
.
.
.
.
-Keesokan harinya-
Reyna dan Rosa menuju rumah Aditya untuk melihat keadaan Aditya, setelah mendengar hasil pemeriksaan Aditya kemarin.
"Ros..." Tanya Reyna
"Ada apa?" Jawab Rosa
"Aku takut Aditya marah padaku."
"Aku yakin Aditya bukan orang yang tidak bisa mikir jernih Reyn."
"Okelah."
Sesampainya di depan gang rumah Aditya, Rosa memarkirkan mobilnya dan berjalan masuk gang bersama Reyna.
"Aditya..." Kata Rosa dan Reyna bersamaan
Ketika masuk mendekati pintu rumah Aditya betapa terkejutnya mereka, melihat Keysa yang membukakan pintu untuk mereka.
"Masuklah, Aditya lagi mengobati lukanya dengan Dion di dalam." Kata Keysa sambil membuka pintu dengan lebar.
Rosa dan Reyna hanya saling memandang melihat Keysa yang berubah menjadi sedikit sopan.
Selang beberapa menit Aditya dan Dion keluar.
"Kalian sudah sampai? Kapan?" Tanya Dion pada Reyna dan Rosa
"Sekitar beberapa menit yang lalu." Jawab Rosa
"Di, bagaimana keadaanmu?" Tanya Reyna pada Aditya
"Sudah mendingan." Jawab Aditya
"Aku minta maaf banget Di, sudah bikin kamu seperti ini." Kata Reyna sambil menundukkan
"Tidak apa, ini bukan salahmu."
Keysa hanya memandangi Aditya yang sedikit hangat pada Reyna, berbeda dengan sikap Aditya padanya.
"Apa lukamu masih terasa sakit Dit?" Tanya Rosa
"Sedikit."
Sekitar hampir satu jam mereka berbincang-bincang, ponsel Reyna berbunyi untuk ke tiga kalinya membuat Rosa, Dion, dan Aditya melihat ke arah Reyna bersamaan kecuali Keysa yang sibuk mengupas apel untuk Aditya.
"Siapa?" Tanya Dion dengan penasaran
"Kak Ivan." Jawab Reyna sambil meletakkan ponselnya lagi
"Angkat saja Reyn, siapa tahu penting." Sahut Rosa
"Tidak Ros, apa yang dia lakukan pada Aditya sudah keterlaluan."
"Angkat saja, lagi pula aku memaklumi sikapnya." Jawab Aditya
"Aku angkat dulu."
Reyna pergi sedikit menjauh dari teman-temannya untuk mengangkat telfon Ivan.
__________
^^^"Ada apa kak?"^^^
"Jangan marah terus seperti ini sayang, maafin aku."
^^^"Apa yang kakak lakukan pada Aditya^^^
^^^sudah keterlaluan, bahkan karena kakak Aditya harus menahan sakit."^^^
"Kenapa kamu membelanya terus?"
^^^"Aku tidak membelanya, apa yang telah^^^
^^^kakak lakukan sudah keterlaluan."^^^
"Oke, aku minta maaf. Sekarang kamu
dimana aku ingin berbicara padamu."
^^^"Aku dan Rosa sekarang di rumah Aditya, disini juga ada Dion dan Keysa pacar^^^
^^^Aditya."^^^
"Aku akan ke sana untuk menjemputmu."
^^^"Tidak perlu kak, kalau mau bertemu denganku jemput aku nanti malam saja^^^
^^^jam 19.00."^^^
"Baiklah, cepat pulang dan istirahat."
^^^"Iya kak."^^^
__________
Panggilan terputus.
Reyna duduk di tempatnya tadi, dengan wajah yang sedikit murung. Rosa paham pasti Reyna masih jengkel dengan sikap Ivan pada Aditya.
"Pulanglah, aku tidak mau kekasihmu salah paham lagi." Kata Aditya membuat terkejut
Yang ada dalam pikiran Reyna Aditya masih marah, bahkan dia salah mengartikan ucapan Aditya. Membuat Reyna meneteskan air mata dan keluar dari rumah Aditya.
"Reyn..." Teriak Rosa dan Dion
Rosa mengejar Reyna yang menangis sambil keluar rumah Aditya, Rosa mengerti bahwa hati Reyna terlalu lembut bahkan dia masih merasa bersalah pada Aditya membuatnya salah paham atas ucapan Aditya.
"Tenangkan dia dulu, kenapa dia tersinggung." Kata Aditya
"Kamu tau kan, hati Reyna itu terlalu lembut mendengar ucapan mu yang kaku di keadaan seperti jelas membuatnya tertekan, dia pikir kamu marah padanya." Jelas Dion pada Aditya
Aditya hanya mengusap kepalanya, karena tidak paham dengan keadaan di sekitarnya.
