Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS - Ridho Allah


__ADS_3

"Tunggu" Ucap Tiara saat tiba di kediaman Barry


"Apa?" kata Barry menatap Tiara


"Aku mau hidup dalam cinta bukan dalam keterpaksaan" Ucap Tiara


"Maksud mu?" kata Barry tak mengerti


"Aku mau tau mama tulus atau enggak nerima aku.."ucap Tiara sedikit Takut


Barry pun menghela nafasnya


"cara nya?" Tanya Barry


"aku mau mama gak perlu tau soal ingatan aku yang telah kembali.. please" Ucap Tiara


"kenapa?"


"Aku mau mama menyayangi aku tulus, bukan karena aku kecelakaan karena nolong mama, bukan karena aku amnesia, atau apapun itu, Aku mau mama nerima aku karena kekurangan aku..." Jawab Tiara tertunduk


"yaudah, di depan mama kamu boleh sandiwara ga jelas itu .. tapi di depan aku hemm awas ya!" Kata Barry sambil mencubit hidung Tiara


"iyaaa iyaaa"


"Jadi... kamu juga harus sandiwara Barry! bantu aku yakinin mama dengan status aku" kata Tiara


"iyaaw Bawel, ayo keluar.. aku mau pipis" ucap Barry


"apa hubungannya sama aku hemm" kata tiars pelan sambil membuka pintu mobil nya


Tiara berjalan masuk kedalam rumah Barry dengan rasa berdebar di dada...


"Jangan gugup sayang" ledek Barry


"enggak, tapi kok sepi ya?" Tanya Tiara heran


"Masih pada kerja sayang, kamu duduk dulu aku mau pipis" kata Barry menujuk sofa besar di ruang tamu kediaman Atmaja


Tiara mengangguk dan berjalan ke arah sofa lalu ia duduk...


"Non silakan di minum" Ucap seorang wanita paruh baya


"oh iya terimakasih" Kata Tiara sopan


"hemm bu, Mama eh maksudnya Tante Erna dimana ya?" Tanya Tiara sopan


"Sedang istirshat Non, Nyonya sejak malam tak senak badan" jawabnya


"oh begitu... makasih bu" ucap Tiara


"baik permisi non"


Rumah sebesar dan semewah ini hanya di huni kurang dari sepuluh orang, Tapi Rumah nenek Isah yang sangat mungil di isi hampir tiga puluh orang.. -Batin Tiara


Tiara menoleh ke kanan dan ke kiri...

__ADS_1


Fikirannya kembali terbawa ke belakang, dimana Tiara menginjakan kakinya di rumah tersebut saat ia benar-benar terpuruk atas kepergian Adam..


Namun seperti Takdir Tuhan, Tiara merasa di rumah itu keterpurukan perlahan hilang...


Tiara tersenyum melihat pintu kamar yang dulu semoat ia singgahi saat dirinya tak sadar diri di rumah Adam..


Tiara tersenyum tipis membayangi ternyata Barry adalah kakak dari Risa, seorang sikolog yang membantunya...


Saat Tiara asyik memutar memorynya terdengar suara nyaring benda pecah belah terjatuh...


Tiara langsung tersentak kaget..


Ia berdiri mencoba mendekati suara tersebut...


Terlihat wanita aruh baya yang mengantarkan minuman berlarian menuju sebuah pintu kamar.. dengan cepat Tiars ikut Berlari mengekor ...


"Mamaaaaaa" Ucap Tiara melihat Ibu Erna Tersungkur di lantai dan sedang di bantu berdiri oleh Pembantu rumah tangganya


Ibu Erna mendengar suara Tiara, tatapan sayu nya memandangi wajah Tiara hingga akhirnya ia tak sadarkan diri...


"Nyonya bangun nyah" ucap Seorang PRT yang biasa di panggil Bi Nah...


"Astagfirullah mamaa..." Ucap Tiara yang kemudian bekerja sama dengan Bi Nah meletakan Ibu Erna di atas kasurnya..


"Bu panggil Barry. Barry di kamarnya, cepet" Ucap Tiara Panic


"mamaa bangun, Yaa Tuhan kenapa badan mama panas" ucap Tiara Panic...


Bi Nah kembali membawa wadah kompres dan handuknya, ia juga membawa beberapa alat kebersihan untuk membersihkan gelas yang pecah...


