
.
.
.
.
"Sudah beres semua, hanya tinggal menyelesaikan pekerjaan yang tertunda kemarin" Gumam Aditya
Masih pagi hari dan matahari belum bersinar terang, Aditya sudah sibuk memandangi laptopnya dan membolak-balikan kertas yang dia pegang.
Tolet...Tolet...Tolet...Tolet...
Roti goreng...Roti goreng....
Aditya terlihat ke arah luar jendela, melihat abang penjual roti goreng yang berhenti dekat rumahnya.
*Apa lebih baik beli roti untuk sarapan dulu?* batin Aditya
Aditya berdiri dari duduknya dan berjalan menghampiri penjual roti goreng keliling.
"Bang, roti goreng 2" Kata Aditya sambil memberikan selembar uang sepuluh ribuan
Penjual roti menerima uang dari Aditya, kemudian meletakkan 2 roti goreng didalam kantor plastik berwarna putih dan diberikannya pada Aditya.
"Matur nuwun mas" Kata penjual roti itu
Aditya tersenyum ramah lalu berjalan kembali ke rumahnya.
Aditya masuk ke dapur dan mengambil secangkir teh hangat untuk disantap bersama dengan roti goreng.
Setelah puas melahap 2 roti goreng dan secangkir teh, Aditya melirik ke arah jam dinding dan melanjutkan kembali pekerjaannya.
"Aditya..."
Aditya masih terus fokus ke arah laptopnya tanpa melihat seseorang yang memanggilnya, bahkan tanpa melihatnya Aditya tahu siapa yang datang ke rumahnya.
"Bukankah ini hari libur?" Tanya Dion sambil duduk di sofa dekat meja kerja Aditya
"Banyak yang harus saya selesaikan sebelum hari senin" Jawab Aditya tanpa memalingkan wajahnya dari laptop
"Oke, semangat lah. Aku mau numpang istirahat" Dion merebahkan tubuhnya pada sofa panjang yang dia duduki
"Semalam lembur?"
"Iya, sudah 2 hari aku tidak tidur"
Aditya hanya mengangguk mendengar jawaban Dion, dan terus fokus pada pekerjaannya.
-Pukul 12.45-
Drt...Drt...Drt...
Aditya melihat ke arah ponselnya dan terlihat nama Keysa dilayar ponselnya, Aditya mengangkat panggilan masuk dari Keysa.
(Panggilan terhubung)
________
"Dit, sibuk?"
^^^"Ada apa?"^^^
"Bisa temenin aku shopping?"
^^^"Nanti jam 14.00 saya jemput"^^^
"Ok, aku tunggu"
________
(Panggilan terputus)
Aditya kembali fokus pada laptopnya, dan menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu sebelum waktu bertemu Keysa.
Aditya membereskan semua berkasnya dan berjalan ke kamar mandi.
"Hah, tubuhku lelah sekali" Gumam Aditya sambil membasahi kepalanya dengan Air
Setelah beberapa menit Aditya keluar dari kamar mandi, tangannya sibuk mencari-cari baju santai yang hendak dia kenakan.
Sedikit menata rambut dan memakai parfum Aditya selesai bersiap.
"Yon?" Panggil Aditya sambil menepuk dahi Dion
"Hmm" Jawab Dion dengan mata yang masih tertutup rapat
"Saya mau keluar, kalau mau makan tunggu saya balik atau beli di warung dekat bengkel" Kata Aditya, pandangan Aditya melihat ke arah Dion yang hanya menggeliat merespon ucapannya.
Aditya mengendarai mobilnya menuju rumah pak Gunawan untuk menjemput Keysa.
Selama diperjalanan pikiran Aditya sibuk beradu sama lain, bahkan dia tidak bisa fokus ke arah jalan raya.
Aditya menghentikan mobilnya ditepi jalan, dia meletakkan kepalanya di kemudi mobil.
*Apa aku bisa pura-pura seperti ini? Jelas-jelas aku tidak bisa menerima perasaannya. Namun memberi harapan padanya* batin Aditya
Aditya menenangkan pikirannya dan kembali melajukan mobilnya.
-Di rumah pak Gunawan-
"Nona, mas Aditya sudah dibawah"
"Beri tahu sebentar lagi saya turun"
Bi Inah berjalan menghampiri Aditya dan memberitahunya jika Keysa masih bersiap-siap.
Aditya memainkan ponselnya untuk beberapa menit sambil menunggu Keysa turun.
Setelah menunggu beberapa saat, Keysa berjalan menghampiri Aditya. Aditya sadar akan kedatangan Keysa dan bangun dari duduknya.
