
.
.
.
.
-2 hari kemudian-
Cit...
"Ayo bangun kita sudah sampai" Kata Aditya sambil melepas sabuk pengamannya dan hendak turun dari mobil.
Merasa jika tidak mendapatkan respon dari istrinya, Aditya menolehkan kepalanya dan melihat Keysa masih tertidur lelap.
Aditya turun dari mobil dan membuka pintu rumahnya, setelah pintu rumahnya terbuka lebar. Aditya berjalan mengarah ke mobil dan membuka pintu tepat di kursi Keysa tertidur.
Dengan sangat hati-hati, Aditya membopong tubuh Keysa dan membawanya masuk kedalam rumah.
Aditya meletakkan tubuh Keysa di atas kasur dengan pelan, Keysa sempat menggeliat sedikit namun tenang kembali.
Aditya melepas sepatu heels yang dikenakan Keysa, dan menyelimuti tubuh ramping Keysa dengan selimut. Setelah menatap istrinya sejenak, dengan mengusap rambut Keysa pelan. Aditya berjalan keluar kamar dan mengambil barang-barangnya serta koper Keysa dari bagasi mobil.
Setelah membereskan barang-barang yang dia keluarkan dari garasi mobil, Aditya duduk di sofa ruang tamunya sambil menyandarkan punggungnya. Matanya melirik ke arah jam dinding yang menunjukan pukul 16.12, matanya sedikit demi terpejam. Tanpa dia sadari istrinya tengah berdiri disampingnya.
"Kamu pasti kelelahan ya?" Kata Keysa sambil merebahkan tubuh Aditya dengan pelan.
Keysa menatap Aditya cukup lama hingga Aditya membuka matanya, dan terkejut melihat istrinya tengah memperhatikannya.
"Ada apa?" Tanya Aditya
"Ah tidak-tidak" Jawab Keysa mengelak, lalu berjalan masuk menuju ruang tengah bagian rumah Aditya.
Aditya langsung bangun dari posisi rebahan nya, dan menyusul Keysa.
Tangan Aditya meraih tangan Keysa yang hendak masuk kedalam kamar.
"Ayo ke supermarket dulu untuk beli beberapa kebutuhan, setelah itu kita ke rumahmu mengambil barang-barang mu"
"Kita tinggal di sini?" Tanya Keysa pada Aditya membuat dahi Aditya sedikit mengerut.
"Iya, ada apa?"
Keysa menggelengkan kepalanya dan menjawab pertanyaan Aditya kembali...
"Aku siap-siap dulu, habis ini kita berangkat"
Aditya berjalan menuju ruang tamu dan duduk di sofa sambil memikirkan tentang respon Keysa barusan.
*Apa dia tidak mau tinggal di rumah sederhanaku ini?* batin Aditya
Setelah sekitar 15 menit, Keysa keluar dari kamar dan menghampiri Aditya serta mengajaknya untuk berangkat.
-Di supermarket-
Aditya dan Keysa sibuk mengambil dan memilih beberapa buah dan sayur, hingga mata Keysa menangkap snack kesukaannya di rak seberangnya dan Aditya berdiri.
"Aku mau ke sana ya, tunggu disini" Kata Keysa
__ADS_1
Belum sampai mendapat jawaban dari Aditya, Keysa sudah berjalan sedikit cepat meninggalkan Aditya yang masih sibuk memperhatikannya.
Aditya menghentikan aktivitasnya memilih sayur, dan lebih mementingkan melihat ke arah istrinya yang berjalan menjauh darinya.
Dari jauh terlihat Keysa tengah sibuk memilih beberapa snack, dan terlihat seorang laki-laki memakai baju berwarna abu-abu mendekati istrinya. Keysa terlihat tidak menghiraukan laki-laki itu, namun tangan laki-laki itu berusaha meraih tangan Keysa.
Aditya yang melihat hal itu langsung berjalan dengan cepat membiarkan troli belanja nya untuk menghampiri istrinya.
Saat laki-laki itu berusaha menggoda Keysa, tangannya yang semula memegang tangan Keysa ditepis dengan kasar oleh Aditya. Kerah baju laki-laki itu diraih oleh Aditya, yang membuat mata orang-orang terpusat pada mereka.
Aditya menegaskan jika wanita yang berani laki-laki itu sentuh adalah istrinya, merasa tertekan dan takut melihat mata tajam Aditya. Laki-laki itu meminta maaf dan lari terbirit-birit meninggalkan pasangan suami istri didepannya.
"Kamu tidak apa-apa? Kenapa tidak menunggu saya saja? Kalau kamu kenapa-kenapa gimana?" Tanya Aditya pada Keysa dengan tajam membuat Keysa sedikit ketakutan.
