Janji M

Janji M
Ingatan Pertemuan


__ADS_3

.


.


.


.


-1 tahun kemudian-


"Kita harus cepat jangan sampai ketinggalan"


"Ros, jangan lupa buket bunganya"


"Reyn, Ros, apa aku sudah rapi?"


-Aula universitas bina bangsa-


Hari ini, hari bahagia universitas bina bangsa. Para mahasiswa pejuang skripsi akhirnya mendapat tahap akhir dari perjalannya.


"Acara wisuda akan dimulai 20 menit lagi, dimohon kepada seluruh calon wisudawan tidak meninggalkan aula tanpa izin"


Setelah 20 menit menunggu, akhirnya acara wisuda berjalan dengan tertib dan lancar.


***


"Lihat, itu Aditya" Teriak Dion menunjuk ke arah Aditya


Rosa, Reyna, dan Dion berlari menghampiri Aditya yang tengah berdiri didepan gedung aula dengan tatapan mencari-cari.


"Kami datang" Teriak mereka bertiga bersamaan


Aditya terkejut dan memalingkan wajahnya dari ketiga temannya.


"Selamat ya Aditya Alfahri, S.M atas kelulusan serta gelar cumlaude mu" Kata Dion sambil merangkul pundak Aditya


"Selamat ya Adi, gak nyangka kamu lulus lebih cepat dari pada kita" Ucap Reyna dengan memberikan buket bunga pada Aditya


"Selamat singa beku, doakan kamu cepat lulus dan berhenti pusing tentang skripsi" Sahut Rosa memberikan buket berisi snack


Aditya tersenyum tipis melihat ketiga temannya hadir di hari istimewanya.


Saat mereka sibuk berfoto, mata Aditya melihat ke arah lain dan nampak pak Gunawan serta Keysa berjalan menghampirinya.


Aditya memalingkan wajahnya dari kamera membuat ketiga temannya melihat ke arahnya, saat Dion melihat ke arah Aditya melihat, tangan Dion langsung menarik Reyna dan Rosa untuk sedikit menjauh dari Aditya.


"Selamat atas kelulusan mu Aditya, saya bangga dengan prestasimu" Kata pak Gunawan


"Terima kasih pak" Sahut Aditya


Keysa merangkul tangan Aditya dengan erat, melihat tunangannya lulus dengan prestasi yang sangat baik


"Selamat ya, gue bangga sama lo" Kata Keysa yang kemudian melepaskan tangan Aditya dan meraih buket bunga besar dari pak Iwan


"Buat lo" Sambil memberikan buket bunga besar itu pada Aditya


"Terima kasih" Jawab Aditya singkat


"Setelah ini kamu bisa bekerja di perusahaan saya, saya harap dengan adanya kamu kinerja perusahaan akan menjadi baik" Kata pak Gunawan sambil menepuk pelan pundak Aditya


Pak Gunawan berbalik arah dan berjalan meninggalkan mereka berlima, Keysa masih sibuk menatap ke arah Aditya dengan lembut.


"Ayo ke rumah, saya akan mentraktir kalian makan" Kata Aditya berjalan terlebih dahulu


Saat mereka berjalan baru beberapa langkah, tiba-tiba seseorang memanggil Aditya. Hingga mereka menoleh ke arah suara itu.


"Hai Dit, selamat ya. Saya ikut bahagia atas kelulusan mu" Kata Putri saat dihadapan Aditya, dia memberikan buket bunga besar pada Aditya dan memeluknya


Aditya hanya bisa diam karena tangannya penuh memegang hadiah dan buket bunga


"Tolong lepaskan saya" Pinta Aditya


Putri tidak menghiraukan ucapan Aditya dan terus memeluk Aditya dengan erat.


"Lepaskan tunangan gue!" Teriak Keysa sambil menarik paksa tangan Putri dari Aditya


"Benar-benar cewek tidak punya harga diri" Celetuk Dion


Putri memandang ke arah Keysa sinis, dan mendekatkan dirinya pada Keysa.


"Bangga ya jadi tunangan Aditya? Tapi apa kamu yakin hati Aditya milikmu?" Ucap Putri membuat Keysa geram dan memberi tamparan pada Putri


Putri merakan pipinya sakit dan panas, dia tidak terima jika Keysa memukul dirinya. Saat Putri hendak memberi tamparan pada Keysa...


Plak...


Wajah Putri berubah menjadi pucat melihat wajah Aditya yang dia tampar.


Ketiga teman Aditya dan Keysa juga ikut terkejut.