Keysa tersenyum ke arah Aditya, tidak dengan Aditya yang hanya diam melihatnya sekilas sebelum berjalan meninggalkan Keysa.
*Setelah gue berusaha dandan cantik dan sempurna, dia masih tidak tertarik.* batin Keysa melihat Aditya yang berjalan meninggalkannya.
Aditya masuk ke dalam mobilnya tanpa menunggu Keysa yang berjalan sedikit berlari mengejarnya.
"Mau kemana?" Tanya Aditya saat menyalakan mesin mobilnya.
"Ke Red Mall, sekalian antar ke Awan's salon" Jawab Keysa
__ADS_1
Aditya menjalankan mobilnya tanpa menjawab ucapan Keysa.
Saat tiba di area parkir Red Mall, Aditya memarkir mobilnya dan turun dari mobil bersamaan dengan Keysa.
Keysa menggandeng lengan Aditya dan berjalan seiringan dengan Aditya.
Aditya hanya diam walau ingin sekali dia menyingkirkan tangan Keysa dari lengannya.
"Keysa!" Teriak dua orang dari arah belakang Keysa dan Aditya
Keysa menengok ke arah suara yang memanggil namanya.
"Tia, Zahwa!" Teriak Keysa lalu melepaskan lengan Aditya dan berlari memeluk kedua temannya
Aditya hanya memandangi mereka dengan tatapan datar.
"Mumpung kita ketemu gini, gimana kalau kita shopping bareng?" Tanya Tia melepas pelukan Keysa
"Boleh boleh" Jawab Keysa dan Zahwa bersamaan.
Aditya mengikuti kemanapun arah Keysa dan kedua temannya berjalan, hingga mereka bertiga memasuki salah satu toko baju dengan brand ternama.
"Apa ini cocok?" Tanya Keysa pada kedua temannya
"Perfect" Jawan Tia dan Zahwa bersamaan
Keysa menoleh ke arah Aditya untuk meminta pendapat dari tunangannya itu.
"Apa ini cocok untukku?" Tanya Keysa memperlihatkan baju yang dipegangnya ke Aditya
*Bukankah itu terlalu terbuka?* batin Aditya
"Lebih baik jika anda menggunakan pakaian yang sopan" Jawab Aditya
"Apa maksudmu? Baju ini sangat cocok dan bagus untukku, ayolah Aditya. Jangan ketinggalan tren." Kata Keysa dengan memalingkan pandangannya dari Aditya
Aditya hanya melihat ke arah lain tanpa memperdulikan Keysa yang sibuk dengan baju pilihannya.
Sampai saat Keysa dan kedua temannya memasuki salah satu salon didalam mall itu, Aditya hanya menunggunya di luar dan duduk di kursi dekat dengan taman indoor.
Aditya sibuk melihat sekeliling taman yang dipenuhi anak kecil bermain, hingga dirinya dikejutkan dengan kedatangan Ardhan yang menepuk pundaknya.
"Ngapain lo disini?" Tanya Ardhan sambil duduk disebelah Aditya dan meletakkan barang bawaannya
"Duduk" Jawab Aditya singkat
Mata Aditya tidak sengaja melihat ke arah paper bag yang dibawa Ardhan.
"Mainan anak perempuan?" Tanya Aditya
Ardhan melihat ke arah paper bag nya, dan tersenyum pada Aditya.
"Untuk anak gue" Jawab Ardhan
"Anak?!"
Ardhan mengangguk dan menceritakan kejadian yang menimpa mantan kekasihnya beberapa tahun yang lalu karena Ivan.
"Mantan kekasihmu hamil anak Ivan waktu sebelum hal itu menimpa Reyna?" Tanya Aditya
"Iya, saat itu gue benar-benar hancur hingga gelap mata ingin membunuh Ivan. Tapi gue sadar anak itu tidak bersalah, dan dia butuh kasih sayang. Mengingat Ivan tidak mau bertanggung jawab atas ulahnya dan ibunya ingin membunuhnya karena merasa dia hanyalah aib, setelah gue tahu tentang masalah itu, gue dan adik gue mengambil anak itu sesuai kesepakatan bersama keluarga mantan kekasih gue, dengan syarat anak itu besar tidak akan menganggu kehidupan mantan gue dan keluarganya serta semua biaya hidupnya gue yang bertanggung jawab. Walaupun dia bukan anak kandung gue, tapi gue sudah menganggap dia sebagai anak gue sendiri dan gue sayang banget dengan anak itu." Jelas Ardhan
*Orang sepertinya memiliki hati yang tulus, bahkan mau menerima anak dari seseorang yang menyakitinya. Kamu beruntung gadis kecil, memiliki ayah seperti Ardhan.* batin Aditya
"Kenapa lo tiba-tiba tanya seperti itu? Jangan menghina gue, walaupun umur gue sudah tidak muda lagi bukan berarti gue tidak laku!" Teriak Ardhan sambil mendorong Aditya
"Lagian anak itu juga perlu ibu, dia tidak bisa tumbuh dengan adanya ayah saja disisinya"
Ardhan tampak berpikir mendengar ucapan Aditya, dia membenarkan apa yang dikatakan Aditya namun takdir belum berpihak padanya hingga saat ini Ardhan masih nyaman sendiri dan trauma memulai hubungan baru.
