
.
.
.
.
Mata Aditya tidak henti-henti melirik ke arah jam tangannya.
"Ada apa?"
Aditya menolehkan pandangannya ke pak Gunawan setelah mendengar suaranya.
"Anda sudah bangun? Apa anda ingin makan?"
"Tidak, tadi saya sudah makan. Kenapa kamu terlihat gelisah?"
"Tidak ada apa-apa pak"
*Saya bangun dia tidak sadar, su**dah hampir setengah jam saya perhatikan dia sibuk melihat ke arah jam tangannya* batin
Drt...Drt...Drt...
Ponsel Aditya berdering, Aditya yang membaca nama Dion di layar dan berdiri dari duduknya untuk segera keluar dari ruang inap pak Gunawan.
Saat ingin membuka pintu, pintu sudah terbuka lebih dulu. Terlihat Keysa dan Adam sudah berdiri di depan pintu hendak masuk.
"Aditya?"
"Maaf, saya permisi dulu" Jawab Aditya sambil keluar dari ruang pak Gunawan
Keysa menengok ke arah Aditya keluar.
*Dia terburu-buru begitu, ada apa?* batin Keysa
Adam mengajak Keysa masuk dengan memeluk pundak Keysa.
"Kalian sudah datang?"
Keysa menghampiri pak Gunawan dan duduk disebelah ranjang pak Gunawan.
***
Aditya duduk di salah satu kursi tunggu dekat ruang inap pak Gunawan, sambil mengangkat panggilan telepon yang masuk ke ponselnya.
(Panggilan terhubung)
______
^^^"Ada apa?"^^^
"Lama sekali menjawab teleponku?
Ayo jalan keluar malam ini, bersama
Rosa."
^^^"Kalian jalan sendiri saja, saya masih sibuk"^^^
"Ayolah Dit, sesekali bersenang-senang lah.
Jangan sibuk kerja terus"
^^^"Tidak bisa, jika mau keluar. Keluar lah"^^^
"Oke, jika berubah pikiran hubungi saja
aku"
"Aku keluar dulu"
^^^"Hmm"^^^
______
(Panggilan terputus)
Aditya mematikan layar ponselnya, langkah kakinya berjalan mendekati pintu ruang inap pak Gunawan.
Tangan Aditya berhenti seketika saat pintu terbuka sedikit, dan mendengar pembicaraan Keysa.
Keysa: Pa, aku sudah putuskan untuk kedepannya akan bagaimana
Pak Gunawan: Papa akan mendukung semua keputusanmu sayang, bicaralah
Keysa: Aku ingin bersama Adam, aku tidak bisa menunggu Aditya membuka hatinya buat aku pa. Aku harap papa tidak kecewa dengan keputusanku.
Adam: Saya janji akan membahagiakan Keysa om, dan saya berniat serius dengan Keysa
__ADS_1
*Anda sudah memutuskan* batin Aditya
Setelah mendengar beberapa menit tidak ada suara yang berbicara lagi, Aditya masuk. Bahkan Aditya bisa melihat wajah terkejut dari pak Gunawan dan Keysa.
"Pak, saya permisi terlebih dahulu. Anda istirahatlah, dan cepat sembuh" Kata Aditya saat disebelah ranjang pak Gunawan
"Hati-hati di jalan, terima kasih sudah menemani saya disini saat Keysa keluar"
"Iya pak" Jawab Aditya tersenyum tipis
Saat tangan Aditya ingin meraih gagang pintu.
"Dit, kita bisa bicara?"
Aditya diam, tanpa menjawab ucapan Keysa. Setelah beberapa detik berpikir, Aditya menolehkan pandangannya ke arah Keysa.
"Iya nona"
Keysa mengangguk dan berjalan keluar mengikuti Aditya, hingga di taman rumah sakit. Aditya duduk di salah satu bangku di taman itu, Keysa hanya berdiri di samping Aditya tanpa duduk disebelahnya.
"Duduklah terlebih dahulu" Kata Aditya tanpa melihat ke arah Keysa
"Tidak perlu, aku cuma mau berbicara sebentar"
Aditya mengangguk pelan.
*Aku harap keputusanku ini tidak salah, Dit* batin Keysa
"Aku ingin memutuskan hubungan kita"
Aditya hanya diam tanpa menjawab, pandangan matanya mengarah lurus tanpa melirik sedikitpun kearah Keysa yang berdiri disampingnya.
"Aku ingin bahagia tanpa menahan luka, aku harap kamu paham" Sambung Keysa
Tangan Keysa melepas cincin tunangan yang melingkar di jari manis tangan kirinya.
Diraihnya tangan Aditya yang menggenggam erat, Aditya terkejut melihat Keysa yang menarik tangannya.
"Semoga kamu juga bahagia dengan wanita yang kamu pilih nantinya, aku bersyukur pernah bersamamu dan merasakan perhatianmu. Aku sudah tidak bisa lagi menunggu hatimu Dit" Kata Keysa dengan nada sedikit terisak
Aditya menoleh ke arah Keysa yang terduduk dibawahnya.
"Nona, bangunlah" Kata Aditya membantu Keysa bangun
Tangan Keysa masih menggenggam tangan Aditya dengan cincin tunangannya yang diletakkan di telapak tangan Aditya.
"Terima kasih sudah pernah menyayangi saya sepenuh hati, saya minta maaf jika selama ini hanya luka yang anda terima dari saya"
Keysa melihat ke arah Aditya, mata mereka berdua saling bertemu dengan waktu yang cukup lama. Hingga kesadaran Keysa muncul, segera dia membuang wajah dari Aditya.