"Saya tidak ingin kamu kenapa-kenapa" Lanjut Aditya sambil memeluk tubuh istrinya dalam dekapannya.
Keysa merasakan kehangatan dan kasih sayang Aditya padanya, terlihat senyum tipis menghiasi bibir Keysa.
Setelah sekitar beberapa detik berpelukan, Aditya dan Keysa kembali melanjutkan belanja mereka sebelum hari semakin malam.
-Di dalam mobil-
"Sudah tidak ada yang ingin kamu beli lagi?" Tanya Aditya
"Tidak, sudah cukup semua. Beberapa makanan yang aku inginkan juga sudah semua"
"Kita ke rumahmu ambil pakaianmu dan kembali ke rumah, besok saya harus berangkat kerja pagi sekali"
"Baiklah, ayo"
Dalam perjalanan menuju kediaman pak Gunawan, Aditya dan Keysa tidak banyak bicara dan hanya memilih diam tanpa memperhatikan satu sama lain.
"Papa?!" Teriak Keysa membuat pak Gunawan terkejut dan mendongakkan kepalanya.
Keysa memeluk tubuh papanya yang masih duduk, begitu pula pak Gunawan membalas pelukan putri sematawayangnya.
"Kalian sudah kembali kenapa tidak menghubungi papa?"
"Baru tadi sore aku dan Aditya kembali pa"
Aditya duduk disebelah kiri pak Gunawan, matanya terus memperhatikan sikap istrinya yang begitu senang saat bertemu papanya.
"Jika kamu ingin tidur di sini malam ini, tidurlah disini saya akan pulang. Besok setelah kerja akan saya jemput" Kata Aditya membuat Keysa dan pak Gunawan terdiam.
"Kenapa kamu tidak ikut tidur di sini saja dulu?" Tanya pak Gunawan pada Aditya
"Tidak pak, ada pekerjaan yang harus saya selesaikan di rumah. Dan sepertinya Keysa merindukan anda, tolong biarkan dia bermalam disini dulu untuk malam ini. Besok saya akan menjemputnya"
"Panggil aku papa, kalau mau mu seperti itu tidak apa-apa. Biar Keysa menginap disini, sebelum kembali makanlah dulu"
Aditya menjawab ucapan pak Gunawan dengan anggukan. Setelah makan Aditya berpamitan pada pak Gunawan beserta istrinya, Keysa memandangi mobil Aditya yang berjalan menuju gerbang utama rumahnya.
*Aku kira kamu juga akan tidur disini Dit* batin Keysa
......................
Aditya membelokkan mobilnya didepan toko aksesoris, dia masuk dan melihat beberapa aksesoris yang sangat indah untuk diletakkan di rumah.
"Permisi pak, ada yang bisa saya bantu?" Tanya pelayan toko
__ADS_1
Aditya menjelaskan kepada pelayan toko tentang rencananya untuk mendekor ruangan di rumahnya dengan konsep yang disukai Keysa yang dominan dengan warna abu-abu dan hijau tosca.
Setelah hampir 1 jam lamanya dia memilih-milih barang dengan bantuan pelayan, akhirnya semua barang yang dia inginkan terbeli.
Didalam mobil Aditya meraih ponselnya dan mencari nomer Dion pada kontaknya.
Dalam panggilan
___________
"Ada apa Dit?"
^^^"Saya butuh bantuan mu"^^^
"Apa?"
^^^"Bapak mu masih memproduksi^^^
^^^furniture kan?"^^^
"Iya masih ada apa?"
^^^"Tolong buatkan saya desain ruangan dalam rumah saya dengan konsep terang namun^^^
^^^tidak meninggalkan sentuhan warna^^^
^^^abu-abu dan hijau tosca, saya mau besok^^^
^^^malam sekitar jam 22.00 sudah^^^
^^^selesai semua, untuk biaya kamu tenang saja malam ini juga saya akan transfer^^^
^^^ke rekening mu. Apa kamu bisa?"^^^
"Pasti untuk Keysa ya? Oke aku usahakan"
^^^"Terima kasih"^^^
_____________
Panggilan terputus
(Dalam hati Dion)
Segitu berartinya kebahagiaan Keysa untukmu Dit, hingga kamu rela merombak rumah peninggalan mama dan nenek mu demi kenyamanan istrimu. Padahal kamu pernah bilang jika kamu akan tetap mempertahankan rumah itu seperti saat ibu dan nenek mu masih ada.
.
.
.
.
Terus support author ya, author harap cerita ini dapat menghibur kalian🤗❤
Dan author ingin meminta maaf karena keterlambatan update chapter baru dikarenakan beberapa sebab yang tidak bisa author katakan🙏🏻🙏🏻
Jangan lupa vote, like, dan komen xoxo❤❤❤
__ADS_1