
Barry meninggalkan Kantornya dengan wajah kesal.. kalau Saja ia tidak berencana menjemput Tiara pasti Luna sudah habis di tangannya...
Barry mengendarai mobilnya menuju Bandara.. saat Tiba ternyata masih ada 20 Menit lagi waktu pesawat itu tiba di Bandara Soekarno hatta...
Barry menuju restoran Coffe berlogo hijau itu.. ia memesan minuman kesukaan Tiara..
"Satu ****Frappuccino Green Tea Creme** yang Grande sama Caffe Americano yang Tall.. "
"baik atas nama siapa kaa" kata seorang kasir perempuan sambil memegang cup transparan dan spidol permanent
"hemm yang Greantea I miss you yaa, americano polos" kata Barry sedikit malu, ini hal yang tak pernah ia lakukan pastinya.
"Baik totalnya jadi 110.000" kata Sang Kasir, Barry mengeluarkan kartu debitnya..
"terimaksih, silakan tunggu 7 menit ya kaaa" kata seorang kasir sambil memberikan kartu serta struk pembayaran...
Barry duduk dengan menyilangkan kakinya, memainkan ponselnya...
Setelah pesanannya siap Barry menuju tempat kedatangan pesawat Tiara, dengan rasa berdebar dan sedikit nervous kala itu
kenapa jadi dek-dekan gini, kaya zaman sekolah mau ujian lisan aja hemm..
Barry membelakangi pintu kedatangan, sambil memainkan ponselnya mencoba mengirim pesan singkat untuk Tiara...
"Permisi Mas, jangan di tengah jalan" Tegur seorang Wanita, yang membuat Barry cepat menoleh ke arahnya
"Sayangg!! huh kamu ini" Kata bArry sambil meraih tubuh Tiara hingga mendekap dengannya
"ihh Barry malu ini tempat umum" Kata Tiara mencoba melepas pelukan itu
"biarin biar dia ga liatin kamu" kata Barry Posesif
"huh aneh!" Kata Tiara
"eh iya, buat kamu" kata Barry menunjukan paperbag cokelat berlogo brand minuman tersebut,
Tiara meraihnya dan tersenyum, karena sudah faham isinya...
"i miss you" ucap Tiara membaca tulisan di cup minuman itu
"i miss You Too" Jawab Barry cepat dan membuat mereka tertawa bersama..
Mereka menuju parkiran mobil Barry, Barry mendorong satu koper kecil yang di bawa Tiara, satu tanggannya lagi menggandeng Tiara, sementara Tiara hanya membawa paperbag berisi minuman yang tentu sudah mereka minum...
Karena sudah jam makan siang mereka memutuskan untuk makan di restoran yang tak jauh dari Bandara..
Barry tidak melepas gengaman Tangan Tiara, dan Tiara pun tidak merasa risih atas perlakuan Barry, ia juga merasa Rindu akan hadirnya Barry di sisihnya... Sesekali Barry mengecup pungung tangan Tiara, meski ia harus menyetir mobil menuju Restoran...
Usai makan siang...
"mau kemana kita?" Tanya Barry
"Caffe, aku ada urusan sedikit" kata Tiara
"siap komandan" ucap barry dengan satu tangan naik ke pelipisnya memberi hormat
__ADS_1
*******
"aku masuk dulu, kamu duduk disini yaa" kata Tiara yang hendak masuk ke ruangannya
"oke sayang" kata Barry sambil duduk dan membuka ponselnya, mengecek emailnya...
Tiga Puluh Menit..
"bosen yaa, maaf" kata Tiara mendapati Barey yang tengah sibuk bermain Game
"gapapa, udah selesai?" kata Barry lalu Tiara mengangguk
"ikut aku yu" kata Barry sambil mengenggam tangan Tiars
"ehbmau kemana?" tanya Tiara oenasaran...
"ikut saja jangan banyak bicara" kata Barry menarik tangan Tiara ..
"dasar pemaksa" kata Tiara kesal.
Mereka melakukan perjalanan menuju suatu tempat yang telah Barry siapkan..
"kamu lelah?" Tanya Tiara yang baru saja terbangun dari tidurnya, sudah satujam mobil itu melaju di tengah jalan tol yang sedikit padat.
"engga kok, kamu lanjut aja tidurnya" kata Barry rersenyum
"kalo capek menepilah, aku yang nyetir" kata Tiara
"gamau, aku takut" kata Barry
Barey tertawa melihat ekspresi Tiara...
