
.
.
.
.
.
"Pa, kenapa dia sarapan bareng kita?!" Tanya Keysa dengan nada tidak senang
"Pagi sayang, duduklah dan makan sarapan mu setelah ini kita berangkat. Jangan banyak bertanya ataupun protes, papa sudah pernah bilang padamu kemarin." Tegas pak Gunawan
Keysa yang jengkel dengan keadaan ini, keluar tanpa melahap sedikitpun sarapan miliknya. Melihat hal ini pak Gunawan hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat perilaku putrinya, yang semakin lama tidak berwatak baik.
Aditya yang melihat hal itu hanya bisa diam, entah apa yang membuat gadis itu begitu tidak suka dengan dirinya. Bahkan Aditya yang selama ini tidak perduli akan keadaan sampai pusing melihat perilaku Keysa.
-Di Gunawarman school -
Keysa yang merupakan anak dari pendiri sekolah membuat dirinya menjadi sombong. Banyak siswa Gunawarman school yang tidak berani melawan Keysa, menurut mereka Keysa memiliki kuasa ditempat berikut. Kecuali dengan Reyna, Reyna merupakan salah satu siswa yang berani melawan Keysa bahkan siap menelan Keysa mentah-mentah.
"Rosa ke kantin dulu yuk, aku belum sempat saran karena kesiangan" Pinta Reyna kepada sahabatnya Rosalina Fidelya (Rosa).
"Yuk, aku juga ingin membeli jus kotak" Sahut Rosa
Belum juga sampai di kantin, langkah kaki mereka dihadang dengan Keysa dan teman nya. Reyna yang tidak kaget dengan sikap Keysa memandang Keysa dan teman nya dengan santai.
"Eit... mau kemana?!" Kata Keysa sambil menghadang Reyna dan Rosa
"Bukan urusanmu, lagian kamu ini tidak punya kegiatan ya? Ganggu banget." Jawab Reyna santai, sambil menggandeng tangan Rosa
Brug...
"Apa yang kamu lakukan?!" Teriak Rosa
Keysa tidak menjawab pertanyaan Rosa berlalu pergi dengan tertawa bersama temannya melihat Reyna yang terjatuh. Reyna yang jengkel dengan perilaku Keysa hanya menggerutu, dan berusaha berdiri dibantu Rosa.
"Kamu tidak apa-apa?" Tanya Rosa
"Aku tidak apa-apa, pengen banget ku tendang kakinya itu" Jawab Reyna sambil membersihkan roknya.
"Sudah-sudah, ayo ke kantin keburu bel berbunyi."
Seseorang disudut tembok melihat kejadian tersebut, hal yang tidak mengejutkan bagi siswa disitu tapi terasa mengejutkan untuk siswa baru.
*Apa yang akan dia perbuat kepada gadis itu, selanjutnya* Batin seseorang
Reyna dan Rosa menikmati makanan dan minuman mereka, hingga bel berbunyi tanda kelas akan dimulai.
"Reyn ayo ke kelas sebelum kita telat." Rosa menarik tangan Reyna
Reyna yang masih makan sambil berlari kecil mengimbangi langkah Rosa, yang sedikit berlari. Sesampainya di kelas, mereka dikejutkan dengan isi tasnya yang berantakan. Tanpa dicari tahu pun mereka tau siapa orang dibalik ulah tersebut.
Reyna melihat ke arah Keysa yang tersenyum puas, benar-benar membuat Reyna jengkel. Dia hendak menghampiri Keysa tapi langkahnya terhenti karena pak guru masuk kelas dibelakangnya diikuti anak laki-laki yang membuat Keysa merasa terkejut dan jengkel.
"Selamat pagi anak-anak" Sapa pak guru
"Pagi pak" Sahut sekelas serempak kecuali Keysa dengan wajah jengkelnya
"Kita kedatangan siswa baru, perkenalkan namamu."
"Perkenalkan nama saya Aditya Alfahri, kalian bisa memanggil saya Aditya. Senang bertemu dengan kalian." Perkenalan Aditya dengan singkat
Pak guru mempersilahkan Aditya duduk di bangku belakang Reyna dan Rosa (sebangku dengan Dion), Reyna yang merasa antusias melihat kedatangan Aditya dengan semangat menyapanya.
