
.
.
.
.
-2 minggu setelahnya-
Aditya bersiap untuk ke kampus lebih awal, karena ini hari pertamanya masuk kuliah.
Dok...Dok...Dok....
"Tunggu" Teriak Aditya
Aditya meraih ranselnya dan berjalan keluar kamar untuk membuka pintu.
"Ayo berangkat." Kata Aditya sambil mengunci pintu rumahnya
"Apa lo sudah sarapan? Tanya Keysa
"Nanti saja, bekas lukamu masih terasa gatal?"
(Sambil berjalan ke arah mobil Keysa)
"Masih dikit tadi sudah diberi salep sama bi Inah."
Aditya menjawab ucapan Keysa dengan anggukan, 1 hari setelah Aditya meninggalkan Keysa untuk ronda malam Keysa sudah bisa pulang karena keadaannya sudah membaik.
Kini mereka pergi ke kampus untuk mengikuti ospek.
-Universitas Bina bangsa-
Dion, Rosa, dan Reyna terlihat tengah menunggu Aditya dan Keysa di depan gerbang universitas.
"Itu mereka..." Kata Rosa
"Pasangan yang serasi." Sahut Dion
"Kamu iri ya? Cepat cari jodohmu sana." Ucap Reyna
"Sudah lama?" Tanya Aditya
"Barusan saja kami sampai" Sahut Reyna
Mereka masuk ke dalam gedung sesuai jurusan mereka. Terlihat Ivan tengah memperhatikan kekasihnya dari jauh, hingga sekarang mereka belum juga baikan. Bahkan Reyna masih enggan untuk menghubungi Ivan, sedangkan Ivan masih merasa takut untuk menemui Reyna terlebih dahulu.
*Syukurlah kalau kamu baik-baik saja sayang, aku senang melihatmu bisa tersenyum lagi* batin Ivan
Ivan masuk kedalam gedung, kali ini dia ikut serta menjadi panitia ospek untuk calon mahasiswa baru.
-Gedung Fakultas Kedokteran-
"Selamat pagi rekan-rekan."
"Pagi" Jawab mahasiswa baru fakultas kedokteran.
"Pagi ini kegiatan kalian mengenal lingkungan universitas, dan sebelumnya perkenalkan nama saya Ivan Nicholas. Kalian bisa memanggil saya Ivan, sebelum saya memberikan materi yang akan rekan-rekan kerjakan. Saya mau tanya disini ada yang kurang enak badan atau baru sembuh dari sakit?"
Beberapa mahasiswa baru mengangkat tangannya, termasuk juga Keysa. Ivan melihat kearahnya dan tanpa sengaja Ivan memandang ke sebelah Keysa, mata Ivan dan Reyna bertemu. Reyna memalingkan wajahnya, membuat Ivan merasa khawatir.
"Oke, untuk mahasiswa yang mengangkat tangannya saya persilahkan untuk keluar dari barisan dan mengikuti kakak disebelah kanan saya."
"Saya akan membacakan pembagian kelompok untuk rekan-rekan."
-Saat pembagian kelompok berlangsung-
"Hai..."
Reyna terkejut saat lamunannya buyar karena sapaan dari seseorang.
"Hai.." Jawab Reyna sambil tersenyum
(Dari kejauhan terlihat Ivan memperhatikan Reyna yang berbincang dengan seseorang)
"Perkenalkan namaku Rian, kamu siapa?"
"Namaku Reyna, salam kenal ya."
"Iya semoga kita bisa berteman baik."
Ucapan Rian dibalas senyuman dengan Reyna.
*Kenapa Reyna berbicara dengan cowok itu dengan baik, apa dia berusaha mencari pengganti ku?* batin Ivan
Ivan menghampiri Reyna yang tengah mengobrol dengan Rian, Reyna dibuat kaget dengan kedatangan Ivan.
"Kakak..."
"Kenapa kamu mengobrol dengannya?" Tanya Ivan pada Rian dengan tatapan yang tajam
"Kak..."
"Selesaikan tugas kalian dan jangan berbicara jika tidak penting." Tegas Ivan
Reyna yang melihat sikap Ivan menjadi bingung, bahkan Ivan tidak menanggapi ucapan Reyna yang memanggil namanya.
*Apa kakak tidak ingin berbicara padaku, karena aku tidak menghubunginya dan menenangkan diri selama ini* batin Reyna
"Kamu tidak apa-apa?" Tanya Rian sambil menepuk pelan bahu Reyna
Rian melihat ekspresi kesedihan di wajah Reyna.
*Apa Reyna mengenal kak Ivan, bahkan melihat sapaan Reyna sepertinya mereka saling kenal.* batin Rian
Mahasiswa baru di fakultas kedokteran mengerjakan tugas mereka dengan tertib dan tenang. Hingga tiba saatnya untuk mereka berkeliling gedung universitas, terlihat jelas pandangan mata Ivan tidak bisa beralih dari Reyna.
