
Hari terus berganti...
sudah sekitar satu bulan Risa tidak lagi menjalani hubungan jarak jauh...
Sering dinner bareng, menghabiskan waktu weekend bersama, bahkan rasanya Reza dan Risa seperti sejoli yang tidak dapat di pisahkan...
Malam ini mereka hendak menghabiskan malam Minggu bersama layaknya sepasang kekasih..
Reza beberapa kali menjemput kerumah Risa meski Risa tidak mengizinkan Reza masuk, mungkin karena Risa takut Reza akan di hardik oleh Fardhan... meskipun bagi Reza itu adalah tantangan tersendiri baginya..
Hari itu berbeda, Reza sengaja singgah kerumah Risa, tidak sekedar menjemput dan menunggu di luar gerbang...
Rupanya ibu Erna yang lebih dulu menyambut Reza dengan hangat, ibu Erna mempersilakan Reza duduk di ruang tamu...
"Kamu makin ganteng aja Za, makin gemes Tante lihatnya" kata Ibu Erna membuka topik pembahasan
"Tante bisa aja, jadi malu saya" kata Reza
"Gapap malu, dari pada malu-maluin kan" kata ibu Erna meledek
"iya juga si tan..." kata Reza kikuk
"Yaudah bentar yaa Tante panggil Risa.."kata Ibu Erna kemudian meninggalkan Reza..
**
"Ada siapa mah?" kata Fardhan saat berpapasan dengan Ibu Erna di ruang keluarga yang harus di lewati untuk menuju kamar Risa
"Calon mantu dong" kata Ibu Erna dengan pede nya
"Reza?" kata Fardhan cepat membuat ibu Erna mengangguk sambil melanjutkan langkahnya..
Fardhan pun berinisiatif mendatangi Reza...
__ADS_1
"eh .. Zaaa" kata Fardhan basa basi seolah ia kaget dengan keberadaan Reza...
"Iya Dhan..."
"Apa kabar, lama ga ketemu kita" kata Fardhan basa basi
"Allhamdulillah Baik,sangat baik... Lo gimana? Syifa ?"
"kita juga baik kok..."
"Allhamdulillah...."sahut Reza
Fardhan diam, diam namun seolah memikirkan sesuatu dan rupanya itu terbaca oleh Reza..
"Dahan, kita udah sama-sama dewasa, omongin aja, gue gapapa kok" kata Reza santai
Fardhan sedikit syok mendengar perkataan Reza, namun benar adanya jika memang seharusnya ia mengutarakan isi hatinya..
"hmmm gue cuma mau make sure aja sih....." kata Fardhan namun ucapannya tertahan
"Sorry gue sempet meragukan Lo, pikiran gue sempet dangkal"
"Gak masalah, menurut gue itu hal yang wajar yang di miliki sama seorang kakak, terlebih Risa itu adik perempuan kalian satu-satu nya..."
"oke deh, gue pamit ke dalem.. gue harap Lo bisa jaga Risa sama kaya gue dan Barry jaga dia" kata Fardhan berdiri di ikuti oleh Reza yang juga berdiri seraya menghormati..
"gue janji" kata Reza singkat namun penuh keyakinan...
***
Di dalam perjalanan...
Reza merasa lega, setidaknya ia sudah mendapatkan lampu hijau dari keluarga Risa yang paling meragukannya..
__ADS_1
Reza terus memasang senyum bahagianya..
membuat Risa merasa ada yang aneh dalam diri kekasihnya..
"Kamu kenapa senyum-senyum sendiri deh" tegur Risa
"gapapa sayang"kata Reza kemudian meraih tangan Risa
cup!
Reza mengecup pungung tangan Risa membuat Risa tersipu malu..
"Kamu ga lagi kerasukan kan za?" Tanya Risa heran
"loh kok kerasukan?" tanya Reza heran
"ya itu dari tadi datang kerumah tiba-tiba padahal janjinya jam 4 , terus dari tadi banyak diem tapi senyum-senyum sendiri" kata Risa
"aku ga kesurupan yank, cuma mabok aja" kata Reza terkekeh
"hah? kamu yang bener aja si?"
"benarlah... aku emang lagi mabok nii" kata Reza seoalh-olah tubuhnya terhuyung meski sedang menyetir
"eehhhhh... zaa kamu jangan bikin aku takut deh" kata Risa semakin panik
"hahahaha"
Reza tertawa terbahak-bahak, Risa mulai memicingkan matanya
"Aku emang mabok, Mabok cinta sayang" kata Reza pelan dan lembut membuat risa merasa tersipu malu, namun ia sembunyikan dengan mimik kesalnya
Kalo soal mabuk cinta sirih, setiap hari kamu juga bikin aku mabuk cinta, mabuk kepayang Zaaa - Batin Risa ...
__ADS_1
*****