"Selamat datang, namaku Dion. Senang bisa sebangku denganmu kawan." Sapa Dion dengan mempersilahkan Aditya duduk.
"Terima kasih." Sahut singkat Aditya
Aditya terkejut dengan sapaan Reyna...
"Hai, namaku Reyna. Saya harap kita dapat berteman baik." Sambil mengulurkan tangannya.
Aditya hanya memandang tangan Reyna dan tersenyum tipis, Keysa yang melihat hal itu senyum sinis. Reyna yang merasa Aditya tidak akan menerima tangannya, segera menarik tangannya kembali. Rosa yang melihat hal itu hanya menggelengkan kepala, dia tau persis bagaimana sikap Reyna yang selalu semangat itu.
"Tidak apa kalau tak mau berjabat tangan, yang pasti kita tetap akan berteman." Kata Reyna sambil kembali duduk rapi.
"Dasar cewek aneh" Batin Aditya
2 jam 30 menit pelajaran berjalan dengan baik, dan waktunya istirahat.
"Hay Aditya, yuk ke kantin bareng saya dan Rosa." Ajak Reyna sambil menarik tangan Aditya, dan dibalas dengan tatapan tajam olehnya.
__ADS_1
"Oke oke, saya tidak akan menarik tangan kamu. Berhenti menatap saya dengan tatapan membunuh" Sambung Reyna
"Sudah kamu ikut saja sama kita, aman. Hanya saja Reyna memang sedikit aneh, tapi dia jinak." Canda Rosa
"Ayolah dit, aku sudah laper nih." Timpa Dion dengan memasang wajah sedikit melas.
Tanpa menjawab Aditya berdiri dari tempat duduknya, dan berjalan. Merasa dia hanya berjalan sendiri tanpa diikuti dua cewek aneh dan Dion dibelakangnya, dia pun menoleh.
"Ayo" Kata Aditya singkat
Reyna dan Rosa yang mendengar ajakan Aditya, seketika bersemangat dan bejalan beriringan dengan Aditya. Dion yang mengikuti langkah mereka hanya bergumam. Keysa melihat itu merasa kesal bagaimana bisa anak yang diasuh papanya mengacuhkannya dan akrab dengan musuhnya.
-Di kantin-
"Bu Atin pesan bakso 4, es jeruk 4, tambah pangsit goreng 2 porsi ya." Kata Reyna yang memesan makanan, sambil mengambil beberapa snack
Ketika hendak kembali menghampiri Aditya, Rosa, dan Dion yang sudah duduk terlebih dahulu, tangan Reyna ditarik seseorang.
"Kak, boleh minta tolong?" Pinta seorang gadis yang Reyna tebak ialah adik kelasnya
"Boleh, minta tolong apa?" Balas Reyna ramah
"Kenalin saya dengan teman laki-laki yang bersama kakak tadi." Sambil menunjuk ke arah Aditya
Reyna yang terkejut dengan pengakuan adik kelasnya, yang secara tidak langsung naksir Aditya. Reyna hanya bisa menganga dan tidak bisa menjawab apa-apa, bahkan Reyna tahu kalau Aditya manusia super dingin yang pernah dia temui.
"Oh, oke ikut saya." Kata Reyna
"Adi" Panggil Reyna, yang mengagetkan Aditya
*Sejak kapan dia memanggil nama panggilanku seperti itu* Batin Aditya
"Hmm" Jawab Aditya singkat
"Hey, Adi kamu ini bener-bener balok es ya. Ada cewek yang mau kenalan sama kamu, tapi begitu respon mu?" Kata Reyna dengan nada sedikit tinggi dan menurunkan satu alisnya.
"Hay" Jawab singkat Aditya lagi
Reyna geram dengan sikap Aditya, ingin rasanya memukul kepalanya. Hanya saja belum juga sehari dia berteman dengan Aditya bisa saja besok Aditya menghindar pikir Reyna.
"Oke dek, perkenalan selesai. Saya saranin kamu suka sama cowok yang perhatian jangan seperti dia (menunjuk ke arah Aditya) dia itu balok es yang TIDAK AKAN PERNAH CAIR" Kata Reyna dengan menekan beberapa kalimatnya.
"Sepertinya kamu harus lebih bergaul dengan kita Dit." Sahut Dion dengan menepuk pundak Aditya
"Apa-apaan kamu ini, gak lelah apa bikin rusuh terus?" Jawab Reyna santai dengan memakan sesendok bakso.
