Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS - Rencana Kita


__ADS_3

Tiara merasa Tubuhnya seperti berada di bawah rintikan air hujan, suara gemericik air terdengar samar oleh Tiara...


Perlahan Tiara membuka matanya, ia lihat sekelilingnya..


"di dalem kamar kok suara ujan, tadi mimpi berarti" kata Tiara karena saat ia buka natanya suara gemericik air itu hilang...


Tiara membangunkan Tubuhnya, ia mencoba mengerakkan kakinya ke kanan dan ke kiri..


"Jauh lebih baik" kata Tiara sambil tersenyum ..


Tiara ingin sekali buang Air kecik, ia mencoba mecoba bertumpuh pada kakinya, melangkahkan kakinya perlahan-lahan...


Masih linu namun jauh lebih baik...


Saat Tiara hendak membuka pintu kamar mandi, Ia terkejut karena pintu lebih dulu terbuka.. ternyata Barry yang membukanya..


dengan telanjang dada dan rambut yang masih basah Barry tersenyum nakal pada Tiara yang tengah terkejut sambil menutup mukanya dengan kedua telapak tangannya .


"Barry kamu ngapain, Astahfirullah" kata Tiara sanbil mebggelengkan kepalanya dengan wajah tertutup telapak tangann


"Sayang udah bangunn" kata Barry makin nakal


"Barry jangan mendekat, aku marah" kata Tiara masih mematung di hadapan pintu


"ya terus aku harus disini aja gitu? yaa gapapa sii, aku si seneng aja" Kata Barry makin nakal...


dengan cepat Tiara membalikan Tubuhnya namun ia melupakan kakinya yang cidera, hingga dirinya Terhuyung dan tak mampu menyeimbangkan diri...


Ah! untung saja Barry cepat menangkap Tubuh Tiara dari arah belakang..


"Barry lepas" kata Tiara berada dalam pelukan lelaki bertelanjang dada dan hanya berbalut handuk putih dari pinggul sampai lulut


"kalo aku lepas kamu jatoh sayang" kata Barry dengan sengaja memeluk Tiara semakin erat dari arah belakang


Jantung Tiara semakin berdegup kencang...ia hanya mampu diam dengan posisi seperti itu..


nyaman....


Namun dengan cepat Tiara tersadsr akan keadaan Barry yang bisa saja dengan cepat terasuki setan mesum..


Barry pun merasakan hawa panas mulai merasuki tubuhnya, Salah satu bagian tubuhnya seolah bangkit dengan sendirinya..


"Pakau bajumu" Kata Tiara dengan posisi berusaha berdiri tegap dan kokoh..


Perlahan Barry melepas pelukan itu, lalu ia berlari kecil ke arah ruang pakaiannya...


Aargh malah jadi bangun! yaa Tuhan hilangkan rasa ini sebelum kami halal...


Batin Barry yang tak mampu lagi menatap Tiara...


Tiara berjalan menuju Toilet, ia membasuh wajahnya dengan air berusaha menghilangkan bayangan Tubuh Barry yang kekar dsn sangat putih bersih...


huh!!! membuatku panas dingin saja! Batin Tiara sambil membasuh wajahnnya dengan air..


Yaa begitulah jika lawan jenis dewasa di persatukan dalam keadaan dan situasi tertrntu.. soo pintar-pintar meng-imani diri yahh 😁


SETUJUU????


*****

__ADS_1


Setelah keluar dari kamar mandi, Tiara celingukan mencari keberadaan Barry, sekiranya Barry tak nampak Tiara memercepat langkahnya keluar dari kamar Barry..


Langkahnya sangat pelan, bahkan ia harus benar-benar melangkah menuruni tangga step by step dengan sangat pelan dan berpegangan handle tangga dengan kedua tangganya...


Tiara mendudukan dirinya tepat di kursi ruang keluarga tersebut sambil menghela nafasnya...


"Tiii..." Sapa seorang wanita


"Risaa... kamu udah pulang?" Tanya Tiara heran mengingat waktu masih menujukan pukul dua lewat tiga puluh menit..


"Udah, kak Fardhan call aku dia bilang kamu ada insiden di kantor. dia takut kamu jadi traumatik nanti" kata Risa sambil duduk di samping Tiara


"Gak kok aku baik-baik aja.. makasih udah khawatirin aku" kata Tiara dengan sangat senang


"ayolah kaka ipar, jangan sungkan lagi" kata Risa tersenyum pada Tiara dengan sangat tulus, seketika membuat Tiara merasa tersipu malu...


Merekapun berbincang, Tiara menjelaskan beberapa teror yang menimpahnya, hingga Ibu Erna datang membawa satu liter jus buah segar...


Kini Para wanita tengah berbincang banyak hal...


Sementara Barry harus kembali mandi demi menurunkan si junior yang sedari tadi sangat sulit untuk di tidurkan...


Tak lama Barry turun...


"lama sekali kamu ganti baju doang?" Tanya Ibu Erna, karena menurut Tiara Barry tengah memakai pakaian usai mandi..


