
.
.
.
.
Setelah mengantarkan Keysa ke rumah pak Gunawan, Aditya langsung bergegas pergi ke bandara diantar oleh Felix pada pukul 18.03.
"Apa anda ingin saya temani ke sana pak?" Tanya Felix sambil melirik spion dalam mobil untuk melihat Aditya.
"Tidak perlu, kamu handle saja urusan di kantor. Dan laporkan pada saya jika ada sesuatu." Jawab Aditya tanpa memalingkan wajahnya yang mengarah ke luar jendela.
"Baik pak"
*Aku harap apa yang menjadi ketakutan ku tidak terjadi.* Batin Aditya.
Aditya bersama Felix sampai di bandara kota S, terlihat dari sorot mata Aditya dan gerakan tangannya yang gelisah. Membuat Felix khawatir dengan atasannya itu, dia kemudian berjalan mendekati Aditya.
"Ada apa pak? Maaf sebelumnya, dari tadi saya perhatikan anda tidak tenang." Kata Felix.
Aditya hanya melihat ke arah Felix tanpa mengatakan apapun, hingga selang beberapa detik dia hanya menggelengkan kepalanya pelan.
(Dalam perjalan ke kota B menggunakan pesawat)
-Bandara kota B-
"Ini berat untukku tapi aku harus siap menerima kenyataan" Gumam Aditya yang berjalan sambil menarik kopernya.
Aditya meraih ponsel yang ada disaku nya dan mematikan mode pesawat, untuk segera menghubungi Keysa.
Saat menelepon Keysa, panggilan pada nomor Keysa tidak terhubung. Aditya mencobanya hingga 3 kali. Namun tetap saja istrinya tidak menjawab panggilannya.
(Aditya mengirimkan pesan pada Keysa)
_ _ _ _ _ _
^^^"Saya sudah sampai di kota B, kenapa^^^
^^^tidak menjawab telepon saya?"^^^
^^^"Segera hubungi saya, jika sudah^^^
^^^membaca pesan saya"^^^
_ _ _ _ _ _
"Membuatku semakin pusing saja, sebenarnya dia sedang apa." Kata Aditya sambil memijat pelipis kepalanya.
Aditya menaiki salah satu taksi yang sudah berbaris rapi depan pintu keluar bandara, dan memberitahukan tujuannya menuju hotel untuk bermalam sebelum besok pergi ke kawasan apartemen tempat tinggal Reyna.
Setelah check-in dan menerima kunci kamarnya, Aditya langsung bergegas masuk kamar serta membersihkan diri. Setelah mandi dan mengganti bajunya, Aditya melirik ke arah jam dinding yang menunjukkan pukul 22.19.
"Kenapa masih belum ada panggilan darinya." Gumam Aditya yang memandangi layar ponselnya.
"Sudah jam segini, kalau aku menghubungi papa. Pasti akan menggangu istirahatnya, apa aku hubungi saja bi Inah"
(Dalam panggilan)
_______
"Halo, iya tuan?"
"Ada yang bisa saya bantu?"
^^^"Maaf menganggu malam-malam, saya^^^
^^^ hanya ingin menanyakan keadaan Keysa.^^^
^^^Dia sedang apa bi? Dari tadi saya^^^
^^^sudah berusaha menghubunginya^^^
^^^namun tidak bisa."^^^
"Nona sedang di kamarnya tuan,
memang sejak tuan berpamitan.
Nona langsung masuk kamar
dan tertidur."
^^^"Dia belum makan?"^^^
"Belum tuan, saya tidak tega
untuk membangunkan nona."
^^^"Tolong bibi bangunkan dia sekarang,^^^
^^^bilang jika saya yang menyuruh bibi.^^^
^^^Siapkan makanan dan susu untuknya."^^^
"Baik tuan"
"Ada lagi yang bisa saya bantu
tuan?"
^^^"Tidak bi"^^^
"Kalau begitu saya siapkan
makanan nona dulu tuan."
__ADS_1
___________
(Panggilan terputus)
"Hah..."
Aditya merebahkan tubuhnya pada kasur dan sedikit memejamkan matanya, belum sampai matanya terpejam sempurna. Ponselnya berbunyi, dan benar sesuai dugaan Aditya. Panggilan telepon itu dari Keysa.
(Dalam panggilan)
_________
"Aditya?!"
^^^"Iya ada apa?"^^^
"Kenapa kamu menyuruhku, makan
jam segini?"
^^^"Apa ada masalah?"^^^
"Aku bisa gendut kalau makan
jam segini, kamu tahu kan?"
^^^"Saya tidak mau kamu sakit, dan anak^^^
^^^kita tidak sehat. Makan tepat waktu, dan jangan banyak pikiran. Saya tidak^^^
^^^pernah mempermasalahkan fisik^^^
^^^kamu, asal kamu baik-baik saja. Saya^^^
^^^sudah sangat senang."^^^
"Itu gombalan atau memujiku?
Tapi tidak terlihat seperti
memuji."
^^^"Saya serius, sekarang makanlah dulu."^^^
...(Aditya mengalihkan panggilan teleponnya ke videocall)...
"Aditya! Aaa jangan lihat aku"
^^^"Kenapa? Kamu cantik."^^^
"Tuh kan, jangan lihat. Aku lupa
tadi sore belum mandi."