"Aditya, saya minta maaf" Kata Putri


Aditya tidak menghiraukan Putri dan membalikkan badan berjalan menjauhi Putri diikuti dengan ketiga temannya


"Lo tahu sendiri kan? Dia milik siapa?" Kata Keysa tepat ditelinga Putri


Keysa berjalan meninggalkan Putri dengan perasaan yang puas.


...****************...


"Apa yang harus aku lakukan?" Gumam Aditya


Matahari belum juga terbit, Aditya disibukkan dengan pikiran nya sendiri. Kebingungan bercampur keresahan yang tidak bisa dia hentikan sejak pulang dari kantor.


Drt...Drt...Drt...


Aditya memalingkan pandangannya ke arah ponselnya yang berdering, terlihat jelas nama Keysa di layar ponselnya.


*Kenapa aku bisa melamun dan memikirkan masa laluku selama ini, membuang-buang waktu istirahatku saja* batin Aditya


Aditya meraih ponselnya dan melihat beberapa pesan yang Keysa kirimkan ke padanya.


"Kenapa jam segini dia tidak tidur?" Gumam Aditya


Aditya menggelengkan kepalanya serta mengacak pelan rambutnya, Aditya mendudukkan dirinya di sofa ruang tamunya dan memejamkan matanya.


Perlahan Aditya tertidur dengan pikiran yang masih sibuk.


-Pukul 3.45-

__ADS_1


"Jam berapa ini? Kacau aku ketiduran disini" Gumam Aditya sambil melirik ke arah jam dinding


Aditya berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah kamar mandi dan bersiap untuk beribadah.


"Pukul 5.15, aku harus segera berangkat" Gumam Aditya meraih tasnya dan berjalan keluar rumah


Selama di perjalanan ke kantor Aditya hanya fokus mengendarai mobilnya, tanpa memperdulikan ponselnya yang terus berbunyi.


*Apa aku harus berusaha lebih keras menerimanya?* batin Aditya


-Sesampainya di Gunawan Company-


*Benar-benar orang disiplin, selalu berangkat disaat karyawan masih belum ada yang datang* batin satpam


"Selamat pagi pak" Sapa satpam perusahaan


Aditya hanya tersenyum tipis dan berjalan menuju lift untuk sampai ke ruangannya.


Aditya membuka pintu ruangannya, dan melihat beberapa berkas yang harus dia selesaikan sebelum meeting nanti siang.


Tangan Aditya sibuk mengerjakan berkas namun pikirannya kacau kemana-mana.


Brak...


Aditya menggebrak meja kerjanya dan mengacak rambutnya frustasi.


"Kenapa aku tidak bisa fokus?" Gumam Aditya


Aditya menutup berkas pekerjaannya dan berjalan keluar ruangannya untuk ke kantin kantor.


"Selamat pagi pak manajer" Sapa seorang karyawan yang lewat depan Aditya


Aditya mengangguk sambil terus berjalan, saat di kantin Aditya memesan seporsi nasi goreng dan teh hangat untuk mengisi tenaga dan otaknya.


Dari jauh terlihat wanita yang tidak asing dimata Aditya mendatanginya.


"Hai Dit, tumben makan pagi disini?" Tanya Rosa sambil meletakkan piring makanannya didepan Aditya


"Cepatlah makan dan jangan banyak bicara" Jawab Aditya yang terus menyantap makanannya tanpa memperdulikan kehadiran sahabatnya


"Ngomong-ngomong, bu Rosa sangat dekat ya dengan pak manajer?" Gumam seorang karyawan


"Dengar-dengar, mereka teman dekat dari masa sekolah jadi wajar kalau sangat akrab" Jawab Karyawan lainnya


Aditya mendengar jika dirinya sedang dibuat bahan obrolan hanya menatap mereka tajam dan melanjutkan makannya.


"Saya kembali duluan" Kata Aditya berdiri dari duduknya dan berjalan menjauhi Rosa


Rosa hanya mengangguk dengan mulut yang masih sibuk mengunyah makanan.


***


"Pagi nona Keysa, ada yang bisa saya bantu?" Tanya resepsionis kantor


"Manajer Aditya ada di ruangannya?" Tanya Keysa


"Beliau ada di ruangannya nona"


Keysa berjalan menuju lift untuk sampai ke ruang Aditya di lantai 17.


Saat sampai di depan ruangan Aditya, Keysa merasa ragu untuk menemuinya mengingat kejadian kemarin


-Flashback on-


"Baik pak"


-Beberapa menit kemudian-


Tok...Tok...Tok...


"Masuklah"


"Permisi, apa presdir memanggil saya?"


