Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS 2 - Tingkah Syifa


__ADS_3

Sore hari Ibu Erna dan Fardhan di kediaman mereka, Fardhan mencari keberadaan isterinya yang tidak berada di kamarnya..


"Bii... Syifa mana?" tanya Fardhan


"ohh non Syifa ngidam es dawet tuan, sekarang Non Syifa lagi beli es dawet sama Asisten Tuan" kata Bibi menjelaskan


"Apaahh??? Asisten saya? Yang agakkk......"


kata Fardhan dengan melenturkan gaya tangan Prasetya


"Iya Tuan, Non Syifa sendiri yang mau di temenin sama Asisten Tuan..." kata Bibi menjelaskan


"Bagaimana bisa sih?!" kata Fardhan kesal


lalu ia mengambil ponselnya dan ternyata ponselnya dalam keadaan habis daya


"Pantes aja" katanya kesal


"Yaudah bi, makasih" kata Fardhan kemudian ia menuju meja telfon rumah, ia berusaha menghubungi isterinya...


Assalamualaikum...


waalaikumsalam... ya sayang.?


Kamu dimana? Aku sampe rumah kamu ga ada dirumah


ini baru mau masuk komplek, abis beli es dawet...


Yaudah hati-hati...


Fardhan menutup telfonnya..


" Apa PraseTya bisa nyetir mobil? kenapa aku baru tau? " kata Fardhan pelan lalu ia menuju depan rumahnya menanti isterinya datang...


Tak lama Mobil sedan putih hendak memasuki gerbang..


Mata Fardhan terbelatak melihat isterinya tengah menyetir mobil tersebut...

__ADS_1


lain hal dengan Syifa yang menebar senyumnya karena merasa senang, sementara Pras sudah bergidik ketakutan karena Bosnya pasti akan marah besar...


Fardhan bertolak pinggang dan memasang wajah kesalnya...


"Aku tau aku salah, tapi aku ga suka liat kamu kaya gitu, jelek" kata Syifa meraih tangan Fardhan dan mengecup pungung tangan suaminya...


"Prassss" panggil Syifa


"I...iyaaaa"


"makasih yaa, kamu bisa langsung pulang aja ga usah ke kantor" kata Syifa membuat Fardhan semakin kesal dengan isterinya yang membebaskan saja Pras yang belum sempat memberi penjelasan pada Fardhan..


"Bb.. baik Buu, permisi Bu, pak bos... Assalamualaikum" kata Pras kemudian ia berjalan keluar menuju motor matic kuning nya


"Ayo masuk, jangan ngambek kalo masih mau terima jatah" Ancam Syifa sambil sedikit menggoda suaminya..


Syifa berjalan menuju kamarnya lalu Fardhan mengekor begitu saja...


"Syiif, baru balik?" tegur Tiara yang baru saja keluar kamarnya


"iyaa.. aku kamar yaa"kata Syifa sambil memberi isyarat , melihat wajah Fardhan yang di tekuk membuat Tiara sudah faham apa yang terjadi....


Syifa meletakkan tas nya di hangger tas, lalu mengganti pakaiannya dengan pakaian lebih santai, Fardhan hanya duduk di sofa melihat isterinya wara Wiri menyibukkan diri...


"Aku mau bicara" kata Fardhan membuat Syifa menghentikan langkahnya


"Bicara Type apa? Type baik-baik atau Type bicara ngomel-ngomel" kata Syifa sambil berjalan menuju suaminya


Syifa kemudian duduk persis di samping Fardhan


"Type campuran!" kata Fardhan kesal


"Kamu kenapa nekat keluar rumah tanpa supir atau minimal sama Risa ... Kenapa harus nyetir? kalo mau sesuatu kenapa ga delivery aja? atau nunggu aku pulang kan bisa, atau suruh bibi , suruh satpam atau suruh aja Pras! kenapa malah ngajak dia"kata Fardhan nyerocos meluapkan kekesalannya


Syifa memutar bola matanya, menghela nafasnya sedikit kasar sambil mengusap perutnya yang sudah membuncit...


"pertama... aku telfon kamu ternyata ga aktif, kedua aku gak mau delivery mau minum langsung di tempatnya, ketiga aku gatau kalo si Pras gak bisa nyetir, pas dia sampe sini dia baru bilang gak bisa nyetir, dari pada aku naik motor sama Pras, nanti kamu makin marah, jadi aku deh yang nyetir, kelamaan kalo harus nunggu kamu yang aku gatau udah dimana..." kata Asyifa menjelaskan

__ADS_1


"Terus kenapa kamu pilih Pras?" kata Fardhan menghardik


"Yaa karena dia Sekertarisnya kamu, orang kepercayaan kamu, mending pergi sama dia kan dari pada sendiri" kata Syifa apa adanya..


Fardhan menghela nafasnya


" oke kali ini kamu menang dan benar, tapi bukan berarti aku izinin kamu lagi buat nyetir sendiri, bisa mati berdiri aku.. " kata Fardhan kesal


"jangan ngomong begitu, lebay"kata Syifa kesal


"yaa kamu juga jangan uji kesabaran aku yank" kata Fardhan protes


"iya sayang iyaaaaaaa.... hmm gimana keadaan Alice" kata Syifaa mencoba mengalihkan pembicaraan


"Yaa Alice terpuruk sayang, sempet pingsan di pemakaman"kata Fardhan sambil berdiri menuju nakas untuk mengisi daya ponselnya


"Kasian ya sayang, terus dia tinggal sama siapa dong?" tanya Syifa


"sama om Lukman, papanya.."


"hah? kok bisa?? bukannya??"


Fardhan pun menceritakan hal yang terjadi pada Alice kala itu..


Syifa syok mendengar cerita suaminya..


betapa rumitnya kehidupan Alice kala itu...


Syifa pun sampai menitihkan airmata nya..


"kamu jangan nangis, doakan aja semoga Alice tabah menghadapi ujian yang Allah berikan... Alice anak yang pintar sayang, tapi dia terlalu di stir sama mama nya jadi dia gak bisa eksplor kemampuannya, dia jago banget gambar tapi dia malah sekolah bisnis untuk menjaga kekayaannya sesuai kemauan Tante Mala... tapi nyatanya malah begini" kata Fardhan tak habis pikir


"Semoga Alice segera diberi kebahagiaan ya sayang"kata Syifa berucap penuh harap


"Aamiin" kata Fardhan menimpali..


*****

__ADS_1


Bantu Like, Komen, Vote...


__ADS_2