
Sayang aku udah di mobil, cepatlah...
Pesan singkat itu Barry kirimkan ketika ia telah menunggu Tiara 5 menit di dalam mobil
Sungguh cerewet pria ini..
Batin Tiara sambil berjalan dengan tergesah-gesah menuju Basement...
Sebelum masuk mobil kekasihnya, Tentu Tiara celingukan memperhatikan sekitar... Ia memang takut kalo ada yang melihat dan menjadikannya bahan Gosip..
"kenapa lama sekali?" Tanya Barry sambil melepas perlahan rem tanggannya..
"cerewet sekali hemm, aku ngeprint berkas sebentar biar besok pagi Bos nya bisa langsung koreksi" Ucap Tiara sambil memasang seatbeltnya padahal mobil telah berjalan pelan
"kan bisa besok, aku takut ayah dan ibu menunggu" kata Barry
"astga.. Mereka tiba jam 18.30 ini baru jam 16.20..." Kata Tiara sambil menujuk jam di Layar lcd mobil Barry
Barry terkekeh melihat Tiara yang begitu kesal dengannya... Bukan malah menampakan muka jengkel namun muka lucu lah yang Barry lihat kala itu...
Mobil melaju dengan kecepatan sedang karena jalan cukup ramai di jam pulang kantor..
"Barry... " Panggil Tiara lembut sambil merubah sedikit posisi duduknya menyerong ke arah Barry
"apa sayangkuuu" kata Barry tersenyum
"hemm, Luna kerjaan nya bener ga?" Tanya Tiara Tiba-tiba, membuat Barry sedikit mengerutkan dahinya
"kenapa nanya gitu? Cemburu? Aku jarang interaksi lagi sama dia di ruangan aku" kata Barry jujur
"Kenapa begitu?" Tanya Tiara Heran
"Ada hati yang aku jaga sayang" Kata Barry tersenyum
__ADS_1
"gombaaallll.... Terus dia kerjaanya bener ga? Hmm maksud aku sama ga kaya Mba Andin"
"bener kok, tapi yaa gak bisa di bilang sama kaya Andin... tetep aku lebih cocok sama kerjaan Andin... Tapi Luna bekerja cukup rapih kok, cuma aku gak suka aja cara dia berpakaian dan bersolek... Gak enak di pandang" ucap Barry
"kenapa gak kamu bilangin aja soal pakaiannya yang kaya gitu?" Tanya Tiara penasaran
"Sudah.. Pihak HRD udah negor, yaa kamu lihat aja nanti, sampai dia berulah aku pecat... dia masih masa percobaan sayang sebulan ini"
"se enaknya saja kamu ini huh! Duh aku jadi kangen Mba Andin... Dia baik banget sama aku dari awal aku kerja" Kata Tiara mengingat pertama kali bekrja selain Syifa, Andinlah yang membantu Tiara banyak hal
"Andin emang baik sayang, dia menurun sifat orang Tuanya banget" Kata Barry
"kok kamu tau??" Tanya Tiara Penasaran
"Aku sama Andin itu berbeda 2 atau 3 Tahun yaa, sekitar itu lah... Andin itu anaknya Guru aku waktu SMP, terus Gurunya Fardhan juga Risa.. Waktu Ayahnya sakit aku dan orang tua ku jenguk, karena memang saat itu dia masih privatin Risa matematika... Pas itu juga ada Andin di Rs, Nahh Alm. Papa ku banyak ngobrol sama Andin dan Ayahnya...... Andin lagi kuliah, kuliah karyawan sih karena dia part time gitu jadi SPG di butik, buat Biayain kuliahnya padahal Ayah dan Ibunya sangat Mampu kalo cuma untuk kuliah di Universitas itu....... Karena tertarik Terus Alm. Papa minta Andin kerja di perushaan, jadi Staf paling muda dia, usia 19 tahun,, seiring berjalannya waktu, karena pekerjaan nya bagus dia jadi sekertaris Ayah, pas sekertaris Ayah berhenti karena sesuatu hal... Dua Tahun lalu Papa meninggal, jadi Andin kerja sama aku deh.... Andin kenal aku udah lama, saat masih ada alm. Papa posisiku sebagai wakilnya dan Fardhan sebagai manager karena Fardhan masih study s2 kala itu..."
"wah lama juga dong Mba Andin bekerja disini" Tanya Tiara
"iyaa, kalo di hitung dari awal itu 6-7 Tahunan... Dia mau nikah dua Tahun lalu tapi harus ketunda karena orang Tua pacarnya sakit, nah Tahun lalu Pacarnya keterima Pegawai Negri di Surabaya, makanya dari pada dia ga nikah lagi mending dia ikut ke surabaya.." kata Barry terkekeh
"enggak juga, dia selalu cerita hal pribadinya yang menyangkut pekerjaan, yaa kaya menikah ini kan menyangkut pekerjaannya yang memang harus dia tinggalkan, jadi dia cerita..."
"oh gitu... Jadi mba Andin usianya 26 Tahun ya?" Kata Tiara
"iya kayaknya beda setahun sama Risa, soalnya Risa SMA kelas 3 dia sudah kuliah semester 2"
"wah aku sama Syifa jadi paling muda dong dinantara kalian" kata Tiara terkekeh
"iyaa, emang.. Tapi udah siap di per istri kan sayang? Kasian tau Risa kalo nunggu aku dan Fardhan kelamaan" kata Barry penuh harap
Tiara menatap Barry, membulatkan matanya, pipinya memerah...
"hmm gak tahun ini ya? Aku mau netralin semua nya Tahun ini" Kata Tiara dengan sedikit hati-hati
__ADS_1
"ini baru April sayang, jadi lebih dari 8 bulan dong?" kata Barry dengan lesuh
"anggap saja 8 bulan masa perkenalan kita Barry..." kata Tiara terkekeh..
"Sabar-sabar-sabar huh" Kata Barry mengusap dadanya sambil terkekeh sendiri, Tiara juga ikut tertawa melihat aksi kekasihnya..
*********
"Inget yaa Barr, kalo Ayah Ibu tanya bilang aja kita abis meeting sama yang lain juga cafe dekat sini" kata Tiara tak henti-henti menghujani Barry dengan peringatan pengingat..
"iyaa.. Kamu itu udah seribu seratus kali ngomong itu" Kata Barry sambil duduk menyeruput kopi hitamnya di kedai kopi berlogo hijau
"laper ga?" Tanya Tiara
"engga, tapi nanti mau makan dulu sama Ayah Ibu calon mertua" kata Barry terkekeh
"Aamiin...."
Barry pun ikut mengamnkan ucapannya sendiri, dengan harapn penuh di hatinya..
Bahkan Barry serasa tak akan bisa mencintai wanita lain selain Tiara, hidupnya mungkin akan terasa hampa tanpa hadir nya Tiara..
Jodoh memang rahasia Tuhan, Tapi jika aku meminta keada-Mu Tuhan.. Jaga dia, jadikan dia milikku, tidak akan pernah sedetikpun aku meminta yang lain selain menjdikannya Jodohku...
Aamiin...
Kak Adam.. Dulu di tempat ini kita bisa melepas rindu meski hanya sebentar, sekarang aku disini kak, aku bersama kekasih ku yang aku cintai..
Bohong jika aku tidak mencintai mu lagi.. Bahkan sampai akhir hayatku nama mu ada di hatiku kak, Terdalam tapi tak akan pernah aku kubur...
Tuhan... Jaga dia... Jangan rebut dia lagi dari sisiku, sangat menyakitkan sekali rasanya.. Aku tak sanggup berada di posisi seperti itu lagi...
****
__ADS_1
***
**