Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS - I Love You


__ADS_3

Malam Harinya...


Barry sudsh kembali kerumahnya sejak sore hari, setelah berbincang banyak dengan Tiara di rumahnya..


"Bu Boleh Aku tidur sama ibu disini?" Tanya Tiara sambil membereskan piring usai makan malam


"Dengan senang hati sayang, Ibu juga mau banyak bercerita sama anak ibu yang sudah mau menikah" Ucap Ibu Sulis


****


"Sayang Ini Berkas-berkas yang harus kamu pegang" Ucap Ibu Sulis


"berkas apa bu?" Tanya Tiara meraih berkas tersebut


"Ibu mau kamu kelolah salon ibu nak,Ibu membangunnya dari nol, sangat sayang kalo ibu harus menutupnya" ucap Ibu Sulis


"Tapi tiara gak Faham buu. apalagi aku gak bisa seperti ibu yang mampu melakukan totok wajah dengan baik" Ucap Nya


"Kelolah saja sayang, Ada Putri juga Tiwi yang sudah sangat kompeten..." ucap Ibu Sulis sambil mengusap rambut lembut Tiara


"Tiara akn coba bu, semoga Tiara bisa ya bu" ucapnya


"Iyaa.. tapi tetap yaa kamu harus izin sama Barry, kalopun ia tak setuju ibu akan pantau jarak jauh" Ucap nya tak ingin menanam beban dalam hidup anaknya


"Siap komandan" Kata Tiara memberi hormat pada Ibunya .


"Tapi Barry pasti setuju buu, Bahkan aku berencana membangun cabang Caffe usai menikah" Ucap Tiara dengan penuh antusias


"Apa kamu sudsh tertular jiwa bisnis dari Barry sayang?" Kata Ibu Sulis terkekeh


"sedikit buu, Tapi karena aku lihat omset perbulan caffe lebih besar dari gajiku setiap bulan di kantor, jadi aku merasa ibi progres yang baik kan buu" Kata Tiara mengangguk


"Baca ini, jangan kaget yaa liat omset ibu" Ledek Ibu Sulis menepuk pelan berkas yang di pegang Tiara...


Tiara membuka perlahan..


ia mencari kata Omset bersih..


matanya membulat saat melihat omset yang dinterima Ibu sulis...


"Tiga puluh juta Bu??" Tanya nya heran


Ibu Sulis mengangguk..


"Waw, ini setegahnya dari omset bersih Caffe buu" Kata Tiara Sambil melihat rincian pengeluaran dan pemasukan


"Yaa sayang, jadi sayang kan kalo ibu harus tutup Salon yang sudah sebesar ini" Ucap Ibu Sulis

__ADS_1


"Iya buu, Nanti Aku akan bicara sama Barry ya buu.." Ucapnya dengan wajah senang


"Kamu juga bisa kan sayang belajar bisnis dari suamimu.. Ibu Rasa dia mau bantu" ucap Ibu Sulis dengan yakin


"Aamiin, aku berharap begitu buu..."


"Yasudah, ayok tidur.. besok kamu kerja kan"


"Iya buu, ayo! Jangan Sampe kesiangan kita bu" Ucap Tiara sambil meletakan Berkas di nakas lalu merebahkan tubuhnya di samping Ibu Sulis..


********


Pagi Hari di Perusahaan..


"Makan siang diruanganku yaa sayang" Kata Barry sambil melangkah masuk ke dalam perusahaan


"Huh kamu ini, aku mau sama temen-temenku" ucap Tiara berusaha bernegosiasi


"Yaudah kita makan bersama temen-temen kamu" Kata Barry mengalah


"benar begitu? yakin?" Tanya Tiara seolah mengintimidasi


"iya aku yakin"


"oke lah, aku seneng kalo kamu mau bergabung sama bawahan kamu, merakyat!" Kata Tiara terkekeh


Dengan jahil Barry mencubit hidung tiara


"Aku ga perduli" ucap Barry Santai sambil menunggu lift terbuka..


" oh yaa, aku ikut keruangan mu ya, aku mau bicara sesuatu sebentarrr" ucap Tiara hati-hati


"lama juga gapapa kok" Ledek Barry membuat Tiara memutar bola matanya dan berdecak kesal ketika ucapan keseriusannya di anggap bercanda oleh Barry.


***


Di ruangan Barry..


