
.
.
.
.
-Pukul 06.30 Di rumah sakit-
"Nek, aku berangkat melihat pengumuman di universitas bina bangsa, doain aku ya." Kata Reyna sambil mengecup lembut kening neneknya
"Kamu hati-hati, doa nenek selalu untukmu." Jawab nenek Kirana dengan senyum tipis
Reyna berjalan keluar rumah sakit untuk menunggu Ivan menjemputnya.
(Chatting)
------------
^^^"Ma aku berangkat, cepat kemari nenek sendirian."^^^
(2 menit)
"Mama sudah di jalan sebentar lagi
nyampai rumah sakit"
"Kamu hati-hati"
"Good luck"
-------------
Reyna baru keluar lobby rumah sakit dan melihat Ivan jalan ke arahnya dengan senyum manisnya.
"Kita berangkat sekarang?" Tanya Ivan menghampiri Reyna
"Kita berangkat sekarang." Sahut Reyna sambil meraih tangan Ivan
"Bagaimana kabar nenek? Nanti setelah ada kelas aku akan mampir kesini lagi."
"Kabar nenek sudah lumayan membaik, mungkin 3 hari lagi nenek bisa pulang."
"Kenapa wajahmu tegang seperti itu?"
"Aku gugup kak, aku lolos tidak ya?"
"Kamu pasti lolos, aku yakin itu." Jawab Ivan sambil membuka pintu mobil untuk Reyna
Dari wajah Reyna terlihat jelas ekspresi tegang dan gugup, bahkan Ivan yang terus berusaha menenangkannya tidak berhasil menghilangkan kegugupan Reyna.
***
"Aditya..." Panggil Keysa sambil mengetuk pintu rumah Aditya
"Tunggu" Jawab Aditya
Aditya membuka pintu dan membuat Keysa tidak bisa berkata-kata di mata Keysa, Aditya sangat tamban dan keren. Menggunakan setelan kemeja berbalut kaos warna putih di bagian dalam kemeja dan celana jeans dengan kancing kemeja yang tidak dikancingkan. Aditya menatap Keysa yang dengan aneh karen memandangi sampai memandanginya tidak berkedip.
"Keys..."
"Iya Dit? Maaf-maaf, kamu hari ini keren." Kata Keysa sambil mengalihkan pandangannya
-Flashback on-
Keysa sibuk memilih kemeja yang cocok untuk Aditya, dia ingin memberi hadiah pada Aditya untuk peringatan 2 minggu mereka jadian.
"Apa yang ini saja ya? Aditya pasti cocok pakai ini."
Keysa menuju kasir dan membayar belanjaannya.
-Di rumah Aditya-
Aditya tengah duduk santai sambil membaca buku, dia mendengar pintu rumahnya diketuk.
Aditya keluar dan membuka pintu rumahnya, dilihatnya Keysa berdiri didepannya dengan membawa 2 kantong paper bag.
"Dit.."
"Ini sudah malam ngapain kamu kemari?" Tanya Aditya ketus
"Maaf Dit, gue ganggu lo ya? Gue kesini sama pak Iwan jadi lo tenang saja."
"Ada apa?" Tanya Aditya sambil duduk di kursi
"Gue kesini cuma mau nganterin makanan dan hadiah buat lo."
"Hadiah?" Tanya Aditya bingung
"Besok kan 2 minggu peringatan hari jadian kita, gue ingin memberi lo hadiah ini. Gue harap lo suka dan mau memakainya saat melihat pengumuman universitas."
Aditya hanya dia sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain, Aditya tidak mengerti jalan pikiran Keysa.
"Lo makan ya, gue sudah beli makanan buat lo. Besok gue kesini buat jemput lo, gue pulang dulu..."
"Selamat malam Dit" Kata Keysa sambil berbalik arah dan keluar dari rumah Aditya.
"Saya antar!" Teriak Aditya
Membuat Keysa terkejut, Aditya masuk dan mengambil jaketnya.
"Gue bisa pulang sendiri sama pak Iwan lo gak perlu nganterin gue"
"Ini tanggung jawabku."
Jawaban Aditya membuat hati Keysa berdebar, walaupun Aditya kaku dan cuek padanya. Disisi lain Aditya selalu tidak tega membiarkan Keysa jalan sendiri.
"Selamat malam pak." Sapa Aditya pada pak Iwan
"Malam mas, apa kabar?" Jawab pak Iwan
"Seperti yang bapak lihat."
Pak Iwan membukakan pintu untuk Keysa dan Aditya.
