Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS - Memahami


__ADS_3

Tiara Keluar dari kamar mandinya, tubuhnya bergetar hebat, dengan sekuat tenaga ia membuka lemarinya menggambil sebuah pakaian berbahan rajut berlengan panjang..


Ia berjalan menuju kasurnya, Ia masuk kedalam selimut tebalnya dan menariknya hingga menutupi area Tubuhnya hingga leher..


Bibirnya sudah membiru, menahan dingin..


Ingin mematikan Ac kamar itu namun rasanya tak ada tenaga lagi menahan gemetar tubuhnya..


sekian lama menahan gemetar tubuhnya karena dingin, ia terlelap dalam tidurnya...


Begitu juga dengan Barry dia Tertidur di ruang kerjanya dengan posisi duduk dan kepala di rebahkan di meja..


Pukul 17.01 Ibu Erna kembali dari pertemuannya.. Ia sudah sangat Rindu dengan anak menantunya, keduanya juga sangat susah di hubungi meski hanya utnuk sekedar melepas sedikit rindu..


Ibu Erna mengetuk perlahan pintu kamar Barry... Tak Ada jawaban. lalu ia melihat ruang kerja Barry sedikit terbuka, ia bergegas melangkahkan kakinya ke arah sana.. di lihatnya Barry tengah tertidur, Lalu ia kembali ke kamar Barry membuka pintu kamar tersebut...


Kenapa Tiara membungkus tubuhnya sampai ke leher? Apa dia tidak memakai baju? - Batin Ibu Erna dengan sedikit senyum senang di wajahnya


eh Tapi kenapa rambutnya basah? Ibu Erna mendekat, membalikan Tubuh menantunya..


Astagfirullah...


Tiara tidak demam namun wajahnya sangat pucat, bibirnya masih nampak biru, telapak kakinya masih sangat putih pucah dan dingin..


Ibu Erna berlari kecil keruang kerja Barry, ia melihat sebuah guling sofa, ia bawa guling tersebut..


"Bangun!!! Bangunn!!! Bangunn Barry" Kata Ibu Erna dengan memukul Barry dengan guling sofa yang ukurannya kecil namun cukup padat berisi..


"Mahhh apa si mahh, sakit" Kata Barry dengan perlahan membuka matanya.


Ibu Erna bertolak pingang dengan guling yang masih ia pegang..


"Kamu apakan Menantu mama? hah? Bibirnya biru, tubuhnya mengigil kedinginan" Ucap Ibu Erna dengan tegas! matanya melotot menatap anaknya

__ADS_1


mendengar mengigil kedinginan Barry bergegas menerobos tubuh Ibu Erna hingga wanita paruh baya itu terhuyung sedikit...


"Anak Kurang Ajaaarr!!!" Kata Ibu Erna kesal


"Maaf mah" ucap Barry berlari ke kamar


Tiara masih dengan selimut tebalnya...


Barry naik ke atas kasurnya dengan kasar, di pegangnya Tubuh sang isteri yang masih dingin..


Ia masuk kedalam selimut itu memeluk Isterinya dari belakang..


"Saayang, maafin aku.. ayo bangun..." Kata Barry berbisik


"Apa yang terjadi Barry?" Tanya Ibu Erna penasaran, ia juga menoleh ke arah kamar mandi yang pintu nya terbuka setengah, terdapat baju Tiara yang basah tergeletak di lantai kamar mandi..


"Tiara mandi kelamaan aja mah, mama kan tau dia gak kuat sama dingin, tubuhnya seolah mengalami traumatik sama suhu dingin" Ucap Barry yang masih merahasiakan permasalahan sebenarnya


"mama harap ceritamu benar, mama akan menyuruh Bibi membuatkan sup untuk Tiara" kata Ibu Erna kemudian berlalu pergi sambil menutup pintu kamar itu...


Tiara meringkuk, kepalanya menyelusup ke dada suaminya...


"dinginnn" ucapnya pelan, sangat pelan..


"Iya sayang, ini aku peluk" Kata BRey sambil memeluk dan mengunci kaki Tiara dengan kakinya


Berkali-kali Barry mengecup kening Tiara, ada penyesalan dalam dirinya..


Namun masih ada sedikit ego dalam hatinya..


Harusnya kamu percaya aku dan Vita tidak seperti yang kamu lihat... - Batin Barry


Sepuluh menit kemudian, Tiara mencoba membuka matanya perlahan, kepalanya terasa sedikit pusing, mungkin karena tidur dalam keadaan rambut nya yang basah..

__ADS_1


"Sayang..." Ucap Barry seolah menyadarkan Tiara akan keberadaanya


"Pusing" keluh Tiara


"Iyaa sini disini aku pijitin" akata Barry menyentuk lengan nya yang tertempel kasur seolah menjadikan bantalan untuk Tiara, Tiara menurut lalu satu tangan Barry memijat pelan kepala Isterinya..


"Maaf yaa, harusnya aku dobrak aja pintu itu" Kata Barry menyesal


Tiara hanya diam, ia sedikit merasa tenang dengan pelukan suaminya terlepas dari rasa cemburunya yang berlebihan..


"Sayang"


cups


cups


Barry mengecup kening Tiara berkali-kali..


"ihhhh " kata Tiara sedikit merasa malu dengan hal itu ..


Barry meingkarkan tangannya di pingang Isterinya, membuat Tiara sedikit mendongakkan kepalanya menatap suaminya..


"Maafin aku sayang" Ucap Barry dan Tiara tersenyum Tipis, lalu Barry merengut bibir isterinya, ********** pelan.. seketika Tibuh Tiara seolah memanas karena ciuman Barry yang semakin liar, di diringi dengan pergerakan tangan Barry yang mulai menejlajahi tubuh isterinya...


Tiara melepas ciuman itu..


"Aku lemes, aku laper" Kata Tiara Lirih


Barry tersenyum meski harus menahan hasratnya.. hati tak bisa di bohongi, ia merasa kesal tentunya, namun ia tidak boleh memenangkan egonya..


"yaudah kita turun yaa, makan" Kata Barry kemudian di anggukan oleh isterinya..


******

__ADS_1


Sabar ya barr, isi tenanga dulu 😂😅


__ADS_2