"Apa yang ingin Nyonya Atmaja katakan?" Kata Barry dengan wajah gembiranya


"Barry... jangan panggil aku begitu!" Kata Tiara merasa mallu


"hemm oke, Calon Isteriku yang cantik jelita sepanjang masa, apa yang mau kamu bicarakan pada calon suamimu yang tampan, rupawan dan dermawan ini" Ucap Barry terkekeh


"Sungguh pedenya dirimu sayang" Ucao Tiara mencubit pipi kekasihnya


"Sudah waktunya serius, aku marah kalo kamu ga jawab serius" Kata Tiara..

__ADS_1


Lalu Barry mengangguk mengerti


"Setelah menikah apa aku masih boleh bekerja disini?" Ucap Tiara pada Barry membuat Barry menarik nafasnya membuangnya lalu menatap wajah Tiara


"sebenarnya, aku tidak ingin membatasi aktivitasmu.. tapi kalo boleh aku meminta pilihlah satu, mengurus Caffe atau bekerja disini" Ucap Barry perlahan agar tidak menyingung hati kekasihnya


"Aku cuma mau kamu tidak terlalu capek, karena aku suamimu nanti berusaha dengan sekuat tenaga untuk menafkahi kamu, mencukupi kebutuhan kamu" Sambung Barry


"Hemm aku pilih Caffe" Ucap Tiara Yakin, membuat Barry tersenyum senang karena pekerjaan di kantor sungguh melelahkan


"dan Salon" sambung Tiara membuat Barry mengerutkan dahinya


"Ibu akan pindah ke solo, lalu salon ibu bagaimana nasibnya kalo bukan aku yang kelolah? Sayang bukan jika harus ibu tutup atau di pindah tangankan" Ucap Tiara menjelaskan


Barry berfikir sejenak.. Ia tidak ingin mengecewakan Tiara, Namun ia melihat Ibu Sulis begitu sibuk di Salon tentu itu menjadi pertimbangan Barry dalam memberi Izin..


"Sayang.. aku hanya mengelolah.. Berbeda dengan Ibu yang juga turun tangan untuk beberapa tamu yang hanya mau dengan ibu, Ibu juga gemar ikut seminar dan pelatihan disana sini, sementara aku enggak..."


Ucap Tiars menjelaskan


"Aku datang hanya untuk mengecek beberapa hal,,, seperti di Caffe aja ..." Sambung Tiara dengan wajah memohon


"Baiklah.. Tapi janji yaa nanti ga boleh capek-capek! terus kamu harus pandai bagi waktu, kalo bisa jangan dalam satu hari kamu berkunjung ke cafe juga salon, melelahkan" ucap Barry sambil berdiri dari sofa dan duduk di kursi kerjanya..


Tiara menangkap sedikit kekecewan pada diri suaminya, dengan Berani Tiara menghampiri Barry...


"Kalo kamu tidak mengizinkan aku ikhlas kok, ibu bisa kelolah salon jarak jauh" Ucap Tiara duduk di tepi meja barry menghadap ke arah Barry


"Aku mengeizinkan Sayang, tapi ingat yaa! jangan kelelahan, aku gak mau kamu sibuk aku sibuk, itu gak masuk dalam kamus rumah tanggaku" kata Barry mencolek hidung Tiara


"Oke siap Pak Bo!!" Kata Tiara mengangkat tangannya ke Pelipis memberi hormat Barry


"Jadi secepatnya juga kamu buat surat pengunduran diri ya" Ucap Barry


"Huh ingat saja kau ini, oke baiklah.." Kata Tiara berdiiri


"Aku kembali keruangan, nanti aku kabari kalo mau makan siang bersama aku dan yang lainnya" ucap Tiara hendak pergi meninggalkan ruangan Barry, Namun tak Barry semudah itu melepaskan Tiara, Barry berdiri di tariknya tanggan Tiara, lalu Barry mengecup pelan dan lembut kening Tiara..


" I love you" ucap Barry menyatukan Keningnya dengan kening Tiara


"love You Too" ucap Tiara sambil tertawa kecil


******


Guysss giamana giamana? siapa yang udeh dapet seragam bahan dari Barry dan Tiara??


cusss lah yaa di jait hehehehe

__ADS_1


yang gak dapet dateng aje yee, siapin amplop yang tebel 😂😅😆


Etapi kasih Like Komen Vote juga Barry, Tiars udah girang kok hahahhaa


__ADS_2