Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS - Candaan


__ADS_3

Melihat kedatangan Fardhan, tentu membuat Vita berdiri.. ingin melakukan cikipa cipiki namun sepertinya Fardhan sangat menjaga hingga ia lebih dulu menyapa Vita..


"Elo Vit, sama siapa?" kata Fardhan celingukan


Vita yang sudah berdiri merasa agak kecewa karena Fardhan hanya menegurnya dari jarak 2 meter tanpa melangkah lebih dekat..


sementra Syifa menghampiri Ibu Erna dan menyalaminya, mereka juga mengobrol sekedarnya..


"Ah iya sendirian, Roy kemungkinan bareng Kevin" Ucap Vita kala itu yang kemudian langusng duduk kembali dan menatap Tiara dan Syifa yang asyik berbincang dengan Ibu Erna


"Vita pasti belum kenal yaa sama dua wanita tante ini" kata Ibu Erna pada Vita yang sedari tadi memperhatikan Tiara dan Syifa


Vita menggeleng


"ini Tiara dan Syifa, Insya Allah akan menjadi menantu Tante..."


Vita merasa tersentak mendengar ucapan itu.. ingin sekali berteriak namun tak mungkin ia menjatuhkan harga dirinya sendiri..


"oh iya tante, tapi Fardhan dan Barry belum cerita ya tan" Kata Vita melirik Barry dan Fardhan


"itu karena kamu terlalu sibuk, Roy dan Kevin bahkan tau tanpa aku beri tau" celetuk Barry sambil tersenyum


"oh begitu ya, iya aku memang terlalu sibuk sepertinya" Kata Vita mengalah karena dadanya begitu sesak


aku berada di situasi yang salah.. batin Vita


"ayo makan, aku laper banget mah" ucap Fardhan melihat menu makanan yang mengiurkan...


******


Usai semua menyantap makan siang, Ibu Erna lebih dulu pamit, sementara Syifa dan Tiara masih berada di ruangan tersebut..


"Lo dimana?" Kata Barry dalam sambungan Telfon


".........."


"Cepat! jangan buang waktu " kata Barry yang kemudian mematikan sambungan telfonnya..


"Mereka di jalan lima belas menit lagi sampai" Kata Barry pada Fardhan dan Vita


"Yaudah sayang aku sama syifa ke ruangan ya, kasian bang Anwar sendirian" Kata Tiara pada Barry


"Oh yaudah, nanti aku akan selesai lebih lama, kamu kesini aja ya" Kata Barry pada Tiara


Cups


Di Akhiri kecupan di kening Tiara


"Okey... " kata Tiara tersenyum lalu beranjak bersama Syifa


"Aku keruangan dulu ya" Kata Syifa ada Fardhan


"Iya sayang" Kata Fardhan


"mmmm Mbak kita tinggal dulu yaa" kata Tiara mempertegas kata mbak


Fardhan dan Barry terkekeh kecil mendengar kata Mbak


"Tunjukan kinerja terbaik mu mbak" celetuk Syifa penuh arti


apa-apaan mereka! awas kalian! - Batin Vita yang sudah sangat kesal


Vita hanya diam tidak menggubris ucapan dua wanita yang kini sudah keluar dari ruangan tersebut....


"kenapa kalian bisa berpacaran dengan wanita seperti itu?" Tanya Vita pada Barry dan Fardhan


"wanita seperti itu? bisa lo jelaskan apa maksud dari kata wanita seperti itu???" Kata Fardhan dengan ketusnya


"yaa Seperti itu, Karyawan biasa! huh apa itu gak akan ganggu reputasi kalian" Kata Vita dengan nada meremehkan


"oh kamu salah Vit, justru mereka kelak akan menjadi Isteri-isteri mendukung karir suami.." Kata Barry berusaha menyikapi lebih tenang, mengingat Vita adalah seorang perempuan


"Kau begitu percaya diri Barry, bahkan aku tidak melihat ke istimewaan wanita mu itu" kata Vita kembali meremehkan


