Janji M

Janji M
Tak Pernah Terduga Olehku


__ADS_3

.


.


.


.


Tok...Tok...Tok...


Terdengar suara pintu rumahnya diketuk, Aditya menutup bukunya dan berjalan untuk melihat siapa yang datang menemuinya pagi-pagi.


Aditya melihat pak Iwan berdiri didepan pintunya sambil tersenyum ramah ke arahnya.


"Selamat pagi mas Aditya"


"Pagi pak, silahkan masuk"


"Maaf karena saya mengganggu pagi-pagi, saya kesini atas perintah tuan besar untuk mengantarkan mobil mas Aditya" (Berjalan masuk mengikuti Aditya dan duduk di sofa)


"Terima kasih pak, nanti saya akan menemui pak Gunawan"


"Ini kunci mobil berserta surat-suratnya mas, setiap sore saya akan kemari untuk mengajari mas Aditya mengemudi"


Aditya hanya mengangguk pelan dengan ekspresi wajah sedih yang tidak bisa ditahannya.


"Apa ada masalah mas?"


"Tidak pak, terima kasih. Maaf kalau saya merepotkan"


"Ini sudah tugas saya mas, kalau begitu saya permisi terlebih dahulu mas"


"Pak Iwan mau mengantarkan nona pagi ini?"


"Iya mas, non Keysa pagi ini ada kelas. Ada yang mau mas Aditya katakan pada nona biar nanti saya sampaikan.


"Tidak pak"


Setelah Pak Iwan meninggalkan rumah Aditya, Aditya hanya diam didepan rumah memperhatikan mobil yang diberikan pak Gunawan padanya.


*Harus aku apakan mobil ini, aku tidak ingin menerimanya* batin Aditya


Aditya menggelengkan kepala dan masuk kedalam rumah


***


"Ma, nek, aku berangkat dulu ya" Kata Reyna (Mencium pipi nenek dan mamanya bergantian)


"Hati-hati sayang" Jawab nenek Reyna


"Reyn, mama boleh minta nomer telepon Aditya? Mama ada perlu dengannya"


"Boleh ma, nanti akan aku kirim ke mama"


Reyna pergi meninggalkan mama dan nenek nya buru-buru.


*Aduh aku bisa telat nih kalau tidak cepat* batin Reyna melihat ke arah jam tangannya


Saat tangan Reyna hendak membuka pintu mobil, pandangannya terarah pada buket bunga dan tas paper bag didepan kaca mobilnya.


Reyna mengambil kedua barang itu dan melihat kartu ucapan yang menempel pada buket bunga.


Isi Surat


__ __ __


...Selamat pagi sayang,...


...Aku harap tidurmu semalam nyenyak, aku sengaja mengirimkan bunga dan sekotak sarapan untukmu. Semoga kamu suka...


...Semangat kelas pagi ya, aku merindukanmu......


...Love,...


...Ivan...


__ __ __


*Kak ivan? Makasih banyak kak, aku suka* batin Reyna


Reyna memasukkan barang yang dipegangnya kedalam mobil, dan menjalankan mobilnya


Sampai di kampus Reyna turun dari mobilnya dan melihat ke arah Keysa yang berjalan memasuki gedung.


"Key, tunggu" Teriak Reyna


Keysa menoleh ke arah suara Reyna, dan tersenyum


"Lo semangat banget pagi ini"


"Apa terlihat sekali?"


Keysa hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum, mereka berjalan menuju ruang kelas sambil mengobrol.


***


Dret...Dret...Dret...


Aditya menoleh ke arah ponselnya yang berbunyi, "nomer tidak dikenal" yang tertulis dilayar.


Aditya mengangkat panggilan itu...


(Panggilan terhubung)


________


"Halo dengan Aditya?"


^^^"Iya benar"^^^


"Maaf menganggu, ini saya mamanya


Reyna"


^^^"Iya ada apa bu?"^^^


"Kamu ada kelas jam berapa? Rencananya


saya mau mampir ke rumahmu untuk


menanyakan sesuatu"


^^^"Setelah ini saya ada kelas, sekitar^^^


^^^jam 13.00 saya sudah di rumah bu"^^^


"Ok nanti saya ke sana, makasih ya Dit.


Maaf tante merepotkan mu"


^^^"Tidak apa-apa bu"^^^


________

__ADS_1


(Panggilan terputus)


"Sudah jam 8.15, kenapa Dion belum juga sampai?"


