
WARNING!!!
Apapun yang terjadi tolong jangan katain author kejam hahaha
anggap saja ini Takdir yang Kuasa ya..
Siapkan Tisu atau Serbet dapur hahahaha
Happy Reading Guys, sehat selalu yah 😀😄😘
*****************
Barry tiba di cafe milik Tiara, Barry turun dan mengikuti Tiara sampai kedalam ruangan Tiara...
"aku pamit ya" ucap Barry
"gak makan siang dulu?" Tanya Tiara seolah enggan berpisah dengan Barry
"aku masih kenyang, kan baru tiga puluh menit yang lalu kita makan chesse burger sayang" ucap Barry mengelus rmbut Tiara yang duduk di sampingnya
Tiara memeluk Barry, Pelukaannya sangat erat...
"Nanti jemput aku yaa, temenin aku sampai Ibu pulang malam nanti..." ucap Tiara sangat manja kala itu sampai ia bergelendot di lengan Barry
"iya sayang, aku kerja dulu yaa... aku janji secepatnya selsai.." kata Barry tersenyum
"oke... apapun yang terjadi kamu harus semangat yaa" ucap Tiara
"memang terjadi apa? hemm kamu takut aku ga berhasil mendapatkan tender ini?" kata Barry dengan wajah cool nya
"hemm entahlah, intinya kamu harus tetep semangat!!! aku gak mau liat kamu sedih, marah, apalagi galak sama karyawan" Kata Tiara dengan nada meledek
"dasar nakal (Barry mencubit hidung Tiara) soal galak sama karyawan aku pikir-pikir lagi deh" kata Barry terkekeh
"yaudah berangkat snaa, hati-hati yaa" kata Tiara tersenyum namun Tiara tetap mengenggam erat tangan Barry
"gimana mau berangkat, ini di borgol" kata Barey mengangkat tangannya lalu tertawa
Tiara terkekeh malu kala itu sampai merah pipi nya..
Cup!
Barry mengecup Kening Tiara dengan lembut dan cukup lama..
"aku cinta kamu" ucap Barry dengan sangat dekat
"Aku juga sangat mencintai kamu" Kata Tiara lirih...
Barry Tersenyum lalu meninggalkan Tiara di dalam ruangan kerja Tiara...
Tiara menyibukkan diri dengan beberapa laporan keuangan Cafe...
Hingga ia merasa Rindu ingin turun tangan melayani pelanggan...
Tiara wara-wiri mengantarkan pesanan para pelanggan, meskipun owner kedai kopi cukup ternama itu, Tiara tak segan melayani pelangganya dengan pelayaanan terbaiknya...
Allhamdulillah Caffe ramai sekali, sampai smoking area juga terlihat ramai padahal panas.. Batin Tiara menatap sekeliling Cafenya ...
"mbak ini orderan di meja Satu" ucap salah satu pelayan yang bekerja
"oke aku anter, kamu cek stok ice cube ya" pinta Tiara pada karyawannya
"oke mbakk" kata karyawan itu..
Tiara melengang menuju meja nomer satu yang berada di teras cafe tersebut.. dengan Ramah Tiara melayani para pelanggannya...
Hingga pelayananya terhenti saat mendengar suara khas yang memanggilnya...
"Tiaraaaaaaa" ucap seseorang sedikit berjauhan dan hendak menyebrangi jalan
"mamaaaaa" ucap Tiara pelan sambil menunggu Ibu Erna mendekatinya
"Mamaa" Tiara menyalami ibu Erna
__ADS_1
"Kok mama dari sebrang, mama sama siapa naik apa?" kata Tiara khawatir
"Mama sama supir nak, mama habis dari toki kue sebrang sana, mama lihat kamu jadi mama nyebrang, kalo puter balik sama supir lama" kata Ibu Ernah merasa ingin sekali memeluk Tiara karena merasakan banyak kesedihan yang pasti Tiara alami...
wajah cantiknya, sikap santunnya, hati mulia nya.. akh dia wanita idaman lelaki, tapi aku sungguh tidak mungkin menerima nya...
Namun rupanya Ego Ibu Erna masih terlalu besar untuk memisahkan Barry dan Tiara secara perlahan cukup Besar...
"oh gitu.. tapi hati-hati mah, disini ramai sekali jalanan..." kata Tiara
"duduk dalem yu mah" Ajak Tiara
"hemm duduk disana aja, mama mau ngobrol juga" kata Ibu Erna menunjuk Table berpayung di sudut pintu masuk
"panas mah, di dalam aja" kata Tiara yang takut Ibu Erna merasa tidak nyaman
"gapapa Nak.... Ayo" Kata Ibu Erna melangkah
Tiara pun mengekor perlahan...
mama kenapa keliatan sendu banget yaa.. apa karena Barry ga pulang semalam?- Batin Tiara
Ibu Erna Telah duduk, Tiara masih berdiri..
"mama mau minum apa?" Tanya Tiara sopan
"engga sayang, mama gak haus,,, duduk sayang" Ucap Ibu Erna sangat lembut
"Tiara... mama langsung pada intinya yaa" kata Ibu Erna lalu Tiara Mengangguk...
Deng!!!
Ada apa ini, Tuhan... - Batin Tiara
"Mama sudah tau status mu sayang" ucap Ibu Erna pelan
Tiara membulatkan matanya, jantungnya berdebar kencang, badan nya terasa tak ada aliran darah...
"Tiara... mama sungguh sangat prihatin, mama sungguh ikut merasakan kesedihan yang kamu rasakan..." ucap Ibu Erna sambil meremas tangan nya sendiri
"Maaf mah, bukan maksud Tiara menutupi semua dari mama" kata Tiara tertunduk
"mama faham... Tapi sayang, boleh mama jujur?" kata Ibu Erna lirih
Tiara hanya sanggup mengangguk karena air matanya sudah menggupul di bola matanya
"Mama belum siap menerima kamu sebagai menantu mama"
Deng!!!
tes,,, tesss, tesssssss.....