"yaa karena kamu tidak mengenalnya, kamu ga bersama dia" kata Barry dengan menahan amarahnya


"lo kesini mau ngoreksi pasangan kita atau mau bahas proyek? kalo cuma untuk mengoreksi kehidupan pribadi kita, bukan disini tempatnya! pekerjaan gue jauh lebih bernilai dari pada harus dengerin ocehan lo itu" Kata Fardhan yang sangat kesal


Viata hanya diam, ia membuka laptop nya dengan sedikit kasar...


kau tak berubah Vit, selalu merendahkan orang lain tanpa kamu kenali dulu orang tersebut... Batin Fardhan


******

__ADS_1


Sementara di Ruang kerja Tiara...


"Bang, ini harganya lo up ya?" kata Tiara memperlihatkan secarik kertas


"iya Pak Rusdi kemarin bilang kalo harga nya naik, gue juga udah ngadep ke Pak Fardhan kok" kata Anwar menjelaskan


"oh oke... jadi ini siap kita kasih ke Pak Rusdi ya?" Tanya Tiara


"Iya, kamu antar ya... biar nanti Pak Rusdi yang ke Pak Barry..." Kata Fardhan


"oh oke, aku antar... " Kata Tiara kemudian beranjak keluar..


Syifa masih sibuk dengan Pc nya..


Tiara berjalan sambil tertunduk ke arah map, mengoreksi helai demi helai agar tidak ada kesalahan..


Tiaba-tiba...


Brukkk


"akhhh" Pekeik Tiara


"Ah maaf Nona, Maaf" Kata Seorang laki-laki yang menabrak Tiara, hingga semua berkas yang Tiara bawa tercecer di lantai, untungnya Tiara tidak terjatuh karena masih bisa menahan keseimbangan..


"oh iya iya, saya juga tadi ga lihat-lihat"


kata Tiara segera membereskan berkas-berkas yang terjatuh


ya Tuhan, Barry punya karyawan cakep begini...


"Wey Roy ngapain lu" Kata Seseorang dari belakang Roy


Tiara yang telah selesai merapihkan berkas pun berdiri...


"Eh Tiara..." sapa Kevin


Tiara sempat bingung berusaha mengingat laki-laki yang tak asing bagi matanya


"Aku kevin, temennya Barry... Lupa ya?" Kata Kevin tersenyum lebar


Sementara Roy mematung mendengarkan Nama Tiara membuatnya teringat sosok kekasih Barry yang di puji kecantikan..


"Ah iya maaf aku agak lupa.." kata Tiara merasa tidak enak


"Roy ini Tiara, Calon Bininya Barry, yang gue ceritain kemarin" kata Kevin pada Roy


sontak membuat Roy melemas seketika..


Baru gue naksir cewek pada pandangan pertama, eh dia calon bini nya sahabat gue..


nasib mu Roy.. - Batin Roy


"Hay, maaf tadi ga sengaja" Kata Tiara dengan senyumannya


"Eh iya gapapa gue juga salah" kata Roy dengan sedikit gugup


"Hemm kako gitu aku permisi ya" Kata Tiara


"iyaa.. Barry di ruangan kan?" kata Roy menahan langkah Tiara karena masih begitu nyaman memandang wajah nya..


"Ah iya Pak Barry diruangan, ada Pak Fardhan juga dan satu tamu perempuan" Kata Tiara menjelaskan lalu kembali melajutkan langkahnya


Kevin dan Roy pun berjalan menuju ruangan yang Kevin sudah hafal tentunya..


"Eh Vin, kenapa si Tiara manggil Barry pake Pak.. kaku banget" kata Roy heran


"Lo yang kaku, ini kantor bukan tempat pacaran!" Kata Kevin menoyor kepala Roy


"si**an, pala peyang gini di pitrah nii" kata Roy mengusap kepalanya..


"hahaha akhirnya ngaku juga kalo lo peyang" Kata Kevin terkekeh


Merekapun masuk keruangan Barry, karena sudah di persilakan oleh Sarah...