^^^"Tidak masalah, kamu tetap cantik."^^^
(Keysa memanyunkan bibirnya, karena menahan malu dan detak jantungnya yang begitu cepat)
"Iya iya aku turun"
^^^"Hati-hati, tidak perlu mematikan^^^
^^^panggilan ini. Saya akan temani kamu^^^
^^^makan."^^^
...(Aditya terus melihat ke arah Keysa sambil tersenyum tipis, Keysa yang merasa dirinya di lihat terus-menerus merasa terganggu.)...
"Jangan lihat aku seperti itu,
berhentilah. Atau akan aku tutup
panggilan ini"
^^^"Baiklah"^^^
...(Aditya bangkit dari posisi rebahan nya, dan meletakkan ponselnya di atas meja. Di dalam layar ponselnya Keysa dapat melihat suaminya yang sedang merapikan rambut.)...
"Mau kemana?"
^^^"Cari makan"^^^
"Sendirian?"
^^^"Iya, mau sama siapa?"^^^
"Oh, hati-hati"
^^^"Kamu bisa tenang, saya disini tidak ^^^
^^^akan macam-macam."^^^
"Aku tidak memikirkan apapun, jangan
kepedean."
^^^"Iya"^^^
...(Aditya meraih ponselnya lagi, dan berjalan keluar dari kamar hotel. Bahkan Keysa dapat mendengar dan melihat orang yang ramai di area lobi hotel, Aditya terus berjalan dan sesekali melirik ke arah layar ponselnya.)...
^^^"Makan yang banyak, jangan pilih-pilih makanan. Makanan sehat baik buat^^^
^^^kamu dan anak kita."^^^
"Iya-iya, bawel banget"
(Aditya hanya tersenyum mendengar ucapan istrinya, langkahnya terhenti didepan sebuah rumah makan dekat hotel, yang sederhana namun memiliki banyak pengunjung.)
__ADS_1
^^^"(Ingin pesan apa tuan?)"^^^
^^^"(Nasi ayam campur 1 dan 1 jeruk hangat)"^^^
...(Keysa mendengar suara Aditya berbicara pada pelayan rumah makan)...
"Nasi ayam campur enak juga"
^^^"Kamu mau?"^^^
"Tidak, ini sudah sangat cukup"
^^^"Ada yang kamu inginkan?"^^^
"Tidak, aku cuma ingin tidur
dengan nyaman"
^^^"Tidurmu tidak nyaman? Ada apa?"^^^
"Sepertinya karena hamil, punggungku
sering sekali sakit saat akan tidur. Dan
aku kesusahan mendapat posisi tidur
yang nyaman."
^^^"Maaf ya, saat seperti ini saya^^^
^^^meninggalkan kamu sendiri."^^^
"Tidak apa-apa, o iya tadi saat di tanya
papa. Aku bilang alasan kamu ke kota
B karena ada urusan pekerjaan."
^^^"Kenapa kamu berbohong?"^^^
"Aku tidak tahu harus menjelaskan
pada papa bagaimana tentang
masalahmu, bahkan aku tidak tau
pasti apa masalahmu dengan
keluarga Candra."
^^^"Baiklah, biar nanti saya yang^^^
^^^menjelaskan pada papa."^^^
^^^"(Silahkan)"^^^
^^^"Cepat makan jangan melihat saya,^^^
^^^saya juga mau makan."^^^
...(Aditya menyantap makanannya, begitu dengan Keysa yang melanjutkan menyantap makanannya. Hingga beberapa menit makanan keduanya sudah habis, Aditya berdiri dari duduknya dan membayar tagihan makanannya. Kemudian kembali ke hotel. Setelah makan Keysa kembali ke kamar dan duduk di sofa dekat jendela kamarnya)...
^^^"Tidak mengantuk?"^^^
"Aku baru bangun tadi"
^^^"Tidurlah sudah malam, saya sudah^^^
^^^kembali ke hotel."^^^
"Temani?"
^^^"Saya temani, tidurlah. Saya akan^^^
^^^mematikan panggilan ini jika kamu^^^
^^^sudah tertidur."^^^
"Baiklah, selamat malam"
^^^"Selamat malam"^^^
...(Aditya menunggu Keysa tertidur tanpa suara, dan hanya diam menatap istrinya yang tengah terlelap. Hingga hampir 1 jam lamanya, terlihat Keysa sudah tertidur nyenyak. Melihat hal itu, Aditya berniat mengakhiri panggilan teleponnya.)...
^^^"Mimpi indah sayang, jaga ibumu^^^
^^^baik-baik nak."^^^
___________
(Panggilan terputus)
Aditya meletakkan ponselnya, dan berjalan mendekati pintu kaca dibalik gorden kamar hotel yang dia tempati. Aditya membuka gorden itu lebar, dan keluar dari kamar menuju balkon.
Udara malam yang sejuk dan indahnya malam di kota B membuat Aditya melamun, mengingat masalah yang membuat Aditya takut bercampur aduk dengan rasa lega dan senang karena dia akan bertemu dengan ayah dan saudaranya.
"Aku tahu masa kelam saudaraku, dan aku tidak bisa melindunginya pada saat itu. Aku adik macam apa." Gumam Aditya sambil tersenyum masam pada dirinya sendiri.
.
.
.
.
Terus support author ya, author harap cerita ini dapat menghibur kalian🤗❤
__ADS_1
Dan author ingin meminta maaf karena keterlambatan update chapter baru dikarenakan beberapa sebab yang tidak bisa author katakan🙏🏻🙏🏻
Jangan lupa vote, like, dan komen xoxo❤❤❤