
Fardhan tengah pergi ke masjid bersama kaum laki-laki.. Sementara Tiara lebih dulu pergi bersama supir menuju rumah Ibu Sulis, karena merasa dekat dengan Syifa ibu Sulis juga hadir untuk besok di acara resepsi..
Tiara merasa sangat lelah karena semalaman kuarang tidur, untuk itu ia lebih dulu kerumah ibunya untuk beristirahat dan Barry akan menyusul di antar Roy atau Kevin..
**
Syifa mengganti pakaiannya menjadi pakaian rumahan, ia memakai celana kulot slim dengan kaos lengan pendek dan membiarkan tanpa mengenakan Jilbab nya, mengingat ia masih di dalam kamar, Syifa juga terkadang masih melepas jilbabnya jika masih berada di dalam rumah ..
Tak lama Fardhan dan Ayah kembali kerumah yang masih terlihat sedikit ramai oleh sanak saudara, ada Risa, ibu Erna juga disana,..
"loh kak, kak Kevin mana?" Tanya Risa membuat fardan mengerutnya keningnya
"ada di belakang tadi ngobrol sama Barry, kenapa dek?"
"Ah gapapa kak..." kata Risa dengan malu nya
"mama pulang yaa sayang, Tadi Syifa izin ke kamar buat ganti pakaian, gerah dia" kata ibu Erna
"kamu panggilan ya nak, naik aja kan udah sah" kata Bunda sedikit meledek dengan malu-malu Fardhan mengangguk lalu beranjak ke kamar Syifa
Di bukanya pelan pintu kamar, Syifa yang tengah memegang sapu langsung menoleh ke arah pintu...
"huh ngagetin aja" kata Syifa sedikit cangung
"kamu ngapain?"
"ini beberes, tadi makeup disini jadi berantakan nii" kata Syifa jujur
"yaudah tinggal dulu, nanti di beresin bareng-bareng, mama mau pulang katanya" ucap Fardhan
"loh kok cepet banget"
"iya sayang, mama mau istirahat persiapan buat besok"
__ADS_1
"ohh.. kamu juga pulang?" Tanya Syifa polos
membuat Fardhan mengerutkan dahinya
"kalo aku pulang, kamu ikut aku pulang juga" kata Fardhan yang masih berada di ambang pintu
"eh nggak-nggak, disini dulu yaa.. hmm mskipun sempit" kata Syifa memperlihatkan sekitar
Fardhan hanya tersenyum penuh arti
"Yaudah yuk, ke mama dulu" kata Fardhan
"oh iya bentar" kata Syifa kemudian menyenderkan sapu di tembok, lalu meraih kardigan dan jilbab instan ya..
setelah selesai ia keluar kamar nya bersama Fardhan yang sudah menunggunya di ambang pintu..
***
Usai makan malam bersama keluarga Syifa , Fardhan masuk ke kamar Syifa bersamaan, seluruh keluarga juga sudah terlihat sangat lelah kala itu..
"yank, ayo tidur berbenah aja deh.. gak capek apa" kata Fardhan melihat Syifa membenahi beberapa make-upnya yang berantakan
"iyaaa bawel, aku ga betah kalo berantakan gini" kata Syifa jujur
"hemmmmm" sahut Fardhan
Syifa langsung mengehentikan aktivitasnya, ia segera naik ke atas kasur nya yang tidak terlalu besar juga tidak terlalu kecil..
jantung Syifa berdebar, ia benar-benar merasakan energi lain di dalam kamarnya, serasa ada hawa panas namun tubuhnya seolah menerima setruman yang membuatnya merinding..
"hemm aku biasa tidur gelap yank" kata Syifa
"yaudha gapapa, aku juga suka gelap-gelapan"
__ADS_1
duh Gilak gini amat rasanya dekdekan- Batin Syifa tak tenang
Syifa bergegas mematikan lampu kamarnya, lalu merebahkan tubuhnya...
dengan cepat Fardhan memeluk syifa...
"jangan berontak, ini udah sah" kata Fardhan kemudian mendaratkan kecupan di kening Syifa
"iya tau tapi belum terbiasa tau" kata Syifa jujur
"nanti juga terbiasa sayang" kata Fardhan mengeratkan pelukan itu
"udah tidur nanti kalo aku mau kamu lakuin tugas pertama isteri di ranjang repot, besok kesakitan di pelaminan" ledek Fardhan membuat Syifa membulatkan matanya lalu menatap Fardhan
"hahaha, kenapa melotot yank? serem" kata Fardhan tertawa
"kamu kalo ngomong ih"
"loh aku ngomong bener, tapi kalo kamu mau sekarang gapap si yank, aku juga penasaran" kata Fardhan menggoda
"ihhhhhh apaan si" kata Syifa dengan paniknya
Dengan Cepat Fardhan naik ke atas tubuh Syifa, membuat mata Syifa semakin membulat, jantungnya berdebar sangat kencang, pikirannya melayang, tatapan Fardhan sungguh membuat Syifa tak kuasa untuk memberontak...
****
LIKE
KOMEN
DAN
VOTE jika ada rejekinya hehe
__ADS_1