"Hanya ini yang ingin aku ucapkan padamu, saya kembali dulu ke kamar papa"
"Semoga kamu bahagia selalu" Kata Keysa sambil melepas tangan Aditya dan berjalan menjauhi Aditya yang hanya terdiam.
Aditya berdiri dari duduknya serta menggenggam cincin pertunangan milik Keysa.
"Nona..." Gumam Aditya
*Maafkan saya, saya harus melakukan ini demi kebahagiaanmu* batin Aditya
Aditya terdiam cukup lama diposisi berdirinya memandang ke arah dimana Keysa pergi tadi.
Tangannya meraih ponsel disaku nya, dan mencari nomer Dion di kontaknya.
(Panggilan terhubung)
______
"Kenapa Dit?"
^^^"Kamu dimana?"^^^
"Di cafe Brown n Black, kemari saja.
Aku sedang bersama Rosa."
^^^"Iya"^^^
_______
(Panggilan terputus)
Aditya berjalan menuju parkiran mobil, dan menaiki mobilnya. Di dalam mobil Aditya hanya diam melihat ke arah cincin tunangannya dan Keysa.
Aditya mengusap pelan cincin yang melingkar dijari manisnya.
"Sudah berakhir..."
Cincin yang melingkar di jari manisnya, Dilepasnya dengan perlahan.
__ADS_1
Aditya menyimpan cincin tunangannya dengan Keysa di kotak kecil, dan perlahan menjalankan mobilnya.
***
-Di cafe Brown n Black-
Matanya Aditya sibuk mencari dimana Dion dan Rosa berada.
"Aditya!"
Aditya menolehkan pandangannya mendengar suara Dion yang berteriak ke arahnya.
"Akhirnya kamu kemari juga ya?" Kata Dion
Aditya duduk di kursi sebelah Dion dan memandang serius ke arah Rosa berserta Dion secara bergantian.
"Kenapa kamu melihatku seperti itu?" Tanya Rosa
"Ada apa Dit?" Tanya Dion
Aditya memijat kepalanya serta menyandarkan dirinya pada kursi. Dion dan Rosa hanya menatap Aditya dengan tanda tanya.
Rosa tidak sengaja melihat ke arah tangan kiri Aditya, matanya melebar menyadari sesuatu.
"Jangan-jangan kamu begini karena cincin tunangan mu hilang?!" Kata Rosa sedikit berteriak
Dion terkejut lalu meraih tangan Aditya, dilihatnya tangan Aditya baik-baik. Dan dia membenarkan pertanyaan Rosa.
Aditya membuka matanya dan melihat ke arah Dion dan Rosa.
"Tidak hilang" Jawab Aditya pelan
"Lalu?!" Tanya Dion dan Rosa bersamaan
Tatapan mata Dion dan Rosa siap mengintimidasi Aditya yang membuat mereka penasaran.
"Mbak!" Panggil Aditya pada salah satu pelayan cafe
"Aditya?!" Bentak kedua temannya, membuat pelayan cafe itu terkejut saat didekat mereka bertiga.
"Saya mau pesan cappucino hot dan nasi goreng ayam"
"Ada lagi mas?"
"Cukup"
Pelayan itu meninggalkan meja mereka, dan Rosa berpindah tempat duduk menjadi disebelah Aditya.
Kini Aditya ditengah-tengah kedua temannya yang melotot kearahnya.
"Kalian sedang apa?" Tanya Aditya
"Jangan bilang kamu sudah melepas hubunganmu dengan Keysa?" Tanya Rosa
"Bagaimana mungkin? Jangan asal-asalan nuduh" Jawab Dion
"Bukankah dia sudah bilang cincinnya tidak hilang, apalagi alasan dia tidak memakai cincin itu?" Tanya Rosa ke Dion
"Dit, jangan bilang itu benar?"
Aditya mengangguk pelan, matanya hanya memandang lurus ke arah depan tanpa melihat ke arah Dion dan Rosa.
Dion dan Rosa yang awalnya heboh mendadak diam dan hanya menepuk pelan pundak Aditya.
"Aku dan Dion tidak tahu alasanmu memutuskan hubungan dengan Keysa, tapu dari beberapa tahun ini aku tahu dan yakin jika Keysa sangat mencintaimu. Tapi yang membuatku aneh, kenapa kamu juga tidak segera membuka hatimu. Bahkan Keysa orang yang baik Dit, aku kira kamu akan terus berusaha" Ucap Rosa dengan pandangan menatap wajah Aditya
*Kamu salah Ros, aku sudah berusaha. Hanya saja aku merasa tidak pantas untuknya...* batin Aditya
"Aku tidak paham dengan isi otakmu Dit, kamu pintar tapi terlihat bodoh saat masalah hubungan percintaan" Celetuk Dion
Aditya yang mendengar hal itu langsung memukul kepala Dion, dan Rosa hanya menggelengkan kepalanya.
"Sakit, semua terserah kamu. Kamu hanya bisa mendukungmu, tidak usah galau. Dari tadi datang wajahmu terlalu serius, istirahat duku dan tenangkan pikirkan mu" Ucap Dion sambil menepuk pundak Aditya pelan
Makanan yang dipesan Aditya datang, belum sampai Aditya menyentuh makanannya. Dion sudah lebih dulu mengambil sepiring nasi gorengnya.
*Dilihat dari pandangan mata Aditya, sepertinya dia memang berusaha. Terlihat jelas rasa kehilangan dimatanya, aku harap kamu juga bahagia* batin Rosa
.
.
.
.
Terus support author ya, berkat dukungan kalian author jadi tetap semangat🤗❤
Jangan lupa vote, like, dan komen xoxo❤❤❤
__ADS_1