
Fardhan memanggil ahli IT terbaik di perusahaan Atmaja, ia memintanya melacak keberadaan Syifa dari GPS ponselnya..
Kini Tak hanya Fardhan yang panik, Tiara juga Anwar ikut tak tenang...
Mereka berkumpul di ruangan Barry..
"Terakhir dia masih balas Chat saya pak, kuta sempat membahas dokumen lalu dia balas terakhir oke Jam 7.08"
Kata Anwar menjelaskan
"Dia balas chat gue bilang Otw jam 7.07" Kata Fardhan
Mereka masih memperhatikan Tomi seorang ahli IT sedang berkutik dengan Laptop dihadapannya...
"Ini Pak, ini Titik terakhir"
"Jam 7.28, di jalan Matahari 5"
Kata Toni menjelaskan..
"Ini terakhir ponselnya aktif..." Tambag Toni
"Tunggu..."
"Jalan matahari 5??? itu jalan di belakang caffe" Kata Tiara
"Ngapain dia disana?" Kata Barry heran
"Dia pasti beli bubur ayam" Kata Fardhan
"Ah ia, itu bubur ayam Favorite kita... Tapi gak mungkin dia makan di tempat kan?!" kata Tiara
"Sekalipun mungkin ini udah jam 10, makan bubur 2 jam?" Tambah Tiara semakin merasa panik
"kenapa jadi begini sih, harusnya tadi gue jemput dia!" kata Fardhan berdecak kesal
Tak lama Ponsel Tiara berbunyi menandakan sebuah panggilan masuk..
"Bundaaa???" Ucap Tiara membuat seluruh mata menatap Tiara
"Angkat cepet ti" Sahut Fardhan
"Loudspeaker" sambung Fardhan
Tiara mengangguk..
"Hallo Assalamnualaikum Bundaaa" Kata Tiara dengan sopan
"Waalaikumsalam... Sayang, nak.. Syifaaa Nak... Hiks Hiks Hik" ucap Bunda dari balik Telfon
Deng!!!!!
Semua merasa tegang mendengar isak tangis Bunda..
"Bundaa Syifa kenapa Bun, jangan buat aku takut" Kata Tiara yang sudah gemetar
"Bunda juga gak tau sayang, Tadi ads petugas dari satgas jalan, dia ngasih tau Bunda kalo Motor Syifa ada di pinggir jalan matahari dan terpakir disana tanpa ada Syifa nya.. hiks hiks"
__ADS_1
Deng!! Tiara begitu gemetar hingga ponsel itu terjatuh di atas sofa, dengan Cepat Barry memeluk kekasihnya, dan Fardhan segers meraih ponsel itu..
"Bundaaa.. ini Fardhan.. Bunda tenang yaa, kita Cari secepatnya Syifa, Bunda kabari aku segera kalo ada info sekecil apapun.." Kata Fardhan berusaha tenang
"Iya Nak Bunca minta tolong yaa,, hiks hiks hiks"
"Iya Bundaa...Maaf bun, Fardhan tutup telfonnya, Nanti Fardhan kabari Bunda" kata Fardhan
"Ah gimana inii, bahkan kita ga ada jejak sama sekali" Kata Fardhan dengan sangat Frustasi
****
Sementara Itu...
Plaaaakkkk
Tamparan mendarat di pipi mulus Syifa..
"akhhh"
"Lepas, siapa lo sebenernya? apaa yang kalian mau?" kata Syifa dalam posisi terikat di sebuah kursi kayu
"HAHAHA.. gue cuma mau kalian sama menderitanya sama gue" Kata Seseorang menggunakan juba hitam dengan topeng, juga menggunakan alat penyamar suara..
"Kalian? Menderita? Jelasin apa maksud lo!" kata Syifa dengan luka di ujung bibirnya
"Tenang, Gimana kalo gue buat wajah lu cacat sedikit supaya Fardhan jijik sama lo" Kata orang tersebut sambil memainkan pisau lipat di tanggannya yang telah terbungkus sarung tangan hitam
"Psikopat!!! Gilakk!" Kata Syifa mulai ketakutan dan sedikit meronta
"Kalian yang buat aku jadi begini, Kalian yang dengan mudah menghancurkan harapanku, dan sekarang kalian juga akan menrasakan hal yang sama.. hidup dalam penderitaan" Kata Orang itu dengan Nada yang sangat menyeramkan itu
"Waww dingin sekali" ucapnya..
Syifa bergidik ngeri, entah apa yang akan dilakukan orang tersebut...
orang itu mengambil satu gayung dan menuangkannya di atas kepala syifaa.