"Dit, makasih ya lo sudah mau anter gue."
"Hmm"
*Mas Aditya memeng cuek dan kaku, tapi sampai saat ini saya hanya melihat kebaikan dalam dirinya. Bahkan dia mau mengantarkan nona Keysa pulang, terlihat tidak tulus namun dihatinya menyimpan ketulusan.* batin pak Iwan sambil melirik ke arah spion mobil.
Setelah sekitar 30 menit perjalanan, mereka sampai di kediaman keluarga Gunawan.
Pak Iwan membuka pintu untuk Keysa, dan Aditya ikut turun dari mobil.
"Masuklah." Kata Aditya sambil pandangannya memberi isyarat kepada Keysa untuk masuk.
"Lo pulang diantar pak Iwan ya."
"Saya naik taksi saja."
"Sudahlah, lo sama pak Iwan saja.."
"Pak antar Aditya ke rumahnya ya." Perintah Keysa pada pak Iwan
__ADS_1
"Mari mas, biar saya antar." Kata pak Iwan
"Tidak perlu pak saya pulang sendiri, bapak istirahat saja. Makasih, saya balik dulu." Jawab Aditya sambil berjalan menuju pintu gerbang
Keysa hanya memandang punggung orang yang dicintainya berjalan menjauh, Keysa senang karena Aditya tidak menolak hadiah darinya dan bahkan mau mengantarkannya pulang.
Aditya naik taksi untuk pulang, diperjalanan Aditya membuka ponselnya dan mengirimkan pesan pada Dion.
(Chatting)
_________
^^^"Besok Kamu berangkat duluan saja."^^^
(5 menit notifikasi muncul dari ponsel Aditya)
"Mau berangkat dengan siapa kamu?
"Keysa"
"Eeciee tumben, hatimu sudah luluh?"
^^^(Read)^^^
__________
(Batin Dion *Dasar singa beku, beraninya dia hanya membaca pesanku*)
Aditya menyimpan ponselnya lagi dan memandang ke arah luar jendela melihat keindahan kota di malam hari.
Sesampainya di rumah Aditya membuka paper bag yang diberikan Keysa satu berisi makanan dan yang satunya berisi kemeja.
Aditya mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan pada Keysa.
(Chatting)
-----------
^^^"Makasih"^^^
(3 menit)
"Makasih juga lo sudah nganterin gue."
^^^(Read)^^^
-----------
Aditya menyimpan ponselnya lagi dan memakan makanan yang diberi Keysa.
-Flashback off-
"Kita berangkat?" Tanya Keysa
"Hmm"
Selama di perjalanan Aditya dan Keysa tidak saling mengobrol, bahkan Keysa tidak berniat membuka obrolan dengan Aditya karena tidak sanggup jika melihat ke arah Aditya terus.
*Bahkan hanya menggunakan pakaian yang sederhana dia sangat tampan* batin Keysa sambil sedikit melirik ke arah Aditya.
Aditya hanya diam dan menatap ke arah luar jendela mobil, tanpa sedikitpun melihat ke arah Keysa.
-Di universitas bina bangsa-
Ivan dan Reyna telah sampai, baru saja dia membuka pintu. Matanya tertuju pada segerombolan cewek yang memandang ke arahnya dan Ivan.
Reyna terkejut saat Ivan meraih tangannya dan menggandengnya masuk ke dalam gedung universitas.
Disekitar papan pengumuman sudah dipenuhi oleh calon mahasiswa yang sibuk mengantri untuk melihat hasil pengumuman.
Disisi lain Reyna melihat ke arah Rosa dan Dion yang duduk di sekitar area lobby.
Dan membuat Ivan menengok ke arah Rosa dan Dion juga, Reyna mengajak Ivan menghampiri kedua temannya.
"Kalian sudah datang? Tanya Reyna
" Sudah bahkan saat lobby ini masih sepi." Kata Rosa sambil menatap tajam Dion
Membuat Reyna terkejut dan tertawa.
"Terus untuk apa kalian tetap duduk disini? Kalau sudah melihat hasilnya?"
"Untuk menunggumu dan Aditya." Jawab Dion
"Hah?" Kata Reyna sambil bingung
"Kami sudah ambil foto dari hasil pengumuman itu, dan hasilnya kita berempat lolos di universitas ini." Jawab Rosa sambil memberi ponselnya ke Reyna
Reyna dan Ivan membaca hasil itu dan mencari nama Reyna, begitu melihat namanya ada di jurusan impiannya. Sontak Reyna memeluk Ivan dengan perasaan bahagia.
