
Dari mana Risa?" kata Fardhan ketus..
Risa baru saja tiba dan bersalaman dengan Ibu Erna kala itu..
biasanya kak Fardhan panggil aku adek..Ada apa ini? Apa karena aku kelamaan yaa make mobilnya? tapi kan dirumah juga mobil banyak- Batin Risa
"Pergi sama temen kak, terus tadi ada pasien yang minta konseling dadakan" kata Risa jujur
"Teman? Teman siapa?" Fardhan mulai menaikan nada bicaranya
Syifa dan ibu Erna pun memperhatikan sikap aneh Fardhan..
Dari atas Barry mendengar Fardhan sudah menaikan nada bicaranya memutuskan untuk turun..
"Ya teman aku kak, Kaka kenapa jadi jutek gitu ke Risa?" tanya Risa seolah tak terima
"iya sayang, kamu kenapa si?" tanya Syifa
"Diam Kamu! ini urusan aku dan Risa, kamu jangan ikut campur!" kata Fardhan membentak Syifa membuat Syifa ingin sekali menangis mendapat bentakan itu, dengan cepat Ibu Erna menggenggam tangan Syifa seolah memberi kode untuk sabar, tenang dan diam...
"Kamu Pergi sama Mantan Pemakai Narkoba hah? kamu jatuh cinta sama dia?? Gilak kamu Risa!" Kata Fardhan to the Poin.. Risa merasa tersentak, tubuhnya melemas seketika
"Fardhan!! " Bentak Barry yang Baru turun..
"Risa udah dewasa dia bisa memilih" kata Barry yang lebih tenang..
"Gak bisa, lu harusnya mikir dia adik kita, dia tanggung jawab kita" bentak Fardhan
"Gue tau dia adik kita, makanya kita bisa suport dia selagi masih di batas ambang wajar, jangan terlalu kaku" Timpal Barry
"ambang batas apa maksud lu? mantan pecandu lu bilang masih di ambang batas???" gak waras lu"
"Dia bukan pecandu kak, dia cuma di jebak!!!" kata Risa
"Di jebak awalnya kesana nya? intinya jatuhin dia!!"
__ADS_1
"Gak mau! Kaka jangan egois!" bentak Risa tak mau kalah
"Bagus ya!Baru sehari jalan sama dia kamu bisa bentak Kaka kaya gitu hah?!!" Kata Fardhan menaikan nada bicaranya
"STOP!!!" teriak ibu Erna sambil berdiri
"Apa kalian tidak menghargai mama disini hah?" sambungnya membuat semuanya terdiam kaku..
"Fardhan! apa maksud ucapanmu jelaskan! jelaskan dengan baik ke mama!" kata Ibu Erna menahan emosinya
Risa tertunduk merasakan situasi ini sangat membuatnya frustasi..
"Reza, sepupu Tiara.. mendekati Risa dan Risa jatuh cinta sama Reza, padahal asal mama tau yaa mah, kalo Reza mantan pemakai obat terlarang" kata Fardhan menjelaskan, Risa menitihkan air matanya dengan cepat Syifa memeluknya meski Syifa juga merasa kaget dengan apa yang suaminya ucapakan..
"Mama sudah tau!" ucapnya membuat seluruh orang di ruangan itu membulatkan matanya
"Beberapa hari lalu Ibu nya Tiara datang, bersama Reza, wajar dong mama nanya kenapa Reza ga flight, akhirnya Ibunya Tiara menjelaskan semuanya di hadapan Tiara..
dan kamu tau, semua membuktikan bahwa Reza benar-benar di jebak, bahkan dia baru memakainya sekali itupun hanya untuk menambah rasa percaya dirinya dekat dengan adik kamu" timpal ibu Erna penuh ketegasan
"Rissa masuk kamar!" titah ibu Erna kali ini dengan nada yang cukup tinggi..
Risa pun berlari kecil melewati Fardhan..
"Kaka Jahat, Kaka ga bisa hargain perasaan Risa" kata Risa lalu berlari ke kamarnya mengunci kamarnya rapat
"Mama juga mau yang terbaik untuk anak-anak mama Dhan, pelajaran hidup mama soal menentang kebahagiaan anak sudah cukup saat Tiara terluka.. Reza orang baik, orang tuanya pengusaha sukses asal Jiran, bahkan dia punya perusahaan anakan disini.. Tolong kamu rubah sikap posesif berlebihan mu, jangan sampai kamu dan kita semua disini mengalami hal yang sama seperti apa yang pernah mama rasakan waktu Tiara terbaring koma" kata Ibu Erna kemudian pergi menuju kamarnya...
Syifa pun menghela nafasnya..
meninggalkan Barry dan Fardhan di ruang tersebut..
Wajah masam Syifa sangat terbaca jelas kala itu...
hemm rasain lu Dhan, alamat libur seminggu lu! - Batin Barry
__ADS_1
Fardhan masih mematung mencerna perkataan Ibu Erna tadi...
"Istirahat sana, tenangkan diri.. Besok bicara baik-baik sama Risa.. gue tau lu terlalu sayang sama dia.." kata Barry sambil menepuk bahu Fardhan lalu ia meninggalkan Fardhan seorang diri...
"Susul Syifa atau lu libur ena ena selama sebulan bahkan setahun" bisik Barry membuat pemikiran Fardhan seolah langsung Ter distrek dengan sendirinya...
****
Fardhan masuk ke kamar nya perlahan.. Ia tak menemukan isterinya di dalam kamar, tapi ia mendengar air washtafel nya menyalah, sudah di pastikan Syifa berada di kamar mandi..
Dua puluh menit...
Syifa keluar dengan piyama tidurnya tanpa mengenakan jilbabnya.. ia tidak memandang suaminya sama sekali.. dengan santai ia naik ke ranjangnya tidur menghadap ke jendela kamar...
"Yank, baju tidurku mana?" kata Fardhan basa basi
Syifa menghela nafasnya lalu ia bangkit dari tidurnya, menuju lemari dan mengambil satu set piyama tidur dan meletakkannya di atas kasur begitu saja tanpa berkata satu kata pun...
Masa si gue bakal libur sebulan bahkan setahun... batinnya..
"Sayang.. aku minta maaf soal tadi.." kata Fardhan setelah mendapat perlakuan cuek isterinya
Syifa tidak berucap apapun...
dengan cepat Fardhan menghampiri isterinya..
"Sayang maafin aku, gak ada niat aku bentak kamu, maaf" kata Fardhan memelas dan meraih tangan Syifa lalu mengecupnnya berkali-kali
"Udah keluar setan nya?" Kata Asyifa dengan ketus, membuat Fardhan mengerutkan keningnya...
*****
Sayang-sayangku.... maaf yaa aku dari kemaren up-nya dikit, tempo hari aku kecelakaan kecil hehe
sebenrnya bete ga ngapa-ngapain tp kok ga konsen buat nulis ngerasain kaki ngebet abis di jait hehe jadi mohon bersabar yaa, aku juga maunya up tiap hari biar Cepet selesai hehehe
__ADS_1
Sekali lagi Mohon Maaf yaa temen-temen 🙏🙏❤️❤️