Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS - Niat Vita 2


__ADS_3

Di Toilet Resto..


Setelah mengajak Roy dan Vita mereka bergegas menuju restoran terdekat.. Tiara lebih dulu memutuskan untuk ke toilet, lalu Vita menyusul dengan niat tertentu pastinya...


"Vitaa" ucap Tiara saat keluar dari salah satu bilik toilet


Vita tersenyum, namun nampaknya senyuman itu masih terpercik rasa kesal pada Tiara..


"Sudah?" Tanya Vita memastikan


Tiara mengangguk


"Apa ada sesuatu hal yang mau kamu tanyakan?" Kata Tiara sambil mencuci tangannya..


Tiara menatap Vita dari Cermin yang cukup lebar di hadapan nya..


Vita melakukan hal yang sama, Vita mencuci tangannya, wajahnya tertunduk memperhatikan pergerakan tangannya yang sudah berlumuran sabun itu...


"Aku mengenal Barry sejak aku masih sekolah" ucap Vita Tiba-tiba.. membuat Tiara membulatkan matanya, tidak disangaka Vita akan mengulik masa lalunya..


Tiara hanya diam, ia santai membilas tangannya agar bersih dari sabun yang membalut tangan putihnya..


"Aku sangat dekat dengan Barry, juga Fardhan begitu juga dengan Tante Erna..." kata Vita sedikit terhenti, menbuat Tiara semakin penasaran di buatnya


"Tapi sayang, kebaikan Tante Erna sepertinya berlaku juga untuk Roy juga Kevin.. Karena Barry selalu menganggapku sahabat, terlebih aku hanyalah sahabat Fardhan..." ucapnya kemudian ia mengibaskan Kedua tangannya ke arah washtafel


Tiars membalikan badannya bersandar di table washtafel..


Kini seolah mereka berhadapan, hanya saja mereka sejajar namun berjarak..


Tiara memandang wajah sendu Vita..


"Apa kamu bisa menebak? bagaimana perasaanku kepada Barry?" tanya Vita menoleh ke arah Tiara


Tiara tertunduk sambil mengeringkan tangannya dengan Tisu


"Apa kamu menyukai Barry?" Tanya Tiara sedikit bergetar


"Lebih dari itu, ada secercah rasa cinta untuk nya.." kata Vita membuat Tiara tersentak, Tiara merasa hatinya sedikit perih mendengar ucapan Vita..


Vita melirik Tiara, mendapati wajah Tiara yang mendadak menjadi sendu bercampur kesal


"Aku pikir setelah kita berjauhan, akan timbul rasa Rindu, ah tapi aku hanyalah wanita dengan rasa percaya diri berlebihan" Kata Vita sedikit tertawa


"Vitaa, apa maksud mu berbicara semua ini?" Tanya Tiara nampak wajah bingung


Vita menyungingkan Bibirnya..


"Please jangan berfikir macam-macam.. aku hanya ingin mengakui perasaanku pada Barry.. oh maksud ku aku hanya ingin memberi tahumu tentang rasa ini, agar kamu lebih bersyukur bisa memiliki Barry" Kata Vita dengan gaya bicara nya yang terlihat sedikit sombong itu..


"Aku sangat bersyukur, dan Terimakasih telah mengingatkan ku tentang rasa Syukur yang sebenarnya tak perlu aku umbar" kata Tiara sedikit menaikan nada bicaranya


"tenanglah Tiara, kau ini sepertinya belum mampu mengendalikan emosi mu yah" Kata Vita meledek


Tiara menghela nafasnya sedikit kasar..

__ADS_1


kenapa aku jadi mudah emosional..


"Aku permisi Vita. aku rasa Barry sudah cemas menungguku" Kata Tiara mencoba melangkah, namub langkahnya seolah berbalik karena lengan Tiara di tarik cukup keras oleh Vita


"awww" pekik Tiara merasakan sedikit goresan di lengannya karen kuku-kuku Vita yang runcing dan berwarna marron itu


"Aku akan menjauhi kalian..." ucap Vita Lirih


"Aku Tau,, sepertinya sudsh tidak ada lagi secercah harapan itu, Tapi jika kamu mau memberikan secercah cela aku bisa saja masuk" Kata Vita membuat Tiara terbelatak mendengar akhir kalimat Vita


"Vita sadarlah, apa kamu tidak merasa jika ini hanyalah obsesimu semata?" Kata Tiara dengan berani


