Janji M

Janji M
Maaf


__ADS_3

.


.


.


.


Saat memasuki ruang IGD, ada perasaan cemas dalam diri Aditya. Dia tidak tega melihat Keysa yang terbaring lemas di ranjang rumah sakit.


*Cepatlah sembuh..* batin Aditya


"Mas.."


"Iya bi?"


"Ada apa mas? Kenapa melamun, duduk sini."


"Tidak ada apa-apa bi."


Aditya terus memandangi wajah kekasihnya yang terbaring pucat dan tetap memejamkan matanya, seakan-akan enggan untuk membukanya. Aditya terus berharap agar Keysa segera siuman.


"Bi saya ke mushola dulu ya, tolong jaga nona. Kalau ada apa-apa segera telfon saya."


"Iya mas Aditya, hati-hati."


Aditya berjalan keluar dari IGD, tangannya gemetaran. Dia tidak sanggup melihat Keysa seperti itu, terlebih lagi ini tanggung jawabnya untuk menjaga Keysa. Bahkan Aditya merasa seperti laki-laki tidak bertanggung jawab, yang membiarkan Keysa sampai seperti ini.


Di lubuk hati paling dalam, Aditya merasa menyesal sekaligus marah kenapa harus kejadian seperti ini yang terjadi. Setelah kekacauan tadi pagi di universitas.


"Lebih baik aku sholat dulu, biar sedikit tenang." Kata Aditya pada dirinya sendiri (Melangkahkan kaki masuk ke mushola rumah sakit)


Aditya mengambil ponsel yang ada di sakunya, dilihatnya


(Aditya menjalankan ibadah sholatnya hampir 15 menit)


Saat Aditya berjalan keluar dari mushola, dan menyalakan ponselnya kembali. Dilihatnya beberapa pesan masuk dari Dion dan Rosa bahkan ada panggilan tak terjawab juga.


"Ada apa lagi ini?" Kata Aditya


(Pukul 14.44)


*Aku lupa kalau harus ke restoran, sebaiknya aku kerja dulu dan kembali kemari* batin Aditya


Aditya tidak sempat melihat isi pesan dari Dion dan Rosa, dan langsung menghampiri bi Inah di ruang IGD.


"Bi, saya minta tolong jaga nona sampai nanti pukul 21.00 ya. Saya harus ke restoran buat kerja." Kata Aditya sambil sedikit berbisik


"Iya mas, hati-hati. Biar saya yang menjaga nona."


"Kalau ada apa-apa hubungi saya ya bi."


"Baik mas."


Aditya memandang Keysa yang masih enggan membuka mata, dalam hatinya berkata...


"Aku kerja dulu, cepatlah bangun. Aku harap setelah kembali dari kerjaku, kamu sudah siuman."


Aditya keluar dari IGD dan berjalan menuju parkiran dengan sedikit berlari.


***


"Yon kita harus bagaimana sekarang?" Kata Rosa sambil menggosok kepalanya


"Aku juga tidak tahu, bahkan Aditya tidak bisa dihubungi. Mungkin saja sekarang dia lagi kerja."


"Apa kita samperin dia di tempat kerjanya."


Dion menjawab ucapan Rosa dengan anggukan. Dan mulai bersiap untuk menemui Aditya di Restoran.


***


Aditya terlihat buru-buru mengayuh sepedanya, tanpa sadar ponselnya terus berdering. Ada panggilan masuk berkali-kali dari ponselnya.


"Aku harus cepat mungkin saja akan telat beberapa menit." Kata Aditya sambil ngos-ngosan


Setibanya di restoran Aditya langsung masuk dari pintu belakang bagian dapur dan mengganti pakaiannya.


"Aditya..." Panggil bu Farah (Kepala pelayan restoran)


"Iya bu?"


"Kamu kenapa? Tidak seperti biasanya telat dan terlihat terburu-buru."


"Maaf bu, saya tadi ada sedikit masalah."


"Yasudah, sekarang tolong kamu bersihkan meja dan kursi bagian depan."


Aditya menganggukkan kepala dan berjalan untuk mengambil alat kebersihan di ruang kebersihan.


Aditya membersihkan meja di di bagian depan restoran, tanpa disadari Rosa dan Dion sudah berdiri dibelakangnya membuatnya terkejut.


"Dit..." Kata Rosa


"Kenapa kamu gak bisa dihubungi?" Sambung Dion


"Kenapa?" Aditya


Dion dan Rosa saling bertatapan, mereka terlihat tidak yakin untuk mengatakannya. Namun harus mengatakan.


