
guys! kemarin aku up 4 kok! tapi emang agak malem.. karena aku kan udah bilang yaa, kalo yang bantu aku dirumah lagi off, jadi kemarin mau otw kerja aku harus drop anakku di mertua karena suamiku berangkat pagi-pagi dan pulang memang aku jemput ankku dulu.. belum lagi drama anakku gak mau pulang huhu di tambah sampe rumah harus sedikit beberes.. jadi mohon krsabaran dan pengertiannya yahh 😍😘
Nah.. hari ini aku juga rapat di kantor, jd gak bisa lah ya curicuri waktu buat nulis hhehe...tapi tenang, udah ada 2 eps yang aku jadwalin up hari ini, jadi tinggal terbit aja krna udah lolos di rivew sama pihak manga... Jadi mohon bersabar yaa.. JANGAN LUPA
LIKE
KOMEN
VOTE...
makasihhh 😘😘😘😘😘😘
*******
Satu Hari berlalu..
Hari ini Tiara dan Barry di sibukkan dengan beberapa urusan pernikahan mereka..
Tiara cukup senang melihat bari yang begitu antusias bahkan sangking antusiasnya ia rela terjun langsung untuk mengetahui setiap detail yang akan ada di acara pernikahan mereka...
Diruang Kerja Barry
Barry memangil Tiara karena ada pikah WO datang untuk memperbincangkan banyak hal, termaksud undangan..
"Aku suka ini, Tapi aku mau Warnanya Marron" Kata Tiara
"Loh kenapa gak Navy aja sayang, lebih bagus tau..." Kata Barry
"Marron lebih elegan" Kata Tiara ketus
Barry menghela nafasnya..
"Iya mas Marron yaa" kata Barry pada pihak WO
Pihak WO yang berjumlah dua orang pun terkekeh...
"Baik Mas, Mba.. Jadi fix ini yaa warna Marron dengan list Gold" kata Salah satu dari mereka
"Iya..." Kata Tiara
"Nanti daftar nama undangan akan di email sama sekertaris saya.." Sambung Barry di beri anggukan oleh kedua pihak WO tersebut..
"Baik selanjut nya nii Mbak, Mas.." kata Pihak WO membula lembar berikutnya
"Ini sesuai konsep Mba dan mas minggu lalu. nah saya ingin konfrim lagi yaa kalo dekorasi full bunga asli, dominan mawar merah" Kata Salah satu dari mereka..
"Iyaaa, tapi aku gak mau ya kalo cuma di pelaminan aja, harus menyeluruh ke setiap sudut, kalo bisa ada hiasan mawar di setiao table supaya lebih kuat karakternya" Kata Tiara
"Oke mba sip" kata petugas WO..
"Jadi saya rasa hari ini cukup pak, minggu depan kita bisa meeting lagi, saya akan bawa sample undangan juga sovenirnya, di tambah kita meeting dengan pihak photograf, Butik, Catering..." Kata Satu dari oetugas WO
"Baik atur jadwal dengan sekertaris saya ya" Ucap Barry...
Petugas WO pun pamit undur diri.. Tinggalah Barry dan Tiara berada di ruangan kerja Barry....
"Aku kembali ya keruanganku" Kata Tiars berdiri dengan cepat Barry menarik tangannya hingga Tiara jatuh di pangkuannya..
Lalu Barry memeluknya erat..
"Sayang......... Kangeenn"
Kata Barry manja
"Barryyy ih apaan si, bukan muhrim" Kata Tiara berusaha melepas pelukan itu
__ADS_1
"kan sebentar lagi sayang" Kata Barry beralasan
"Tetepa aja... oh iya jenguk Syifa yu Ajak Tiara"
"Nanti yaa sayang, jam pulang kerja" Kata Barry
"Aku ada urusan sedikit di luar" Kata Barry yang nampak menyembunyikan sesuatu
"Urusan apa?" Tanya Tiara
"Pekerjaan sayangkuuu, nanti aku balik lagi kesini jenput kamu ya" Kata Barry mengusap pucuk kepala Tiara
"Oke hati-hati"
cup!
Tiara mengecup pipi Barry lalu berlari kecil ke arah pintu..
"See you sayang" Ucap Tiara sambil memberi kissbye dengan centilnya
"Awas ya kamu sayang" ucap Barry yang merasa malu sendiri karena aksi kekasihnya
****
Jam Pulang Kantor Tiba..
Tiara tengah berada di Lobby sambil memainkan ponselnya sambil menunggu Barry tiba..
"Ibu Periiii" Sapa Prass
"Sudah mau pulang?" Tanya Tiara pada Pras yang menghampirinya
"Iya Ibu Peri, Ibu Peri nunggu Pak Bos besar ya?"