"Dit, waktunya kamu minum obat. Aku ambilkan obatmu dulu ya." Kata Keysa memotong kesunyian diantara Dion dan Aditya
***
"Reyn tunggu, kenapa kamu lari?"
"Adi marah padaku Ros, aku tidak tahu harus bagaimana. Bahkan aku tidak menyangka jika kak Ivan bersikap seperti itu."
"Oke kita kembali dulu, kamu tenang. Aku yakin Aditya tidak marah padamu, bahkan dia sudah bilang jika ini semua bukan salahmu. Hanya saja kamu tahu sendiri sifat Aditya itu bagaimana? Dia memang dingin, cuek, dan kaku. Dia tidak marah padamu Reyn, dia hanya khawatir jika kamu punya masalah dengan Ivan. Oleh sebab itu, dia menyuruhmu untuk pulang Reyn itu bukan berarti dia marah padamu, dia hanya mengkhawatirkan mu." Jelas Rosa sambil memeluk Reyna
Reyna yang mendengar hal itu, merasa sedikit lega dan mau kembali ke rumah Aditya.
***
Aditya meminum obat yang diberikan Keysa, dan berjalan menuju kamarnya untuk istirahat.
Saat Rosa dan Reyna kembali ke rumah Aditya, mereka tidak melihat Aditya hanya Dion dan Keysa yang sibuk dengan ponsel mereka masing-masing.
"Dimana Aditya?" Tanya Rosa
"Aditya sedang istirahat." Jawab Keysa
"Reyn kamu tidak perlu menangis, Aditya tidak marah pada mu. Hanya bahasa dia saja yang kaku." Jelas Dion mendekati Reyna
__ADS_1
"Iya Yon, makasih."
-Pukul 17.00-
(Chatting)
---------
"10 menit lagi aku sampai di rumahmu, sayang."
^^^"Iya hati-hati."^^^
--------
Ting Tong....
Suara bel rumah Reyna berbunyi, Reyna segera membuka pintu gerbangnya dan melihat Ivan yang membawa buket bunga besar.
"Kak..."
"Maafin aku sayang." Sambil memberikan buket bunga pada Reyna.
Reyna bingung harus senang atau sedih, bahkan dia tidak bisa melihat kekasihnya memohon terus padanya.
Reyna menerima buket bunga itu, dan Ivan memeluk Reyna tanpa balasan dari Reyna. Di hatinya yang paling dalam, Reyna merasa tidak tega marah selama berhari-hari pada Ivan. Disisi lain, Reyna kecewa dengan sikap Ivan yang sudah melukai Aditya karena kesalahpahaman nya.
"Kita langsung jalan?" Tanya Ivan sambil membuka pintu mobil untuk Reyna
Reyna hanya menjawab pertanyaan Ivan dengan anggukkan.
Dalam perjalanan, Ivan berusaha membuat suasana menjadi hangat. Namun Reyna masih belum bisa seperti biasanya saat bertemu Ivan.
Ivan yang melihat Reyna hanya diam saja, menghentikan mobilnya ditepi jalan.
"Sayang, lihat aku. Apa kamu masih marah denganku?" Tanya Ivan sambil memegang tangan Reyna
"Tidak kak."
"Jangan seperti ini sayang, aku benar-benar minta maaf. Aku akan minta maaf pada Aditya besok, jangan seperti ini lagi. Aku tidak mau kita marahan terus seperti ini sayang."
"Kak.."
" Sebenarnya kakak anggap hubungan kita apa?"
"Kenapa kamu tanya seperti ini?"
"Kak, selama hampir 4 tahun kita pacaran. Aku tidak pernah melihat bahkan mendengar tentang sikap kakak yang seperti ini, marah besar dan tega ninggalin aku di jalan karena kesalahpahaman? Kakak pikir aku tidak sakit hati? Kakak pikir aku bakal bangga melihat kakak memukuli Aditya sampai seperti itu dengan alasan kakak cemburu? Aku seneng kalau cinta kakak ke aku tidak berubah tapi bukan seperti ini kak caranya kamu menyelesaikan masalah." Jelas Reyna sambil menangis
"Aku minta maaf banget sayang, maafin aku. Jangan menangis aku mohon, jangan menangis. Aku hanya tidak mau kamu dimiliki orang lain, maafin aku."
"Aku gak mau melihat kakak berubah, aku tidak mau melihat kakak sekejam kemarin."
"Iya sayang maafin aku, aku janji akan jaga emosiku."