"Duduklah"


*Kenapa ada nona Keysa juga disini?* batin Aditya


Aditya duduk di depan Keysa dan pak Gunawan, perasaannya mulai tidak enak melihat tatapan dari pak Gunawan.


"Seperti yang kamu tahu, umur saya tidak muda lagi sudah waktunya saya pensiun dari apapun dan menikmati masa tua saya. Saya ingin kamu cepat menikahi Keysa, saya rasa umur kalian sudah cukup mengingat sudah lama kalian bertunangan dan sampai sekarang belum ada kelanjutan" Kata pak Gunawan


Aditya tertegun mendengar ucapan dari pak Gunawan, bahkan dia belum bisa menerima Keysa dalam hatinya sampai saat ini.


Aditya hanya diam, pandangannya tidak fokus dan terlihat bingung. Pak Gunawan yang melihat respon Aditya kembali melanjutkan ucapannya


"Keysa butuh kepastian darimu Aditya, mau sampai kapan kamu akan mengulur waktu pernikahan kalian? Tidak ada alasan belum siap, kalau kamu mau menepati janjimu dulu harusnya sudah siap sekarang" Lanjut pak Gunawan


"Maaf pak, saya akan memikirkannya" Jawab Aditya


Pak Gunawan menatap tajam ke arah Aditya yang berani menjawab ucapannya seperti itu.


"Kamu tidak bermaksud ingkar janji dan kabur dari takdirmu kan?" Tanya pak Gunawan


Aditya menatap ke arah Keysa dan menjawab pertanyaan pak Gunawan.


"Saya tidak pernah mengingkari janji ataupun prinsip saya, saya hanya berusaha menjadi pantas" Kata Aditya masih dengan tatapan mengarah pada Keysa


"Baiklah saya paham, kamu bisa melanjutkan pekerjaanmu"


Aditya berdiri kemudian membungkukkan badannya dihadapan pak Gunawan dan berjalan keluar dari ruangan pak Gunawan.


"Pa, Keysa harap papa tidak mendesak Aditya terus, biarkan dia seperti ini sampai benar-benar siap menikah denganku. Aku tidak mau menikah karena paksaan" Kata Keysa menggenggam tangan pak Gunawan


Pak Gunawan hanya memeluk Keysa dan membelai rambut putrinya itu


*Gue yakin lo masih tidak bisa mencintai gue Dit* batin Keysa


-Flashback off-


Aditya melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda tadi, kini otaknya lebih bisa fokus terhadap pekerjaannya. Namun masih ada yang mengganjal otaknya.


Tok...Tok...Tok...


"Masuk" Ucap Aditya tanpa memalingkan wajahnya dari pekerjaannya


Keysa masuk ke ruangan Aditya dan melihat Aditya sibuk tanpa melihat ke arahnya.


Merasa aneh karena tidak ada ucapan saat pintunya terbuka, Aditya mendongakkan kepalanya dan melihat Keysa berdiri didepan pintu dengan membawa paper bag di tangannya.

__ADS_1


"Ada apa?" Tanya Aditya


Keysa yang mendengar suara Aditya, mendongakkan kepalanya dan melihat ke arah Aditya yang sedang melihat ke arahnya.


"Gue cuma mau mengantarkan bekal makan siang lo" Kata Keysa


Aditya menghela nafasnya dan berdiri dari duduknya, menghampiri Keysa.


"Duduklah" Kata Aditya sambil meraih paper bag dari tangan Keysa


Keysa duduk dan tersenyum ke arah Aditya yang kembali berjalan mendekati meja kerjanya.


"Tidak ada jadwal di rumah sakit?" Tanya Aditya membuat Keysa terkejut


"Gue jaga malam hari ini" Jawab Keysa


Aditya melihat ke arah Keysa dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Ada apa? Kenapa menatap gue seperti itu?" Tanya Keysa bingung


"Anda seorang dokter, perbaiki bahasa anda" Kata Aditya


"Maksud lo?"


"Buang dan ganti penggunaan 'lo dan gue', mengerti?"


Keysa mengangguk mendengar ucapan Aditya, Aditya kembali melanjutkan pekerjaannya tanpa memperhatikan Keysa.


"Sudah mau masuk waktu meeting" Gumam Aditya


Aditya membereskan dokumennya dan berdiri dari duduknya. Saat hendak keluar Aditya melirik ke arah Keysa yang hanya duduk terdiam tanpa suara.


