Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS - Terbongkar


__ADS_3

Setelah Dua Jam berbelanja mereka memutuskan untuk pulang, Awalnya Ibu Erna kekeh ingin mengantarkan Tiara Pulang, namun karena Barry sudah tiba di mall 30 menit yang lalu serta Tiara akan makan malam bersama Ayah dan Ibunya maka Tiara menolaknya dengan halus agar Ibu Erna tidak tersingung...


Tentunya Risa berperan membantu Tiara beralasan kala itu...


"maaf lama..." kata Tiara yang tiba di parkiran menemui Barry yang sudah 30 menit menunggu


"gak masalah sayang, seratus tahun juga aku tungguin.." kata Barry terkekeh


"Gombal... aku mau cerita nih" kata Tiara serius...


"oke aku dengerin sambil nyetir" kata Barry santai


"Aku ketemu Mama kamu" kata Tiara serius


"ohhh itu" kata Barry Santai


"kok gitu responnya???? Ahh ngeselin kamu mah" kata Tiara memalingkan wajahnya ke jendela, Barry hanya terkekeh melihat aksi kekasihnya... Barry kala itu sambil menyiapkan karcis parkir serta sebuah card untuk membayar..


*Harusnya dia seneng dong! ya minimal kaget lah... ini malah "ohhh" ngeselin banget laki-laki macam ini... Apa Risa udah cerita kalo tadi kita ketemu.... Atau????? Atau Barry yang nyuruh Risa ke Mall*...


"makasih mba" Ucap Barry pada petugas pembayaran Parking...


"BARRY!!!"


"Yaa ampun kaget aku, kenapa si sayang" Kata Barry yang benar-benar merasa jantungnya ingin copot


"JUJUR atau aku MARAH!!!" Kata Tiara dengan muka kesalnya


"soal apa sayang, ih kamu jangan ngomel-ngomel gak pantes sama muka imut kamu" kata Barry mencoba menggoda kekasihnya yang tengah marah


"BODO! jawab! apa kamu yang nyuruh Risa ke Mall itu?? Jawab jujur atau aku marah!!" Ucap Tiara kesal


"hmm Iya sayang, habis kamu dari ruangan aku, aku telfon Risa suruh ke Mall, Tapi soal mama yang ikut itu Risa yang Atur sayang.. percaya lah...."


Flashback


Dalam Sambungan Telfon Barry dan Risa


Barry: kamu ke Mall XY yaa, Tiara kesana sendirian, karena kakak ada Tamu...


Risa : hemn gimana ya kak, duh belum gajian kak, kalo ngemall pasti laper mata...😁


Barry: iya kakak Transfer nanti...


Risa : Oke deal, aku siap-siap dulu... bye kak..


Setelah satu jam Risa mengeirim sebuag pesan pada Barry, Terdapat sebuah gambar yang Risa kirim, Yaitu foto Ibu Erna dan Tiara tengah tertawa bersama di sebuah butik...


Lihat ide aku, mereka kompak...


jangan lama-lama nyembunyiin, bisa semakin lama juta kaka dapet restu mama....


-


Kak lo mau di Jodohin Mama,


jodoh nya pacar lo sendiri... haha


-

__ADS_1


kak, Tiara di beliin mama Baju..


mama maksa bayarin..


-


Kira-kira itu pesan yang di kirimkan oleh Risa saat mereka bertemu di Mall..


Barry membacanya setelah ada kesempatan di selah meetingnya kala itu..


Barry tersenyum bahagia...


kaka sudah Transfer ya! maksih adik manis kaka 😘


itulah balasan Barry kala ada kesempatan membalas pesan Risa adiknya...