"Selamat sayang, aku bangga padamu." Kata Ivan sambil membalas pelukan Reyna
"Makasih kak." Kata Reyna sambil melepas pelukannya
"Aku gak menyangka, Rosa...." Teriak Reyna Reyna sambil lari memeluk Rosa
"Selamat untuk kita semua, kita lolos di universitas ini dengan jurusan sesuai yang kita mau."
Ivan melihat Reyna yang sangat bahagia membuatnya tersenyum lebar. Ivan melihat ke arah jam tangannya menunjukan pukul 7.05
"Sayang aku masuk dulu, kelasku sudah hampir mulai. Kamu pulang hati-hati ya." Kata Ivan dan membuat Reyna melepas pelukannya dengan Rosa dan mendekati Ivan
"Iya kak, semangat ya."
"Rosa, Dion. Aku titip Reyna." Kata Ivan sambil berjalan menjauh dari mereka.
"Adi dimana?" Tanya Reyna
"Aditya belum datang, dia kesini sama Keysa katanya." Jawab Dion
Belum sampai 1 menit Dion melihat Aditya yang datang bersama Keysa dari kejauhan.
"Aditya..." Teriak Dion
Aditya menoleh mendengar namanya dipanggil dengan suara yang dia kenal.
Aditya dan Keysa menghampiri Dion, Reyna, dan Rosa yang duduk disisi lain lobby.
"Selamat balok es!!!" Teriak Dion, Reyna, dan Rosa bersamaan
Membuat Aditya hanya menurunkan satu alisnya.
"Lihatlah..." Kata Rosa sambil memberikan ponselnya
Aditya tersenyum tipis melihat hasil pengumumannya. Keysa yang melihat itu hanya memandangi Aditya, bahkan dia tidak menyangka jika Aditya bisa tersenyum walaupun hampir tidak terlihat jelas.
"Kita bisa kumpul terus!!" Teriak Dion sambil memeluk Aditya
(Hasil pengumuman)
------------
Aditya Alfahri | S1 Manajemen | Lolos
Dion Kusuma W. | S1 Arsitektur | Lolos
__ADS_1
Reyna Citra M. | S1 Kedokteran | Lolos
Rosalina Fidelya | S1 Ekonomi | Lolos
(*Urutan yang asli tidak begitu ya, itu hanya author singkat*)
-----------
Aditya meringis karena Dion memeluk erat di bagian bekas lukanya.
"Oh maaf maaf, aku terlalu bahagia."
"Dit, gue lihat pengumuman dulu ya." Kata Keysa
Aditya tidak menjawab dan hanya menganggukkan kepala. Dilihatnya Keysa berjalan menuju kerumunan.
"Lihat terus!!!!"
Aditya menengok ke arah Dion yang berteriak dekat telinganya.
"Kalau gak mau dia hilang temenin dong, jangan cuma dilihat." Sambung Dion
Rosa dan Reyna yang mendengar ejekan Dion hanya tertawa, karena mereka tahu Aditya tidak tertarik dengan hal percintaan. Kecuali takdir berubah, dan melelehkan hatinya yang beku.
Aditya duduk di tempat duduk yang tadi diduduki Rosa dan Dion.
Aditya memainkan ponselnya sambil menunggu Keysa, tanpa menghiraukan ketiga temannya berbicara.
"Dit, lihat tuh ada apa dengan Keysa."
Aditya menoleh ke arah yang ditunjuk Dion, Aditya memperhatikan Keysa dari jauh yang terlihat tidak nyaman mengobrol dengan dua orang laki-laki.
Aditya hanya melihat sikap kedua laki-laki itu yang semakin lama berani memegang tangan Keysa.
"Di, lihat Keysa diganggu dengan dua cowok itu." Kata Reyna sambil menggoyang-goyang bahu Aditya
"Iya Dit, kenapa kamu hanya diam?" Tanya Rosa
"Jangan keterlaluan kamu Dit." Kata Dion
Aditya hanya diam dan memperhatikan terus sikap dua cowok yang ada dihadapan Keysa.
Aditya tidak mendengarkan ocehan ketiga temannya yang heboh sendiri, karena kekasih Aditya yang diganggu.
Saat Dion hendak memukul kepala Aditya yang hanya diam melihat Keysa, Aditya berdiri membuat Dion terkejut. Aditya dengan cepat menarik tangan Keysa untuk berlindung di belakangnya.