"bukan sayang, kamu mau mobil ini sepuluh juga aku kasih" kata Barry terkekeh kecil
"terus?" kata Tiara kesal
"Aku takut kamu ga konsen nyetir karena kamu membawa orang tampan di samping kenudi" kata Barry terkekeh
"wakakakak pede sekali huh!" jawab Tiara terkekeh
"bukan pede, tapi memang benar kan? apa kamu gak mau mengakui ketampanan aku?" kata Barry terkekeh
"Tidak!!" Kata Tiara kesal
"lama banget si Barr" gerutu Tiara
"sabar Sayang, kalo aku punya pintu doraemon aku keluarin deh sekarang" kata Barry terkekeh
"aku si maunya punya baling-baling Bambu, biar bisa terbang" kata Tiara
"terbang mah gampang, naik pesawat juga bisa, kalo pintu kemana saja kan enak, kalo kangen kamu tinggal buka pintu ehh udah ada di hadapan kamu" kata Barry terkekeh, Tiara pun tersipu malu sambil tertawa
"aku ga nyangka, kamu bisa de Bucin ini... kalo di kantor aja, garang banget" kata Tiara
"beda dong, kamu mau aku kaya gini di kantor? aah dengan senang hati sayang" kata Barry terkekeh
__ADS_1
"Noooo!! awas ya macem-macem" kata Tiara yang terlihat sedikit panic
*********
Hari menujukan pulul 4.30 sore dan mereka baru saja tiba di sebuah tempat, tepatnya berada di sebuah Villa privat di daerah puncak bogor dengan pemandangan yang begitu indah, hamparan bunga mereka juga ada di halaman Villa tersebut..
Tiara sempat merasa takut karena Barry mengajaknya ke sebuah Villa, inilah yang Tiara Takuti jika orang mengetahuinya sebagai seorang Janda, maka banyak laki-laki yang tak segan menganggapnya remeh...
"Aku punya prinsip sayang, Aku gak akan nodai kamu" kata Barry dengan wajah terlihat penuh kejujuran...
"Ikut aku" kata Barry menggandeng tangan Tiara dengan mesra...
Mereka berjalan ke arah halaman Villa tersebut, Tiara tak menyangka melihat pemandangan yang begitu indah disana...
telah di siapkan pula sebuah tikar dengan beberapa soft drink juga cemilan disana...
"Barry" ucap Tiara lirih merasa sangat bahagia
"kamu suka?" tanya Barry lalu tiara melingkarkan tanggannya di pinggang Barry, ia memeluk Barry dan meletakkan kepalanya di bahu Barry
"aku suka, aku senang, aku mencintaimu" ucap Tiara
Rona Bahagia terpancar dari wajah Barry, senyumannya melebar, jantungnya berdebar...Barry semakin merekatkan pelukannya itu...
"tatap aku" bisik Barry, dengan cepat Tiara menatap Barry dengan hisaan senyuman manis di bibirnya
Mereka kini saling menatap..
"Aku, Barry Atmja... hari ini aku berjanji pada diriku, pada dirimu, pada Alam yang indah ini, untuk menjaga mu, mencintai mu, membahagiakan dirimu.... Percayalah" kata Barry dengan tatapan sanggat meluluh lantahkan hati Tiara
Ari mata bahagia dengan senyuman bahagia pun tumpah di pipi tiara...
"Aku sangat mencintaimu Barry, jangan tinggalkan aku yaa" kata Tiara lirih
"Tidak akan!" ucap Barry lalu Barry semakin mendekati wajah Tiara, dengan sedikit memiringkan Wajahnya baru mencium bibir Tiara... Merasakan kenyamanan Tiara yang Belum pernah merasakan Ciuman di bibir hanya mampu memejamkan matanya tanpa membalas ciuman itu... Barry mencoba memahami perasaan Tiara.. Barry menyudahi ciuman manis itu..
"Maaf" ucap barry sambil menyatukan kening nya dengan Kening Tiara
Tiara tersenyum...
"My Frist kiss" Ucap Tiara membuat Barry Bahagua lalu memeluk Tiara erat.
sangat erat..
Merekapun duduk di atas karpet kecil itu, duduk dan saling bersandar, menatap indahnya terang matahari perlahan berganti dengan gelapnya langit...
"Ini baru melepas rindu sayang" Ucap Barry sambil mengusap lembut tanggan Tiara...
Tiara hanya terkekeh mendengar ucapan Barry..
Saat Hari sudah malam, Barry membawa Tiara untuk makan malam dan segera mengantarkan Tiara Pulang kerumahnya...
********
Ayo dong dukungannya temen-temen hehe
__ADS_1
Author biar semangat adain GA ala ala nya hihiii