"Akkhhh, apa-apaan si" Kata Syifa yang langsung merasakan dinginnya air tersebut
"Enak kan? Oh iya aku melupakan sesuatu"Kata Orang misterius itu, lalu beranjak mengambil sebuah kipas angin,, ia tertawa lepas sambio berjalan mendekati Syifa... di nyalahkannya kipas tersebut lalu di arahkan nya tepat mengarah ke Syifa..
"Stopp, gue gak kuat" Kata Syifs yang sudah mengigil
"Apah? gerah? ohh okeoke" kata Orang tersebut lalu mengambil satu gayung lagi dsn di siramnya tepat di atas kepala Syifa
yaa Allah aku harus apa, dingin.. Batin Syifa
Manusia Misterius itu terus menyirami Syifa hingga air es batu di ember habis tak tersisah..
Wajah syifa sudah terlihat pucat, bibirnya sudah biru menahan dingin tubuhnya...
tenaganya kini perlahan menurun, tubuhnya semakin tak bertenaga...
"Sebelum aku pergi, aku mau kasih hadiah.. hadiah yang tidak bisa kamu lupakan seumur hidup" Kata Orang tersebut
Syifa terus berontak saat pisau kecik nan lancip semakin mendekati wajahnya..
__ADS_1
"Aaaaakkhhhhh"
Pipi Syifa tergores, darah mengalir bersamaan dengan air mata nya yang mengalir ..
"Selamat siang gadis manis, penyiksaan ini akan berlanjut malam nanti" Kata Manusia misterius itu sambil berlajalan menjauh dsri Syifa..
Syifa juga mendengar suara mesin motor yang hidup dan lama-kelamaan semakin menjauh dan hilang...
Syifa mengoyangkan Ikatan di tangganya..
terasa sedikit perih namun harus ia paksakan...
"kayaknya tangan keriputku ini membuat tangganku sedikit menciut meski sedikit" Ucap Syifa asal karena merasakan sedikit longgar ikatan tersebut ..
Tenaganya semakin melemah , namun harus Syifa paksakan agar bisa terlepas dsn kabur..
Setelah cukup lama Akhirnya ikatan itu terlepaz..."Allhamdulillah" Batinnya...
Syifa melepaskan ikatan kakinya, ia mencoba berdiri meski ia masih merasakan dingin karena tubuhnya yang masih berbalut baju basah...
Tanpa Alas kaki Syifa berjalan keluar sebuah rumah tua yang sepertinya sudsh lama tak berpenghuni...
Gak kebayang kalo malem-malem gue disini, di makan kunti kayaknya - Batin Syifa di tengah merasakan sakit pada pipinya juga dingin pada tubuhnya..
"Aku harus keluar, aku ga boleh disini.. aku harus kuat" Kata Syifa pelan sambil mengendap-endap..
Syifa melangkah perlahan memastikan kanan dan kiri depan juga belakang agar ia terbebas dari manusia yang belum ia kenali..
Syifa berhasil keluar dari rumah tersebut.. Nampak sepi, syifa berjalan dengan tertatih ke sembarang arah, ia hanya berfikir untuk menemukan bantuan segera..
Terdengar suara Adzan , Syifa seolah meraba suara tersebut sambil berjalan menuju sumber suara itu.. langkahnya semakin lambat dan berat, ia merasakan pusing yang luar biasa...
Syifa melihat orang lulu lalang namun terlihat cuek atau hanya memandanginya saja tapa bertanya bahkan menegur...
Hingga Ia menemukan sebuah Masjid...
"Paakkk, Tolong saya" Kata Syifa lirih
"Yaa Allah neng, Neng kenapa neng" Kata Seorang Pria paruh baya memakai baju koko, peci dan kain sarung
"saya di culik pak, ini di mana pak" kata Syifa lirih menahan sakit di kepala juga mual di perutnya bahkan luka di pipinya seolah mati rasa..
"Yaa Allah neng, ini di Bekasi neng" Ucap bapak tersebut
Seketika beberapa jamaah mendekat ke arah Syifa yang terlihat sangat lemah...
"Pak boleh pinjem ponsel? saya mau hubungi keluarga saya pak, tolong" kata Syifa semakin lirih
"Aduh bapak ga bawa ponsel" Kata Bapak Itu
"Ah ini pak pake aja" Kata salah seorang Jamaah, terlihat masih sangat muda dan tampan..
Syifa menekan nomer ponsel Bundanya, namun ia membayangkan kepanikan Bundanya, Syifa menghampus nya dan menggantinya dengan nomer ponsel Fardhan...
Satu kali tak mendapat jawaban dari Fardhan..
"Pak saya gak kuat kepala saya pu...." Kata Syifa ssngat lirih dsn sedikit terbata hingga akhirnya Syifa pingsan tak sadarkan diri..
__ADS_1
Syifa bergegas dibawa ke rumah Rukun Warga yang posisinya dekat dengan Masjid tersebut...
********