Aditya meraih tasnya dan berjalan keluar dari kamarnya.


Mata Aditya melirik ke arah kunci mobil berserta surat-suratnya di atas meja, diraihnya barang itu dan dimasukan ke dalam tasnya.


Selang beberapa menit saja Dion datang dan mengejutkan Aditya


Nafas Dion tidak beraturan, tangannya memegang bahu Aditya


"Gawat Dit" Kata Dion keringat bercucuran membasahi wajahnya


"Tenang, ada apa?"


"Motorku mogok dan sekarang sudah jam segini, apa yang harus kita lakukan?"


Aditya tampak berpikir, raut wajahnya terlihat sedikit ragu dan beberapa kali pandangannya mengarah keluar jendela.


"Kamu bisa mengendarai mobil?"


"Bisa, kenapa?"


Aditya menarik lengan Dion dan mengajaknya keluar dari rumah, Aditya meraih sesuatu di dalam tasnya dan memberikannya pada Dion.


"Kunci mobil? Mobil siapa?"


Kepala Aditya sedikit mengangkat dengan mata diarahkan ke mobil yang terparkir depan rumahnya.


"Aku tidak paham, ini mobilmu? Kapan kamu beli?" Tanya Dion


Aditya tidak menjawab pertanyaan Dion dan berjalan ke arah mobil, Dion membuka mobil itu dan masuk bersama Aditya


Mata Dion terpana melihat dalam mobil yang begitu sangat mewah dan elegan bahkan dari luar saja sudah sangat terlihat.


"Ini mobil papanya Keysa, dia memberikannya pada saya. Kita pakai ini sementara, nanti sepulang dari kampus kita bawa motormu ke bengkel"


"Jangan bilang ini yang membuatmu pusing kemarin? Baru kali ini aku mengendarai mobil semewah ini, biasanya aku pakai mobil pick up bapakku" (Sambil menyalakan mesin mobil)


Selama perjalanan Aditya hanya diam dengan mata mengarak ke luar jendela, sesekali Dion melirik ke arah Aditya.


Dion mengerti sahabatnya merasa terbebani dengan semua ini.


Beberapa menit perjalanan mereka sampai di kampus, Aditya turun dari mobil dan diikuti oleh Dion


Dion memberikan kunci mobil itu pada Aditya, pundak Aditya ditepuk pelan oleh Dion


"Aku ke kelas dulu, cepatlah masuk dan jangan bengong disini" Kata Dion yang berjalan meninggalkan Aditya


-Pukul 12.15-


"Ok anak-anak cukup sampai sini, ibu mau kalian menyelesaikan tugas yang ibu berikan dan besok saat kelas saya. Saya mau tugas itu sudah harus ada di meja saat saya datang."


"Baik bu" Jawab satu kelas


Aditya masih sibuk membaca bukunya, tanpa menghiraukan teman-temannya yang sudah keluar ruangan satu persatu.


Terdengar langkah kaki yang mendekatinya, Aditya mendongakkan kepala dan melihat Ivan sudah berdiri di depannya.


"Hai anak rajin" Goda Ivan


"Ada apa?"


"Aku kesini mau bilang makasih, karena berkatmu Reyna kemarin malam mau menemui ku dan berbaikan padaku" (Duduk di bangku depan Aditya dengan menghadap ke belakang)


*Harusnya kamu berterima kasih pada kak Laura, berkatnya Reyna mau memaafkan mu dan dia rela menutupi masalahnya denganmu* batin Aditya menatap tajam ke arah Ivan


"Iya sama-sama, saya sedang sibuk. Kalau tidak ada yang ingin anda katakan tolong tinggalkan saya" Sahut Aditya sambil membaca bukunya kembali


"Benar-benar anak yang rajin, yasudah aku balik duluan. Sekali lagi terima kasih ya"


Ivan meninggalkan Aditya sendirian di ruang kelas itu, Aditya hanya menatap kepergiaan Ivan dengan rasa sedikit geram.


"Bagaimana kamu bisa bahagia dibalik kesedihan Laura?" Gumam Aditya


Aditya menutup bukunya dan berjalan keluar kelas


Saat di parkiran Aditya sudah melihat Dion yang duduk di bangku dekat parkiran


"Ayo pulang" Ajak Aditya


Dion mengikuti langkah Aditya


*Kenapa lagi itu anak? Kenapa wajahnya kesal seperti itu?* batin Dion


-Di rumah Aditya-


"Saya taruh tas dulu" Kata Aditya sambil membuka pintu rumahnya


Dion hanya mengangguk dan sibuk mengecek mesin motornya


Dion membawa motonya ke bengkel dekat rumah Aditya untuk diperbaiki.