-Gedung Fakultas Ekonomi-
"Lihat cowok yang disebelah sana, lumayan kan?"
"Boleh juga tuh"
Aditya yang merasa dirinya tengah diawasi oleh kakak panitia, namun karena sikap cueknya dengan keadaan Aditya hanya diam dan mengerjakan tugas yang diberikannya. Selang beberapa menit saja, namanya dipanggil...
"Aditya Alfahri"
Aditya mendongakkan kepalanya dan menatap ke depan ruangan.
"Maju dan bacakan isi pekerjaanmu" Perintah salah satu panitia
Aditya berjalan ke depan, bahkan hampir seisi ruangan menatapnya.
"Silahkan"
Aditya membacakan isi dari tugas yang diterimanya, Aditya sangat merasakan jika dirinya diperhatikan dengan tajam oleh sepasang mata yang ada disampingnya.
*Kenapa dia terus melihat kearah ku?* batin Aditya
"Oke cukup, kamu bisa duduk."
Aditya berjalan ke tempat duduknya, dan hanya menatap kearah meja tanpa memperhatikan seseorang disampingnya.
"Sepertinya kelas kita sudah menemukan sosok ketua kelas, Aditya? Apa rekan-rekan setuju?"
"Setuju" Jawab satu kelas serentak
Aditya hanya diam tanpa ekspresi menerima tugas sebagai ketua kelas selama ospek berlangsung.
-Saat Istirahat-
Aditya mengambil ponselnya dari saku dan menulis pesan untuk Keysa.
__ADS_1
(Chatting)
_ _ _ _ _ _
^^^"Kamu dimana?"^^^
(2 menit)
"Di taman depan gedung fakultas
kedokteran, bersama Reyna"
^^^"Sudah makan?"^^^
"Belum, gue mau makan kalau sama lo"
^^^"Saya ke sana"^^^
"Gue tunggu Dit."
_ _ _ _ _ _
Saat Aditya hendak berdiri dari duduknya dan menyimpan ponselnya lagi, tangannya ditahan oleh seseorang. Sontak membuat Aditya langsung menoleh ke arah seseorang itu.
"Kita bisa bicara?" Tanya seseorang itu
"Silahkan"
"Apa saya boleh meminta nomer ponselmu?"
Aditya mengangkat salah satu alisnya, tidak mengerti maksud dari kakak panitia yang meminta nomernya.
"Tenang saja, ini untuk memberimu informasi apa bila ada informasi secara dadakan. Semua ketua kelas saat ospek berlangsung akan dijadikan dalam satu grup chat, untuk mempermudah penyebaran informasi."
Aditya memberikan nomer ponselnya pada kakak panitia ospek, dan berjalan meninggalkannya untuk menghampiri Keysa.
-Didepan gedung fakultas kedokteran-
"Makanlah" Kata Aditya (Memberikan Keysa sebungkus makanan)
Keysa menengok ke arah Aditya dan menerima makanan dari tangan Aditya, Reyna yang melihat hal itu hanya memanyunkan bibirnya.
"Simpan kemesraan kalian sendiri, jangan lakuin itu di depanku."
"Kekasih lo mana?" Tanya Keysa sambil menahan tawa
"Aa sudahlah, aku gak mau membahas dia."
"Makan dengan gue." Kata Keysa sambil memberikan makanannya pada Reyna
Aditya hanya memandang Keysa dan Reyna yang sibuk berbicara tanpa memperdulikan Aditya.
"Adi... jangan cemburu karena kekasihmu lebih perhatian padaku dari pada dirimu."
Aditya hanya menggelengkan kepala sambil membuang muka melihat ejekan Reyna.
*Aku harus gimana Key, sampai sekarang aku tidak bisa membuka hati untukmu. Disisi lain aku tidak bisa melukaimu* batin Aditya
"Dit..." Panggil Keysa
"Iya?"
"Kenapa lo ngelamun?"
"Tidak apa-apa"
"Saya kembali dulu."
"Hati-hati Dit." Jawab Keysa
"Makasih buat makanannya Adi..." Sahut Reyna sambil melahap sesendok siomay.
Aditya berjalan untuk kembali ke gedung fakultas ekonomi, saat hampir sampai di kelasnya. Langkah Aditya terhenti melihat Ardhan dan Raka tepat didepannya.
Aditya hanya memandang tajam pada kedua seniornya itu, dan tidak mengatakan apapun. Saat langkah Aditya hendak melewati Ardhan dan Raka, tangannya dihentikan Ardhan.
"Tunggu"
"Apa?" Jawan Aditya (Menengok ke arah Ardhan)
"Gue mau minta maaf soal kejadian beberapa minggu yang lalu."
