
Satu Jam Berlalu...
Barry menyadari dirinya terlelap tidur di samping Ibu Erna, ia pun menyadari keberadaan Tiara di rumahnya..
kenapa gue ketiduran.. dimana Tiara
Batin Barry sambil perlahan turun dari kasur..
Barry berjalan dengan sedikit cepat..
Barry mencari Tiara ke Arah dapur, namun langkahnya terhenti ketika melewati ruang keluarga, Tiara tertidur dalm posisi duduk..
Keadaan Rumah masih sepi, karena Fardhan dan Risa biasanya akan tiba dirumah menjelang makan malam atau bahkan mereka akan makan malam di luar...
Barry duduk di samping Tiara..
iya usap perlahan rambut Tiara yang kini tak seberapa panjang..
Jangan pernah pergi lagi sayang, aku takut.. aku takut gak kuat menahan sakit nya lagi..
Karena usapan pelan itu, Tiara menggeliat perlahan matanya terbuka...
Barry siap-siap memasng wajah bahagianya.. membuka senyumnya lebar-lebarr.
"Selamat pagi sayang" Kata Barry
"Pagi??? Apa ini sudah pagi?" Kata Tiara dengan kagetnya sambil menoleh ke kanan dan kiri... di angkatnya Tangan kirinya guna nelihat jam di tangannya
"jam Tujuh pagi????" kata Tiara terbelatak kaget. matanya membulat .
Melihat ekspresi Tiara Barry hanya tertawa...
"Kamu ngetawain aku???" kata Tiara kesal
"Kamu lucu sayangku!" ucap Barry
Tiara meraih ponselnya menlihat jam di ponselnya.. Matanya kini memicing jika mendapati jam pukul 07.03pm ...
Tiara memukul bahu Barry
"Keterlaluan!!!! aku udah syok banget!!!" kata Tiara kesal
"hahahaha maaaf maaf.. tapi kalo kamu mau nginep disini gapapa" Ledek Barry
"gak!" jawab Tiara sinis
"sstttt aku kan kangen tidur sama kamu sayang" Ucap Barry sedikit berbisik di telinga Tiara, membuat Tiara bergidik ngeri..
Dengan cepat Tiara bangun dari duduknya menuju dapur..
mengabaikan Barry yang tengah asyik menertawakan Tiara....
"hey sayang mau kemana" kata Barry mengekor di belakangnya Tiara namun Tiara hanya acuh..
Di daput Tiara kembali menghangatkan Masakan yang telah ia masak tadi bersama Bi Nah..
Bi Nah di dapur juga telah mempersiapkan makan malam..
Tiara kembali membawa nampan yang berisi bubur hangat dan susu hangat ke kamar Ibu Erna, lagi-lagi Barry hanya mengekor sambil berucap kagum dalam hatinya..
Barry melangkah lebih cepat untuk membukakan pintu kamar Ibu Erna..
"Silakan masuk Tuan Puterikuu" Kata Barry berlaga selayaknya seorang mempersilakan masuk
"Ih lebay..." ucap Tiara melangkah masuk
"Mama masih tidur, kamu yang bangunin ya aku ga enak" ucap Tiara sambil meletakkan nampan di atas nakas
Barry menghampiri Ibu Erna membangunknnya perlahan...
"mahh... makan dulu" Ucap Barry
Ibu Erna membuka matanya perlahan, ia melihat sekelilingnya..
"Tiara..." Ucap Ibu Erna
"malam Tante... masih pusing ya?" kata Tiara dengan sedikit grogi
__ADS_1
"jangan Tante panggilnya, oanggil mama" Ucap ibu Erna Lirih
Aku juga grogi mah, manggil mama Tante..
"Hemm Tiara coba yaa,, Mama" Ucap Tiara Tersenyum..
Barry hanya terkekeh dalan hati melihat Akting kekasihnya itu..
Ibu Erna pun tersenyum..
"Mama makan yaa sekarang" Ucap Tiara mengambil satu mangkuk bubur ayam kampung
Ibu Erna mengangguk, dan berusaha membangunkan Tubuhnya
"Biar Barry bantu mah" Kata Barry dengan menyusun beberapa Bantal untuk sadaran Ibu Erna
"makasih" Ucap Nya pada Barry
"Ayo mah, a yaa" kata Tiara memberi suapan pertamaa
"enak.. siapa yang masak?" Kata Ibu Erna setelah mencoba satu suapan pertama
"Tiara mah" celetuk Barry
Sementara Tiara tersenyum sambil memberi suapan selanjutnya
"enak mama suka" ucap Ibu Erna
"Allhamdulillah, mama abisin yaa habis itu minum obat terus istirahat lagi" Ucap Tiara
Ibu Erna mengangguk
"Fardhan dan Risa mana?" Tanya Ibu Erna
"Risa bentar lagi sampe mah, Fardhan makan malam bareng Syifa katanya" Ucap Barry yang sebelumnya sudah menghubungi kedua adiknya..
Ibu Erna mengangguk..
"Kalian makan malam berdua ya nanti, Mama sama Risa atau bibi gapapa" ucap Ibu Erna
"engga mah, Tiara udah mask kok tadi sama Bibi jadi bisa makan disini" Ucap Tiara
Barry dan Tiara saling pandang
"Sup Buntut mah, Tapi mama belum boleh makan itu, tekanan darah mama masih tinggi.. nanti Tiara buatin lagi kalo keadaan mama udah stabil ya" Ucap Tiara sambil tersenyum dan terus menberi suapan bubur untuk ibu Erna
Ibu Erna pun mengangguk lalu melihat Barry kemudian Tertunduk..