"Kita jalan lagi ya?"
Reyna dan Ivan melanjutkan perjalan mereka, Reyna merasa lega bahwa Ivan masih seperti dulu dan mau berjanji padanya tidak mengulangi hal itu lagi.
***
Keysa mengirimkan beberapa pesan dan belum juga dibales oleh Aditya.
(Chatting)
---------
^^^"Apa lukamu masih sakit?^^^
^^^Gue ke sana ya?"^^^
^^^"Dit.."^^^
^^^"Aditya.."^^^
^^^"Apa kamu lupa pesan papa?"^^^
^^^"ADITYA..."^^^
^^^"Dit..."^^^
"Ada apa?"
^^^"Apa lukamu masih sakit?"^^^
^^^"Gue ke rumah lo ya?"^^^
^^^"Lo mau makan apa?"^^^
"Tidak perlu"
"Sudah malam"
^^^"Tapi lo gimana? Gue ke sana pak Iwan"^^^
^^^"Jadi lo gak perlu khawatir."^^^
"Tidak usah"
^^^"Dit..."^^^
^^^"Gue kangen lo."^^^
^^^"Apa tidak bisa kita seperti orang pacaran pada umumnya?"^^^
^^^"Apa yang kurang dari gue Dit?"^^^
(Read)
-------------
*Bahkan Aditya tidak tertarik untuk menjawab pesanku* batin Keysa
Keysa menekan beberapa nomer dan menelfon Tia dan Zahwa, dia tidak tahu harus cerita ke siapa jika bukan ke dua Temannya.
(Panggilan grup)
________
T: "Hai gaes"
Z: "Gue kangen banget sama kalian. Huhuhu."
"Ada yang ingin gue tanyakan pada kalian"
Z: "Ada apa Key, tiba-tiba lo serius gini."
^^^"Gini sampai sekarang Aditya tidak luluh sama semua perhatian gue, gue harus bagaimana lagi. Jujur gue capek banget, bahkan Aditya tidak berusaha untuk^^^
^^^sayang sama gue."^^^
T: "Jangan nangis key, tenang gue paham banget sama apa yang lo rasain. Tapi menurut gue ada yang Aditya pertimbangkan itu sebabnya dia masih menutup dirinya buat lo."
Z: "Gue yakin Key, cepat atau lambat Aditya akan luluh dengan perhatian yang lo beri. Jangan berhenti sampai sini Key, lo harus pertahankan Aditya."
^^^"Gue sayang banget sama dia, gue gak tau harus dengan cara apa. Gue gak mau^^^
^^^sampai dia suka dengan cewek lain dan bukan gue, bahkan gue sudah tau sendiri kalau Aditya ke rumah Reyna dan^^^
^^^memberi Reyna hadiah."^^^
T dan Z: "What???"
Z: "Lo serius Key?"
__ADS_1
T: "Bukannya si Reyna sudah punya pacar?"
" Bahkan menurut gue, Aditya bukan orang yang suka dengan pacar orang lain. Bahkan sampai bersikap seperti itu."
Z: "Iya Key, gue setuju dengan Tia. Lo tau sendiri Aditya itu orang yang cuek, dingin, kaku, bahkan gak bisa senyum. Bahkan hati saja dia gak punya sepertinya. Gak mungkin Aditya kayak gitu."
^^^"Tapi kenyataannya seperti itu, gue^^^
^^^denger sendiri dari pacar Reyna saat^^^
^^^menemui Aditya."^^^
T: "Coba lo pikir pelan-pelan Key, gue yang gak pernah ngobrol sama sekali dengan Aditya, gue paham Aditya itu orang seperti apa. Bahkan bagi gue dia tidak tertarik pada wanita."
Z: "Iya Key, gak ada salahnya lo percaya sama Aditya dan usaha lo sendiri. Kalau lo mau sabar, pasti bakal berjalan sesuai apa yang lo mau."
^^^"Gue chatting dia tadi, dan kalian tau apa jawaban dia ke gue? Dia cuek gak perduli sama perasaan gue, bahkan setelah papa^^^
^^^gue pesan untuk gue nemenin dia. Dia^^^
^^^tidak mau nerima gue, dan menyuruh gue pulang."^^^
T: "Key gue hanya bisa ngasih saran yang baik buat lo dan hubungan lo."
"Mau batu sekeras apapun, kalau terkena air terus akan terkikis. Begitu juga dengan Aditya."
Z: "Mau bagaimanapun Aditya pacarmu Key, kamu berhak memperjuangkan dia terus."
