Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS 2 - Jodoh Pasti Bertemu


__ADS_3

Hari berganti...


Pagi hari kota Bandung...


Kevin dan Fardhan tengah duduk di halaman besar kediaman Alice...


Nampak Asri dan cukup luas, rumah bergaya modern berlantai dua berlokasi di pusat kota Bandung...


Alice berada di depan jasad ibunya yang sebentar lagi akan di makamkan, dari pandangan teras tempat Kevin duduk ia sesekali menoleh ke arah Alice, hatiny terenyuh melihat kesedihan mendalam yang di alami Alice...


"Ngapain lo, Naksir sama Alice??" kata Fardhan to the Poin


"apaan si, gue cuma kasihan sama dia... itu dia terpuruk banget" kata Kevin menoleh ke arah Alice, di ikuti oleh Fardhan


"Namanya kehilangan Pin, pasti begitu...gue kira Lo naksir, kalo baru naksir jangan pake hati banyak-banyak, entar patah hati lagi" Ledek Fardhan


"Kambing lu Yee!!!" kata Kevin memberi tinju di lengan Fardhan


"eh Dhan itu Risa udah punya pacar sekarang?"Tanya Kevin penasaran


"Udahlah, Ade gue cantik gitu" kata Fardhan sedikit melirik Kevin dari atas kebawah


"Terus maksud Lo gue kaga ganteng buat di sandingin Ama Ade Lo?!" kata Kevin kesal melihat lirikan Fardhan


"darting Lo ya , kan gue bahas Ade gue cantik bukan soal pantes sama ganteng" kata Fardhan terkekeh


"ah gue tau akal pikiran Lo.... eh serius nii, siapa cowoknya? Dokter juga ya?" tanya Kevin yang benar-benar tidak mengetahui hubungan spesial Risa dan Reza


"iya dokter, dokter cinta" kata Fardhan kembali meledek


"Ngomong sama Lo sama persis kaya ngomong sama Roy, emosi gue" kata Kevin kesal


"Emosi Mulu lu mah"kata Fardhan


"Yang jelas Ade gue bener-bener cinta pin sama cowoknya, Lo juga pernah kok tatap muka dalam satu acara... "kata Fardhan membuat Kevin semakin di hantui rasa penasaran...


"Siapa si? lu mah kaya anak perempuan maen nya rahasia-rahasia gitu" kata Kevin kesal

__ADS_1


"lah kalo gue ngomongin Ade gue, kaya perempuan gosip dong gue" kata Fardhan kemudian ia berdiri sambil terkekeh


"udah mau di makamkan tuh, Ayo bantuin" Ajak Fardhan..


Kevin pun akhirnya berdiri, mengekor di belakang Fardhan


Siapa yaa? masa si Tya? udah gila beneran Risa kalo lebih milih Tya dari pada gue?


Atau...... ah masa dia?! mana mungkin-. Batin Fardhan mencoba menerka-nerka


Di Pemakaman ..


Alice benar-benar merasa terpuruk, ia terus berada dalam dekapan sang Ayah yang juga ikut merasa hanyut dalam kesedihan..


Kenapa ikut sakit ngeliat Alice se terpuruk itu? - Batin Kevin yang berada di sebrang Alice


Tangis histeris Alice seolah memecah diam nya sejak tadi, Alice benar-benar terpuruk saat jenazah mulai di letakan di dalam liang kubur...


"Maaaaahhhhh, maaaaamaaa" Alice berteriak, ia meronta hendak masuk kedalam lubang kubur..


beberapa orang menahannya, yang jelas itu adlaah pihak keluarga besar Alice...


"Pah mama pah" keluh Alice


"Alice, jodoh, maut rejeki dan jalan hidup seseorang sudah di atur oleh Allah, kamu harus ikhlas nak" kata Pak Lukman memeluk Alice


"Mahhhh...." Alice kembali terisak saat jenazah sudah di tutupi beberapa kayu..


Brak...


Alice jatuh pingsan...


Beberapa orang memapahnya..


Fardhan dan Kevin pun akhirnya mendekat di tengah kerumunan banyak orang...


"Bawa ke rumah aja"kata pak Lukman entah kepada siapa

__ADS_1


"Kita bawa om"kata Fardhan kemudian menggendong Alice di ikuti Kevin


"Apa ga di bawa ke RS aja Dhan?" Tanya Kevin sedikit panaik


"Sesuai perintah om Lukman, bawa aja ke rumah dulu" kata Fardhan


Tiba di kediaman Alice...


Fardhan membawa Alice kedalam kamarnya sesuai perintah beberapa sanak saudara yang ada di rumah itu..


"Dhan Alice belom makan dari kemaren, cuma makan roti doang, dia bisa sakit kalo gini" kata Kevin


"Yaudah Lo jagain dia, gue cari makanan ke depan...Jangan Lo apa-apa in!" kata Fardhan sedikit memberi ancaman...


"Emang gue Roy" kata Kevin kesal..


Fardhan pun keluar, Kevin memandangi wajah Alice melihat foto Alice di sebuah nakas, di pandangi foto Alice tengah tersenyum lepas seolah tanpa ada beban hidup...


ia palingan lagi menatap wajah Alice.. wajah yang terlihat pucat, kantung mata mulai menghitam dan bibir kering pucat...


"Alice... seorang wanita pernah berkata, jika aku menemukan perempuan lain selain dia dan jantungku berdetak, mungkin itu cinta sesungguhnya... dan entah kenapa, saat kita begitu dekat bhakan seperti saat ini jantungku berdetak, tapi aku ga yakin, aku takut ini hanya karena aku grogi mengingat kita baru sedekat ini... Tapi Alice... aku percaya jika memang kamu takdir Akhir, maka kita akan bertemu lagi, semoga pertemuan itu adalah jawaban dari Takdir Akhir" kata Kevin pelan, sesekali Kevin mengusap rambut lembut Alice, ia juga sempat memegang jemari Alice...


Karena meras tak enak berada di kamar Alice, Kevin pun memilih keluar kamar Alice...


"Gimana den, non Alice udah sadar?" kata wanita paruh baya yang sudah di pastikan adalah seorang ART di kediaman Alice


"Belum Bu, nanti kalo sudah sadar mungkin harus makan dulu Bu, dia belum makan" kata Kevin penuh nada khawatir..


"Baik den, tadi sama den Fardhan catering bentar lagi datang" kata Wanita itu, Kevin pun menganggukan kepalanya lalu pamit untuk meninggalkan area kamar itu...


di luar rumah tepatnya di teras, Kevin membantu beberapa pihak catering yang baru datang untuk makan para pelayat..


Usai makan siang bersama, Kevin, Fardhan dan ibu Erna pamit untuk kembali ke Jakarta...


Kali itu Kevin tidak sempat bertemu dengan Alice, menurut ibu Erna Alice sudah sadar hanya saja masih nyaman untuk berada di kamarnya untuk menenangkan diri....


Aku percaya, jodoh pasti bertemu... Jika itu yang Allah takdirkan... - Batin Kevin ...

__ADS_1


*****


__ADS_2