"Kamu pikir, ini waktunya kamu makan dengan santai?!" Sahut Keysa dengan menepis sendok yang dipegang Reyna
"Wah kamu ini ya, apa tanganmu ini tidak pernah sekolah?!" Bentak Rosa
"Kalian bisa berhenti melakukan ini apa tidak sih? Bosen aku melihat kalian." Sahut Dion
Tangan Rosa yang ingin menolong Reyna ditarik paksa oleh kedua teman Keysa (Zahwa dan Tia). Aditya yang melihat hal itu hanya diam menahan amarah atas perlakuan Keysa, ingin sekali Aditya tegas terhadap sikap Keysa dan kedua teman ceweknya akan tetapi dia merasa tidak enak dengan pak Gunawan. Tanpa berpikir panjang, Aditya menarik tangan Reyna dan Rosa mengajaknya pergi meninggalkan Keysa dan kedua temannya diikuti Dion yang menyusul. Keysa lagi-lagi dibikin kesal dengan sikap Aditya, yang harusnya lebih membela dia dari pada Reyna dan Rosa.
"Adi... ngapain kamu narik saya dan Rosa? Biar saya kasih pelajaran tiga manusia harimau itu." Teriak Reyna yang sontak membuat aditya melepaskan tangan mereka dan berbalik badan menghadap mereka.
"Kalian pikir, dengan apa yang kalian lakukan tadi dapat memperbaiki suasana?" Tanya Aditya tiba-tiba, membuat Reyna, Rosa, dan Dion kaget dengan sikap Aditya yang bisa perhatian pada mereka.
"Eii... ternyata Aditya bisa perhatian toh." Kata Reyna, Rosa, dan Dion bersamaan.
"Terserah" Sahut Aditya cuek dan meninggalkan Reyna, Rosa, Dion yang ketawa karena sikap Aditya.
"Ada yang marah nih, gimana dong Reyn, On?" Goda Rosa
"Duh bisa mati kita Ros, harus cepat-cepat kita bujuk nih" Timpa Rosa
"Abang Aditya jangan marah dong" Ejek Dion sambil menirukan gaya cewek
*Benar-benar teman yang aneh" Batin Aditya dengan terus berjalan meninggalkan Reyna, Rosa, dan Dion.
Tett.... Tettt... Tetttt...
"Sudah masuk, kalau tidak mau telat cepat." Kata Aditya santai tanpa menengok ke arah belakang.
Reyna, Rosa, Dion tanpa menjawab ocehan Aditya berlari meninggalkan Aditya yang masih berjalan santai. Aditya hanya menggelengkan kepala melihat dua temannya, baru kali ini dia akrab dengan seorang cewek.
Pelajaran dimulai dengan baik, sebelum tiba-tiba Keysa dan kedua temannya masuk kelas dengan keadaan telat. Seisi kelas menoleh kearah pintu yang dibuka, Keysa yang berjalan menuju tempat duduk tanpa meminta izin kepada guru membuat. Semua seisi kelas menggelengkan kepala, entah apa yang ada di kepala mereka hingga serentak menggelengkan kepala.
"Baik kita lanjut, untuk tugas minggu depan kita buat berkelompok ya. Bapak akan bagi kelompok dan tugasnya."
Semua kelompok dan tugas sudah terbagi rata, semua sibuk mendiskusikan tugasnya masing-masing. Berbeda dengan Reyna, Rosa, Aditya, dan Dion yang hanya sibuk saling pandang dan tidak ada yang membuka obrolan.
"Mau sampai kapan kita saling pandang begini?" Kata Dion memecahkan keheningan.
__ADS_1
"Kita kerja kelompok di rumahku, hari minggu. Bagaimana?" Sahut Rosa
"Boleh, saya setuju. Siapkan makanan yang banyak ya Ros, saya dan Dion akan mukbang." Kata Reyna
Aditya hanya menganggukkan kepala tanda setuju, walaupun dia berpikir bagaimana mau meninggalkan pekerjaannya di restoran milik pak Gunawan.
