
Dokter datang dan memeriksa Barry..
"apa yang tuan Barry konsumsi beberapa hari ini?" tanya dokter itu
"kalo di kantor aku ga faham, tapi kalo dirumah dia cuma makan, hemmmm ya intinya ga makan bener dok, kadang asinan, kadang salad buah aja, atau hanya kiwi dan manggah asam" kata Tiara menjelaskan
"Di kantor juga ga makan nasi dok, maunya sup pedas itu juga kuah aja, bakso pedes, hemm somai aja bumbunya doang" kata Fardhan menjelaskan
"Yaa intinya Tuan Barry kekurangan asupan, rasa perih mual juga karena makannya ga benar, ini saya kasih resep, jika tiga kali atau malam nanti semakin parah bawa ke rumah sakit yaa... Kata Dokter itu
"itu di infus gimana dok?" Tanya Fardhan melihat Tangan Barry tengah di pasang infus
"gapapa, perawat saya akan menunggu sampai infus habis, paling 30 menit" kata Dokter tersebut
***
Barry masih terlelap tidur di sofa panjang ruangan nya itu, Infus dan beberapa cairan penujang lainnya telah selsai diberikan dengan baiik.. Suster pun pergi meninggalkan ruangan tersebut, tak lupa Fardhan memberinya uang tips untuk suster wanita yang cukup cantik itu...
"Ehemmm" Syifa berdehem cukup keras
"kenapa yank?" tanya Fardhan
"gapapa kamu kayaknya liat suster itu gak pake kedip ya?" kata Syifa to the Poin
"yaa emang aku kelilipan pake kedip-kedipan" kata Fardhan santai
"ohh! yaa semoga habis ini kamu kelilipan semen biar kaku tuh mata" kata Syifa
Fardhan sebenarnya peka atas sikap Risa padanya itu, hanya saja ia senang meledek isterinya itu sampai merajuk...
"kalo mata aku kaku, aku ga bisa liat wajah cantik kamu, gak bisa liat hemmm gak bisa liat kamu gak pake baju" kata Fardhan dengan kalimat terakhir nya ia bisikkan
Syifa membulatkan matanya, memukul lengan suaminya...
"Dasar otak mesum"
__ADS_1
"aku mesum sama kamu, dan kamu menikmatinya, sampe merem melek gitu" ledek Fardhan lagi membuat Syifa teramat malu di buatnya
"Ssttt apa yang kalian bicarakan sih? berisik sekali, kasian suamiku" kata Tiara dengan kesalnya...
"maaf Tii, yaudah aku balik kerja dulu ya" pamitnya pada Tiara, lalu Tiara angguki
"Dan kamu, awas kamu minta jatah" kata Risa pada Fardhan lalu ia beranjak pergi meninggalkan ruangan tersebut...
Fardhan menggaruk kepalanya yang tak gatal..
iyalah ga dapet jatah, kan lagi PMS ... - batinnya
***
Satu jam kemudian, Barry terbangun dari tidurnya, merasakan tubuhnya sedikit segar di banding tadi ... ia juga mendapati isterinya yang tertidur dengan posisi duduk di sofa..
Barry pun mendekat dan merebahkan kepala isterinya di dalam pelukannya..
Barry mengecup pucuk kepala sang isteri...
Merasakan sentuhan lembut itu Tiara perlahan mulai membuka matanya...
ia melihat jemari suaminya yang dapat ia kenali karena cincin pernikahan mereka yang melekat, Tiara senyum lalu mendongakkan kepalanya...
"Sudah membaik??" tanya nya lembut
Barry mengecup bibir isterinya
Cups!
"Better dari pada tadi, maaf jadi bikin heboh" kata Barry lirih
"aku yang minta maaf mas, aku yang hamil kamu yang ngidam kaya gitu... " kata Tiara sambil mengerjakan jemarinya di dada bidang suaminya
"kamu hamil karena aku juga kan" kata Barry terkekeh membuat Tiara tersipu malu
__ADS_1
"Aku sebenarnya senang, Aku bisa ikut berperan dalam kehamilan kamu ini, Tandanya anak kita pengertian, gak mau membebankan semuanya ke mama nya.." kata Barry membuat Tiara merasa semakin tersanjung
"Anak pintar" kata Tiara sambil mengusap Perut nya sendiri lalu tertawa kecil menatap suaminya
"Kalo anak kita perempuan, pasti cantik kayak mamanya, kalo anak kita laki-laki pasti ganteng kaya aku" kata Barry seolah membayangkan
"Kalo kembar???"kata Tiara tersenyum
"Maka nikmat mana lagi yang mau kita Dustai sayang?" kata Barry menatap lekat isterinya
"eh sayang apa kamu punya keturunan anak kembar?" Tanya Barry setelah menelaah ucapan isterinya
Tiara mengangguk
"Ayahnya Ayah aku itu kembar, kembar sangat identik, hemm dulu mama nya Reza sempet hamil kembar tapi karena beberapa hal akhirnya mereka meninggal di perut" kata Tiara menjelaskan
"Jadi ada kesempatan dong buat kita punya anak kembar?" tanya Barry penasaran
"Iya mas, tapi kemarin cuma satu kok pas di USG" kata Tiaraa terkekeh
"gapap nanti kita coba lagi abis kamu lahiran"
timpal Barry
"Ini dulu keluar mas baru pikirin anak yang lain" kata Tiara kesal
"iya iya.. yaudah kita pulang yaa, Aku mau istirahat dirumah, aku telfon Joni agar bersiap" kata Barry mengeluarkan ponselnya
"Mas kamu belum makan siang"
"makan dirumah aja sayang, itu bawa aja lagi, panasin dirumah" kata Barry yang sebenarnya menahan mual yang begitu dahsyat...
merekapun akhirnya memilih untuk pulang kerumah, Barry sedikit memaksakan diri berjalan menuju parkiran, meski sudah tidak terlalu pusing namun lemas di tubuhnya masih sangat terasa kala itu, namun ia harus kuat dari pada harus menyusahkan orang lain terlebih isterinya yang tengah hamil...
******
__ADS_1