"Habis mandi non lagi telfon dokter sekalian..." Ucap Bi Nah


"Sini biar saya yang kompres, Ibu bisa Bersihkan ini" Ucap Tiara meraih sebuah wadah kompres


"makasih Non, hemm panggil saya bibi ya non. Bi Nah" Ucap Bi nah sambil mebyapu serpihan beling


"oh iya bi"


Barry pun datang... dengan memakai kaos hitam dan celana cream pendek, rambutnya masih setengah basah terlihat belum tersisir rapih...


"Sejak kapan mama sakit bi?" Tanya Barry


"Semalam Tuan muda... Nyonya juga gak makan dari pagi" Ucap Bi Nah membuat Tiara terkejut


"Risa tau?" Tanya Barry


"maaf Tuan muda, Non Risa tidak Tahu. Tuan Muda Fardhan juga tidak tahu" Kata Bi Nah jujur


"Ah bagaimana bisa sih!" Ucap Barry kesal


Bi Nah yang merasa tak enak hati pun keluar kamar tersebut usai membersihkan serpihan beling..


"Mama sakit kalian gak ada yang tau?!" Kata Tiara kesal


"Semalam mama masih ngobrol sama aku, ssma risa" Kata Barry mengingat-ingat

__ADS_1


"Sure? ngobrol atau debat?!" kata Tiara kesal


Barry hanya diam tak mampu menjawab pertanyaan Tiara..


"Jaga mama! katakan sama dokter nanti, bahea tadi panas mama 39*.... sebelum dokter datang perhatikan handuk kompresnya" Kata Tiars kemudian bersiap keluar kamar


"kamu mau kemana sayang?" kata Barry


"dapur, aku mau buatin mama bubur" Ucap Tiara sambil berjalan dan menguncir rambutnya


"Sexy nyaaa" Ucap Barry pelan hingga samar terdengar oleh Tiara


"apa?" Tanya Tiara berusaha mendapatkan penjelasan lagi


"engga sayangkuuu" elak Barry lalu Tiara kembali melanjutkan langkahnya menuju dapur


****


"selesai" Ucap Tiara setelah satu jam berkutik di dapur..


Tiara membuat bubur Ayam, juga membantu Bi Nah memasak makan malam..


"pas Non, ini Sup Buntut nya enak banget Non" Ucap Bi Nah mencicipi kuah sup tersebut


"Syukurlah.. yaudah aku bawa bubur ke kamar yaa... maaf bibi harus sajikan sendiri" kata Tiara merasa tidak enak


"gapapa Non. Ada Nur ada Siti.. tenang aja" Kata Bi Nah sambil mengangkat kedua alisnya..


Tiara tersenyum mengangguk lalu meninggalkan dapur sambil membawa nampan berisi bubur dan satu gelas susu....


Setengah jam yang lalu dokter datang dan memeriksa Ibu Erna, Tekanan darahnya cukup tinggi, tubuhnya lemas karena kurang cairan juga asupan makanan...


Tiara membuka pintu dengan sangat hati-hati, namun langkahnya tertahan melihat Ibu Erna tengah tertidur pulas, begitu juga Barry yang tertidur di samping Ibu Erna....Tiara kembali mundur dari bibir pintu, di tutupnya kembali pintu kamar itu...


Tiara kembali ke dapur untuk menyimoan makanan tersebut agar tetap hangat nantinya..


Tiara memutuskn menunggu ibu Erna terbangun, karena sebelumnya obat demam sudah di berikan..


Tiara duduk dan menyenderkan kepalanya di sofa ruang tamu sambil menatap langit rumah itu....


Aku tau, selama ini hubungan kamu dan mama gak baik... dan itu karena aku? Maaf..


Aku berharap aku bisa merebut hati mama, aku harap mama bisa menerima segala kekurangan diri ini ....


Yaa Allah... mungkin rencana diri ini tak mendapat Ridho dari mu, hingga rencana ini hanya berjalan beberapa hari.. jika memang ini jalan yang terbaik untuk kami, maka bantu kami untuk senantiasa tegar dan bertahan dalam menjalani nya.. Namun jika memang ini bukan jalan kami, aku mohon jangan ada hati yang tersakiti...


********


HAY... APA KABAR SEMUA?


Maaf yaa akhir-akhir ini aku up gak beraturan..


tp aku usahain up satu dua meskipun aku sibuk di dunia nyata yaa hehehe


Terimakasih atas dukungan kalian, terimakasihblike komen dan vote nya hehe

__ADS_1


😬😬😬😬😬🙏🙏🙏😘


__ADS_2