"ada kerjaan dikit mam" Kata Barry santai


"Duduklah, mama mau bicara serius..."


"Ada apa mam?" Tanya Barry tak kalah serius


"Mama ke kamar sebentar, Risa telfon kakamu dimana dia sekrang, mama sudah menunggu" Kata Ibu Erna sambil melangkah ke kamar


" panjang umur dia" kata Risa pelan...


"Ada apa si mama ngumpulin kita?" tanya Barry heran


Senentara Tiara seperti sedang menyiapkan diri, karena ia sudah sangat faham dengan apa yang akan di bicarakan oleh Ibu Erna...


Ibu Erna datang membawa beberapa brosur WO dan beberapa kartunama sebuah butik gaun penganrin berkelas..


Ibu Erna meletakan Brosur tersebut di atas meja...


"Barry, mama minta bukan depan kamu menikahi Tiara" Kata Ibu Erna santau sambil duduk lalu menyilangkan kakinya


"Apaah??" kata ketiga anak Ibu Erna secarq berbarengan


Tiara agak tersentak kaget..


"kenapa? ada yang salah?" tanya Ibu Erna meberi pertanyaan pada ketiganya


"Mah tapi Tiars sendiri yang maunya tahun depan" Kata Barry dengan sedikit lesuh


"Pokoknya Bulan depan, kalian pilih WO mana yang kalian mau pilih, kalian juga pikirin gimana sistemnya mau seserahan dulu, lamaran dulu, ah pokoknya hal-hal kaya gitu kalian bicarain ya.. mama setuju aja" Kata Ibu Erna Santai


"Mah hargain Tiara dong mah" Kata Barry menjaga perasaan Tiara


"Iya mah mama jangan egosi gini, kasian loh mah Tiara kalo tertekan" sambung Risa

__ADS_1


Sedari Tadi Tiars dan Ibu Erna hanya saking pandang, saling melempar senyuman ...


"Yaudah kalo kamu masih banyak mikir bar,, Tiara mama nikahin aja sama anaknya temen mama" Kata Ibu Erna dengan wajah meledek


"Mamaaaa" Kata Barry membulatkan mata nya


"Sayang, gimana mama mau nya bulan depan" kata Barry sangat khawatir dengan perasaan Tiara


Tiara hanya tertunduk diam menahan tawanya melihat wajah tak mengenakan Barry


"Mama, jangan buru-buru kaya Tiara hamil aja" celetuk Fardhan seketika Barry melempar bantal ke arahnya..


"Lu udah gila ha? lu pikir gue Cowok apaan?" Kata Barry kesal


"Huh sudah-sudah omongan kalian mulai jauh kemana-mana!" kata Ibu Erna kesal


"Tiara udah setuju, orang tuanya juga udah setuju, Taoi kamu harus tetep tanya langsung Tiaranya... lamar dia" kata Ibu Erna tersenyum


Tiara merasa malu kala itu di Tatap ke tiga anak Bu Erna


"Tiara kamu serius mau jadi kaka ipar aku bulan deoan?" Kata Risa kegirangan


"Ku.. aku belum Tau Ris.. Kaka kamu aja belum melamar aku, jadi aku ragu" ucap Tiara menyingung Barry


Barry menelan air liurnya kasar


Fardhan dan Risa tertawa teebahak-bahak, sementara ibu Erna hanya tertawa kecil sambil menggelengkan kepalanya..


"Aku ka sering sayang nagajak nikah" Kata Barry memberi pembelaan


"lamar yang bener lah kak, bawain perhiasan, duit lima karung, baju, tas, sepatu, Ngomong ama orang tuanya... ah gitu aja di ajarin" Ledek Risa


"ah enggak-enggak... aku cukup Barry memintaku pada orang tuaku, itu aja cukup" kata Tiara membuat semuanya berdecak kagum padanya


"Oke, malam minggu aku datang meminangmu, bersiaplah" Kata Barry dengan tegas dan yakin...


"eehh gabsa, belum jadwalnya ayah Pulang Barr" Kata Tiara dengan cepat


"Akan aku atur nanti" Kata Barry


"Kalian bicaralah bagaimana baiknya, mama mau mandi mau ashar" kata Ibu Erna bergegas ke kmrnya


"Aku juga mau mandi gerah, abis mandi keringet" kata Fardhan


"Dek ayo" Kata Fardhan mengajak Risa


"Ehh iyaa, gamau jadi obat nyamuk aku"


sambung Risa


Tinggalah Barry dah Tiara...


"Yaudah sayang sekarang kita serius bicarain Rencana Kita kedepan" Kata Barry mendekati Tiara


"Rencana Kita???"


********


siap-siap ada yang mau nikahan di New Normal..

__ADS_1


jangan lupa amplop nya yaa, kondangannya ke Author hahahah


Jangan Lupa Like, komen, Vote, biar aku kasih Bom Bom Bom Up!!! hehehe


__ADS_2