"Obsesi? apa maksud mu?" kata Vita bingung


"Apa kamu yang menerorku?" Kata Tiara yang sudah sangat emosional


"Apa kau gila hah?" kata Vita tak terima


"Vita, jujurlah.. apa karena perasaan mu terhadap Barry jadi kamu menerorku hampir setiap hari, membuatku celaka bahkan mungkin akan membuatku mati lalu berpisah dengan Barry" kata Tiara dengan meninggikan Suaranya


"hey jaga bicara mu!" Kata Vita dengan Amarah yang juga kian memuncak


" Aku wanita berpendidikan, untuk apa aku melakukan hal menjijikan itu, dan ternyata banyak juga musuh mu hingga ada yang berani meneror mu ya?!" sambung Vita dengan sinisnya


benar juga, Vita sangat berpendidikan, dia juga terlihat sangat elegant dan terlihat dari keluarga baik-baik dsn terpandang,, mana mungkin ia melakukan hal gila ini...


"Ternyata banyak juga yang tidsk menyukaimu yaa. apa karena hubungan mu dengan Barry? Sungguh aku ikut prihatin mendengar pengakuan mu secara tidak langsung" kata Vita terkekeh merasa dirinya berada di posisi yang benar..


"Vita!! Aku dan Barry saling menncintai, bahkan Barry lebih dulu mendekatkan dirinya bukan aku yang mengejarnya.. jika kamu dan atau mereka yang tidak menyukai hubungan aku, apa itu salahku? itu salah kamu dan mereka yang tidsk mampu seperti diriku!!!"


Tiara membentak Vita lalu bergegas melangkahkan kakinya keluar Toilet


Tiara mencoba menetralkan mimik wajahnya, tentu ia tak inggin Barry mengetahui apa yang telah terjadi antara dia dan Vita..


"Kenapa lama sekali?" Tanya Barry


"Air nya mati, jadi aku harus menunggunya" Kata Tiara beralasan


"Dimana Vita?" Tanya Roy.


"Dia baru saja masuk, mungkin sebentar lagi kembali" kata Tiara menjawab pertanyaan Roy


Vita datang dengan senyum terpanacar seolah tidak ada yang terjadi antara ia dan Tiara.. yaa meski ia sangaat kesal dengan sikap Tiara yang terkesan meremehkannya..


"lo lama, kita jadi makan duluan" Kata Roy ketika Vita datang


"Gak masalah" Ucap Vita Tersenyum


"Barr, kenapa makan mu sedikit sekali" Kata Vita seolah memperhatikan Barry


Tiara melirik isi piring Barry


"gaperlu berlebihan, aku lagi diet biar makin gagah saat di pelaminan" kata Barry terkekeh


DENG!

__ADS_1


gue salah strategi!


"Asleeeee Barrr" Ledek Roy sambil tertawa begitu juga Tiara, ia hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya..


"kalian pesawat jam berapa?" Tanya Barry


"jam 4.20" sahut Roy


"Lo langsung balik?" tanya Roy pada Barry


"iya gue anter Tiara pulang, baru pulang. kenapa?"


"Gapapa" sahutnya


"Tiara, kalo ada temennya jomblo boleh ya kenalin sama gue" Kata Roy dengan menaikan alis nya naik dan turun


"hemm buaya!!" kata Barry melempar gumpalan tisu


"Jangan mau sayang, dia Buaya Darat! kata Barry terkekeh


"iya beda ama lo, buaya piaraan" ledek Roy


"yaa Tiara kalo ada yang jomblo kenalin yaa. Mas Roy sudah siap berumah tangga" kata Roy dengan pedenya


"Sama sekertaris Fardhan aja, namanya Tya" ucap Tiara sambil terkekeh, Barry juga tertawa mendengarnya


"nah gue setuju kalo lo sama Tya" kata Barry pada Roy


"cocok ya sayang" Kata Barry meminta pendapat Tiara


Tiara mengangguk sambil menahan tawanya


"ah sayang banget kemaren gue gak ketemu dia ya" kata Roy malah membayangkan pikiran kotornya


Barry dan Tiara malah menahan tawanya..


sementara Vita masih diam, ia merasa sangat tidak di hargai keberadaanya..


kamu baik Tiara, luguh..


tapi kenapa harus kamu lawan ku! mana tega aku membuat wanita seperti mu menderita..


Tadi dia bilang, ada yang menerornya..


siapa dia? Ah aku gak boleh terlalu jauh mencampurinya..


Aku ikhlas Barry bersama wanita baik sepertinya.. meski aku kesal melihat kemesraan itu...


Batin Vita...


****


Nah loh!


kalo bukan vita siapa yang kasih teror?

__ADS_1


oh iyaa, aku yang kasih teror yaa hahaha


Jangan Lupa yaa like komen dan Vote nya hihii 😉😉😉😉😉😉


__ADS_2