
"good morning sayang" sapa Barry saat Tiara membuka matanya
Tiara memberi senyuman paginya..
"Selamat pagi"
"oh ini sudah di lepas ya" kata Tiara mengangkat tangan kirinya yang sudah terlepas infus
"Sudah tadi, kamu pules banget jadi mana berasa" kata Barry terkekeh
Tiara memandangi Barry hingga senyum simpul terpancar sangat menawan...
"kenapa memandangiku seperti itu hem?" Kata Barry mendekat Tiara
"ah engga.." kata Tiara mencoba menggelak
"yakin kamu tidak memandangi ku hemmm?" kata Barry tepat di depan wajah Tiara seolah memberi ancaman
"iya.. iyaa kamu sangat tampan sayang" kata Tiara jujur hingga membuat wajahnya memerah
Barry terkekeh..
"Eh tapi, kenapa kamu ga pake baju kantor?" kata Tiara heran
"Aku ga bekerja, aku mau sama kamu" kata Barry mencubit pipi Tiara
"loh aku juga akan bekerja hari ini" Kata Tiara mencoba Turun dari kasur nya
"aku sudah sangat sehat" Kata Tiara berdiri sambil berputar-putar
Barry pun memeluknya erat..
"kenapa kamu suka sekali ya membuat aku naik darah hemm... hari ini aku akan meeting sama teman-temanku sebelum proyek ini di buka minggu depan" kata Barry
"lalu?"
"laluuuu kalo kamu sudah sehat, kamu harus temenin aku" kata Barry menatap wajah Tiara namun tangannya masih sempurna melingar di pinggul Tiara
"Huh" keluh Tiara sambil melepas pelukan Itu...
"kenapa?" Tanya Barry mendapati wajah cemberut kekasihnya
"Aku mau kerja bukan harus nemenin kamu Barry" Kata Tiara kesal
"Tapi sayangnya aku tidak menerima penolakan" kata Barry terkekeh
"ngeselin.." kata Tiara sambil berjalan menuju kamar mandi
Apa nanti Vita juga ada? kenapa aku memikirkan Vita yang melakukan teror ini.. ahh bodohnya aku mereka bersahabat mana mungkin vita sekejan itu menerorku.. Tapi Jelas terlihat kalo Vita gak suka sama aku, entah karena pribadiku atau karena aku kekasih Barry?! Ah sudahlah aku yakin Barry akan segera menemukan Siapa dalang dari semua ini..
*****
"Tumben pake supir" Kata Tiara kepada Barry yang tengah menunggu pak dadang di bibir pintu utama Rumah Sakit
"Supaya bisa puas memandang wajah kamu" kata Barry mencolek hidung Tiara
seketika pula wajah Tiara memerah..
Pak Dadang datang , mereka segera masuk kedalam mobil dan menuju lokasi..
Barry memang tengah membangun sebuah proyek khayalan nya bersama teman-temannya...
Saat mereka duduk di bangku sekolah, mereka memang menghayal kelak akan memiliki usaha bersama, dan kini sepertinya semua akan segera terlaksana...
Mereka akan membangun sebuah hotel, tentu saja Barry lah yang memberi modal terbanyak ..
__ADS_1
Setelah 1jam 20 menit mereka Tiba perjalanan yang sangat menyita waktu karena kemacetan kota Jakarta..
"ini Ruko? kenapa ada ruko tua?" Tanya Tiara dengan polosnya
"Yaa ini lokasinya sayang, nanti kita hancurkan rukonya.." kata Barry
Kala itu Barry hanya menggunakan celana pendek Dongker juga kaos polo berwarna putih dengan sepatu kets di padukan dengan kacamata hitamnya..
Sementara Tiara, menggunakan kaos hitam yang membuat lekuk tubuhnya terbentuk sempurna, dipadukan dengan rok bermotif bungga kecil pink berdasar hitam... Ahh sungguh cantik parasnya..
Barry mengangkat Ponselnya ke arah telinga kirinya.. ia sedang melakukan panggilan..
Tak lama panggilan itu berakhir..
"Kita ga turun?" Tanya Tiara
"nanti nunggu temanku tiba, panas di luar" kata Barry karena waktu menujukan hampir pukul 11 siang
"siapa? Kevin? Roy? Vita?" Kata Tiara menyebutkan satu persatu
"Tiadak dengan Kevin, dia ada meeting, jadi hanya Roy dan Vita karena sore nanti mereka akan kembali ke semarang" kata Barry sambil menatap wajah Tiara
Sejak mereka Tiba, pak dadang memang memilih menunggu di luar mobil, itulah kebiasaan yang selalu Barry minta kepada supirnya...
"Apa Vita gak suka sama aku?" Tanya Tiara tiba-tiba membuat Barry sedikit tersentak
"kenapa bicara begitu? hemm dia cuma kaget kalo kita punya hubungan" kata Barry mencoba menjelaskan
"kenapa harus kaget? apa ini sebuah keajaiban?"
"bukan begitu, di antara sahabatku ini hanya dia yang gak tau hubungan kita, sementara Roy dan Kevin mengetahui karena poto profil di akun chat aku dan beberapa unggahan di akun chat aku" kata Barry berkata jujur
Tiara mengerutkan dahinya
"kenapa dia gak tau?"