"ohhh.. Aku mau jenguk juga Peri. Tadi pak Bos fardhan juga suruh aku beli sesuatu"
"Sesuatu apa?" tanya Tiara Penasaran
"Adaaa dechh" jawabnya centil
"huh dasar! Mau bareng?" Tanya Tiara menawarkan
"Ngga Peri aku naik Motorku aja, Aku harus mampir dulu se sebuah tempat.. Kita ketemu disana ya" Kata Pras sambil tersenyum
"Iya Hati-hati... kurangi sikap lenjehmu ya!" Kata Tiara terkekeh meledek Pras..
Pras hanya diam sambil mengumpat karena menahan malu...
****
Tak lama Barry nenelfon Tiara, mengabari jika dirinya berada di luar Lobby dan berada di dalam Mobil, Bergegas Tiars keluar gedung lalu masuk kedalam mobil yang Barry kendarai sendiri...
Mereka menuju Rumah Sakit tempat Syifa di rawat..
"Mampir dulu ya sayang Ke m3kdi depan.."
"Kamu laper?" Tanya Barry
"sedikit, tapi mau bawa chesse burger buat syifa" Kata Tiara dengan senyum manis mengembang...
"Jangan sering-sering makan junkfood sayang" Kata Barry pelan
"Iya aku Faham kok, ga sebulan sekali juga makannya" Kata Tiara menerima dengan lapang dada ucapan Barry yang benar adanya..
"kamu mau?" Tanya Tiara saat mobil mereka memasuki restoran cepat saji itu...
__ADS_1
"boleh deh" kata Barry tersenyum simpul
"huuu tadi protes, sekarang di tawarin tapi mau" ledek Tiara membuat keduanya terkekeh..
Mereka memesan melalui drivethrue..
" cheese burgernya 6 , kentangnya 3, spcy chiken bite 3. mcNuggets nya 3. eh sama choco pie nya yaa satu" Kata Tiara dengan mendekatkan diri ke posisi Barry, dengan kesempatan itu Barry tak henti menciumi pucuk kepala Tiara secara berkali-kali...
"Barry ih" kata Tiara usai memesan
"lah kan kamu yang deket-deket aku" kata Barry terkekeh
"Huh curi kesempatan banget" kata Tiara kesal namun hatinya senang akan perlakuan Barry..
Ah Tiara, kau ini malu tapi mau...!!
*****
Mereka Tiba di Kamar rawat, dengan pelan Tiara membuka pintu kamar rawat VVIP itu...
Sudah ada Pras berdiri di hadapan tempat Tidur Syifaaa
"Ifaaaaaa aku bawa ini" Kata Tiara dengan riangnya melihat Syifa tengah duduk di atas ranjangnya
"Terdebeeeesss!!!" Kata Syifa membentangkan tangannya, seketika Tiara langsung merekatkan tubuhnya dalam pelukkan Syifa
"Prass ambil nampan itu" Kata Tiara menujuk Nampan berisi piring snack juga gelas kosong..
Pras meletakan gelas dan piring kecik di atas nakas, lalu memberikan nampan panjang ke Tiara...
Tiara melapisi Tisu di atas nampan itu lalu memletakan beberapa cemilan yang baru ia beli di restorsn cepat saji tadi..
"Selamat makan semua" Kata Tiara menghidangkan nampan berisi cemilan di atas ranjang Syifa..
Mereka menikmati makanan itu...
Tak lama ponsel Barry berbunyi, Terlihat keseriusannya dalam mendengar ucapan dari balik Telfon..
Tiara sangat paham jika mimik wajah kekasihnya berubah, pasti ada ya g tak beres bukan?!
Tak Lama Barry mengajak Fardhan keluar ruangan sebentar.. Alasannya karena ada hal pekerjaan yang harus mereka bahas..
Usai mereka keluar Tiara yang penasaranpun mengekor perlahan, lalu menbuka pintu sangat pelan..
Syifa dan Pras tengah asyik menonton serial drama di televisi sehingga tidak memperhatikan gerak-gerik Tiara yang pergi mengendap-endap...
Kenapa mereka bicara di luar, apa itu masalah teror dan penculikaan Syifa? -Batin Tiara sambil membuka pintu tuangan sangat pelan
Barry dsn Fardhan berdiri tepat di bibir pintu , mereka berdua tidsk menyadari jika pintu terbuka sedikit karena Tiara, yaa demi membuatnya mendengar ucapan Barry dan Fardhan tentunya..
" Lo baca" Kata Barry memerlihatkan ponselnya
"Jadi dia??? " kata Barry seolah tak percaya
"kenapa bisa?! Shit!" ucap Fardhan sangat kesal
"Entahlah.. gue mau dia busuk di penjara" UCap Barry dengan sangat geram
Barry dan Fardhan terus melanjutkan perbincangannya...
Apaahh??? jadi, kamu yang tega melakukan ini.. - batin Tiara merasa tidak menyangka mendengar nama pelakunya .. tubuhnya gemetar merasakn syok, Tiara menyender pada tembok sambil menutup mulutnya..
***********
gausah di ingetin terus yaa, Author yakin kalian udah faham sama kesenengan Author.. Apalagi kalo bukan like komen and Vote.. hehe
__ADS_1