ADS_1


"Yaaa Allah dok, suatu kebanggan bisa mengenal dokter dan Pak Vano" kata Barry Tiara hanya terseyum


"Sudah dok" Kata Suster


"Saya juga bersyukur nii ada pasien cantik kaya gini" ledek Dokter Salsa membuat Tiara tersenyum


"Baik.. sebelum kita melihat kondisi Rahim.. pertama saya mau tanya, sejak kapan kamu merasa nyeri perut atau nyeri hebat saat haid?"


"hemm mungkin tiga atau empat bulan lalu dok, tapi ga sehebat ini nyerinya" ucap Tiara menjelaskan


"sebelumnya apa pernah ada benturan di perut? atau kecelakaan?" Ucap Dokter salsa


Tiara terdiam, menoleh ke arah Barry..


"enam bulan lalu isteri saya kecelakaan dok, tertabrak mobil, dan sempat koma 3 bulan dok..hasil medis waktu itu sepertinya tidak mengarah ke bagian rahim" Ucap Barry tegas membuat Tiara hanya diam


"Posisi kecelakaannya bagaimana?"


"Saya merasa di hantam dari samping dok karena posisi saya sedang menyebrang" Ucap Tiara bohong..


"Baik ini sudah saya buka ya tadi, sudah saya pelajari" Ucap Dokter salsa membuka sebuah map berlogo Rumah sakit itu dan di bacanya..


"Sekarang mari lihat ke monitor agar saya bisa berucap secara yakin" kata Dokter Salsa kemudian setelah suster meletakkan gel di perut bawah salsa ia mulai menggerakan alat usg itu..


Barry, Tiara, diam... Dokter Salsa juga diam tapi ia mengeprint beberapa hasil tangkapan nya..


Dokter Salsa mengehela nafasnya lalu tersenyum...


"Saya harap kalian dapat bijak memahami ucapan saya yaa... Ini bukan sebuah kabar yang membuat kalian merasa down atau bersedih, termaksud kamu" Ucap dokter salsa kemudian menatap Wajah Sendu Tiara


Barry kemudian duduk persis berhadapan dengan Dokter Salsa yang di batasi oleh ranjang tempat Tiara Tidur..

__ADS_1


Barry mengenggam tangan isterinya erat, sangat Erat...


Apapun itu Aku harus Ikhlas.. Kuatkan Kami yaa Allah- Batin Barry...


__ADS_2