"Mama kenapa?" kata Tiara melihat perubahan ekspresi waJah Ibu Erna
ibu Erna menggelengkan kepalanya lalu terlihat bulir bening menetes di atas selimut
"Mama kenapa? ko nangis" kata Tiara, ia pun meletakan Mangkuk bubur lalu mengengam tangan Ibu Erna..
"Mama malu sama kalian..." ucap Ibu Erna
"Mama minta maaf Tiara, gara-gara mama kamu banyak menderita" Ucap Ibu Erna sambil terisak
"gapapa mah, Bantu Tiara ya mah buat inget semuanya" Ucap Tiara
"Barry pasti bisa bantu kamu sayang..." ucap Ibu Erna
Tiara tersenyum
"Mama lanjut makan ya?" Kata Tiara
"Mama kenyang, kalian makan gih biar mama istirahat" Ucap Ibu Erna
"Mama ngusir?" Kata Barry
"Kalo mama ngusir udah dari tadi aja" Kata Ibu Erna
"Barry lagi datang bulan mah, jadi sensi" Ledek Tiara
"Sudah Tiga bulan Barry emang selalu sensi sama mama, jadi mama udah biasa" Kata Ibu Erna
Barry kaget mendengar ucapan Jujur ibunya..
__ADS_1
Tiara mendengar itu jadi merasa tak enak hati, juga kesal terhadap Barry..
"Maaf ya mah, ini gara-gara Tiara.." Ucap Tiara
"Bukan ini salah mama kok, makanya mama terima akan sikap barry terhadap mama kemarin" Ucap Ibu Erna membelai rambut Tiara
"Barry mama mau bicara sama Tiara berdua, bisa kamu keluar?" kata Ibu Erna
"bicara apa? gak mau Barry mau tetap disini" Kata Barry posesif
"Hanya sebentar Barry" Kata Ibu Erna seolah memohon
"aku gapapa.. kamu keluar dulu nanti aku nyusul ke meja makan" Kata Tiara dengan penuh keyakinan
Barry pun akhirnya mengalah, dsn keluar kamar Ibu Erna dengan sedikit kesal dan penasaran..
"Ada apa mah?" Kata Tiara membuka obrolan.
"menikahlah dengan Barry sayang" ucap Ibu Erna sambil menggengam tangan Tiara..
Tiara begitu kaget mendengar ucapan Ibu Erna, jantungnya berdebar cepat kala itu..
"mama berharap kamu bisa menerima Barry dengan cinta yang ada disini" ucao Ibu erna menujuk dada Tiara
"mama baru melihat Barry seperti ini, Barry sangat mencintai kamu" sambung Ibu Erna sambil mengusap air mata yang mengalir di pipi Tiara
"Maaf mama sempat meragukan kamu karena statusmu.. mama menyesal sayang, mama kira Barry akan menyerah" Ucap Ibu Erna lirih...
kenapa aku jadi yakin sama ucapan mama.. Apa mama benar-benar menerima aku?
Batin Tiara
"Mah. apa kata orang nanti... Tiara gak mau buat mama kecewa di kemudian" ucap Tiara tertunduk
"mama gak perduli, mama hidup bukan untuk menyenangkn mereka, mama hidup untuk melihat dan menyenangkan kalian yang hidup bahagia" Ucap Ibu Erna dengan air mata yang sudah mengalir...
"Mah boleh Tiara jujur?" kata Tiara lirih
Lalu ibu Erna mengangguk
"Tiara sudah ingat semuanya mah, Tiara cuma sedikit ragu dengan Ridho mama,, Maaf mah" Ucap Tiara tertunduk...
Ibu Erna Tersenyum
"feeling mama benar, dengan kamu berada dirumah ini sudah buat mama yakin kamu ingat dengan semuanya nak" Ucap Ibu Erna
"Menikah dengan Barry sayang.. mama merestu, meridhoi kalian... mama menerima status mu yang tak penting lagi bagi mama" Ucap Ibu Erna memeluk Tiara erat
"mah, aku memang jadaa mah, Tapi... Insya Allah aku belum terjama siapapun, Aku masih gadis mah" Ucap Tiara dalam pelukan Ibu Erna..Dengan sangat kaget Ibu Erna menarik tubuhnya dengan sedikit tenaga agar terlepas dari pelukan itu...
"Apahhhhhh????? bagaimana bisa????"
Tiara Tersenyum malu
"Waktu malam pertama aku haid mah, ke esokannya suamiku meninggal" Bisik Tiara Pada Ibu Erna, mendengar bisikan Tiara Ibu Erna yang terkejut pun menutup mulutnya sendiri
"Jangan bilang Barry ya mah, ini rahasia" Ucap Tiara menjulurkan kelingkingnya
"Mama janji sayang" Ucap Ibu Erna menyatukan kelingkingnya
mereka akhirnya kembali berpelukan, merekatkan tubuhnya ... Kenyamanan, ketenangan saling mereka rasakan..
Aku percaya.. Ada pelangi setelah hujan ..
**********
Siapa dulu yang Nikah ni??????
TIARA BARRY
ATAU
FARDHAN SYIFA
Heheeeeee
Jangan Lupa ya kasih dukungan akuuh.. huhu
__ADS_1
aku gak akan pelit up kalo kalian ga pelit like komen vote aku hehee