"Kalau mau bicara, tunggu aku selesai membersihkan ini." Kata Aditya (Sambil melanjutkan kerjaannya)


"Ini masalah penting Dit, kamu harus dengar." Kata Rosa


"Katakanlah" Jawab Aditya


"Begini Dit, kamu ingat dua senior yang berkelahi dengan mu tadi?"


"Hmm"


"Dua senior itu membawa Reyna."


Aditya yang mendengar penjelasan Dion terkejut, bagaimana bisa dua seniornya membawa Reyna pikirnya.


"Kenapa bisa?" Jawab Aditya (Sambil memberhentikan pekerjaannya, Aditya menatap bingung ke arah Dion dan Rosa)


*Apa lagi ini * batin Aditya


"Ivan menelfon Rosa dan mengatakan..." (Jelas Dion)


-Flashback on-


Dalam perjalanan pulang Reyna dan Ivan saling mengobrol dan bercanda, hingga hal yang tak terduga terjadi pada mereka.


Ditengah perjalanan pulang mereka yang awalnya baik-baik saja, merasa aneh saat dua mobil berwarna hitam dan merah mengikutinya.


"Sayang, sepertinya dua mobil dibelakang mengikuti kita." Kata Ivan (Sambil melihat ke arah spion dalam mobil)


"Masa sih kak? Perasaan kakak saja mungkin."


"Tidak, dari tadi aku perhatikan di spion setiap aku ngerem dan belok mereka melakukan hal yang sama denganku."

__ADS_1


"Ngebut kak!"


Ivan melajukan mobil lebih cepat, terlihat dua mobil tadi juga mulai mengikuti mobil Ivan yang semakin ngebut.


"Kak bagaimana ini?" Kata Reyna


"Kamu tenang kita akan lolos dari mereka, aku akan nambah kecepatan lagi."


Ivan menjalankan mobilnya lebih cepat untuk menghindari dua mobil yang mengikutinya. Tapi salah satu mobil yang berwarna hitam mendahului mobil Ivan dan menghadang mobil Ivan.


Ivan dan Reyna terkejut melihat hal itu, terlihat jelas wajah mereka sangat panik.


"Kak... Bagaimana ini? Aku takut."


"Tenang ya sayang, aku disini." (S*ambil memeluk Reyna.


Brak....


Kaca mobil Ivan di gedor dari luar, membuat Reyna semakin takut.


Ivan melihat ada beberapa orang yang mengepung mobilnya dan diantaranya ada dua orang yang Ivan kenal (Ardhan dan Raka).


"Mereka?" (Raut wajah Ivan semakin terlihat khawatir)


"Keluar!" Bentak Ardhan


Ivan keluar dari mobilnya dan menyuruh Reyna untuk tetap di dalam mobil.


"Kenapa kalian menghadang ku?"


"Apa lo lupa dengan masalah tadi?!" Teriak Ardhan


"Apa maksudmu?"


"Kalian bawa kekasihnya dan bawa masuk mobil!" Perintah Ardhan


"Apa yang lo lakukan?" Kata Ivan (Sambil memberi satu bogem pada Ardhan)


Ardhan membalas bogem dari Ivan, dan salah satu teman komplotan Ardhan berusaha membuka mobil Ivan untuk membawa Reyna.


"Kak tolong aku kak!" Teriak Reyna


"Reyna!" Teriak Ivan


Ivan berteriak melihat Reyna dibawa oleh salah satu teman Ardhan. Ivan hendak menghampiri Reyna, namun Ardhan memberi satu bogem pada perut Ivan membuat Ivan tersungkur.


"Jangan pernah macam-macam dengan gue!"


Ivan hampir berdiri dan hendak menolong Reyna, beberapa pukulan mendarat di badannya hingga dia tidak sanggup berdiri.


"Bawa kekasihnya pergi." Perintah Ardhan


"Jangan bawa kekasihku!"


Ardhan menyuruh komplotannya membawa Reyna dan meninggalkan Ivan dengan menahan sakit di bagian perutnya.


*Apa yang akan Ardhan lakukan pada Reyna, jangan sampai dia memberi tahu Reyna*


Ivan berdiri dan mengendarai mobilnya, dia mencoba mengejar mobil Ardhan.


-Flashback off-


"Reyna dibawa pergi?" Tanya Aditya (Dengan kebingungan)


*Tapi tadi aku melihat Ivan sedang di cafe dengan seorang wanita* batin Aditya


"Iya Dit, kami bingung harus bagaimana, bahkan sekarang Ivan masih terus mencarinya."