Air mata Tiara jatuh membasahi pipi dan tangannya yang persis berada di bawah wajahnya..
Ucapan Ibu Erna sangat pelan namun entah mengapa, itu terlalu menusuk hingga dasar hati terdalam...
"Mama minta maaf syang, mama sangat menyayangi kamu, mama yakin kamu orang baik nak.. kemarin sebelum mama tau Rahasia besar dalam hidupmu mama sangat yakin menjadikan kamu menantu mama..... Tapi sekarang... mama gak siap dengan kehidupan mama dan anak mama selanjutnya kalau sampai kalian menikah" Ucap Ibu Erna yang juga telah menitihkan air mata...
Tiara masih tertunduk, lalu ia tersadar akan rasa cintanya terhadap Barry... Tiara mengangkat wajahnya, mengusap Air matanya lalu menyungingkan bibirnya hingga nampak senyuman dalam luka...
"mama, Terimakasih mama sudah sayang sama aku, aku juga merasakan kasih sayang mama untuk aku... hiks hiks"
Tiara mengengam Tangan Ibu Erna
"Mah...Maafin aku mah, Maafin Tiara... Tiara sangat mencintai Barry anak mama" hiks hiks hiks tangisan keduanya pecah namun karena jalan yang bising tentu tak banyak orang yang mendengar
"Sayang.. mama berterimakasih atas rasa cinta yang kamu beri ke anak mama, Tapi mama gak bisa bohong sayang, mama gak bisa membohongi hati mama kalo mama belum siap dengan ini" Ucap Ibu Erna sedikit mengeluarkan beberapa penekanan
"Tiara mengerti mah, Tiara harus apa mah? Tiara gak mau menyakiti hati mama, apalagi hati mas Barry" ucap Tiara lirih
"Sayang.. bisa kamu meninggalkan Barry?"
Deng!!!
__ADS_1
Tombak runcing nan Panas seolah menembus hati Tiara secara perlahan, Sakit, sangat sakit..
Tiara diam sebentar,, berusaha menarik nafas mengatur hela nafasnya... rasa sakit yang ia rasakan hingga sesak di dadanya...
"Mah... apa ini tidak akan menyakitkan Barry?" ucap Tiara Lirih, ia sungguh sangat merasakan cintanya Barry selama ini sangat tulus...
"mungkin awalnya iya, tapi mama yakin nak.. mama yakin sekali.. lambat laun Barry akan melupakan kamu kalo kamu pergi menjauh" ucap Ibu Erna lirih
Tiara menggelengkan kepalanya...
"Mah, hanya dengan kematian aku mungkin Barry akan melepas dan melupakan aku mah,,, aku gak mungkin hidup dengan melepas cinta Barry" Ucap Tiara yang sudah tak mampu berfikir jernih
Ibu Erna menatap Tiara....
"pergi... cukup dengan pergi dan menjauh, Barry akan melupakan mu seiring jauhnya kamu melangkah.... ayoalah tidak perlu bicara soal kematian"
"mah.. Bagaimana jika itu gagal? Tiara gak bisa jamin akan lenyap nya rasa cinta aku dan Barry terbawa jarak mah...."
"Disitulah mama akan menyerah" Ucap Ibu Era sambil berdiri meninggalkan Tiara
Tiara pun ikut berdiri mengejar Ibu Erna...
"mahhh"
panggilan itu tidak Ibu Erna gubris, Ibu Erna melangkah dengan Cepat, Tiara berusaha mengejar untuk mengatakan bahwa ia akan pergi menjauh dari Barry..
Astaga mama
Ucap Tiara saat melhat mobil melaju dengan kencang, sementara Ibu Erna dengan santai berjalan Sambil tertunduk...
Karena Jarak antara Ibu Erna dan Tiara tak terlalu jauh, Tiara berlari dengan sangat kencang, Ia mendorong Ibu Erna hingga Ibu Erna tersunggkur ke atas Trotoar...
"Mamaaaaa Awaaaas"
"aaaaaaaaa"
BUGH
BRAKK
"Tiiiaaraaaaa" Teriak Ibu Erna melihat Tubuh Tiara tertabrak Mobil hitam dengan kecepatan tinggi,, Tubuh Tiara terpental sejauh 5 meter...
Semua yang melihat kejadian itu hanya mampu menutup mata dan berteriak histeris...
Ibu Erna Berlari secepat mungkin ke arah Tiara, sambil berteriak minta pertolongan.... di raihnya kepala Tiara yang sudah berlumuran darah, hingga darah itu membasahi pakain Ibu Erna..
"bertahan sayang, bertahan nakk" ucap Ibu Erna
"Mah... aku akan pergi, jika Barry memang jodohku kita pasti bertemu mah, dan mama berjanji untuk menyerah kan mah...maafkan aku.. aku mencintai Barry maahh" Ucap Tiara dengan sangat terbata-bata lalu ia tak sadarkan diri...
******
********
***********
Jangan Ngomelin Author Pleaseeee!! Haha
Nikmatin dulu yee, usap dulu aer matanya..
doain aje biar Tiara selamet yee..
Maap sekali lagi, mungkin ini Takdir Tuhan, kita kudu legowo, ikhlas yee...
Jangan Hujat Author, dosa loh hahaha
LIKE
KOMEN
VOTE
Eps sebelumnya sam Eps ini lebih dari 1200 kata lohh 😧 jadi mayan deh kalo dapet suntikan semangat dari kalian hehee....
__ADS_1