Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS - LDR


__ADS_3

Hari berganti...


Usai sarapan seisi rumah Atmaja melakukan aktivitas masing-masing..


Fardhan dan Syifa tengah menonton tv di ruang keluarga, Barry dan Tiara usai sarapan pergi mengantar Ibu Sulis yang hendak kembali ke kampung menemani Nenek Tiara..


"Loh mau kemana dek?" tanya Fardhan melihat Risa sudah sangat rapih dan cantik..


"mau pergi sama temen kak" kata Risa yang memang belum berani jujur


"temen apa temen... cantik banget Sih" ledek Syifa


"Kaka ipar jangan ngeledek gitu... sudah yaa aku berangkat" kata Risa kemudian berlalu pergi..


Tak lama ia masuk lagi kedalam rumah...


"kak Fardhan, mobil Kaka bikin mobil Risa ga bisa keluar, tolong keluarin dulu mobil Kaka" kata Risa


"males" jawab Fardhan cuek..


"biar aku aja" kata Syifa berdiri


"eh jangan, udah kamu bawa mobil kakak aja" timpal Fardhan sambil menarik tangan isterinya untuk duduk kembali...


Dari pada telat, bener deh aku bawa mobil kak Fardhan aja...


"Oke"


Risa pun mengendarai mobil Fardhan, tanpa Risa sadari mobil itu memang terpasang alat GPS...


Satu jam kemudian...


Fardhan tengah duduk di tepi kasurnya, ia mengecek keberadaan mobilnya saat ini..


"Kenapa Risa ada di sekitar di rumah Tiara? ini bener kan daerah rumah Tiara" Batin Fardhan memandangi ponselnya


"kenapa yank" tanya Syifa yang baru saja dari toilet...


Fardhan pun meletakan ponselnya..


"gapapa... Nanti sore kita kerumah bunda yaa.." kata Fardhan


"iya tadi bunda juga udah telfon mastiin kita jadi ga kesana" kata Syifa menjelaskan


***


Di dalam kendaraan...

__ADS_1


"kita bakal LDR dong" Tanya Risa pada Reza


"iyaa, semoga ada jalan biar kita ga LDR, inget jangan Deket sama cowok mana pun" kata Reza posesif


"Yee kamu kali yang bakal ganjen disana" kata Risa seolah menghardik


"mana mungkin, buat dapetin yang ini aja susah, ini baru awal.. masih ada cobaan-cobaan lainnya, gak mungkin aku lepasin gitu aja" kata Reza sambil menyetir


Risa tersipu malu mendengar penjelasan Reza...


"Oh iyaa, tadi kamu ketemu kak Barry sama Tiara ?" Tanya Risa mengalihkan pembicaraan


"iyaa ketemu, ngajak bareng juga.. tapi aku bilang aku belum mandi sama belum siap-siap jadi mereka duluan, Tante juga penerbangan jam 11 jadi ga mungkin kan aku nunggu tiga jam disana sendirian, mending tiga jam sama kamu" kata Reza menggombal


"Duh serasa mau terbang" kata Risa terkekeh


"jangan terbang jauh-jauh, terbang di hatiku aja itu jauh lebih indah" kata Reza


Risa makin melebarkan senyumnya sambil menahan malunya..


"nanti gak bakal ketemu kak Barry kan yaa?" tanya Risa merasa khawatir


"kalo ketemu kenapa?" Tanya Reza heran, pasalnya jika memang mereka bertemu Reza akan terang-terangan soal perasaanya terhadap Risa


"gapapa sih, aku belum siap aja kalo kak Barry dan yang lain tau" kata Risa jujur


" yaa tapi, menurutku mereka harus tau.. biar bagaimanapun aku itu ada niat baik ke kamu Ris, gak mau cuma sekedar pacaran, main-main.. buat apa? aku udah ada di posisi yang males buat mulai semua dari awal, umurku sudah 27 tahun, sudah sangat matang untuk berumah tangga" kata Reza panjang lebar, membuat Risa tercengang dengan ucapan Reza yang mampu menggetarkan hatinya, ada rasa senang, haru juga rasa bangga atas kedewasaan Reza..


Risa memukul lengan Reza..


"kamu ini pedenya selangit yaa..." kata Risa


"kenapa kamu bisa yakin sama aku?hmm?"


tambah Risa


"yaa harus yakin dong, masa udah ngerasain hal menyakitkan kemarin-kemarin sekarang mau di sia-siain kan bocah banget kaya gitu mah" kata Reza


"kenapa? kamu ragu?"


Risa menggelengkan kepalanya..


"kalo aku ragu, ngapain aku nyatain perasaan aku duluan... huh" kata Risa sedikit kesal


"yaudah, sekarang kita komitmen saling jaga, aku usahain satu atau dua bulan sekali bakal kesini.. kamu juga boleh main kesana atas izin mama, dan dua kakakmu itu" kata Reza membuat Risa semakin kagum, Risa bergelendot manja di lengan kiri Reza


Jemari kiri Reza dan jemari kanan Risa menempel... Risa memotret tangan mereka dan menyimpannya di galeri ponsel, tak lupa mereka juga mengambil momen mereka berdua saat lampu merah menyalah...

__ADS_1


BANDARA SOEKARNO HATTA


Risa dan Reza telah menyelesaikan makan siang mereka di restoran cepat saji di bandara.. Risa seolah tak ingin lepas dari genggaman Reza, berkali-kali juga Risa bergelendot manja pada Reza...


"Aku pamit yaa, jaga diri, jaga kesehatan, ibadah jangan telat apalagi tinggal, waktu sholat kita ga jauh berbeda, jadi kita sama-sama berdoa hal yang sama untuk masa depan kita" kata Reza menatap Risa sambil memegang dua tangan Risa...


Risa sudah berkaca-kaca kala itu..


"Sedih, baru jadian udah LDR-AN" Kata Risa menahan tangisnya


"jangan begitu, aku begini untuk masa depan kita.. kita masih bisa video call, untungnya waktu kita ga berbeda jauh, jadi sebisa mungkin kita bangun komunikasi yang baik.." kata Reza lagi-lagi membuat Risa terkagum-kagum...


Risa tersenyum meski air matanya sudah menetes, Reza pun memeluk Risa erat..


Risa juga memeluk Reza erat...


"Safe flight sayang...." kata Risa dengan menambah kan kata sayang membuat Reza di mabuk kepayang mendengar panggilan itu..


Risa mengusap pucuk rambut Risa..


"kamu juga yaa, jangan ngebut.. hati-hati kalo nyetir" kata Reza kemudian..


cups!


Reza mengecup kening Risa cukup lama hingga Risa sangat menikmatinya hingga matanya terpejam...


"see you next month, honey" kata Reza lirih...


Reza pun berat harus berpisah lagi dengan Risa, ia juga menyesali kebodohannya, kalo saja ia tidak menuruti egonya, menyatakan perasaannya lebih dulu sejak lama mungkin hubungan mereka sudah lama terjalin...


namun apa mau dikata, yang jelas mereka sudah berkomitmen untuk kedepannya..


Reza pun berlalu pergi meninggalkan Risa yang masih mematung.. hingga tidak nampak dari penglihatan Risa...


Dengan senyum simpul Risa berjalan menuju mobilnya, dan bergegas untuk pulang...


********


Gimana? puas kah? wkwkwkw


Like dulu


terus komen


lanjut Vote..


baru deh Baca novel ke tigaku...

__ADS_1


PELANGI SETELAH HUJAN...


😀😀❤️🙏😘😍


__ADS_2