
.
.
.
.
"Nona... bangun"
"Hmm?"
Keysa mengusap matanya berkali-kali dan melihat ke arah Aditya yang sibuk melepas sabuk pengamannya.
"Turun"
Aditya meninggalkan Keysa yang masih duduk di dalam mobil, setelah setengah dari kesadarannya pulih Keysa bergegas keluar dari mobil dan menyusul Aditya.
Langkah Aditya berhenti tepat didepan lobi rumah sakit, matanya melihat ke arah jam tangan yang dipakainya.
"Pukul 2.45" Gumam Aditya
Aditya mengeluarkan ponselnya, dan menghubungi bi Inah.
(Panggilan terhubung)
______
^^^"Halo bi?"^^^
"Mas Aditya?"
^^^"Maaf menganggu istirahat bibi, saya dan^^^
^^^nona Keysa sudah ada di lobi rumah sakit. Kamar rawat tuan dimana?"^^^
"Gedung Mawar lantai 2 VVIP 203 mas"
^^^"Baik terima kasih bi"^^^
_____
(Panggilan terputus)
Aditya melanjutkan langkahnya diikuti oleh Keysa dengan jalan sedikit berlari mengimbangi langkah Aditya.
***
Aditya membuka pintu ruang rawat pak Gunawan dan melihat beliau terbaring lemas dengan mata terpejam di atas ranjang.
"Mas Aditya, nona Keysa sudah datang?" Tanya bi Inah berjalan menghampiri mereka
Keysa yang syok melihat keadaan papanya, hendak berlari menghampiri papanya.
Namun, tangan Aditya menahan tangannya. Keysa menoleh ke arah Aditya.
"Kenapa? Aku mau lihat keadaan papa"
"Beliau lagi istirahat, jangan ganggu"
Tangan Keysa dilepaskan oleh Aditya, Aditya berjalan ke arah sofa yang berada disudut ruangan dan membaringkan tubuhnya.
Mata Aditya terpejam karena merasa sangat lelah setelah perjalanan jauh yang ditempuhnya selama hampir 7 jam.
Keysa hanya diam dan duduk di kursi samping ranjang pak Gunawan.
-Pukul 04.12-
"Mas bangun"
Aditya membuka matanya sedikit dan melihat bi Inah membangunkannya.
"Iya bi, kenapa?" Tanya Adita sambil bangun dari posisi tidurnya
"Sudah waktunya subuh mas"
Aditya mengangguk pelan dan berdiri dari duduknya menuju kamar mandi.
Saat keluar dari kamar mandi Aditya melihat Keysa yang tertidur dengan posisi duduk di tepi ranjang papanya.
"Bi, tolong suruh nona pindah ke sofa"
"Baik mas"
"Saya ke mushola dulu"
__ADS_1
***
"Sekalian cari makan" Gumam Aditya berjalan keluar mushola sambil melihat ke arah jam tangannya
Langkah Aditya berhenti di kantin rumah sakit, dia memesan beberapa makanan dan air mineral untuk sarapan nanti.
"Ini mas, semua 98ribu"
Aditya memberikan selembar uang berwarna merah pada penjual makanan.
Saat akan kembali ke kamar, Aditya melihat Keysa yang berlari dengan buru-buru ke arah lobi rumah sakit.
Aditya hanya mengerutkan dahinya sambil terus melihat ke arah Keysa.
*Mau kemana dia lari terburu-buru seperti itu?* batin Aditya
Aditya tidak menghiraukan Keysa dan kembali ke kamar rawat pak Gunawan.
Kriet...
Mata Aditya saling bertemu dengan mata pak Gunawan yang sedang duduk di atas ranjangnya.
"Aditya?"
"Anda sudah sadar pak?" Tanya Aditya pada pak Gunawan sambil mendekatinya dan meletakkan bungkusan makanan di atas meja.
"Iya, padahal saya sengaja tidak menelepon mu supaya tidak khawatir dan kembali kesini. Tapi bi Inah memberitahumu." ucap pak Gunawan
"Saya sudah menyelesaikan meeting dengan beberapa rekan anda dan kemarin hari terakhir, hanya tinggal mengawasi proyek saja pak untuk target pembangunan hari ini akan selesai sekitar 22%."