"Kami minta tolong sama kamu buat bantu nyari Reyna, jangan sampai mama dan nenek Reyna tahu soal ini." Jelas Rosa


"Kalian cari dulu, aku selesaikan cepat pekerjaanku biar bisa bantu kalian."


"Oke Dit, nanti kalau sudah selesai kabari aku. Biar aku jemput kita cari sama-sama."


"Iya"


Rosa dan Dion pergi untuk mencari Reyna, sedangkan Aditya mempercepat pekerjaannya supaya bisa pulang lebih awal.


*Bi Inah kenapa tidak menghubungiku, apa Keysa baik-baik saja." batin Aditya


-Pukul 17.23-


"Bu Farah..."


"Iya Dit? Tugasmu sudah selesai?"


"Sudah bu, saya selesaikan lebih awal dari biasanya karena mau izin pulang awal dan sebagai gantinya besok pagi saya kemari untuk bersih-bersih."


"Oke... sepertinya kamu juga ada masalah, hati-hati di jalan"


"Terima kasih bu."


Aditya mengganti seragamnya dan berjalan keluar, dia mengeluarkan ponselnya dan menghubungi bi Inah...


(Panggilan terhubung)


__________


^^^"Bagaimana kabar nona bi?"^^^


"Nona masih belum sadar mas,


tadi dokter bilang kalau keadaan


nona sudah mulai stabil dan melewati


masa kritisnya. Kita tinggal menunggu


nona sadar mas."


^^^"Syukurlah"^^^


^^^"Bi tolong jagain nona ya sampai saya kembali, sepertinya saya akan sedikit telat"^^^


"Iya mas, saya akan jagain nona"


^^^"Kalau begitu terima kasih bi, saya tutup^^^


^^^dulu telfonnya"^^^


___________


(Panggilan terputus)


Aditya mematikan panggilannya dan berjalan menuju parkir sepeda, dia mengetik pesan untuk Dion...


(Chatting)


_ _ _ _


^^^"Aku tunggu di taman dekat restoran"^^^

__ADS_1


(2 menit)


"Aku dan Rosa ke sana."


^^^(Read)^^^


_ _ _ _


Aditya mengayuh sepedanya dan menuju ke taman tempat janjiannya dengan Dion dan Rosa bertemu.


-Di taman-


Sekitar 10 menit Dion dan Rosa terlihat menuju ke arah dimana Aditya duduk.


"Bagaimana?" Tanya Aditya


"Kita masih belum bisa menemukannya Dit." Jawab Dion


"Kalian sudah menghubungi Ivan?"


"Bahkan kak Ivan kami hubungi tidak dijawab." Jawab Rosa


"Kita tidak akan bisa menemukan Reyna jika tidak tahu secara detail kejadian Reyna di bawa senior." Jelas Aditya


"Apa ini ada hubungan dengan masalahku?"


"Sepertinya bukan karena masalahmu Dit, bahkan kamu tahu sendiri senior kenal dekat dengan Ivan." Jelas Dion


"Atau mereka ingin menunjukan sesuatu pada Reyna?" Tanya Aditya (Sontak membuat Dion dan Rosa saling bertatapan)


"Maksudmu, senior menculik Reyna bukan hanya marah pada kak Ivan karena menolong mu? Melainkan memang ada yang sesuatu diantara kak Ivan dan senior?" Tanya Rosa (Memastikan maksud dari ucapan Aditya)


"Bisa saja, kamu ingat saat senior bilang jika Ivan punya masalah dan sepertinya Reyna tidak tahu akan hal itu?" Tanya Aditya (Sambil melihat ke arah Dion)


"Iya aku ingat, aku rasa senior tidak akan melakukan apapun pada Reyna jika dia ingin memberitahukan sesuatu pada Reyna tentang Dia yang dimaksud senior, kecuali jika senior dendam pada Ivan sesuatu akan terjadi pada Reyna." Jelas Dion


"Terus kita akan melakukan apa? Kasihan Reyna." Sambung Rosa


"Ros hubungi Ivan lagi kita temui dia dulu." Kata Aditya (Sambil berdiri dari duduknya)


*Sepertinya Aditya tahu sesuatu tentang hal ini, bahkan hanya dia yang mengingatkanku tentang ucapan senior waktu itu* batin Dion


Aditya beranjak pergi dan menitipkan sepedanya di tempat penitipan sepeda, yang dekat dengan taman.


Aditya, Rosa, dan Dion masuk kedalam mobil Rosa dan pergi mencari Ivan sambil terus berusaha menghubunginya.


