Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS - Aku Janda


__ADS_3

Dua minggu setelah kejadian itu..


Malam ini Barry mengajak Tiara makan malam, menurut penjelasan Barry ini adalah bentuk ucapan maaf atas kesalahannya yang sbenarnya bukanlah masalah yang membuat hati Tiara Sakit...


"Barry, mau kemana kamu?" kata Ibu Erna


"mau Dinner mam" kata Barry sambil menuruni tangga


"sama siapa? Tiara??" kata Ibu Erna memastikan


"he'eh mah.. Ini Barry mau jemput dia" kata Barry


Ibu Erna beranjak dari duduknya, menghampiri Barry di anak tangga terakhir itu...


"Apa kamu akan menyatakan cinta padanya?" tanya Ibu Erna penasaran


"maahh, ayolahh Barry mau semua berjalan seperti air saja" kata Barry sambil memasukkan kedua tangganya ke kantong celana


"cih! Tiara itu cantik, bisa aja dia di serobot orang... sampai kapan kamu mau menyimpan Rasa itu disini" kata Ibu Ernah sambil menyentuh dada Barry dengan telunjuknya...


deng! deng!!!


"Ahhh mama, ini... sudah-sudah. nanti Tiars nunggu terlalu lama" kata Barry sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal itu


"Barry berangkat ya mam" kata Barry sambil menyalami pungung tangan ibunya..


"hati-hati, salam cinta dari mama untuk Tiara" kata Ibu Erna


"iya mam, Assalammualaikum"


"waalaikumsalam...."


----


apa aku harus menyatakannya sekrang? apa ini ga terlalu cepat??! ah tapi gimana kalo dia deker sama orang lain... akkhhhh!!!


Kata Barry yang sedang menyetir namun sedikit Frustasi....


Tiba di Rumah Tiara...


Barry telah duduk di sofa ruang tamu kediaman Tiara, sedang asyik berbincang dengan Reza... karena Orang Tua Tiara sedang pergi keluar...


Tak lama Tiara datang menghampiri Barry dari kamarnya...


Tiara mengenakan baju rajut hitam yang membentuk lekuk tubuhnya di padukan dengan Rok bermotif bunga yang panjangnya sebawah lutut, tentu membuat kesan Sexy tersendiri.... Riasan Wajah yang sangat sederhana Natural dengan Rambutnya yang di buat ikal di bagian bawah semakin membuat Tiara bwnar-benar cantik dan tampil sangat berbeda saat bekerja...


Mata Barry tak berkedip menatap Tiara, Reza sekilas pun tercengang melihat Tiara yang semakin terlihat Cantik, namun ia sadar bahwa ia adalah sepupunya...


"Woy bengong lo!" tegur Reza sambil memukul paha Barry dengan telapak tangannya...


Plak


"awwww pedes banget si" kata Barry sambil mengusap pahanya


"biar lu sadar makanya gua kasih yabg pedes-pedes" kata Reza terkekeh

__ADS_1


"kalian apaan sih, Barry mau berangkat sekarang?" kata Tiara menengahkan


"a--- hmm ayo ayo" kata Barry berdiri..


"za, aku pamit.. jaga rumah aku baik-baik! ayah dan Ibu ku sudah di perjalann pulang" kata Tiara


"hemm ya ya ya!!!"


"gue pamit Ajak Tiara makan dulu Za" kata Barry


"iya, jaga kaka sepupu gue, jangan sampe dia lecet" kata Reza posesif


"tenang, gue bisa jadi anti gores nya kok" kata Barry membuat Tiara salting sendiri


"akh kalian ini, ayo Bar" kata Tiara berjalan ke luar rumahnya..


"Malu - malu kucing dasar!" kata Reza terkekh


**


Di Sebuah Restoran..


"kamu cantik malam ini Tiara" Kata Barry sambil menatap Tiara


"makasih bar, restoran ini juga cantik.."


Kata Tiara menatao sekeliling restoran yang bernuansa Romantis itu..


"kamu ga ada niat muji aku balik gitu?" kata Barry


"huh! jadi kamu muji aku biar aku memuji kamu balik ya? ha?" kata Tiara


"hemm baiklah... kamu tampan dengan pakaian semi formal ini, dari pada harus pakai pakaian Formal di kantor, terlihat tua" ledek Tiara sambil terkekeh


"ehh enak aja!! mana ada muka kaya gini di bilang tia hemm!" kata Barry sambil memegang Mukanya


"hahaha pede kamu mah bar" kata Tiara sambil tertawa...


