Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS - Anak Liar


__ADS_3

*


*


Barry dan Tiara keluar dari ruangan dokter Martin, Syifa di temani Fardhan masih menunggu di depan ruangan Dokter Martin..


"Tenang lah sayang, Tiara pasti Baik-Baik aja" kata Fardhan melihat kecemasan Syifa


"Nah itu mereka" Sambung Fardhan melihat Barry dan Tiara keluar...


Tiara masih duduk di kursi rodanya


"Apa kata dokter?? Apa ada yang serius?" Tanya Syifa dengan sangat khawatir


"Aku laperrrrrrrr" Kata Tiara jujur membuat ketiga manusia yang menghawatirkannya tertawa


"Tii.. gue lagi khawatir, bisa-bisanya lo bilang laper!!! Terus kenapa mata lo kaya abis nangis?" Kata syifa dengan kesal


Tiara menghela nafasnya


"Aku baik-baik aja, aku cukup minum obat, kalo ga membaik besok aku harus Ct-Scan"


"aku nangis karen nahan laper" kata Tiara


"hah Syukurlah, aku rasanya mau pingsan tau kamu kesakitan kaya tadi...." katanya pada Tiara


"lagian juga lo kemana???Tiara kesakitan lo kemana???!" Kata Syifa dengan berani menujuk Barry


"gue? gue di dalem ruang makan tadi" kata Barry jujur


"Ayo sambil kebawah aku laper sangat" Kata Tiara lalu syifa mendorong Kursi roda tersebut


"Syifff tau ga?? Dia tadi lagi lepas kangen sama perempuan, behh cantik banget syiff, Seksiiiiiiiiii" Ucap Tiara menyindir Barry, membuat Syifa dan Fardhan memandang Barry penuh Arti


bughh


"Aaaaaaawwww" pekik Barry


"Syifaa lo apa-apaan si, sakit kaki gue" kata Barry yang baru saja di injak dengan sengaja oleh syifa yang menggunakan Wedges 6cm


Fardhan dan Tiara tertawa cekikikan


"Itu baru kaki, belom masa depan lo yang gue injek-injek" kata Syifa kesal


"Astaga sayang, kamu benar-benar kejam" kata Fardhan bergidik ngeri


"Itu hukuman untuk laki-laki centil, genit, gak punya rasa syukur!" Kata Syifa


"kamu kalo mau coba juga boleh, aku akan siapkan diri juga" kata Syifa sambil berjalan dengan menghentakan kakinya sedikit kencang


Fardhan dan Barry bergidik ngeri, kali Ini mereka benar-benar Takut oleh Syifa saat marah..


"Sayang... dia itu teman kita, namanyaa vi-----"


"Stop, jangan banyak omong, aku makin lapar" Ucap Tiara membuat Barry menutup mulutnya rapat-rapat sementara Syifa dan Fardhan tertawa sangat lepas


kali ini kamu menang sayang... akh untung aku sangat mencintaimu...


Batin Barry


Mereka berempat memutuskan untuk makan bersama di Caffe rumah sakit, karena jam makan siang sudah lewat tiga jam lamanya..


"Fardhan, aku mau ketemu mama.. antar aku yaa" Kata Tiara, membuat Barry menghentikan aktivitas makan nya


"Boleh kan Syif kalo aku minta antar Fardhan? atau kamu bisa ikut juga kan ketemu mama. pasti mama seneng" Kata Tiara


"boleh si tapi kan kamu bisa sama Ba----"

__ADS_1


ucapan Syifa tertahan


"Syiff, Barry sibuk tau..."


"Aku ga sibuk sayang" Kata Barry cepat


"Oh gitu, tapi aku gak mau sama kamu" Kata Tiara


wah bentar lagi ada perang dunia percintaan nii-- Batin Fardhan


"maaf Ti, gue ada meeting yang udah ke geser waktunya dan klien udah nungguin di kantor" Kata Fardhan beralasan


"oh gitu yaa, yaudah gapapa" Ucap Tiara lembut lalu melanjutkan makan nya


Fardhan dan Syifa saling berkode ria, hingga mereka memutuskan berpamitan ke kantor.. Dengan terpaksa Tiara mengiyakan dan tetap bersama Barry..


"Sayang maaf, aku ga ada apa-apa sama Vita" Ucap Barry sambil menatap Tiara


"hemm.... aku udah kenyang, aku mau ketemu mama" Kata Tiara meletakan sendok garpunya


"iya aku antar, jangan nolak!" Ucap Barry dengan lembut namun terdapat nada penekanan


"hem" ucap Tiara Singkat lalu meraih tasnya dan bergegas pergi


****


Mereka tiba di kediaman Atmaja, selama perjalanan Tiara hanya diam membisu membuat Barry juga seolah mati kutu di buatnya...


Tiara bergegas keluar dari mobil, tanpa menunggu Barry membukakan pintu untuk Tiara..


