
Pagi di kota Jakarta..
"Sayang.. ayo bangun aku mau ke kantor" kata Barry sudah hampir siap, sementara Tiara masih meringkuk di balik selimut putihnya
"aku masih ngantuk Mas, badanku sakit" kata Tiara masih memejamkan matanya
Barry terkekeh mendengar perkataan isterinya .
"Baru juga tiga ronde sayang udah tumbang gitu" ledek Barry sambil mengenakan dasinya
"tiga ronde kali satu jam, haaahhhh benar-benar habis tenagaku Mas" kata Tiara masih di posisi yang sama
Barry tertawa mendengar ucapan isterinya..
Setelah selesai Barry merangkak di atas kasur menghampiri isterinya dan mengecup keningnya
"Aku berangkat yaa" kata Barry samb mengusap rambut lembut isterinya
"iya sayang, hati-hati yaa jangan lalai sholat dan jangan telat makan" kata Tiara engan membuka matanya
"iya tuan puteriku.... " kata Barry sambil turun dari kasur lalu beranjak turun
****
"Dimana Tiara?" tanya Ibu Erna melihat Barry melengang sendiri , Risa pun menoleh tak mendapati Kaka iparnnya
"masih tidur mah, kecapean kayaknya" kata Barry santai sambil menarik kursinya lalu duduk
Pletaaakkk!!!
"Awww, sakit mah" sebuah sendok mendarat di kepala Barry
"sukurin, kamu habisi isteri kamu sampai berapa babak hah? ingat ga boleh kecapean biar program kalian berhasil" omel ibu Erna
__ADS_1
"yaampun mah, makanya ini juga lagi kejar setoran"
"dasar bodoh! kejar setoran juga ga semalem di babat habis, pake timing yang tepat" kata ibu Erna secara gamblang
"mah ada Risa mah" kata Barry yang merasa malu sendiri
"biarin, dia udah gede.. kalo dia mau suruh aja Nikah.. gampang..."kata Ibu Erna santai sambil menyendok nasi
"Yaampun si mama, baru tiga hari nikahin anak, sekarang minta anak perempuannya nikah" kata Risa dengan nada herannya
"biar mama dapet cucu sekali banyak" kata Ibu Erna terkekh kecil membuat kedua anaknya menggelengkan kepalanya
****
Tiara benar-benar merasakan seluruh badannya pegal-pegal..
"pasti mau datang bulan juga" ucapnya merasa tak semangat untuk mandi
Pukul 11 Tiara menghubungi Barry melalui sambungan video call..
Saat terhubung
"kamu kenapa sayang, kok gelap gitu kamarnya" kata Barry heran
"gapapa,.. mas makan bakso yuk" Ajak nya polos
"aku ada meeting sayang, eh tunggu. kamu belum mandi ya? kenapa masih pakai piyama tidur ? " kata Barry heran
"males mandi ah" jawabnya santai
"terus udah makan belum?"
"belum... nanti kalo mau makan aku makan, sekarang mau makan bakso mercon, tadi aku liat di Instagram...Ayok mas" kata Tiara bersemangat
__ADS_1
"tapi aku ada meeting sayang.. gak ada yang bisa gantiin" kata Barry sedikit menari rasa tak tega nya
"huh yaudah mas, yaudah yaa aku mau rebahan lagi" jawabnya manja
"ehhhh tunggu.. mandi mandi, kamu jorok deh" Protes Barry
"hemmmm"
Tut
Tut
Tut
Tiara mematikan panggilan telfon tersebut lalu melempar ponselnya ke sofa, ia merasa kesal karena penolakan suaminya..ia juga benar-benar tidak berniat untuk mandi.. ia kembali ke atas kasur, mengecilkan suhu AC kamar agar nampak lebih dingin, lalu ia kembali merebahkan dirinya di dalam selimutnya...
"Nyaman nya" kata Tiara sambil memejamkan matanya
***
Barry meminta Sarah untuk memajukan jam meetingnya, beruntungnya kliennya kali ini juga sedang berada di luar dan bisa melangsungkan meeting di Perusahaan Atmaja..
Pukul 13.00 meeting selesai. Barry bergegas pulang kerumah meskipun ia belum makan siang.. ia yakin jika isterinya akan marah padanya, dari pada ia harus tidur di luar lebih baik hari ini ia mengalah saja..
Tiba di rumah Barry masuk ke kamarnya dengan tergesah-gesah, lampu mati, hordeng tertutup rapat, AC ruangan begitu dingin..
di tolehnya ke arah ranjang, hanya nampak pucuk kepala isterinya yang terlihat disana...
Kenapa dia aneh banget si, ga biasanya dia betah ga mandi.. ini lagi lampu di matiin , hordeng di tutup rapet...
Barry tidak berniat membangunkan isterinya, ia bergegas membersihkan tubuhnya menunaikan ibadahnya baru ia akan membangunkan isterinya...
**********
__ADS_1