"Bar aseli, cewek lu seger bener" Kata Roy to the poin


"lo ketemu?" kata Barry


"bukan cuma ketemu, cewek lu di tabrak ni ama dia" Kata Kevin kembali menoyor kepala Roy


Barry langsung berdiri sedikit menggebrak mejanya


"Lo nabrak dia? ha? terus gimana dia" Kata Barry panic

__ADS_1


"eh lu kenapaa? dia gapapa, cuma kertas yang doa bawa doank jatoh" Kata Roy membela diri


"terus dia kebentur ga? atau dia ngeluh sakit ga? Kata Barry sambil mengambil ponselnya mencoba menghubungi Tiara


"Enggalah, orang pelan kok tapi bikin dia kaget terus jatoh deh tuh berkas" Kata Roy dengan sedikit kebingungan


Fardhan yang sudah mengerti situasi tersebut juga sempat panik, namun mendengar penjelasan Roy dia sedikit tenang...


"gak di angkat" kata Barry sambil meletakkan ponselnya


"dia gapapa , gue yakin" celetuk Fardhan


"emang kenapa si. ga boleh banget cewek lu lecet dikit" kata Roy asal


"lebay" celetuk Vita


"udah fokus aja sama pembahasan kita!" Kata Barry berusaha menenangkan Diri.


"Yaa fokus ama kerjaan lah, masa fokus ama cewek lu, bisa bayangin macem-macem gue" celetuk Roy


Satu binder tebal melayang di kepala Roy


"Awwwww puyeeeng" pekik Roy


"Lu gilak! itu cewek gue! berani lu bayangin hal menjijikan depan gue" kata Barry kesal


"piso mana pisooooo" celetuk Fardhan


"golok mana golokkk" Sambung Kevin


"kalian kenapa si, kan emang bener dia cakep Barr, sexy juga meski gak pake pakaian terbuka gue udah pastiin semuanya di atas SNI" Kata Roy melanjutkan


Fardhan langsung berdiri, menarik tangan Roy kebelakang kursi dan menguncinya..


sementara Kevin mengunci kaki Roy..


"Nii gue pegangin. lu mau apain?" Kata Fardhan seolah mempersilakan


"ehh ampun ampun" pekim Roy berusaha melepaskan Tubuhnya


"bugilin aja bugilin" kata Kevin sambil tertawa


Barry melangkah maju mendekati Roy


" Ampun Barr, ampunn.. bercanda guee" kata Roy..


Fardhan dan Kevin semakin bersemangat seolah menjadi suporter...


"Uh pipinya empuk Barr, cobain dah" kata Kevin terkekeh


"Perut Bar perut, banyak bantalannya" celetuk Fardhan


"masa depan nya aja kali yaa" kata Barry sambil menarik turunkan alisnya


"oh iya tuh yang suka celap celup" kata Kevin yang duduk di lantai menahan kaki Roy sambil tertawa


"eh lo juga! Sadar lo! " kata Roy berusaha melepaskan dirinya


"Bar kupingnya Bar, biar ga bisa denger yang ena ena" kata Fardhan


Barry mendekati Roy, menarik Dasi roy


"uhuk uhuk"


"barr ampun,...Tuan ampun Tuan" kata Roy memelas


"STOOOOOOOPPPP" Teriak Vita membuat semuanya mendadak terdiam..


"kalian malah bercanda, KERJA"


ucap Vita tegas membuat ketiganya menghentikan candaan mereka dan kembali ke pekerjaan masing-masing


"mak lampir kalo ngamuk serem" celetuk Kevin dengan pelan...


Ketiga pria itu hanya terkekeh..


"kalo maklampir ga ngamuk, gue ga selemet" ucap Roy juga dengan pelan...


Mereka hanya tertawa, terkekeh mengingat candaan mereka yang tak berubah sejak dulu, hanya saja kini waktu yang membuatnya jarang bertemu dan bercanda ria...


*********


Manaa Vote nya, like nya dan komentar positifnya heheheh

__ADS_1


__ADS_2