"Ada apa?!" Tanya Aditya ketus pada kedua cowok dihadapannya
"Santai bro." Jawab salah satu cowok sambil menepuk pelan pundak Aditya
Aditya tidak menjawab dan menepis tangan cowok itu dari pundaknya
"Gue dan temen gue cuma mau kenalan dengan cewek cantik yang ada dibelakang lo." Sambil menatap genit Keysa
"Lagian rugi kalau kita gak kenal cewek secantik dia."
"Bahkan body nya bro..." Sambil menatap Keysa dari bawah hingga atas.
"Jangan ganggu kita mau kenalan. Mending lo pergi"
"Jangan macam-macam sama kita bro, cepat minggir sebelum gue habisi." Sambil mendorong Aditya
Membuat Aditya marah dan menarik kerah kemeja cowok itu, cowok yang satunya bersiap untuk memberi Aditya bogem. Dion yang melihat hal itu langsung menghampiri Aditya, Rosa dan Reyna bingung harus bagaimana. Mereka khawatir karena luka Aditya baru saja membaik.
"Jangan sentuh kekasihku! Saya tidak ragu untuk menghabisi anda!"
Ucapan Aditya membuat Keysa membulatkan matanya, dia tidak menyangka jika Aditya akan menganggapnya sebagai kekasih.
"Ngajak ribut ternyata lo, lo mahasiswa baru kan?"
"Sini lo!!!"
Salah satu senior menarik Aditya keluar dari lobby, sedangkan satunya merapikan kemejanya yang habis ditarik oleh Aditya. Dion mengikuti kearah mana Aditya di tarik, Keysa teriak memanggil nama Aditya. Membuat semua mata tertuju pada mereka.
Aditya di tarik keluar dari universitas tepatnya di gang sepi samping kampus.
Senior itu memberi bogem di pipi Aditya, Aditya tersungkur menerima pukulan keras itu.
Aditya berdiri dan membalas pukulan tepat di pipi kanan senior itu, Dion datang dan bermaksud ingin melerai mereka.
Namun satu senior lagi menarik Dion, Dion dipukul bagian perutnya. Dion berusaha melawan, dan mendaratkan bogem tepat di perut senior itu.
***
"Ros, Reyn, Aditya gimana? Gue takut." Ucap Keysa sambil meneteskan air mata
"Kita samperin mereka, dan meminta bantuan." Kata Rosa
Ketika mereka hendak meninggalkan lobby, Ivan memanggil nama Reyna dan membuat mereka bertiga menoleh ke arah Ivan.
"Kak..."
"Kak tolongin Aditya kak, dia dihajar dua mahasiswa di kampus ini."
"Iya gue mohon tolong Aditya." Pinta Keysa sambil menangis
*Pasti dia kekasih Aditya yang pernah Reyna ceritakan, bukankah dia cewek yang pernah aku tabrak waktu di restoran?* batin Ivan
"Ke arah mana mereka pergi?" Tanya Ivan
"Ke arah sana, sepertinya mereka keluar dari kampus." Kata Rosa sambil menunjuk arah menuju gerbang kampus
"Kalian tunggu sini, biar aku yang nyamperin mereka."
"Hati-hati kak."
"Iya sayang kamu tunggu sini ya." Ucap Ivan sambil mengelus kepala Reyna
Ivan berlari keluar dari kampus, Ivan celingukan mencari dimana Aditya dibawa.
*Dengan situasi jalan yang ramai seperti ini, tidak mungkin mereka menghajar Aditya disekitar sini kecuali jika mereka melakukan di tempat sepi * batin Ivan
"Disini tempat sepi dimana ya??" Tanya Ivan pada dirinya sendiri
Ivan berlari ke arah barat kampus dan mendengar suara sedikit ricuh, Ivan mendekati gang di samping kampus dan melihat mereka berkelahi di sana.
"Apa yang kalian lakukan?!" Bentak Ivan membuat dua senior itu menoleh
"Kalian lagi?" Sambung Ivan
"Kamu mengenal mereka berdua?" Tanya Dion
"Manusia pengganggu ketenangan, apa yang telah kalian lalukan!" Bentak Ivan sambil menarik kerah kemeja salah satu senior itu
"Ivan?? Lo kenal mereka?" Kata salah satu senior itu sambil memberikan pandangan menantang Ivan
"Bukan urusanmu!" Teriak Ivan sambil memukul senior itu
"Beraninya lo!" Teriak senior yang kena pukul Ivan
.
.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa vote, like, dan komen :)