"Bagus, saya yakin kamu bisa menghandle pekerjaan ini dengan sangat sempurna"
Aditya hanya menjawab ucapan pak Gunawan dengan anggukan dan senyum.
"Keysa dimana? Saya bangun tidak melihatnya disini"
"Tadi nona berlari menuju lobi dengan terburu-buru"
"Terburu-buru? Kemana dia bi?"
"Saya tidak tahu tuan, nona hanya bilang ingin keluar sebentar"
"Cepat sekarang kamu jemput dia bilang kalau saya mencarinya" Kata pak Gunawan pada Aditya
"Baik pak" Jawab Aditya dan berdiri dari duduknya
Kaki Aditya melangkah menuju lobi rumah sakit, saat di sana matanya sibuk mencari dimana Keysa berada. Namun, tidak ada Keysa di sana hanya ada beberapa orang dan petugas rumah sakit.
Aditya berjalan keluar gedung rumah sakit, dia mengitari parkiran mobil dan tanpa sengaja matanya melihat ke arah salah satu mobil yang di dalamnya ada Keysa yang sibuk mengobrol bersama laki-laki kemarin malam yang sempat dia jumpai.
*Sedang apa dia disitu?* batin Aditya
Aditya hanya terus memandangi Keysa dari luar mobil, saat Keysa sedikit menggeser posisi duduknya menghadap ke depan matanya melihat Aditya yang tengah mengawasinya dari luar mobil.
*Aditya? Bagaimana dia bisa tahu aku disini?* batin Keysa
"Bukankah dia laki-laki yang bekerja dengan papamu?"
"Iya, sebentar tunggu disini"
Keysa keluar dari mobil Adam dan berjalan mendekati Aditya.
"Kamu ngapain disini?" Tanya Keysa dengan sedikit hati-hati karena takut menyinggung Aditya.
"Pak Gunawan mencari anda" Jawab Aditya singkat dengan mata tajamnya
Setelah menjawab pertanyaan Keysa, Aditya berjalan meninggalkan Keysa.
***
"Dimana Keysa?" Tanya pak Gunawan saat melihat Aditya masuk ke ruang rawatnya sendirian
Belum sampai Aditya menjawab, Keysa sudah masuk ke dalam ruangan pak Gunawan bersama dengan Adam.
"Selamat pagi om, bagaimana kabar om?" Sapa Adam pada pak Gunawan
"Kamu Adam?" Tanya pak Gunawan
Adam hanya mengangguk sambil tersenyum ke arah pak Gunawan.
"Sudah lama kita tidak bertemu, apa kabar?"
"Baik om, baru-baru kemarin saya dan Keysa bertemu kembali"
Adam dan pak Gunawan sibuk berbincang, Keysa hanya tersenyum melihat papanya yang begitu semangat saat Adam datang.
__ADS_1
Pak Gunawan melirik ke arah Aditya yang sedang sibuk bermain ponsel tanpa tertarik dengan obrolannya dengan Adam.
*Dia terlalu dingin, bahkan melihat tunangannya membawa laki-laki lain dia hanya diam* batin pak Gunawan
"Mas Aditya makan dulu" Kata bi Inah pada Aditya yang hanya memainkan ponselnya
"Iya bi"
Saat Aditya hendak keluar dari ruang inap pak Gunawan dengan membawa sekantong plastik makanan di tangannya, langkahnya dihadang oleh pertanyaan pak Gunawan.
"Mau kemana Dit?" Tanya pak Gunawan
Sontak Aditya langsung berbalik arah mendengar pertanyaan pak Gunawan.
"Saya hanya keluar untuk sarapan pak"
"Kemari dan dengarkan dulu ucapan saya sebentar"
*Saya ingin tahu sebenarnya didalam hatimu menyimpan rasa kesal apa tidak melihat Keysa bersama Adam* batin pak Gunawan
Aditya mendekat ke arah pak Gunawan, dan hanya diam tanpa melihat ke arah Keysa maupun Adam yang ada didepannya.