-Sepulang sekolah-
"Saya sudah dijemput, Rosa? Aditya? Dion? Ada yang bareng sama saya?" Tanya Reyna
"Tidak reyn, mungkin habis ini aku dijemput." Sahut Rosa
"Aku naik sepeda jadi kalian tenang saja." Sahut Dion
Aditya tidak menjawab dan hanya melambaikan tangan dan meninggalkan Reyna, Rosa, dan Dion. Dan segera masuk kedalam angkot.
"Entah aku harus berkata apa dengan teman baru kita." Kata Dion sambil terus menatap Aditya dan menggelengkan kepala.
"Apa kita akan menjadi balok es batu sepertinya juga?" Sahut Reyna dan tetap memandang ke arah Aditya
"Sepertinya kita harus mencairkannya." Sahut Rosa yang juga menatap Aditya
Mereka bertiga berdiri lemas melihat teman baru mereka, baru kali ini mereka melihat orang seperti Aditya yang terbilang sangat aneh dan langka.
-Hari minggu, 09.23-
"Pak, mohon maaf saya mau izin untuk mengerjakan tugas di rumah teman saya. Saya sudah bersihkan meja, lantai, dan piring. Nanti setelah selesai mengerjakan tugas saya akan segera kembali ke restoran." Izin Aditya kepada pak Gunawan
"Kamu tidak perlu memikirkan itu, fokuslah dengan tugasmu. Jangan tergesa-gesa." Jawab pak Gunawan
"Terima kasih pak."
Aditya pamit dengan pak Gunawan, dan segera mencari angkot untuk pergi ke rumah Rosa. Setelah setengah jam perjalanan Aditya sampai di komplek perumahan tempat tinggal Rosa. Dia berjalan menyusuri jalanan komplek dengan membawa secarik kertas bertulisan alamat rumah Rosa, setelah agak lama mencari akhirnya sampai di rumah Rosa.
*Ini ya alamatnya* Batin Aditya
"Permisi..." Kata Aditya menggedor pintu pagar
"Akhirnya kamu sampai juga dit, aku pikir kamu tidak datang." Sahut Rosa
Aditya hanya diam dan berjalan mengikuti Rosa menuju teras belakang rumah Rosa. Di sana dia sudah melihat Reyna dan Dion yang sibuk makan dan mengobrol.
"Oh hoyy Odet, lomo komo dotong." Sapa Reyna dengan mulut yang masih penuh dengan makanan.
"Sepertinya kamu perlu menghabiskan makananmu sebelum berbicara." Sahut ketus Aditya
Reyna yang terkejut dengan ucapan Aditya tersedak, dan buru-buru mencari air. Melihat kejadian lucu didepannya Aditya hanya membuang muka, hal konyol didepannya membuat dia muak.
"Kalau makan itu pelan-pelan, tidak akan habis makanan ini." Tenang Rosa dengan memberi air minum ke Reyna
"Badan saja kurus tapi makan banyak." Timpa Dion
Ucapan Dion membuat kesal Reyna, dan segera memukul kepala Dion dengan botol air. Aditya lagi-lagi hanya membuang muka, melihat hal itu Rosa menarik kepala Aditya sambil berkata...
"Sekarang kamu memang balok es tapi lihat saja seiring berjalannya waktu, kami akan membuatmu menjadi air yang hangat!"
"Oke cukup, kita kerjakan tugas kita dan pulang." Sahut aditya
Membuat Reyna, Rosa, dan Dion menepuk dahi mereka. Aditya belum pernah dekat dan akrab dengan orang lain seperti ini, bahkan dia merasakan bahwa ketiga temannya ini benar-benar orang baik yang hanya tau bercanda.
2 Jam mereka mengerjakan semua tugasnya tanpa hambatan karena sikap tegas Aditya yang memaksa mereka terus fokus dan serius.
"Akhirnya selesai juga tugas ini, capeknya otakku." Keluh Dion
"Kasihan makananku." Rengek Reyna
"Aduh tanganku, pak ketua memang benar-benar kejam." Timpa Rosa
Aditya hanya memandang mereka dengan tatapan yang sulit mereka artinya. Bahkan Aditya tidak merespon keluhan ketiga temannya itu, mereka bertiga hanya bisa terjatuh lemah karena capek bekerja tanpa henti dan harus fokus, Aditya dengan santainya hanya memandangi ketiga temannya dan meminum air putih.
Apa yang akan Reyna, Rosa, dan Dion lakukan untuk mengisi tenaganya kembali???
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa vote, like, dan komen :)