"Benar yang lo katakan, tapi mau bagaimana lagi jodoh gue masih bahagiain kekasihnya" Jawab Ardhan dengan tertawa terbahak-bahak
Aditya hanya menggelengkan kepala dengan senyum di bibirnya.
"Kalau ada waktu mampir ke rumah gue, ajak Dion, Rosa, dan Reyna." Kata Ardhan sambil mengambil paper bag nya.
Belum sempat Aditya menjawab, Ardhan menghadap ke dirinya dengan tatapan yang sulit Aditya artikan.
"Ngomong-ngomong, kabar Reyna gimana? Gue denger dia sudah jadi dokter spesialis anak" Ucap Ardhan
"Iya, dia ditugaskan di rumah sakit kota B. Dan kondisi sekarang sudah seperti dulu lagi sebelum ada kejadian waktu itu."
"Lo sering ketemu dengannya?"
"Tidak, Rosa yang sering bercerita tentangnya"
Ardhan mengangguk lalu berdiri dari duduknya.
"Gue pulang duluan, kasihan anak gue di rumah hanya dengan susternya" Kata Ardhan sambil menepuk pundak Aditya pelan.
*Sosok ayah yang baik* batin Aditya
Aditya melihat ke arah salon tempat Keysa dan kedua temannya melakukan spa.
"Kenapa bisa selama ini?" Gumam Aditya
Aditya berdiri dari duduknya dan berjalan memasuki salon itu, mata Aditya mencari-cari dimana Keysa berada.
Hingga saat dirinya menemukan dimana Keysa dan ingin menghampirinya, namun secara tidak sengaja Aditya bertubrukan dengan seorang gadis membuat barang yang dibawa gadis itu terjatuh.
"Maaf, saya tidak sengaja" Kata Aditya sambil mengambilkan barang milik gadis itu
*Dia tampan sekali* batin gadis itu
"Tidak apa-apa" Jawab gadis itu dengan tersenyum hangat sambil mengambil barang yang di berikan Aditya padanya.
"Sekali lagi saya minta maaf" Kata Aditya dan berbalik ingin meninggalkan gadis itu
Namun langkah Aditya terhenti ketika tangannya diraih oleh gadis itu, sontak Aditya langsung menepis tangan gadis itu.
"Ah, maaf. Aku hanya ingin tahu siapa namamu?" Ucap gadis itu
Aditya hanya diam dan menatap gadis itu, lalu membalikkan badannya dan berkata...
"Maaf, saya terburu-buru" Dengan langkah menjauh dari gadis itu.
Aditya memandangi Keysa yang masih sibuk melakukan perawatan kulit wajahnya.
"Apa nona masih lama?" Tanya Aditya
Keysa mendengar suara Aditya, dan melihat ke arah tunangannya yang sedang menatap dirinya dengan tajam.
__ADS_1
"Masih sekitar 2 jam lagi, kenapa?"
"Anda bisa pulang dengan teman anda, saya harus segera pulang"
"Kenapa buru-buru, ini kan hari libur. Apa kamu ada janji lain?"
"Besok saya harus berangkat ke kota B pagi sekali, saya harus bersiap-siap dan istirahat."
Keysa merasa jengkel dengan Aditya yang tidak pernah mengerti dan paham dengannya.
Keysa hanya mengangguk dan melihat Aditya yang langsung pergi setelah melihat responnya tanpa mengatakan apapun.
"Apa dia selalu seperti itu Key?" Tanya Tia
"Hmm, dia tidak pernah bersikap selayaknya seorang tunangan"
***
Aditya membuka pintu mobilnya, saat hendak menyalakan mesin mobilnya. Pikirannya tiba-tiba bimbang.
"Laki-laki apa yang meninggalkan tunangannya diluar saat hari menjelang malam begini?" Gumam Aditya
Aditya memutuskan untuk menunggu Keysa, hampir 3 jam lebih Aditya menunggunya. Namun Keysa tidak juga keluar dari gedung Mall.