Ponsel Aditya berbunyi membuatnya dan Dion saling pandang karena terkejut


(Dalam panggilan)


______


"Saya sudah didepan rumah kamu


kamu dimana Dit?


^^^" Sebentar lagi saya pulang bu, tunggu"^^^


______


(Panggilan berakhir)


"Siapa Dit?"


"Mamanya Reyna, saya tinggal dulu"


"Iya hati-hati"


Aditya meninggalkan Dion di bengkel dekat rumahnya


Dari jauh terlihat mama Reyna sudah menunggu didepan pintu rumah Aditya


Aditya mendekati mama Reyna dan memberikan salam padanya


Melati hanya tersenyum melihat sikap sopan Aditya


Aditya mempersilahkan mama Reyna masuk dan duduk di ruang tamu


"Hal apa yang ingin ibu tanyakan pada saya?"


"Nama saya Melati, kamu bisa memanggil saya bu Melati atau tante Melati. Sebenarnya saya sudah lama ingin menanyakan ini padamu, sampai akhirnya saya tahu dimana tempat tinggal mu dan semakin yakin."


Aditya mendengarkan ucapan mama Reyna sambil bertanya-tanya dalam pikirannya


"Siapa nama ibumu?"

__ADS_1


Aditya terkejut mendengar pertanyaan mama Reyna secara tiba-tiba, hal wajar jika tiba-tiba ada seseorang yang menanyakan nama ibunya.


"Inara Rahdian Anindira" Jawab Aditya lantang


Air mata Melati tidak dapat dibendung lagi, didekapnya Aditya dalam pelukannya


Aditya semakin tidak mengerti kenapa mama Reyna seperti ini padanya, dia hanya bisa diam dan tidak tahu harus berkata apa.


"Akhirnya saya menemukanmu, sudah bertahun-tahun sejak Inara pergi saya tidak pernah lagi melihat nenekmu dan dirimu"


"Apa ibu mengenal ibu saya?" Tanya Aditya


Melati melepas pelukannya dan memandang Aditya dengan hangat


"Ibumu adalah sahabat saya dari SMP, dulunya ibumu adalah seorang penulis yang menjadi inspirasi saya. Dulu saat saya masih sering main kesini sebelum pindah ke luar negeri, kamu masih sangat kecil. Saat saya kembali 10 tahun setelah itu, saya mendapat kabar jika Inara sudah meninggal dunia. Saya datang kemari dan bertanya pada dimana kamu dan nenekmu, tapi banyak tetanggamu yang bilang jika kamu dan nenekmu kembali ke kampung halaman nenekmu. Saya mencari tahu dimana kampung halaman nenekmu namun saya tidak menemukannya."


"Setelah ibu meninggal saya dibawa nenek ke kampung halaman nenek, hingga nenek meninggal dunia. Saya merantau kemari dan tinggal disini sendirian untuk menyambung hidup saya" Jawab Aditya


"Saya tidak menyangka jika kamu adalah anak Inara, saya tidak sengaja melihat fotomu saat mengunjungi Reyna waktu itu. Saya kira rumah ini sudah dijual ada orang lain, tapi tenyata kamu masih disini."


*Apa aku tanyakan pada bu Melati saja tentang siapa ayahku* batin Aditya


"Bu..." Panggil Aditya


Aditya ragu untuk menanyakannya namun dia harus tahu siapa ayahnya sebenarnya. Selama ini ibu dan neneknya tidak pernah mau mengatakan siapa ayahnya, dan dimana ayahnya sekarang.


"Iya nak, ada apa?"


"Ibu tahu siapa ayah saya?"


Pertanyaan Aditya seakan tamparan bagi Melati, bahkan itu adalah hal yang dirahasiakan Inara dari anaknya selamanya ini.


"Kenapa kamu bertanya seperti itu?"