"Ayo sayang" Kata Barry menarik tangan Tiara


Tiara memasuki rumah Barry dengan pikiran yang kembali mengingatkannya tentang ucapan Dokter martin..


ternyata mama orang di balik layar selama aku sakit, bahkan sampai Barry membencinya tanpa tau usaha mama untuk kesembuhan aku... - Batin Tiara


"Mamaaaa" ucap Barry


"Maaf Tuan muda, Nyonya di taman belakang" ucap Bi Nah


Barry mebgangguk lalu berjalan menuju taman blakang....


"Mahh..." Ucap Tiara yang sudah menahan air matanya, Tiara berlari kecil menghampiri Ibu Erna..


Tiara memeluk Ibu Erna dengan sangat erat..


"Sayang, kamu kenapa??" Kata Ibu Era bingung


"Mama maafkan aku, maafkan aku mahhh hiks hiks hiks"


"Sayang, ayolah ada apa ini? Kenapa kamu minta maaf???" Kata Ibu Erna semakin bingung


"Maaf aku sempat berprasangka buruk tentang mama, aku ragu akan restu mama, terimkasih atas perbuatan mama terhadapku selama aku koma mah, terimakasih" Tiara makin larut dalam tangisnya, Ibu Erna ikut menangis mendengar tutur kata Tiara, Dari sedikit kejauhan Barry ikut meneteskan air mata bahagianya


dua malaikat dalam hidupku, Terimakasih yaa Allah engkau menghadirkan mereka dalam hidupku... - Batin Barry


Ibu Erna melepas pelukan itu. ia menatap Tiara dengan tulus...


"Kamu menantu mama, jadi wajar mama melakukan hal terbaik untuk kamu nak..." Ucap Ibu Erna tulus


"Mah... aku bahagia sekali mendengarnya" Ucap Tiara dalam isak nya


"Mama juga senang, kamu kembali sehat sayang... apa kamu baru pulang chekup?" Tanya Ibu Erna mencoba mengalihkan pembicaraan agar suasana haru itu enyah


Tiara mengangguk


"Dokter Martin menceritakan semua mah" Ucap Tiara

__ADS_1


"Dokter itu minta mama jahit mulutnya" kata Ibu Erna dengan nada bercanda membuat Tiara Terkekeh


"uh cantiknya" kata Ibu Erna memegang pipi Tiara


Tiara tertawa kecil sambil menahan malu nya...


"mama buat puding roti tadi, mau coba?" kata Ibu Erna


Tiara mengangguk, lalu mereka berjalan menuju dapur.. Mereka melewati Barry yang sejak tadi berdiri dengan cuek..


hah aku di cuekin..


Batin Barry kesal


Di meja makan Ibu Erna duduk berdampingan dengan Tiara..


Barry datang menghampiri dengan lebgan kemeja yang sudah ia gulung..


"mau dong sayang" Kata Barry melihat Tiara menyuapkan puding ke mulutnya


"Itu banyak, ambil aja" Ucap Tiara Cuek


Ibu Erna merasa ada sesuatu yang berbeda antara Barry dan Tiara..


"Apa Barry membuat mu kesal sayang?" Tanya Ibu Erna


"Engga kok mah, aku cuma mau quality time aja sama mama, Barry juga abs quality time sama perempuan sexy mah, kaya kita gini mah pelukan, bercanda, saling tatap"


kata Tiara sinis ke Barry


Ibu Erna melirik Barry tajam..


"Engga mah engga, itu tadi Vita... dia peluk Barry karena kangen" ucap Barry


Mata Tiara langsung melotot mwndengar kata kangen..


"Uhh so sweet banget ya kangen-kangenan" Udap Tiara sinis


duh salah ngomong gue.. Batin Barry


bodohnya anakku Tuhan..- gerutu Ibu Erna


"Sayang, kita masak makan malam yuk.." Ajak Ibu Erna agar mencairkan suasana...


"Ayo mah, aku juga ngidam sambel yang pedeeeeesss bangettt" Kata Tiara ketus pada Barry


"kamu ngidam sayang? Bahkan aku belum menembak apapun sayang" Kata Barry saat mereka hendak beranjak ke dapur


Tiara menbulatkan matanya mendengar ucapan Barry...


Plakk


"awwww"


sebuah sendok stainles tebal melayang ke kepala Barry


"Anak kurang ajar! kenapa ucapan mu liar sekali ha? menjijikan" Ucap Ibu Erna kesal lalu ia bertolak pingang di hadapan Barry


Tiara hanya terkekeh, menjulurkan lidahnya ke arah Barry...


"ayo sayang kita tinggalkan Si Liar ini" Kata Ibu Erna menarik pelan tangan Tiara


"dadahh"


"wleeeeee"


Ledek Tiara meraih kemenangan...

__ADS_1


*********


__ADS_2