
"Tenang kak, kita udah buang paketnya" Kata Citra yang terus memeluk Tiara yang tengah ketakutan...
"mau aku antar pulang kak?" Tanya Citra
"Gak usah, aku baik-baik aja" kata Tiara berbohong
"Tapi tubuh kakak bergetar gini..." kata Citra yang masih mendekap tubuh Tiara
"Biar aku sendiri Cit, aku harus tenangin diri sendiri" kata Tiara berusaha bersikap tegar
"hem Baik kak, kalo ada apa-apa panggil aku kak" Kata Citra pada Tiara yang tengah duduk, lalu ia pergi meninggalkan Tiara..
yaa Allah, apalagi ini...
Siapa yang tega melakukan teror murahan ini.. yaa Allah, ibu ga boleh tau, apalagi Barry..
Tapi siapa pelakunya? aku sama sekali gak merasa punya musuh...
Vita??? Ah gak mungkin.. dia bahkan gak tau statusku, dia juga gak tau diamana aku tinggal dan soal aku ada di caffe, dia pasti ga tau.. Yaa Allah.. apalagi ini, aku Takutt....
Tiara terus memijat keningnya, merasa sangat penat memikirkan kejadian pagi hingga sore ini ia mendapatkan teror...
Tiara memejamkan matanya berharap kepenatan itu hilang sedikit demi sedikit..
"Sayang..." Barry masuk kedalam ruangan, Tiara melonjak karena rasa kagetnya
"huh" Kata Tiara sambil mengusap dadanya
"Kamu bengong sampe kaget gitu?" kata Barry mendekat
"ah emm engga kok, aku cuma hampir ketiduran aja" kata Tiara mencari alasan
"Kamu kenapa si? ada masalah?" Tanya Barry melihat ada yang lain dari mimik wajah kekasihnya
Tiara mulai gelagapan mencari alasan, sungguh ia tak ingin Barry Tau soal teror yang menimpahnya kali ini..
"Aku.. hemm aku cuma laper sayang" kata Tiara yang sebenarnya tak ada rasa nafsu makan sama sekali sejak pagi tadi
"mau makan? ayok ke Mall sayang" Ajak Barry dengan semangat
"ke Mall ya?" Tiara berfikir sejenak
"Ia kenapa? sejak kamu pulih kita belum ke Mall loh sayang" Kata Barry
"yaudah ayo" Kata Tiara kemudian meraih tas nya dan berjalan bergandengan dengan Barry
Tiara sedikit mendapat kenyamanan, ketenangan saat berada di samping Barry kala itu..
Mereka Tiba di salah satu Mall di Jakarta..
'Sayang itu ada pameran mobil, mau lihat?" Tanya Barry pada Tiara
Aduh! Barry ingat rencanaku membeli satu unit mobil.. tapi beberapa uang aku pinjamkan ke Prasetya... bisa saja aku membeli pakai dana yang lain.. Tapi bagaimana dengan cabang Caffe.. Ahh kenapa Barry selalu ingat apa yang aku ucapkan sih! - Batin Tiara
"hemm aku gamau ah" jawab Tiara
"kenapa? kamu pusing?" Tanya Barry menatap Tiara
"Enggak sayang, aku laper.. mau beli hemm ituuu" Ucap Tiara sambil menujuk stand silky puding
laper? kenapa harus puding?
karena Tiara sudah berjalan mendahului Barry, terpaksa Barry mengikutinya meski hatinya masih penuh tanya...
**
"Barr aku mau kesana dulu, mau cari sesuatu" Kata Tiara menunjuk store makeup
__ADS_1
SEP*ORA
Barry membacanya sungguh tempat yang membosankan, sudah beberapa kali ia di ajak Risa menemaninya kesini, sungguh butuh waktu dua jam untuk Risa di dalam Toko ini...
Semua wanita feminim itu punya karakteristik yang sama... - Batin Barry sedikit menghela nafasnya..
"Sayang, aku duduk di sofa ya..." kata Barry menujul sebuah sofa kecil
"Iyaa.. aku gak akan lama kok" kata Tiara berjanji
Itu pula yang di katakan Risa sayang, tapi nyatanya 2 jam ia habiskan untuk perlengkapan berwana warni disana...
Batin Barry
Tiara menuju sebuah Stand Makeup yang biasa ia gunakan, Tiara memasukannya kedalam keranjang kecil, beberapa SPG menghampirinya menawarkan beberapa makeup lainnya namun ia tak tergiur..
Di ambilnya pula beberapa kebutuhan perawatan wajah dan tubuhnya...
Tak perlu lama Tiara menuju kasir, dan mengeluarkan dompetnya...
Barry masih asik dengan ponselnya, sungguh tidak Barry sadari jika Tiara berada di Kasir, pikirnya berbelanja Makeup dan sejenisnya akan memakan waktu lama...
Tiba di Kasir...
"eloooooo" Kata seorang wanita yang sangat kasar bicaranya
Nelly....Umpat Tiara dalam hati.