*Tumben dia diam?* batin Aditya yang berjalan menghampiri Keysa


Aditya melihat Keysa yang tertidur dengan posisi duduk


"Dia terlihat kelelahan" Gumam Aditya sambil menidurkan tubuh Keysa di sofa dan menopang kepala Keysa dengan bantal sofa.


Aditya meletakkan dokumennya di atas meja dan membuka laci dibawah rak bukunya, diambilnya sebuah selimut yang sering dia gunakan saat lembur untuk menyelimuti tubuh Keysa.


***


2 jam Aditya berada di ruang meeting hingga waktu istirahat kantor.


Saat membuka pintu ruangannya, Aditya melihat Keysa yang sibuk menyiapkan bekal yang dia bawa di atas meja.


"Kamu sudah kembali? Makan dulu" Kata Keysa yang menyadari Aditya berada dibelakangnya


Aditya meletakkan dokumennya di meja kerjanya serta melepas jasnya dan duduk di sofa depan Keysa.


Keysa memberikan semangkok makanan pada Aditya, Aditya hanya diam dan menerima mangkok itu dari tangan Keysa.


Keysa tersenyum melihat Aditya yang lahap menyantap makannya


"Kenapa memandangi saya?" Tanya Aditya membuat Keysa salah tingkah dan kebingungan sendiri


"Makanlah, saya tidak akan sanggup menghabiskan semua sendiri" Sambung Aditya


Keysa tersenyum malu dan mulai mengambil beberapa lauk untuk dia makan.


Aditya sudah menyelesaikan makanannya dan berjalan untuk mencuci mangkok tempat makannya.


"Biar gue eh maksudnya aku, biar aku saja yang membersihkannya" Kata Keysa merebut mangkok dari tangan Aditya


Aditya hanya diam dan kembali mengerjakan pekerjaannya.


Aditya melihat ke arah Keysa yang sedang membereskan sisa makanan mereka.


"Saya antar pulang, dan istirahatlah" Kata Aditya sambil mengenakan kembali jasnya


"Tidak perlu, lagian pekerjaanmu lagi banyak. Aku bisa pulang bareng pak Iwan saja" Kata Keysa yang meraih tas tangannya


Aditya berjalan mendahului Keysa, terpaksa Keysa mengikuti langkah Aditya.


Selama di perjalanan keduanya hanya diam tanpa ada yang mau membuka suara terlebih dahulu.


Aditya menghentikan mobilnya didepan toko boneka.


"Kita mau ngapain kesini?" Tanya Keysa yang melihat Aditya melepaskan sabuk pengamannya


"Tunggu disini, saya akan segera kembali" Kata Aditya membuka pintu mobilnya


"Dia mau ngapain di toko boneka? Ada-ada saja" Gumam Keysa


Tidak lama Aditya terlihat keluar dari toko dengan membawa paper bag dari toko boneka itu.


Aditya masuk ke dalam mobilnya dan memberikan paper bag itu pada Keysa, Keysa merasa bingung dengan perlakuan Aditya dan menerima paper bag itu dari Aditya.


Aditya memakai kembali sabuk pengamannya dan melajukan kembali mobilnya.


Keysa penasaran dengan apa yang dibeli Aditya untuknya, dibukanya paper bag itu dan terlihat sebuah bantal leher lucu berwarna coklat muda.


"Bantal leher? Ini untukku?" Tanya Keysa memandang ke arah Aditya yang fokus menyetir


"Hmm, sepertinya anda sering tidur dengan posisi duduk." Kata Aditya tanpa memalingkan pandangannya


*Dia tahu kalau gue sering tidur dengan posisi duduk karena kelelahan saat bekerja, dan sekarang dia memberikanku bantal leher ini. Tidak pernah terduga* batin Keysa tersenyum sambil mengelus pelan bantal leher dari Aditya


Aditya menghentikan mobilnya didepan rumah Keysa.


Keysa turun dari mobil dan melambaikan tangan pada Aditya.


"Terima kasih ya Dit sudah mau nganterin aku, dan terima kasih juga untuk bantal lehernya" Ucap Keysa sambil tersenyum


"Iya sama-sama, masuklah" Jawab Aditya


Keysa mengangguk dan kemudian memasuki pintu gerbang rumahnya.


Setelah melihat Keysa sudah masuk, Aditya menjalankan mobilnya untuk kembali ke kantor.


*Aku harap dengan cara ini, aku bisa mulai menerimamu, nona* batin Aditya


.


.


.


.

__ADS_1


Terus support author ya, berkat dukungan kalian author jadi tetap semangat🤗❤


Jangan lupa vote, like, dan komen xoxo❤❤❤


__ADS_2