Janji M

Janji M
Kebetulan atau Takdir


__ADS_3

.


.


.


.


Terdengar suara ayam berkokok serta deburan ombak yang menghiasi pendengaran Aditya, matanya berkedip menyesuaikan cahaya ruangan yang masih gelap namun dihiasi sedikit cahaya yang masuk melalui sela tirai.


Aditya bangun dari posisinya, matanya memandangi seseorang yang kini sudah menjadi istrinya tidur disampingnya dengan lelap.


Jam menunjukan pukul 5.00, Aditya menyingkirkan selimut tebal yang menyelimuti tubuhnya dan berjalan menuju kamar mandi. Setelah keluar dari kamar mandi, dikenakannya baju lengan panjang serta celana panjang.


"Bangun, ayo subuh" Kata Aditya dengan tangan menggoyang-goyangkan tubuh Keysa.


Keysa hanya menggeliat, tanpa membuka matanya. Tidak menunggu lama Aditya langsung menarik selimut dan membuangnya ke lantai. Membuat Keysa merasa kedinginan, dan membuka sedikit matanya.


"Kenapa? Aku masih mengantuk"


"Bangun, saya tungga 5 menit untuk bersiap. Cepat sebelum waktu subuh habis"


Keysa beranjak dari ranjang dan masuk ke kamar mandi, cuma selang waktu 6 menitan Keysa keluar dan menghampiri Aditya yang sudah bersiap untuk ibadah.


Hampir 15 menit mereka melakukan ibadah bersama, saat selesai Aditya tanpa berbicara apapun berjalan keluar dari kamar meninggalkan Keysa sendiri.


"Dia mau kemana?" Gumam Keysa


Aditya melangkahkan kakinya mendekati air laut, saat kakinya menyentuh dinginnya pasir pantai serta hembusan angin pagi yang segar. Secara tidak sadar mata Aditya terpejam, pikirannya berjalan kemana-mana.


Aditya duduk di atas pasir tanpa beralas apapun, matanya sibuk melihat gulungan ombak dengan air yang jernih.


"Aku tidak mengerti apa ini benar takdir atau suatu kebetulan saja?"


Terdengar suara langkah kaki dari belakang Aditya, seketika dia langsung menoleh kearah sumber suara tersebut.


"Kenapa kamu kesini?"


Keysa tersenyum tipis lalu duduk disebelah Aditya, dia hanya diam tanpa melihat ke arah Aditya.


"Masuklah, kamu harus menemui papamu"


"Apa kamu mencintaiku? Tanya Keysa membuat Aditya tersentak.


Keysa yang melihat respon terkejut Aditya mengulurkan tangannya dan menggenggam erat tangan Aditya, hingga Aditya tidak tahu harus berbuat apa dan membiarkan tangannya tetap berada digenggaman Keysa.


"Tolong jujurlah"


"Saya mau mau menemui Dion dulu, kamu masuklah"


Aditya bangun dari duduknya dan berjalan meninggalkan Keysa yang masih duduk melihat ke arahnya.

__ADS_1


***


Tok...Tok...Tok...


"Ada apa Aditya?" Tanya Dion sambil menahan kantuk dimatanya


"Jam segini masih molor, mandilah saya tunggu"


"Mau kemana pagi-pagi begini?"


"Ada tempat yang mau saya kunjungi, kamu ikut dengan saya" Jawab Aditya yang langsung nyelonong masuk kamar Dion, membuat Dion terkejut dan hendak menariknya namun sudah telat untuk mencegah Aditya.


Aditya membalikkan badannya dan melihat ke arah Dion dengan tatapan tajam.


"Aku bisa jelasin" Kata Dion lirih


Aditya menggelengkan kepalanya dan menendang ranjang yang diatasnya ada Rosa yang tengah tertidur pulas.


Duk...


Rosa yang merasa getaran di tempat tidurnya terduduk dengan mengusap matanya, dilihatnya Aditya tengah memelototinya.


"Aditya?!" Teriak Rosa


"Kenapa kalian bisa tidur dalam satu kamar? Apa kalian gila?!" Bentak Aditya


Rosa bangkit dari ranjang dan berjalan mendekati Aditya serta Dion yang masih mematung tercengang dengan kehadiran Aditya.


Tanpa menunggu lama Aditya menendang kaki Dion hingga tersungkur, membuat Dion meringis kesakitan.


"Saya tidak tahu apa yang ada di otak kalian hingga tidur satu kamar, tapi setidaknya beri saya jawaban!" Kata Aditya sambil memberi penekanan pada kata satu kamar.


Dion bangun dari posisi tersungkurnya masih dengan menahan sakit akibat tendangan Aditya.


"Semalam aku dan Rosa masih bersantai sambil menikmati angin pantai di malam hari, karena terlalu malam masuk resort. Rosa takut ketika melihat sesuatu di tengah kamarnya yang gelap disaat membuka pintu kamar. Karena aku juga penakut jadi aku saranin Rosa tidur di kamarku tapi hanya Rosa yang tidur di ranjang aku tidur di sofa" Jelas Dion dengan menunjuk ke arah sofa dekat dengan jendela yang diatasnya ada satu bantal serta selimut.


