
Tiara berjalan santai bersama Barry, ibu Erna mengelilingi perumahan mereka, Tak jauh hanya sekedar jalan santai, selain membuat Tiara menjadi lebih santai juga dapat membuat Tiara mendapatkan pembukaan yang lebih dari itu ..
Tak jauh dari mereka, Barry telah mempersiapkan mobil yang mengikuti mereka, di dalamnya juga ada Suster Yuni...
kalo mules terasa kan tinggal masuk mobil...
pikir Barry tanpa sepengetahuan Isteri juga mama nya...
"Minum dulu sayang" kata Barry memberi minuman isotonik yang di percaya mengantikan ion tubuh yang hilang dan bagus di minum saat wanita hendak melahirkan (Aku dulu gitu) ....
"Duduk dulu disana yu" kata atiara menujuk taman yang berjarak lima belas meter dari rumahnya
Merekapun duduk di taman tersebut...
Tiara menenggak minuman yang g Barry bawa dalam sebuah botol berwarna mint...
"Sayang sini mama fotoin kalian berdua" kata Ibu Erna sudah bersiap memundurkan diri demi menggambil potret keduanya
Tiara dan Barry pun mulai bergaya secassual mungkin,, meski di raut wajah Tiara sedikit terlintas rasa menahan rasa sakit yang teramat...
Namun lagi-lagi ia harus berusaha relax...
"ih bagus banget hasilnya, kamu cantik banget sayang" kata ibu Erna pada menantunya Tiara hanya diam melempar senyumannya
Di balik wajah cantikku ada rasa mules di perutku maahh- Batin Tiara
"Kan aku juga ganteng, yaa isteriku cantik lah mah" kata Barry terkekeh
"Iya deh iyaa...."sahut bunerna malas
__ADS_1
"mau pulang mah,mass..."kata Tiara lirih...
"kontraksi mas"tambah Tiara meremas baju bagian bahu suaminya..
"ke rumah sakit aja ya sayang?" kata Barry
"iya ke rumah sakit aja langsung lah sayang mungkin sekarang udah pembukaan tiga atau empat" kata Ibu Erna
Tiara hanya mengangguk, keringat dingin mulai membasahi tubuhnya, Dengan cepat juga Barry membawa isterinya dalam pelukannya sambil mengambil ponselnya di saku... lalu menghubungkan sebuah panggilan...
"mendekat" kata Barry kemudian memasukan lagi ponselnya ke saku, disaat itu juga muncul mobil mewah berwarna putih..
"Ayo sayang", kata Barry membuat Tiara melangkah menuju mobil mewah itu... pintu mobil tergeser membuat jalan masuk menuju dalam mobil, Suster Yuni sudah standby di dalam...
"boleh kalian tunggu dulu, biar saya cek ibu di dalam"kata Bidan Yuni
dengan posisi cukup nyaman meski sedikit sempit untuk suster yuni....
"Sudah bukaan Lima Pak, segera ke rumah sakit yaa, sudah ada felek juga" kata Bidan Yuni sambil memperlihat kan tangan berlapis sarung tangan medis yang sudah terdapat lendir darah...
"oke..." kata Barry singkat...
Tiara pun memilih duduk kembali, Barry membuat posisi duduk Tiara senyaman mungkin, dari kursi bersebelahan namun terpisah, Barry dengan erat memegang jemari isterinya...
Perjalanan menuju Rumah sakitpun terasa sangat lama bagi Tiara... seketika kontraksi hilang namun akan secara mengagetkan ia akan muncul lagi...
"pinggang aku" keluh Tiara membuat ia memiringkan tubuhnya melihat ke jendela dan Barry duduk di lantai mobil dengan posisi seadanya demi mengusap pinggang sang isteri...
Satu tangan mengengam, satu tangan lagi mengusap lembut pinggang yang terasa sakit dan panas...
__ADS_1
Ibu Erna yang menyaksikan hal itu hanya memotret adegan di hadapannya, beberapa foto ia kirimkan ke status media sosialnya..
Tak heran jika banyak khalayak mengagumkan kedua pasangan tersebut...
"Masih mules sayang?" tanya Barry
Tiara menggeleng
"Sakit pinggang aku mas, kaya mau di copotin aja" kata Tiara lirih
"Sabar ya sayang" Hanya itu yang dapat Barry ucapkan meski hatinya merasa ikut sakit melihat isterinya terlihat sangat tersiksa dengan rasa yang tengah ia rasakan...
"istighfar terus sayang, sungguh ini memang nikmat yang luar biasa" kata ibu Erna...
Tiga puluh menit kemudian Mereka tiba di Rumah Sakit Wijaya's...
dengan cekatan Suster/bidan Yuni mempersiapkan semua..
"Dokter Salsa nya datang sekitar 30-60 menit lagi ya pak, Bu.. sambil menunggu bukaan lengkap... " kata bidan Yuni sambil membantu Tiara duduk di atas kursi roda
"sesuai data yang sudah bapak isi tadi pagi, kita sudah siapkan kamar.. tunggu di kamar aja ya, nanti kalo sudah bukaan delapan baru ke ruang bersalin.. disana ibu dsn bapak bisa bergoyang di atas gym Ball..." kata Bidan Yuni..
"Baik sust.." kata Barry sambil mengengam tangan isterinya yang tengah duduk di atas kursi roda... Ibu Erna pun hanya mengekor saat itu...
"sust kita ga lahiran di klinik dokter Salsa?"Tanya Tiara lirih
"Disini aja Bu sesuai dengan perintah dokter Salsa, karena dokter Salsa juga sudah di rumah dari siang, sekalian beliau visit pasien pasca Caesar disini" kata Bidan/suster Yuni sambil mendorong kursi roda tersebut...
******
__ADS_1