^^^"Bagi gue dia pacar gue tidak dengan^^^
^^^gue di matanya."^^^
Z: "Lo tenang dulu sekarang pikirkan baik-baik ucapan gue dan Tia."
T: "Gue dan Tia akan selalu support lo Key, lo harus kuat."
^^^"Makasih, cuma kalian yang paham gue."^^^
Z: "Sekarang lo tidur, besok pagi lo harus ke rumah Aditya untuk nyiapin sarapannya kan?"
^^^"Iya Wa, gue tidur dulu ya. Makasih sudah mau dengerin curhatan gue gaes."^^^
^^^"Good night"^^^
T dan Z: "Good night too, bye Key."
________
Panggilan terputus.
"Masih pukul 19.23, besok 2 minggu aku jadian dengan Aditya, apa aku belikan dia sesuatu saja ya?"
***
Reyna dan Ivan berbincang dengan menikmati pemandangan kota di malam hari dari rooftop cafe yang mereka kunjungi.
"Sayang, apa kamu bahagia selama bersamaku?" Ucap Ivan sambil membelai rambut Reyna
"Aku bahagia banget kak." Jawab Reyna sambil memandang wajah Ivan
"Makasih karena kamu sudah mau bersamaku sayang."
"Aku juga terima kasih banyak karena kak Ivan memilih aku buat bersama kak Ivan."
"Kita pulang sekarang? Sudah semakin malam, angin juga semakin dingin."
"Sebentar lagi kak, aku masih ingin disini."
Ivan melepas jas nya dan menyelimuti tubuh Reyna yang sedikit menggigil karena angin yang semakin dingin.
"Kak..." Ucap Reyna sambil melihat ke arah Ivan
"Kamu pasti kedinginan, aku tidak mau kamu sakit."
"Makasih kak."
Reyna memeluk Ivan dan dibalas pelukan hangat oleh Ivan, kebahagiaan menyelimuti keduanya.
-Pukul 22.00-
Ivan yang melihat ke arah Reyna yang tiba-tiba diam dan tidak menanggapi ucapannya, telah tertidur pulas dibahu nya.
"Sayang bangun, ayo kita pulang. Kamu pasti capek."
"Mm bentar kak."
Ivan hanya tersenyum melihat tingkah lucu kekasihnya, Ivan semakin tidak tega membangunkannya namun dia harus membawa Reyna pulang karena hari sudah semakin larut.
"Ayo kita harus pulang sayang." Ucap Ivan sambil memegang dagu Reyna
Ivan mendekatkan wajahnya ke arah wajah Reyna, dan berusaha menggoda Reyna.
"Kalau kamu tidak bangun, detik ini juga aku akan mencium mu."
Ucapan Ivan membuat Reyna langsung membuka matanya dan mendorong Ivan menjauh darinya.
Ivan terkekeh melihat tingkah lucu Reyna, Reyna kesal dengan Ivan tak memukul dadanya. Ivan menarik Reyna dalam pelukannya.
"Maafin aku, aku tidak akan seperti itu. Aku hanya ingin membangunkan mu."
"Tapi tidak dengan cara itu kak."
"Iya-iya maafin aku ya."
Setelah puas berpelukan, Reyna mengajak Ivan untuk pulang. Di dalam mobil Reyna terus merangkul tangan Ivan membuat senyum Ivan terus mengembang.
"Kak antar aku ke rumah sakit saja ya, aku mau gantiin mama buat jaga nenek."
"Mau aku temenin?"
"Tidak perlu kakak pulang saja, besok ada jadwal kuliah kan?"
"Baiklah, kamu juga istirahat ya jangan begadang. Ingat besok pengumuman masuk universitas, good luck. Aku yakin kamu bisa."
"Iya kak makasih ya."
"Besok mau berangkat bareng?"
"Boleh kak."
"Oke besok aku jemput kamu jam 07.30 ya."
"Siap kak aku tunggu."
-Sesampainya di depan rumah sakit-
"Kak aku masuk dulu ya, kakak hati-hati di jalan."
"Iya sayang, good night."
"Daaa kak"
Reyna hendak turun dari mobil Ivan, tangannya ditahan oleh Ivan. Ivan menarik tangan Reyna, dan memegang lembut pipi Reyna. Ivan mendaratkan bibirnya di kening Reyna, membuat Reyna membulatkan matanya.
"Kak..." Ucap Reyna pelan
"Makasih sayang, aku bahagia punya kamu." Ucap Ivan mengakhiri kecupannya.
Reyna yang malu segera keluar dari mobil Ivan dan berlari memasuki rumah sakit, membuat Ivan tersenyum lebar dengan tingkah imut kekasihnya.
.
.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa vote, like, dan komen :)