Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS - MPSF


__ADS_3

Malam Pertama Syifa dan Fardhan..


Pagi hari setelah acara resepsi selesai, Syifa dan Fardhan tengah bersiap menuju bandara.. Fardhan sengaja memesan tiket pukul 11 pagi agar mereka bisa menikmati pantai indah di sore hari..


Pukul 1.10 mereka Tiba di sebuah Vila private yang hanya tersedia satu kamar, satu ruang tamu mini yang tembus ke kolam renang belakang...


"Nyaaaann" kata Syifa sambil menarik nafasnya


"Suka?" Tanya Fardhan


"Suka dong, makasih suami" kata Syifa memeluk suaminya


"makasih doang?"


Cups! Syifa mengecup pipi Fardhan..


"Aku laper sayang" kata Syifa manja


"yaudah kita pesan aja yaa" kata Fardhan lalu Syifa mengangguk..


**


usai mereka menyantap makan siang ya g telat, Mereka duduk di sofa panjang, Syifa merebahkan tubuhnya, menajdikan paha suaminya sebagai bantalan...


"boseennn... keluar yuu" kata Syifa membuat Fardhan menyadari dirinya sejak tadi sibuk dengan ponselnya


"Maaf sayang, aku abis cek email dari si Pras,, kita keluar yu?" ajak Fardhan membuat Syifa bangkit dari posisi rebahan nya


"kemana?" Tanya nya


"Pantai? Atau mau beli sesuatu?"


"hemm jalan-jalan aja, ad ayang di suka ya beli ada yang bagus yaa di samperin" kata Syifa dengan nada nyelenehnya


Fardhan terkekeh sambil memencet hidung Syifa


"gemes!!! liat ya nanti malam" Ancam Fardhan

__ADS_1


"malam? bobo sayang biar besok bisa jalan-jalan.. katanya besok mau move ke Ubud" kata Syifa menekuk bibirnya kesal


"iya sayang tenang aja tenang" kata Fardhan terkekeh


Jangankan jalan yank, gerak aja kamu kesakitan pasti - Batin Fardhan cekikikan membuat Syifa mengerutkan keningnya menatap suaminya terkekeh sendiri...


Merekapun menelusuri Bali pada sore hari, hembusan angin membuat Syifa benar-benar merasakan relax...


Malam hari...


Syifa masih berbalut mukenanya, ia sedikit cangung dengan suasana kala itu, ia juga teringat ucapan Fardhan sore tadi...


biar bagaimanapun aku pasti melakukannya.. tapi apa sekarang? kalo sakit kaya yang embah Gugel bilang gimana?


Syifa masih duduk di atas sajadahnya, sementara Fardhan telah berbaring di atas kasurnya memjamkan matanya...


kamar yang dominan di taburi kelopak mawar itu sebenarnya membawa hawa romantis bagi pasangan pengantin baru, namun Syifa malah merasa cangung akan suasana yang tengah ia alami kala itu..


eh tapi kayaknya dia tidur deh- Batin Syifa menoleh ke arah kasur


Kalo dia tidur si Allhamdulillah, eh Astagfirullah dosa aku kalo menghindar gini kan,, bikin galau aja ini sii --


ia melepas mukenanya, melipat dan meletakkannya di atas sofa.. Syifa yang belum merasakan kantuk memilih membuka pintu kaca yang terhubung langsung ke arah kolam berenang...


ia kemudian duduk bersila di pinggir kolam tanpa ia sadari Fardhan yang sebenarnya tidak tidur mendekati Syifa, dengan posisi meruku Fardhan memeluk syifa..


"kenapa disini sayang" kata Fardhan berbicara dengan hembusan nafas di telinga Syifa


"gapapa, aku kira kamu udah tidur yank"


Fardhan berjongkok di belakang Syifa


"aku ga tidur, mana bisa aku tidur kan obat tidur aku disini" ucapnya sambil memeluk Syifa posesif


Syifa sedikit merubah posisinya membuatnya menghadap serong dari posisi duduk lurusnya Fardhan...


kini mereka saling tatap..

__ADS_1


Fardhan mendekati wajahnya hingga berhasil menempelkan bibirnya dengan bibir Syifa, Fardhan Mel**at nya penuh kelembutan, Syifa terhanyut oleh sentuhan yang semakin lama semakin membuat suhu tubuhnya memanas..


Fardhan juga semakin tersulut sebuah hawa yang memanas, ia kembali memperdalam ciuman itu..


Perlahan Fardhan mendorong tubuh Syifa Hinga ia terbaring di atas lantai kayu pinggir kolam yang sudah bertabur kelopak mawar dan bungga khas Bali...


Syifa sudah tau akan kemana arah yang akan suaminya tuju, perlahan kancinh piyama Syifa terlepas oleh perbuatan suaminya...


"jangan disini yank" pinta Syifa saat bibir itu terlepas satu sama lain..


Fardhan tersenyum tipis mengerti akan kenyamanan yang Syifa butuhkan...


Fardhan menggendong tubuh isterinya meletakkannya di atas kasur, lalu ia memposisikan tubuhnya di atas tubuh isterinya, tatapan mereka saling beradu, entah mengapa mata cokelat Syifa semakin membuat Fardhan memanas, ia kembali mencium bibir mungil Syifa, ciuman itu semakin memanas, Syifa juga begitu menikmati kecupan suaminya sambil menikmati setiap sentuhan yang di layangkan Fardhan di bagian tubuh Syifa...


"Aku takut" kata Sifa memegang tangan Fardhan


Fardhan tersenyum


"Takut sakit?" tanya nya membuat Syifa mengangguk malu


"Jika ini yang pertama tentu sakit sayang, aku akan pelan-pelan" ucapnya lalu melanjutkan aksinya.. belum Fardhan melakukan aksinya Syifa sudah meremas bantal yang ia kenakan, membaca cerita di sebuah Novel, Google membuat Syifa menjadi parno sendiri membayangkan sakitnya..


Syifa mulai merasakan sesuatu menyentuhnya,


"Aaaawwww" kata Syifa membuat Fardhan menghentikan aksinya


"belum sayang, dikit lagi" hingga akhirnya Fardhan bergegas melakukan aksinya


"Awwwwwww" jerit Syifa sambil mengeluarkan air matanya, Fardhan juga merasakan sesuatu mengalir si antara miliknya..


Fardhan tersenyum di atas rasa sakit isterinya, ia merasa bahagia mendapatkan dan menjadi yang pertama atas diri isterinya... Dengan pengetahuan kaum Adam yang Fardhan ketahui ia mulai melancarkan aksinya,,,, meski di katakan pengantin baru mereka melakukan nya lebih dari satu kali malam itu hingga akhirnya keduanya tumbang di atas kasur bersama sampai pagi menjelang...


*****


hahah segitu dulu yaa, Author ya puasa jadi takut bayangan nya kemana-mana wkwkwk


udah yaa jalan-jalan ke tokoh lainnya, kita move yuks ke tokoh utama kita.. sebelum kita masuk ke tokoh lain ..

__ADS_1


😄😄😄😄


__ADS_2