Barry benar-benar bahagia malam ini..


melihat Tiara begitu Cantik, senyumnya pun begitu membuat hati Barry meleleh....


"Tiara...." panggil Barry pada tiara yang sedang meminum Jus Stroberry nya..


"yaa kenapa bar?" kata Tiara santai sambil melepas minuman di mulutnya..


"aku boleh jujur?" kata Barry


"boleh dong malah aku menghargai kejujuran mu" kata Tiara sambil memotong daging di piringnya


"Tiara... Lihat aku...(tiara merasa aneh, namun ia tetap menatap Barry,,, jantungnya sedikit berdebar melihat wajah serius Barry)


Tiara...... aku MENCINTAI MU, aku MENYAYANGI MU muu" kata Barry menatap Tiara serius..


Pryaaaanggg

__ADS_1


Pisau dan garpu di gengaman Tiara terlepas ke atas piring...


Tiara menutup mulutnya dengan satu tangannya seolah tak percayaa...


"Barry kamu--------


"Tiara, aku sangat yakin dengan perasaanku ini, Mungkin ini terlalu cepat, namun aku sudah sangat yakin... maukah kamu menjadi kekasihku? Aku berharap kita bisa menjadi pasangan suami isteri kelak" kata Barry mengenggam tangan Tiara.


Deng!!!!


Suami Isteri??? Kak Adam... Tidakk!!! Aku ga boleh egois, aku adalah Janda!!!


Dengan sedikit hentakan Tiara melepaskan gengaman Barry, lidahnya terasa kaku kala itu.. Air mata nya mulai menetes


"maaf aku gak bisa Barr, maafkan aku" kata Tiara kemudian beranjak pergi..


Barry syok dengan jawaban Tiara, Barry mengejar Tiara yang berlari namun masih dapat terjangkau oleh Barry...


Mereka berada di area Parking Restoran


"tunggu, jangan menghidar, aku terima apapun jawabannya tapi aku butuh alasanmu Tiara" kata Barry menahan Tiara dengan gengamannya


"hiks hiks maaf barr aku gak bisa hiks hiks"


Semua orang melihat kejadian itu, mereka menatap Barry sinis karena melihat Tiara menangis..


"baiklah, tapi pulanglah bersamaku, dan jangan menolak, banyak pasang mata melihat kita" kata Barry, Tiara pun menurut


Hatiku sakit Tiara mendengar penolkanmu.. Apa karena Pria yang sudah mati itu? Yaa Tuhan bantu aku... Aku mencintainya...


Di dalam mobil, Barry sangat kesal, hatinya sangat gundah... Ia menancapkan mobilnya dengan kecepatan sangat kencang, tak perduli dengan Tiara di sampingnya


"Barry turunkan kecepatannya aku takut" kata Tiara terisak namun Barry masih terdiam..


"BARRY STOP ATAU AKU LONCAT!!!"Bentak Tiara


Barry pun mengurangi kecepatannya Drastis,, ia menepikan mobilnya lalu berhenti.. Barry meluapkan emosinya, ia memukul Strinya berkali kali...


"Barry stop, kamu hanya akan melukai tanganmu saja" kata Tiara sambil menahan Tangan Barry


"biarlah hancur! Seerti hatiku" kata Barry tanpa terasa tangannya terasa sangat sakit..


"maafkan aku Barry" kata Tiata sambil terisak sesak dan tertunduk..


"apa alasamu Tiara, apa? Apa kurangnya aku?" kata Barry lirih menatap Tiara


"kamu sangat sempurna Bar, karena itu aku takut beramaa mu, aku gak mau kamu dan keluargamu menangung malu" kata Tiara


"persetan!!! Malu? Apa kamu seorang Buron sampai aku harus malu? Ha?" kata Barry dengan nada menuntut...


"Barry........ barrr lihat aku" kata Tiara lirih


Barry pun menatap Tiara..


"jauhi aku barr, aku tak pantas untukmu,...... hiks hiks.... Barrr aku hanyalah seorang JANDA..... hiks hiks hiks"

__ADS_1


kata Tiara dengan nada bergetar dan air mata yang sudah sangat deras membasahi pipinya...


Deng!!!! Barry diam membisu mendengar kata JANDA keluar dari mulut Tiara....


__ADS_2