"Saya ingin tahu siapa ayah saya, mengapa dia meninggalkan ibu dan saya bersama nenek. Dari kecil saya sering menanyakan hal ini pada ibu, tapi ibu tidak mau menjawabnya"


"Nak, apa yang ibumu lakukan itu semua demi kebaikanmu. Ibumu tidak pernah bermaksud merahasiakan siapa ayahmu darimu, hanya saja keadaan yang membuat ibumu harus menyembunyikannya darimu"


"Saya mohon sama ibu, beritahu siapa ayah saya" Kata Aditya sambil meraih dan menggenggam tangan Melati penuh harap


"Jika takdir mempertemukan mu dengan ayah mu, kalian akan bertemu. Saya tidak bisa mengingkari janji saya pada ibumu, tolong mengertilah"


Aditya hanya diam dan melepaskan genggamannya dari tangan mama Reyna.


*Aku yakin kamu akan bertemu ayahmu, nak. Sudah lama dia sedang mencari keberadaan ibumu*


-Flashback on-


-Di negara A-


"Sayang lihatlah, baju itu pasti cocok untuk Reyna kecil kita" Kata Melati menunjuk ke arah gantungan baju anak kecil


(Reyna saat itu berumur 7 tahun, dan sudah selama hampir 6 tahun tinggal di negara A bersama kedua orang tuanya)


"Ambilah, dia pasti suka" Jawab suami Melati


Melati sibuk memilih dan mengambil baju untuk Reyna kecil, terdengar langkah kaki seseorang yang mendekatinya


Melati menengok ke arah belakang dan melihat seseorang yang dikenalinya


"Mas Rai" Kata Melati


"Apa kabar Melati?"


"Kabar baik, mas apa kabar?"


"Seperti yang kamu lihat, saya ingin menanyakan keberadaan Inara padamu, sudah hampir 7 tahun ini saya mencarinya namun tidak juga bertemu dengannya, bahkan nomer teleponnya tidak bisa dihubungi. Apa kamu tahu dimana dia sekarang?"


"Maaf mas, saya tidak mengetahuinya terakhir kali saya ke rumahnya sekitar 6 tahun yang lalu sebelum pindah kemari. Dan sampai saat ini saya tidak mendengar kabar darinya, bahkan saya sudah mencoba menghubungi dan mencari tahu nomer teleponnya yang baru tidak ada yang tahu"


*Apa mas Rai tahu, jika Inara memiliki anak laki-laik seumuran Reyna?* batin Melati


"Yasudah terima kasih, saya permisi dulu"


Rai meninggalkan Melati dan berjalan menghampiri seorang wanita yang jauh lebih muda darinya


*Apa itu wanita yang menikah dengan mas Rai setelah meninggalkan Inara?* batin Melati


Melati terkejut saat suaminya menepuk pundaknya dan memanggil namanya.


"Ada apa sayang? Kenapa kamu melamun?"


"Tidak apa-apa, ayo kita ke kasir dan pulang. Pasti Reyna sudah menunggu kita"


*Inara kamu dimana sebenarnya, sampai-sampai mantan suamimu tidak menemukan keberadaan mu. Aku harap kamu baik-baik saja*


-Flashback off-


"Apa ayah saya masih hidup bu?" Tanya Aditya menatap wajah Melati


Melati memalingkan wajahnya tidak tega melihat Aditya yang memohon padanya


"Aditya..." Teriakan Dion dari depan rumah


Aditya mendongakkan kepalanya, melihat ke arah jendela dan bangun dari duduknya.


"Saya permisi sebentar bu" Kata Aditya dan berjalan menghampiri Dion


"Ada apa Yon?"


Dion tergeletak di atas lantai dengan nafas yang tersengal-sengal, Aditya menepuk jidat Dion yang memejamkan matanya


Dion bangun dari posisinya dan menghadap ke arah Aditya


"Dit, Ivan... Dit"


"Tenang dulu"


Melati yang merasa penasaran keluar dari rumah Aditya dan berdiri di depan pintu


"Ivan Dit, diserang oleh beberapa orang di gang depan sana" (Menunjuk ke arah ujung gang depan rumah Aditya)


"Kamu lari kesini? Dimana motormu?" Tanya Aditya sambil berdiri


"Aku tinggal, dan lari minta bantuan mu"


Aditya berdiri hendak memberitahu mama Reyna untuk tetap di rumahnya, namun saat dia membalikkan badan mama Reyna sudah berada dibelakangnya


"Ivan siapa? Kamu mengenalnya?" Tanya Melati


"Kekasih Reyna, saya akan segera kembali ibu disini saja"


Aditya menarik lengan Dion dan berlari menuju tempat Ivan dikeroyok


.


.


.


.


Jangan lupa vote, like, dan komen. Dukungan kalian sangat penting untuk Author xoxo ❤

__ADS_1


__ADS_2