Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS - Pencurian


__ADS_3

Tiara lebih dulu masuk ke kamarnya, sementara Barry masih tertahan di teras rumah karena ada panggilan telfon mengenai bisnisnya...


Tiara menoleh ke arah ruang kerja Barry yang pintunya tidak tertutup dengan rapat.. ingin sekali ia menuju ke ruangan tersebut, namun rasa ingin pipis seolah menuntutnya untuk segera ke toilet..


diruang keluarga..


"Mah, bibi kok Jam segini tidur yaa" kata Risa yang Baru saja mencari Bibi namun ternyata bibi tengah tertidur di kamarnya, Risa kemudian langsung mendudukan dirinya di sofa persis di hadapan ibu Erna..


"ini Weeknd Risa, bibi juga butuh istirahat.. kamu jangan manja" kata Ibu Erna


"yaa ga gitu juga mah, tumben aja sore-sore bibi Tidur.." Kata Risa heran sendiri


"Si Tari mana yaa?" Kata Bu Erna celingukan


"Tadi di belakang mah, nyapu halaman" Kata Risa sambil berdiri


"Risa kamar ya mah, mau mandi" Kata Risa berjalan..


****


Barry dan Fardhan masuk kedalam kamar nya yang hanya berbatasan dengan ruang kerja Barry..


Namun mereka tidak menyadari pintu ruang kerja yang terbuka sedikit itu..


"Ih isteri aku udah wangi" Kata Barry memeluk Tiara dari belakang


"makanya kamu mandi gih, aku mau buat susu di bawah" Kata Tiara yang sudah rutin minum susu tinggi aka. asam folat di sore hari


"minta buatin bibi aja sayang" Kata Barry masih terus memeluk


"Aku mau buat sendiri, mau pakai es biar seger" Kata Tiara

__ADS_1


"yaa udah"


"Kamu mau Kopi atau teh?" Tanya Tiara


"enggak sayang begah perutku.." Kata Barry


Tiarapun menuruni anak tangga perlahan, ia masih menggulung rambutnya dengan handuk, pakaian kaos dan celana bahan pendek memang sudah menjadi pakaian harian Tiara yang super nyaman...


Rumah nampak sepi, mungkin karena lelah karena acara hari ini pikir Tiara..


Namun siapa sangka, langkah Tiara terhenti mendengar Tari tengah berbicara lewat sambungan tlefon dengan seseorang..


Jantung Tiara berdebar, matanya terbelatak kaget.. dengan cepat ia memutar badannya dan hendak kembali ke kamarnya..


Tiara menggedor pintu kamar mandi dengan panik, meminta Barry segera keluar dari kamar mandi...


Fardhan... iya Fardhan juga pasti tau.. bantin Tiara segera menuju kamar Fardhan mengetuknya berkali-kali.. Fardhan yang tengah menyambungkan telfonnya dengan Syifa pun dengan cepat membuka pintu kamarnya mendengar suara panik Tiara...


"hah? Apa maksud kamu Tiara?"


"aku mohon tolong cek dimana keberadaan surat rumah ini, dan tolong cek sekarang apa surat itu ada atau hilang"


Kata Tiara panik, Fardhan menoleh ke arah ruang kerja Barry yang terbuka, Tiara menyusul pandangan itu...


"Astagfirullah" Fardhan berlari kecil menuju ruangan itu..


Tak lama Barry keluar dengan rambut basah, celana Boxer dan kaos oblongnya..


"Ada apa si!?" Kata Barry mengekor masuk..


"Telfon satpam, tahan siapapun keluar atau siapapun masuk rumah" kata Tiara Ter engag-engah..

__ADS_1


"Ada apa sayang, aku ga faham"


"Shiittt... Lo pindahin sertifikat rumah dan Perusahaan cabang bar???!" Akata Barry yang tengah mengobrak Abrik sebuah laci yang hanya Barry dan Fardhan yang tau"


"ya gak lah" kata Barry mulai panik..


Tiara mengatur emosinya, mulai berbicara.


"Aku denger Tari bicara lewat telfon, dan aku liat dia memegang sebuah sertifikat yang aku gatau itu sertifikat apa, tapi feeling aku itu milik keluarga ini" Kata Tiara dengan rasa ketakutan bahkan kini handuk ya g membungkus rambutnya telah terlepas entah kemana..


"Apah???!!!!" Barry dan Fardhan terbelatak


"Makanya telfon satpam depan, jaga akses depan jangan sampe kita buat keributan di luar rumah" Ucap Tiara dengan cerdasnya..


Fardhan yang tengah menggenggam ponsel segera melakukan apa yang Tiara pinta..


Fardhan juga bergegas ke kamarnya..


Barry dan Tiara mengekor karena melihat kepanikan pada raut wajahnya..


Fardhan telah menyambungkan telfon ke satpam dan mengatakan apa yang Tiara katakan...


lalu Fardhan membuka laci meja nya..


"****!!! Jam tangan, Uang cash gue gak ada diisini" kata Fardhan kesal


Tiara dan Barry saling pandang, kini giliran mereka lari ke kamar nya...


****


Novel ini belum tamat, hanya saja ada tulisan End karena memang Janda yang Cuma status saja sudah terbongkar oleh banyak orng termaksud suaminya, jadi sekarang kita menuju end, kita buat dulu peran pembantu nya bahagia yuks....

__ADS_1


jangan lupa, like komen dan votenya yah....


__ADS_2