"kenapa ga di save, jahatnyaa kamu" kata Tiara ikut terkekeh
"Karena dia pasti akan selalu mengomentari setiap postingan aku, bukan kah itu menyebalkan?" Kata Barry dengan nada tak suka nya
"hemm baiklah kau memang maha benar" kata Tiara Terkekeh
ah baguslah kalo Barry tidak menyimpan nomer Vita, setidaknya Barry juga tidak menyimpan apapun di hatinya...
ah! aku ini kenapa berfikir terlalu jauh...
hmmm
*****
Tak lama berselang, Roy mengetuk jendela kaca mobil Barry, Tiara tengah merebahkan kepalanya di atas paha Barry sementara Barry sambil membaca email di ponselnya dengan satu tangan, sementara tangan satunya mengelis lembut rambut Tiara yang begitu halus..
Mendengar ketukan itu membuat keduanya sedikit tersetak kaget...
Barry menurunkan kaca mobilnya..
"Udah semua dateng?" Tanya Barry menoleh keluar
"udah, lo malah mesra-mesraan disini" kata Roy meledek
wajah Tiara langsung memerah..
"Gak ada masalah mesraan sama pacar sendiri, emang nya elo" ledek Barry membuat Roy melempar tatapan sinis pada Barry
"Ayo sayang keluar" Sambung Barry kepada Tiara
__ADS_1
Mereka kemudian keluar, Dengan posesif Barry menganndeng tangan Tiara, sinar matahari sangat menyengat hari ini membuat Tiara sedikit memicingkan matanya, berbeda dengan Barry yang mengenakan kacamata hitamnya..
Vita tengah berbincang dengan beberapa Vendor terkait, mereka sengaja membahas langkah selanjutnya di lokasi, agar pihak lapangan juga bisa melihat langsung dan membicarakan kendala secara langsung..
Vita melihat dari kejauhan, ada rasa kesal melihat kehadiran Tiara, namun disisi lain ia harus berusaha ikhlas, karena selama ini memang sangat sulit menaklukan hati Barry, apalagi sejak mereka tinggal berjauhan..
Kalo saat kita berdekatan aja aku sangat susah menaklukan hati dinginmu.. Apalagi sekarang kita jarang bertemu, jangankan menjalin komunikasi, bahkan setiap chat yang aku kirim secara pribadi dengan santai kamu acuhkan...
Rupanya Tiara memang panatas,, kulihat wajahnya tak bertabur Makeup tebal apalagi mahal... Siapa kamu Tiara, kenapa kamu begitu beruntung mendapatkan cinta Barry...
Batin Vita dalam lamunannya..
"Woy bengong" Kata Roy membuat Vita tersadar dari lamunan nya...
"jadi Bagaimana?" kata Barry yang Baru tiba langsun menanyakan ke pokok pembahasan
"jadi minggu depan kita mulai semuanya" kata Roy memberi jawaban awalnya lalu Roy menjelasnya banyak hal, bahkan pihak kontraktor pun sudah sangat siap dengan pekerjaannya...
Barry cukup merasa puas dengan hasil kerja team nya..
Barry melirik Tiara yang sedang menahan panas sinar matahari, maklum saja mereka berdiskusi di teras ruko tua itu, sinar matahari cukup panas menyoroti seluruh lokasi itu..
"panas yaa? mau ke mobil" Tanya Barry di tengah kerumunan beberapa Vendor
"gapapa, lanjutkan lah" kata Tiars tersenyum..
Barry masih bekerja dengan satu tangannya, sedari tadi ia tidak melepas gengamannya, sesekali tiara mengumpat di balik lengan Barry...
hanya butuh waktu 40 Menit untuk mereka berkeliling dan berbincang...
"saya senang bisa bekerjasama dengan Bapak" Kata seorang Pria berusia 40 tahun yang di kenal dengan Pak Yuri..
"Ah saya juga sangat berterimakasih pihak bapak bisa mengikuti beberapa keinginan konyol saya" Kata Barry menimpali
"Sama-sama Pak, Isteri bapak sangat cantik pak, begitu setia sampai rela berpanasan" kata Pak Yuri melihat sekilas ke arah Tiara
"Kami belum menikah pak, mungkin dalam waktu dekat" ucap Barry membuat Tiara membulatkan matanya
Tak ada Roy juga Vita, mereka sibuk dengan file sketsa yang akan mereka serahkan ke pihak yang berperan..
"ah maaf saya kira kalian sudah menikah, Saya doakan agar semuanya lancar, saya tinggu undangan nya pak, itu akan menjadi sebuah kehormatan bagi saya" ucap Pak Yuri sedikit membungkukan tubuhnya
"Tentu.. Terimakasih doanya" ucap Barry tersenyum
"kalo begitu saya permisi pak, minggu depan kita akan bertemu lagi" kata Pak yuri memberi tangannya untuk berjabat
"baik pak, hati-hati" ucap Barry menerima jabatan tangan itu...
****
"kita makan siang yu" Ajak Barry
"Tunggu, Ajak kedua temanmu" pinta Tiara
Barry sebenarnya sudah pamit kepada kedua temannya untuk makan berdua dengan Tiara..
Karena Barry tau Tiara agak sedikit tidak nyaman dengan keberadaan Vita yang menatapnya sinis .
"Ajak sayang, aku senang jika aku bisa dekat dengan temanmu" Kata Tiara tersenyum
Barry pun mengangguk lalu memanggil Roy lebih dulu..
****
Di Toilet Resto..
__ADS_1
Setelah mengajak Roy dan Vita mereka bergegas menuju restoran terdekat.. Tiara lebih dulu memutuskan untuk ke toilet, lalu Vita menyusul dengan niat tertentu pastinya...