Aditya hanya mengerutkan dahinya, dia tidak menyangka jika seniornya akan minta maaf padanya.
"Waktu itu gue menganggu kekasih lo bukan karena niat, tapi karena ingin mancing seseorang untuk keluar dari sarangnya."
"Apa maksud anda?"
"Lo tidak perlu tahu, intinya gue minta maaf banget sama lo."
"Gue juga minta maaf sama lo Dit" Sahut Raka
"Iya, saya permisi."
*Gue tahu Dit, lo orang baik. Hanya saja sikap kaku dan dingin lo membuat orang lain memiliki kesan tersendiri* batin Ardhan
-Hari terakhir ospek-
Mahasiswa baru dari semua jurusan berkumpul di aula utama universitas Bina Bangsa untuk mengikuti penutupan ospek.
Hampir 1 jam mereka mengikuti upacara penutupan, saat upacara selesai terlihat Ivan berlari menuju pintu keluar aula dengan terburu-buru.
Reyna melihat hal itu dipikirannya tidak ada hal mengganjal apapun, namun seketika perasaannya berubah menjadi tidak karuan.
"Key, kamu tunggu di gerbang kampus. Aku akan kembali habis ini." Kata Reyna dan berlari meninggalkan Keysa
"Lo mau kemana?" Teriak Keysa
Teriakan Keysa tidak terdengar ke telinga Reyna, Reyna terus berlari mencari kemana Ivan pergi. Dia melihat ke segala arah dan melihat Ivan berlari ke pintu samping universitas.
Reyna mengikuti kemana Ivan berlari, Reyna menghentikan langkah kakinya dan mematung melihat apa yang ada dihadapannya.
Dihadapan Reyna, Ivan sedang memeluk seorang cewek yang menangis. Reyna tidak mampu berkata apapun, air matanya mengalir tanpa henti.
*Siapa wanita itu kak? Apa yang sebenarnya kamu sembunyikan dariku* batin Reyna
Saat Reyna hendak membalikan badan dan pergi dari sana, mata Ivan melihat kehadiran Reyna. Dengan cepat Ivan melepas pelukan cewek yang ada didepannya.
"Reyna?" Teriak Ivan memanggil
Reyna yang mendengar teriakan Ivan langsung berlari dan diikuti Ivan yang mengejarnya, cewek tadi mengikuti langkah Ivan yang mengejar Reyna.
***
"Reyna kemana? Kenapa tidak juga kembali?" Tanya Rosa
"Dia tidak memberitahu gue apa-apa dan langsung pergi ninggalin gue." Sahut Keysa
"Apa yang terjadi padanya?" Sahut Dion
"Lihatlah." Kata Aditya
Mereka melihat ke arah yang Aditya tunjuk, betapa terkejutnya mereka melihat Reyna yang menangis dengan Ivan yang mengikutinya dari belakang.
"Reyna?" Kata Rosa
Reyna memeluk Rosa dengan erat, bahkan Reyna tidak mengucapkan apapun dan hanya menangis.
"Sayang, aku bisa jelasin" Kata Ivan sambil memegang lengan Reyna
"Ada apa ini kak?" Tanya Dion
Ivan tidak menjawab pertanyaan Dion dan berusaha menenangkan Reyna yang menangis di pelukan Rosa.
__ADS_1
"Van, kenapa kamu ninggalin aku?" Tanya seorang wanita yang berdiri di samping tempat Aditya berdiri.
Mereka semua menengok ke arah wanita itu kecuali Reyna dan Ivan.
*Bukannya dia wanita yang bersama Ivan saat di cafe? Tapi mengapa aku tidak asing dengan wanita ini* batin Aditya
"Kamu siapa?" Tanya Rosa
"Aku tidak punya urusan dengan kalian." Jawab wanita itu ketus
"Kak?" Panggil Dion
"Maaf sebelumnya, tolong selesaikan masalah kakak dengan wanita ini terlebih dahulu." Kata Dion sambil meraih tangan Ivan dari lengan Reyna
"Apa urusanmu ha?!" bentak Ivan sambil menepis tangan Dion
Dion terbawa emosi dan menarik lengan Ivan hingga Ivan terjatuh, Ivan yang sudah merasa pusing dengan masalahnya menjadi sangat emosi dengan sikap Dion yang ikut campur urusannya dengan Reyna.
"Apa maksudmu?!" Tanya Ivan sambil memberi bogem di pipi Dion
Dion tersungkur menerima pukulan keras Ivan, terlihat sudut bibirnya berdarah.
Saat Ivan hendak memberikan pukulan lagi ke Dion tangannya dihadang oleh Aditya.
"Selesaikan masalahmu!" Kata Aditya sambil menatap tajam Ivan
"Hei, kalian ini cuma teman gak perlu ikut campur urusanku dengan Reyna."