"Sudah pukul 20.12, kenapa dia tidak juga keluar?" Gumam Aditya
Aditya keluar dari mobilnya dan berjalan ke arah pintu masuk mall, saat melihat ke arah lain. Aditya melihat Keysa yang tengah bersama dengan 2 laki-laki.
*Apa yang dia lakukan dengan orang seperti itu?* batin Aditya sambil berjalan menghampiri Keysa
Saat langkah Aditya mulai dekat dengan Keysa terdengar suara minta tolong.
"Tolong lepasin gue!" Teriak Keysa
"Nona cantik, bersenang-senanglah dengan kami. Jangan takut" Kata salah satu laki-laki itu
Bruk...
Aditya menendang salah satu laki-laki yang memegang erat tangan Keysa.
"Siapa lo? Jangan ikut campur!"
Aditya tidak menjawab ucapan laki-laki itu, dan memberi sebuah bogem pada laki-laki yang masih memegang tangan Keysa hingga dia tersungkur.
"Br*ngs*k, hajar dia"
Aditya melawan kedua laki-laki itu, hingga dia tidak fokus dan mendapat satu bogem di pipi sebelah kanannya hingga tersungkur.
"Aditya!" Teriak Keysa
Aditya berdiri dan hendak memukul salah satu laki-laki itu, namun tubuhnya sudah lebih dulu di tendang dari belakang.
"Lari ke mobil nona" Kata Aditya sambil berusaha berdiri
Aditya melihat ke arah Keysa yang sudah lari menjauhinya dan kedua laki-laki didepannya.
Aditya berdiri dan melawan kedua laki-laki didepannya, hingga kedua laki-laki itu babak belur beserta dirinya sampai petugas keamanan mall datang menghampiri mereka.
"Hei!" Terik petugas keamanan
Kedua laki-laki itu lari meninggalkan Aditya yang masih tersungkur lemas menahan nyeri di wajahnya.
"Anda tidak apa-apa pak?"
"Tidak pak, terima kasih" Jawab Aditya yang berdiri dengan dibantu oleh petugas keamanan.
Aditya berjalan sempoyongan menahan sakit dan masuk ke dalam mobilnya.
"Aditya kamu terluka" Kata Keysa yang menangis melihat wajah Aditya
"Saya tidak apa-apa" Jawab Aditya memakai sabuk pengaman
"Kenapa kamu masih disini? Bukankah tadi kamu bilang akan pulang?"
"Anda tanggung jawab saya" Jawab Aditya singkat
"Terima kasih sudah menolongku Dit" Kata Keysa sambil memeluk erat tangan Aditya
Aditya melirik kearah Keysa dan menjalankan mobilnya.
"Kita berhenti di apotik dulu untuk beli obat merah dan kapas" Kata Keysa
"Tidak perlu, nanti saya akan obati di rumah saja"
Keysa mengambil tissue untuk membersihkan luka Aditya. Aditya hanya sedikit meringis dan tetap fokus ke jalan.
Setelah sampai di depan rumah keluarga Gunawan, Keysa menatap ke arah Aditya dan memegang lembut pipi Aditya.
Aditya yang terkejut dengan sikap Keysa, langsung memalingkan wajahnya. Membuat Keysa merasa tidak nyaman dan melepaskan tangannya.
"Aku turun dulu ya, makasih buat hari ini. Segera obati lukamu, aku tidak mau kamu kenapa-kenapa. Selamat malam" Kata Keysa turun dari mobil Aditya
"Selamat malam" Jawab Aditya
Setelah Aditya melihat Keysa masuk pintu gerbang, dia langsung melajukan mobilnya.
Aditya berhenti di warung pinggir jalan yang menjual penyetan, dan membeli beberapa makanan untuknya dan Dion.
***
"Saya pulang"
"Kamu mau membuatku kelaparan? Kenapa tidak ada makanan sama sekali" Protes Dion yang memegangi snack ditangannya
"Saya sudah menyuruhmu menunggu atau beli di warung"
Aditya meletakkan bungkusan makanan di atas meja dan duduk di sebelah Dion.
"Wajahmu kenapa Dit? Aku ambilkan obat"
Aditya hanya diam dan memejamkan matanya, Dion mengobati luka di wajah serta tangan Aditya. Namun Aditya tidak memberikan respon apapun dengan mata yang masih terpejam.
*Dia terlihat sangat lelah, aku rasa beberapa hari ini dia terlalu bekerja keras* batin Dion
.
.
.
.
__ADS_1
Terus support author ya, berkat dukungan kalian author jadi tetap semangat🤗❤
Jangan lupa vote, like, dan komen xoxo❤❤❤