"Saya sudah pernah bilang jika saya menyuruhmu menjaga Keysa, saya dan putri saya butuh kepastian darimu, sudah lama kamu dan Keysa bertunangan, namun hingga sekarang kalian tidak juga menikah? Mau sampai kapan kamu menyuruh Keysa menunggu? Dia sudah berumur dan waktunya membina rumah tangga, menurut saya melihat dari kerjamu dan gaji mu perbulan sudah siap menikahi Keysa. Untuk apa lagi kamu menunggu?"
*Jadi laki-laki ini tidak hanya pegawai om Gunawan, namun tunangan Keysa?* batin Adam dengan melirik ke arah Keysa
Aditya masih diam tidak menjawab pertanyaan pak Gunawan, mengingat dirinya tidak bisa memaksakan kehendak. Namun disisi lain dia tidak bisa membuat pak Gunawan kecewa.
"Hanya percaya denganmu, tapi melihat kamu yang terus ragu untuk membuat keputusan atas pernikahanmu membuat saya kecewa. Jika kamu belum siap dengan pernikahan, saya hanya ingin kamu mengatakannya. Saya tidak mau memaksamu"
"Papa..."
Pak Gunawan mengangkat tangannya memberi isyarat untuk Keysa agar diam dan tidak ikut campur dalam obrolannya dan Aditya.
"Maafkan saya pak, sebelumnya saya belum ada niatan untuk menikah dalam waktu dekat ini. Jujur saya tidak siap hati maupun mental, karena bagi saya pernikahan tidak hanya menyatukan dua manusia namun bagaimana kita menjalani hidup bersama dan saling menerima. Mengingat keadaan saya yang seperti ini, dibandingkan nona Keysa saya jauh dibawah."
"Jadi kamu tidak siap?" Potong pak Gunawan sebelum Aditya menyelesaikan ucapannya.
Aditya lagi-lagi diam tidak menjawab pertanyaan pak Gunawan.
Pak Gunawan hanya mengangguk pelan
"Kamu boleh keluar" Kata pak Gunawan
"Saya permisi" Kata Aditya dengan mengangguk pelan
Pak Gunawan hanya menggelengkan kepalanya dan merebahkan tubuhnya lagi melihat Aditya yang selalu bekerja baik dengannya tidak berdaya dan bimbang karena keputusan pernikahan.
"Sayang..." Panggil pak Gunawan pada Keysa
"Iya papa?" Sambil membantu pak Gunawan berbaring kembali
"Dengarkan papa, papa tidak akan lagi memaksamu untuk menikah dengan Aditya. Kamu bisa memilih siapapun untuk menjadi suamimu, papa hanya ingin melihatmu bahagia"
Keysa hanya mengangguk mendengar ucapan papanya.
*Hatiku sangat sakit mendengar ucapan dan melihat sikap ragu mu. Mau sampai kapan Dit aku menunggumu? Aku tidak sanggup lagi mendapatkan cintamu* batin Keysa dengan terus menundukkan kepalanya.
"Kamu sudah makan? Makanlah dulu biar aku yang menjaga om Gunawan" Kata Adam sambil menepuk pundak Keysa pelan.
"Terima kasih, aku makan dulu"
Keysa berjalan keluar dengan membawa makanan di tangannya.
Diluar Keysa melihat Aditya yang hanya diam melamun dengan makanan yang masih tertutup rapat.
"Nona, ini air mineralnya" Kata bi Inah membuat Aditya sadar dan menoleh ke arah Keysa dan bi Inah di depan pintu.
Aditya memalingkan wajahnya dari Keysa dan bi Inah lalu membuka styrofoam bungkus makanannya dan menyuapi mulutnya tanpa menghiraukan Keysa.
Keysa mendekati Aditya dan duduk disebelahnya.
"Aku ikut makan disini juga ya" Kata Keysa sambil membuka bungkus makanannya
Aditya hanya mengangguk tanpa melihat ke arah Keysa.
*Kamu benar-benar misterius Dit, bahkan papaku saja tidak bisa mengerti kamu* batin Keysa yang terus menatap Aditya yang tidak memperdulikannya.
.
.
.
.
__ADS_1
Terus support author ya, berkat dukungan kalian author jadi tetap semangat🤗❤
Jangan lupa vote, like, dan komen xoxo❤❤❤