Aditya menepuk jidatnya, belum sampai melanjutkan ucapannya Dion menyambung lagi kalimatnya.


"Dan karena rasa di hatiku yang tidak bisa diatur, aku mengutarakan perasaanku pada Rosa semalem dan diterima. Jadi mau bagaimanapun aku tidak bisa membiarkan kekasihku ketakutan, tapi tenang aku tau batas" Lanjut Dion terlihat jelas wajah Rosa memerah mendengar ucapan Dion


Aditya bingung dengan keadaan kedua temannya, ekspresi wajahnya hanya meringis kebingungan.


"Yasudah terserah kalian, kamu cepat mandi aku tunggu di luar" Jawab Aditya yang berjalan menuju pintu kamar untuk keluar.


Setelah hampir setengah jam Aditya menunggu Dion keluar bersama dengan Rosa.


"Kita mau kemana sih pagi-pagi gini?"


"Ikut saja jangan banyak bicara"


Saat mereka bertiga berada di lobi resort, langkah Aditya terhenti diikuti dengan kedua temannya yang ada dibelakang.

__ADS_1


Aditya membalikkan badannya dan menyuruh Dion serta Rosa menunggunya terlebih dahulu, terlihat Aditya berlari kecil menuju ruang kamarnya.


Ceklek...


Pintu kamar dibuka oleh Aditya, mata Aditya mencari-cari dimana istrinya berapa. Terlihat Keysa tengah berdiri di bagian luar kamar yang berhadapan dengan pantai, Keysa menyilang kan tangannya didepan tubuhnya karena menahan rasa dingin dari angin laut.


"Dingin, kenapa kamu diluar?" Kata Aditya sambil menyelimuti tubuh istrinya menggunakan jasnya.


"Hanya ingin menghirup udara segar, kamu habis dari mana?"


"Saya mau keluar untuk cari makan, kamu masuk dan tunggu saya kembali di dalam saja jangan disini"


Keysa hanya mengangguk dan membalikkan badannya meninggalkan Aditya, Aditya berjalan mengikuti Keysa memasuki kamar. Terlihat ekspresi kurang senang di wajah Keysa, Aditya menghela nafas dan mendekatinya.


"Ada apa?"


"Tidak ada apa-apa, kamu cepat cari makan. Aku lapar, aku mau ke kamar papa dulu untuk melihat keadaannya kamu cepat kembali" Jawab Keysa tergesa-gesa


Setelah menjawab pertanyaan Aditya, dia keluar kamar tanpa menunggu Aditya merespon ucapannya. Aditya hanya memandangi istrinya, dia terduduk lemah dipinggiran kasur. Tangannya menutupi wajahnya dengan sesekali mengusap-usap wajahnya.


*Sebenarnya kamu kenapa? Apa kamu sangat terpukul dengan keputusan saya menikahi kamu menggantikan Adam?* batin Aditya


Setelah beberapa menit sibuk dengan pikirannya, Aditya berjalan kembali ke lobi tanpa melihat ke arah kedua temannya dia menuju parkiran dan masuk kedalam mobil.


Melihat sikap Aditya, Rosa dan Dion hanya diam lalu mengikuti langkah Aditya dengan sedikit berlari.


Dalam perjalanan menuju pasar mereka hanya diam tanpa ada yang membuka suara untuk memecahkan keheningan. Aditya sibuk menyetir, sesekali matanya melihat ke arah Dion yang diam menatap ke arah luar jendela.


"Kamu kenapa? Tidak seperti biasanya?" Tanya Aditya


Dion hanya menoleh ke arahnya sekilas tanpa menjawab dia kembali pada pandangan awalnya. Rosa yang berada di kursi belakang menarik-nari lengan Dion berharap Dion mau mengatakan alasan dia diam.


Namun sama seperti Aditya, Rosa hanya mendapat tatapan dari Dion tanpa mengetahui jawaban dari Dion.


"Kalau ada apa-apa cerita Yon, jangan diam saja" Ucap Aditya kembali


Dion menatap ke arah Aditya yakin, secara spontan hingga membuat Aditya dan Rosa terkejut Dion berteriak...


"Bagaimana caraku menikahi Rosa?!"


Aditya menahan tawanya, terlihat jelas mulutnya ditutupi dengan tangan kanan yang tersandar di pintu mobil.


"Kamu berniat menikahi ku?" Tanya Rosa yang masih syok dengan ucapan Dion


Aditya menggelengkan kepalanya pelan sambil melirik ke arah Dion sekilas, betapa frustasinya Dion memikirkan tentang pernikahan.


"Kalau kamu yakin, langsung saja lamar dia jangan kelamaan"


Terus support author ya, author harap cerita ini menghibur kalian🤗❤


Jangan lupa vote, like, dan komen xoxo❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2