"Kita memang hanya teman, tapi kita lebih tahu perasaan Reyna dari pada kakak." Sahut Rosa
Keysa hanya diam dan mendekati Rosa yang memeluk Reyna, dia tidak tahu harus berbuat apa bahkan baru akhir-akhir ini mereka bisa akrab.
"Lepaskan Reyna, aku ingin bicara padanya!" Teriak Ivan pada Rosa
"Aku tidak akan melepaskannya."
"Lepaskan, aku bilang!!!"
"Cukup saya bilang!" Kata Aditya
Secara tiba-tiba Ivan memberikan bogem pada perut Aditya membuat Aditya tersungkur, Keysa yang melihatnya terkejut dan membantu Aditya berdiri.
Aditya berdiri dan menarik Reyna, mereka semua tercengang termasuk dengan Ivan.
"Kamu mau membawaku kemana Di?"
Aditya tidak menjawab pernyataan Reyna dan terus menarik Reyna pergi, Aditya menghentikan taksi dan menyuruh Reyna masuk.
"Ros, temani dia." Kata Aditya
Rosa menaiki taksi itu setelah mendengar ucapan Aditya, Rosa mengerti tentang sikap yang diambil Aditya barusan.
"Apa mau mu? Mau macam-macam dengan saya?" Tanya Ivan geram
"Saya tidak ingin dan tidak berniat ikut campur urusan anda dengan Reyna, tapi tidak bisakah anda menyelesaikan masalah anda dengan baik-baik tanpa menggunakan emosi?"
"Tahu apa kamu tentang masalahku?!" Tangan Ivan melayang di pipi kanan Aditya
"Aditya" Teriak Keysa (Dan memegang pipi kanan Aditya yang memerah akibat pukulan keras Ivan)
"Bahkan kamu tidak memikirkan perasaan kekasihmu yang ada disebelah mu dan mengkhawatirkan mu? Mengapa kamu sibuk ikut campur urusanku dengan Reyna?"
"Saya yakin, kekasih saya lebih mengerti saya dari pada anda."
*Laki-laki ini terlihat tidak asing bagiku, bahkan sifat tegasnya seperti....* batin Wanita disebelah Ivan
Aditya menarik tangan Keysa dan mengajaknya meninggalkan universitas, Dion mengikuti langkah Aditya dan Keysa.
"Kur*ng *j*r!!!" Teriak Ivan
***
Rosa melihat ke arah Reyna yang masih diam dan menangis sambil menatap ke luar jendela, Rosa tidak tahu harus menenangkan Reyna dengan cara apa lagi.
"Ros..."
Ucapan Reyna memecahkan keheningan mereka.
"Iya Reyn? Kamu perlu apa?"
"Kita ke rumah Aditya ya?"
"Oke aku kirim pesan ke dia ya."
(Chatting)
_ _ _ _ _ _
^^^"Dit, aku dan Reyna akan ke rumahmu,^^^
^^^Reyna mengajakku untuk ke sana.^^^
^^^Apa kamu sibuk?"^^^
(6 menit)
"Tidak, masih ada waktu 2 jam
sebelum aku kerja."
^^^"Oke kami ke sana"^^^
_ _ _ _ _ _
-Di rumah Aditya-
"Aditya kemana kok belum balik-balik juga." Kata Rosa
Rosa sesekali melihat ke arah Reyna yang terduduk lemas sambil bersandar di tiang rumah Aditya.
"Itu dia.." Kata Rosa melihat ke arah gang
"Reyna tidak apa-apa Ros?" Tanya Dion
"Dia hanya diam saja dari tadi." Jawab Rosa sambil mengelus rambut Reyna
"Masuklah" Kata Aditya sambil membuka pintu rumahnya
Saat di ruang tamu Aditya, hanya keheningan yang menyelimuti mereka. Hingga Reyna membuka pembicaraan...
"Ada yang mau aku tanyakan Di"
"Hmm, silahkan." Jawab Aditya (Dengan mengangguk dan ekspresi datar)
"Seberapa jauh kamu mengerti tentang masalahku dan kak Ivan?"
Pertanyaan Reyna membuat semua orang yang ada di rumah Aditya bertanya-tanya dan terkejut termasuk Keysa yang tidak tahu apa-apa.
"Tidak banyak." Jawab Aditya singkat
"Tolong katakan padamu Di, aku minta tolong sekali padamu."
"Apa dia tidak menceritakan apapun padamu?" Tanya Aditya
Pertanyaan Aditya dibalas dengan gelengan oleh Reyna, membuat Aditya menghembuskan nafas kasar.
"Begini..." (Dengan posisi duduk menghadap Reyna dan kedua tangan mengepal ke depan dan bertumpu pada kakinya)
.
.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa vote, like, dan komen. Dukungan Readers sangat berarti untuk Author xoxo :)