"Waww banyak yah belanjanya, duitnya pasti dari uang hiba karena kematiian suami mu yaa?" Kata Nelly meremehkan Tiara dengan Tataoan sinis
Tiara tak menggubris..
"Sudah mba" Kata Tiara pada seorang kasir
"Sudah kak, Totalnya Empat Juta Tiga Ratus Enam Puluh Dua Ribu" kata Seorang Kasir berusaha tersenyum
"oh oke ini mbak" Tiara memberikan sebuah Atm
Barry mendengar sedikit suara di arah kasir, seketika Barry menoleh dan mendapati kekasihnya tengah berhadapan dengan seorang wanita yang tengah meninggikan suaranya...
"Ada apa si sama kamu Nelly.. Kalo aku yang Janda, kenapa kamu yang selalu panas kalo ketemu aku?" kata Tiara sambil menyungingkan Bibirnya
"sudah kak" Kata seorang kasir memeberi struk belanja dan Atm Tiara
"Ya panas lah gue, karena gue harus waspada sama wanita macem lo, Ganjen!" kata Nelly dengan tegas persis di hadapan Tiara
Beberapa orang melihat kejadian itu..
"Siapa yang ganjen?" Kata Barry Tiba-tiba datang
"yaa Janda ini lah" Kata Nelly sambil memalingkan Wajahnya malas
"Janda? kata siapa dia janda? Bahkan kami masih bersama, Kamu itu terlalu termakan Hoax.. jangan kamu pikir setelah kitaa menikah lalu aku pergi berbisnis lalu kamu anggap Isteri ku Janda..??? Sungguh pencipta Hoax nomer Satu kau yaa!" Kata Barry dengan sedikit Lantang..
Tiara membulatkan matanya mendengar ucapan Barry, Begitu juga Nelly...
Nelly memang Tidak pernah tau wajah Adam, namun ia begitu yakin jika Adam meninggal karena kecelakaan, bahkan sempat masuk berita di Tv..
Beberapa pengunjung berbisik membicaran Nelly dan menatap Nelly sinis..
Kurang ajar kau! - Batin Nelly
"Sudah selesai sayang, ayo pergi dari sini" Kata Barry sambil menarik pelan Tanggan Tiara
Tiara masih membisu kala itu..
Mereka pun pergi meninggalkan Nelly yang masih terpuruk rasa malu...
__ADS_1
Awas kamu Tiara. .- Batin Nelly sambil mengepal Tangannya kuat-kuat
***
"Tunggu..." Kata Tiara menghentikan langkahnya
"kenapa sayangku" kata Barry dengan sanggat lembut..
"Terimaksih sudah menyelamatkan aku tadi, kamu bagai superhero yang turun dari atas gedung" kata Tiara dengan raut wajah bahagianya
"aduh adik manis, jangan pasang wajah begitu disini, minta di cium yaa" ledek Barry terkekeh
"Barryyyyyyy" Kata Tiara sambil menepuk lengan kekar Barry..
Barry dan Tiara pun Tertawa...
"Barry sang Superhero" kata Barry terkekeh
Tiara juga ikut terkekeh mendengarnya.
"Eh iya kamu kenapa cepet banget beli begituan nya" Kata Barry menujuk paperbag di tanggan Tiara menggunakan bibirnya..
"loh kan aku bilang hanya sebentar, terus aku juga udah tau apa yang akan aku beli" kata Tiara sedikit heran
"Ada apa emang nya?" Tanya Tiara penasaran
Aku tarik ucapanku, kamu memang berbeda sayang... - Batin Barry
"gapapa kok.. terus pas ke kasir kenapa ga panggil aku" kata Barry heran
Tiara menggerutkan dahi nya..
"Untuk apa?" Tanya Tiara bingung
"Ya Biar aku yang bayar" kata Barry jujur
Tiara tertawa cukup geli kala itu hingga Barry menatap Tiara heran bahkan beberapa pengunjung Mall ikut melirik Tiara
"Kau ini sayang, aku masih kekasihmu, belum ada hak sepeserpun yang harus aku terima.. kecuali traktiran makanan hahahah" Kata Tiara tertawa
Barry pun ikut tertawa mendengar ucapan polos Tiara...
Dia memang berbeda!
Coba kalo Amel, aku di toilet pun dia rella menunggu asal semua belanjaanya aku yang bayar..
"Terbaik" ucap Barry mencubit hidung Tiara
"Kamu juga terbaik, Tuan Superherokuu" kata Tiara Terkekeh
Setelah Puas berkeliling di Mall sambil membeli bebeapa belanjaan untuk keduanya, merekapun pulang karena hari juga sudah gelap..
Tiara merasa sangat senang kala itu, setidaknya ia dapat melupakan sejenak masalah Teror yang tengah menimpahnya kala itu...
*******
Jangan Lupa Bagi
Like
Konen Positif
dan Vote asal sedikit
hshehehe
Terimakasih atas kesediaanya..
__ADS_1
Semoga kalian Sehat Selalu....
🙏🙏🙏