Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS - Peredam Amarah


__ADS_3

"kamu tau ga? kamu kaya orang kerasukan setan, kaya orang ga tau istighfar! adik kamu baru pulang kamu marah-marah, aku nenangin kamu baik-baik kamu bentak, Astagfirullah kenapa di balik sifat hangat kamu, dibalik keromantisan dan sikap baik lainnya kamu meledak-ledak kaya gitu?"


"iya aku salah, aku minta maaf... tapi aku gabisa gitu aja berlapang dada kalo Risa pilih pria yang salah" kata Fardhan jujur


"Salah? apa Reza mau di posisi saat itu? Apa Reza yang mencari hal buruk itu? engga!! kamu ga kenal Reza jadi kamu bisa menilai dia saat hal buruk menimpanya... aku kenal Reza saat awal aku dan Tiara berteman... dia sosok periang, baik dan taat akan ibadah! aku yakin dia ga percaya diri soal wanita karena dia pernah di khianati saat tunangannya menikah dengan orang lain" kata Syifa membeberkan hal yang ia tau


"Wajar Risa jatuh cinta sama Reza... Reza tampan, baik, humoris, dewasa dan pintar" kata Syifa membuat Fardhan merubah mimik wajahnya


"Apa kamu suka sama dia? kamu memujinya berlebihan"


"lucu yaa kamuu! kalo aku suka dari dulu aja kita udah bareng-bareng! aku bicara ga berlebihan, apa yang aku bilang benar adanya... terserah kamu mau nilai apa!" kata Syifa dengan cepat merebahkan tubuhnya membiarkan suaminya berdiri


Fardhan masuk ke dalam kamar mandi, ia mengucurkan kepalanya yang panas dengan air shower yang deras mengalir...


Fardhan mencerna semua ucapan Ibu Erna juga Syifa.. lama sekali ia merenungi hal yang baru saja terjadi begitu cepat..


ada secercah rasa menyesal, meski disisi lain ia masih memiliki rasa khawatirnya akan kedekatan adiknya dengan Reza...


****


Pagi Hari...


Semua Berkumpul di meja makan, kecuali Tiara dan Risa...


Tiara memang masih tertidur karena menurut Barry ia baru terlelap tidur selepas sholat subuh...


Di meja makan terasa snagat dingin, semua saling diam.. entah apa yang membuat Fardhan kemudian beranjak menuju kamar Risa..


Masalah ini ga boleh berlarut...


Fardhan mengetuk pintu kamar Risa, namun tak ada respon apapun dari Risa..


"Maafin Kaka dek, buka Kaka mau bicara" kata Fardhan setelah berkali-kali berucap..


Risa membuka pintu kamarnya, rambutnya ia kuncir Cepol, matanya merah dan sembab..


Fardhan memeluknya erat..


"Maafin kakak yaa... Kaka mau kenal Reza lebih jauh" kata Fardhan memeluk Risa..

__ADS_1


Risa yang semula tak membalas pelukan itu pun dengan cepat membalas pelukan kakaknya..


"Risa jatuh cinta kak sama Reza, jauh sebelum Reza tersesat" kata Risa lirih


"iyaa.. Kaka mau kenal dia lebih jauh.." kata Fardhan mengulangi janjinya


"Makasih yaa kak... Risa tau ini karena Kaka terlalu menyayangi Risa" kata Risa dengan dewasanya


"iya Kaka terlalu menyikapi ini secara berlebihan... maafin Kaka yaa" kata Fardhan yang segera Risa angguki..


"Sekarang bantu Kaka yaa" pinta Fardhan dengan memelankan suaranya


"Apa?"


"Kakak iparmu merajuk, Kaka ga tahan di diemin dia dari semalam" kata Fardhan jujur


Risa terkekeh..sambil mendorong Fardhan keluar kamar Risa


"Risa ga janji .. byeeee" kata Risa membuat Fardhan semakin frustasi ...


***


Perjalanan menuju kantor..


hingga akhirnya..


"Sayang aku mau kentut, jangan marah yaa" kata Fardhan membuat Syifa membulatkan matanya...


"Sttoopp, kamu turun terus kentut deh tuh" kata Syifa ketus


"gamau, disisni aja" pancing Fardhan sudah berhasil membuat Syifa berkata


Syifa memukul-mukul lengan suaminya, dengan cepat Fardhan menarik tubuh isterinya, mengecup bibirnya singkat..


"ihhhhhhh, apaan si" kata Syifa tersipu namun ia tetap bicara dengan ketus


Fardhan yang masih menggenggam jemari tangan isterinya pun mengecupnya berkali-kali ..


"jangan marah sayang, aku udah baikan sama Risa" kata Fardhan

__ADS_1


"hemmm" jawabnya singkat


"sayang ih, masa pengantin baru masuk kantor diem-dieman si..." kata Fardhan menggoda isterinya


"entar di sangka aku ga bisa puasin kamu" tambahnya


Syifa membulatkan matanya...


yang ada aku yang gak bisa ngimbangin kamu- Batin Syifa


"Aku ga marah, asal ada syaratnya" kata Asyifa


"Apa?" katanya


"Kasih Risa kebebasan dalam batasan" kata Syifa membuat Fardhan diam sejenak


"Iyaa aku udah coba kok, bantuin yaa??" kata Fardhan dengan manisnya


"aku mau kamu bisa atur emosi kamu, aku ga suka sikap meledak-ledak kamu itu, soalnya aku juga Type yang seperti itu.. aku takut saat kita berdua emosi kita ga bisa kontrol, makanya aku mau kita perbaiki hal buruk itu..." kata Syifa di atas kekhawatiran nya...


"Baik.. Insya Allah kita benahi diri bersama, Saling mengingatkan! " kata Fardhan menyodorkan kelingking nya lalu di smabut baik dengan menyatukan kelingkin Syifa dengan kelingkin suaminya...


Fardhan kemudian mendekap Syifa erat sambil menyetir dengan satu tangan...


Syifa dengan nyamannya berada dalam dekapan suaminya...


Kamu memang hebat, bisa menjadi peredam emosiku .. Terimakasih yaa Allah - Batin Fardhan


***


MAKASIH YANG UDAH DOAIN AKUU YAAW, maaf gabisa balas satu persatu, Tapi aku baca komen kalian satu persatu kok hehe...


Aku sudah jauh membaik kok, berkat doa dan semangat kalian... Terimakasih kesayangan ku semuaa ❤️❤️❤️😍😇🙏😘😘😘


Like


komen


vote

__ADS_1


dan


Mampir ke PELANGI SETELAH HUJAN YAA...


__ADS_2