FLASHBACAK OFF


****


"kamu jahat ih!! kamu gak bilang aku!!" kata Tiara memukul lengan Barry berkali-kali


"Ampun sayang...." kata Barry meringis


"Nah kamu aja gak Ngabarin aku pas udah sampai mall!! kamu juga kan engga nanya aku, gak chat aku hemm" ucap Barry sedikit kesal karena Tidak mengabarinya saat sampai di Mall


"Maaf..." kata Tiara sedikit merasa bersala


"Nah yaudah kita impas yaa? jangan ngambek lagi" kata Barry mengusap pipi Tiara


Bluss


******


"Ayah dan Ibu masih di jalan Bar" kata Tiara kepada Barry


mereka sudah sampai di Restoran yang sudah di reservasi oleh Ayah Tiara


"ya gapapa kan bisa pacaran dulu" Kata Barry terkekeh


"Idih... oh iya Bar.. aku ga enak sama mama.. mama beliin aku baju" kata Tiara baru mengingat hal itu


"wait.. mama???"


kata Barry mengerutkan keningnya


Tiara merasa salah bicara, ia juga merasa malu sekali kala itu..


"Hemm mama kamu, mama kamu minta aku manggil dia mama" kata Tiara sambil tertunduk


"aku seneng kamu manggil mama aku dengan sebutan yang sama dengan aku... soal mama yang beliin kamu baju apa salahnya? mama kayaknya udah sayang sama calon menantu nya" Kata Barry mengangkat Dagu Tiara hingga mereka saling tatap dengan Jarak yang tidak berdekatan tentunya...


"Tapi mahal banget harganya, aku malu! nanti di sangka aku matre" kata Tiara


"hahaha aneh! kamu minta juga engga masa kaya gitu di bilang matre" kata Barry


Tiara hanya diam, pikiranya benar-benar tidak tenang dengan apa yang ia dapat dari Ibu Erna...


Tak lama kedua orang Tua Tiara datang..

__ADS_1


Mereka memesan makann, juga minuman..


saat makanan satu persatu datang...


"TIARAAAAAAAA"


Suara yang Tak Asing itu membuat Tiara enggan menengok, Tiara mebutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya..


"Ayah Ibu" Sambung Syifa yang bary datang ke restoran tersebut


"Pak Bar-ry" lanjut Syifa..


Tiara menoleh perlahan ke arah Syifa yang sudah berada di mejanya


"Sayang apa kabar? ayo gabung aja sini" kata Ibu Sulis


"baik buu, Ayah Ibu apa kabar?" tanya Syifa


"Ayah baik dong, ibu juga baik kok" kata Pak Rachman menjawab dan mewakili istrrinya


Tiara dan Barry hanya diam membisu kala itu..


"Sayang kamu sama siapa itu? Ayo Gabung" Kata Ibu Sulis


Mendengar Itu Tiara dan Barry menyempurnakan Tatapan nya pada Syifa dan orang di belakangnya


"Fardhan" Ucap Barry dan Tiara berbarengan


Sementara Fardhan hanya cengegesan, lalu menuju kursi kedua orang Tua Tiara untuk bersalaman...


"Saya Fardhan Tante, Adiknya Barry hemm calon nya Syifa" Ucap Fardhan sambil cengegesan


"Apah???? Kalian????" ucap Tiara


"bohong, kita ga ada hubungan apa-apa kok" Kata Syifa cepat..


"eh tunggu, kenapa Pak Barry ada disini? bisa di Jelaskan TIARA ANASTASYA??" Kata Syifa dengan menekan nama Shabatnya itu


"Sayang makan dulu yuu, nanti kurang pesan lagi" Ucap Ibu Sulis


"oke Buu, kebeneran Ifa Laper mau makan orang, tapi orangnya belom mateng, jadi makan yang ada aja" kata Syifa membuat orang Tua Tiara, Farhan dan Barry terkekeh, sementara Tiara hanya bergidik menrinding mendengar ucapan Syifa..


Usai makan... kedua orang Tua Tiara sengaja pamit lebih dulu, mereka mengetahui banyak hal yang akan mereka bicarakan kala itu...


"Ayah Ibu udah pulang, Sebagai Sahabat, aku minta kejelasan kenapa Pak Barry satu meja sama kamu, Ayah dan Ibu" Ucap Syifa bagaikan penyidik


Tiara menarik Nafasnya...


"aku sebelumnya Minta Maaf faa sama kamu..... maaf jika kamu kecewa sama aku, aku dan Barry memang memiliki hubungan, kita Pacaran"


******


*****


****


***


Hayo tinggalkan jejak kalian, buat Author semakin semangat yaa buat Up setiap hari minimal hanya satu eps yaa up setiap harinya hehee..

__ADS_1


__ADS_2