Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS - Meledek Risa


__ADS_3

Malam Hari, Tiara baru saja melakukan panggilan Videocall bersama sahabatnya Syifa.. setelah menikah mereka jarang bertemu bahkan saling mengirim pesan singkat pun jarang..


Malam Itu Tiara dan Risa berkemas karena usai sarapan mereka akan bertolak kembali Ke Jakarta..


Sayang.. Besok di jemput Joni ya! aku ada meeting jam 10, maaf..


sebuah pesan singkat di kirimkan Barry, ia benar-benar kesal dengan sekertarisnya yang belum pandai di nilai sedikit lambat dalam mengatur dan menghandle jadwal Barry...


gapapa sayang, sukses yaa.. sampai bertemu di rumah 😘 kamu meeting di luar atau kantor?


Tiara mengirim balasan pesan untuk suaminya


Di kantor sayang, sama Fardhan juga.. kenapa?


oh gapapa kok.. yaudah aku mau ngobrol dulu yaa sama ibu dan nenek..😘


*******


PAGI DATANG..


Usai sarapan Tiara dsn Risa kembali ke jakarta, rasa haru menyelimuti Tiara dan Ibu Sulis.. Rencana ini ada memang sudah lama, saat Tiara menikah dengan Alm.Adam.. namun Allah berkehendak lain kala itu..


Tiara dan Ibu Sulis berpelukkan erat, sangat erat seolah tak ingin terpisah.. Ibu Sulis sebenarnya lebih tenang meninggalkan Tiara kala ini, karena pekerjaan Barry tentu tidak beresiko besar, serta Tiara tidak harus sering di tinggal suaminya dalam waktu yang lama..


Air mata berlinang membasahi pipi dua wanita itu..


"Jadi isteri yang Salehah ya sayang, turuti perkataan suamimu jika itu baik dan masih berada di jalan Allah.. "

__ADS_1


"Ibu disini akan terus mendoakan yang terbaik untuk rumah tanggamu nak.. dan semoga Ibu segera memiliki momongan yah" pelukan hangat itu semakin terasa haru kala Ibu Sulis memberikan banyak pesan untuk Tiara...


"sama-sama lebay" celetuk Nenek


"ibuuuuu" kata Ibu Sulis sambil meregangkan pelukan dengan anaknya


"loh bener toh yang ibu bilang, waktu kamu awal menikah nikah sama rahman, begini juga toh??? eh pas sudah menikah hem lupa sama ibuk, boro-boro telpon ibu tiap hari, seminggu sekali pun ibu yang telfon" Sindir Nenek


ibu Sulis tersentak malu..


*tapi ada ga readers yang gitu? awal nikah pisah sm orang tua lebay, drama.. pas lamalama menikah ke enakan menjalanin bahktera rumah tangga sampe kadang lupa ngabarin atau komunikasi sama org tua kandung hehe, bukan lupa dari hati ya guys tp kadang emang keadaan yang bikin kita seolah gada waktu (seolah ya)*


"iya buuu ulis minta maaf, ulis kan sibuk merintis salon waktu itu" kata Ibu sulis


"sudsh Ndo kalian berangkatlah, Salam buat cucu mantu nenek yang ganteng!! inget jangan panggil Bar Bar Bar Bar lagi.." Pesan nenek dengan nada yang cukup lantang dengan logat jawa nya


"oh iya buu, kata Eza nanti Tante Ami mau datang" Kata Tiara


Ami adalah Rachmi, ibunda Reza


"Iya kemarin dia ga jadi datang karena ada urusan katanya"


Ahh syukurlah aku ga ketemu mama nya Reza, bisa salting tiap saat aku.. Batin Risa yang sejak tadi hanya diam menyaksikan drama seris tentang perpisahan ibu dan anak..


"Yaudah ya buu, aku pamit.. Ibu Baik-baik yaa sama nenek, sehat teruss..."


"iya sayang, ibu titip Salon yaa.. salam untuk mertua dan suami mu..."

__ADS_1


"Risa terimaksih yaa sudsh mau main kesini, salam untuk mama dan duo ganteng yaa" Ucap Ibu Sulis pada Risa


"Iya tante, tapi duo ganteng siapa te?" Tanya Risa


"Barry dan Fardhan" kata Ibu Sulis terkekeh


"oh haha aku pikir siapa tante hehe" kata Risa cengegesan


***


kira-kira Reza lagi tugas kemana ya? bisa ga yaa aku ketemu dia di bandara.. ehh kenapa jadi ngarep gini sih..


Batin Risa dalam perjalanan menuju Bandara...


"Reza lagi di Malaysia Riss, nanti pesawat nya di tumpangi Ibu nya, jangan celingukan gitu" ledek Tiara yang baru saja turun dari Taxi memasuki Bandara


Sial, bagaimana Tiara bisa membaca isi otakku..


"Ih engga Tii.. aku cuma pengen ketoilet" elak Risa dengan gugupnya


"masa si mau ke toilett" ledek Tiara


"ehh itu tuu Reza" Kata Tiara menujuk arah belakang Risa, dengan cepat Risa menoleh ke arah belakangnya...


"Tapi Boong" Ledek Tiara lalu berlari menjauh dari Risaa


"Kau Jail sekali Tiaraaa, awas kamu" Kata Risa menahan malu

__ADS_1


__ADS_2