Sudah beberapa kali Rosa mencoba menghubungi Ivan, namun masih sama tidak ada jawaban.


Saat Rosa menghentikan mobilnya saat matanya tertuju pada salah satu cafe ditepi jalan, Rosa melihat Ivan sedang bersama Reyna.


Terlihat jelas jika Reyna menangis dan Ivan berusaha membujuknya.


"Ros, kenapa berhenti?" Tanya Dion


"Dit, Yon. Sepertinya kita tidak perlu lagi mencari Reyna." Kata Rosa tiba-tiba


"Kenapa?" Tanya Aditya dan Dion bersamaan


"Lihat itu..." (Sambil menunjuk ke arah Ivan dan Reyna)


Aditya dan Dion melihat ke arah cafe yang ditunjuk Rosa mereka melihat Reyna dan Ivan duduk bersama.


"Syukurlah kalau dia baik-baik saja." Kata Dion


"Kita tidak perlu mencarinya lagi, bahkan Reyna sudah aman sekarang. Kita balik saja ya, biarkan mereka menyelesaikan masalahnya." Kata Rosa sambil menjalankan lagi mobilnya.


Dion yang masih bertanya-tanya dalam pikirannya memandang ke arah Aditya...


"Dit, seperti kamu tahu sesuatu dari masalah ini. Ada apa?" Tanya Dion (Melihat ke arah Aditya)


Aditya memandang ke arah Dion sebentar dan kembali meluruskan pandangannya ke depan.


"Saya melihat Ivan bersama wanita namun bukan Reyna di cafe."


Ucapan Aditya membuat Rosa dan Dion tersentak mendengarnya.


"Maksudmu?" Kata Rosa


"Jangan-jangan yang dimaksud Dia oleh senior itu adalah cewek itu." Kata Dion tiba-tiba


Membuat Rosa bingung dan tidak mengerti maksud dari Aditya dam Dion.


"Aku tidak mengerti apa yang kalian ucapkan dari tadi, yang aku tangkap dari ucapan kalian itu alasan Reyna diculik senior karena kak Ivan."


Aditya dan Dion diam, mereka tidak mau memperpanjang masalah dan ikut campur urusan Ivan dan Reyna. Bahkan Rosa yang melihat kedua temannya seperti itu juga memutuskan untuk diam.


Rosa mengantarkan Aditya ke taman tadi untuk mengambil sepedanya.


"Dit hati-hati ya." Kata Dion sambil melambaikan tangan


"Kita balik dulu ya Dit, kamu hati-hati." Sahut Rosa


Aditya menjawab dengan anggukan, Aditya bergegas ke rumah sakit untuk melihat keadaan Keysa. Dia lega jika Reyna sudah ditemukan, walaupun dia penasaran kenapa bisa begitu.


-Rumah sakit sejahtera-


Aditya berjalan menuju kantin rumah sakit sebelum masuk ke ruang IGD, dibelinya beberapa bungkus makanan.


Setelah membeli makanan Aditya langsung menuju IGD untuk melihat keadaan Keysa, saat memasuki IGD dia melihat bi Inah yang ketiduran ditepi ranjang Keysa.


"Bi, bangun." Kata Aditya (Sambil menggoyangkan pundak bi Inah pelan)


"Mm, eh iya mas Aditya. Maaf saya ketiduran."


"Bi Inah makan dulu, saya beli beberapa bungkus makanan."


"Makasih mas, saya tidak lapar."


"Bibi harus makan, makan dulu biar saya yang jagain nona."


Aditya memaksa bi Inah supaya mau makan, dan beristirahat sebentar.


"Iya mas saya makan, mas Aditya juga makan habis ini."


"Iya bi, saya nanti."


Aditya memandang Keysa yang masih belum membuka matanya, Aditya tidak percaya Keysa akan melakukan hal konyol seperti itu.


Aditya memegang tangan Keysa dan mengelusnya pelan. Dia hanya bisa berharap nona nya cepat bangun dari komanya.


*Apa yang kamu lakukan? Jika ada masalah cerita lah, jangan seperti ini. Aku akan mendengarkan ceritamu, tapi jangan ulangi kesalahan ini lagi. Aku tidak tahu apa sebenarnya masalahmu, tapi aku harap kamu mau memaafkan ku jika aku termasuk salah satu dari masalahmu. Aku sangat minta maaf, selama ini terlalu kaku padamu, bahkan tidak pernah menghargai mu. Maafkan aku." batin Aditya


.


.


.


.


Jangan lupa vote, like, dan komen. Dukungan readers sangat berarti buat author xoxo :)

__ADS_1


__ADS_2