
.
.
.
.
"Kalau kamu yakin, langsung saja lamar dia jangan kelamaan"
Dion melongo mendengar ucapan Aditya, bagaimana bisa Aditya mengucapkan kalimat semudah itu mengingat dirinya belum pernah melamar Keysa sebelum menikahinya.
Plak...
Aditya memegangi kepalanya, yang mendapatkan pukulan dari Dion.
"Apa?!" Teriak Aditya
"Kamu pikir melamar orang semudah ucapan mu? Kamu sendiri tidak pernah melamar Keysa!"
"Cukup! Kalian jangan bertengkar, perutku sudah lapar" Protes Rosa yang mendengar keributan antara Dion dan Aditya.
-Selama hampir 1 jam berapa di pasar dan membeli beberapa makanan, Aditya dan kedua temannya kembali ke resort. Saat ingin masuk ke lobi, langkah mereka terhenti melihat pak Gunawan yang berjalan menuju arah pintu keluar bersama Keysa dengan dibelakangnya diikuti oleh asisten pribadi pak Gunawan yang membawa satu koper ditangannya-
"Anda ingin kemana pak?" Tanya Aditya menghampiri mertuanya itu.
"Saya harus kembali ke rumah, saya ingin kamu tetap disini bersama Keysa untuk berbulan madu. Mengingat Keysa tidak ingin kemana-mana, jadi tetaplah disini. Dan kamu tidak perlu khawatir masalah pekerjaan, semua sudah saya atur. Sekarang waktunya kamu istirahat."
Aditya mengiyakan ucapan pak Gunawan, dia mengikuti mertuanya hingga masuk ke dalam mobil.
"Papa jaga kesehatan ya, jangan banyak pikiran. Keysa disini akan baik-baik saja dengan Aditya"
"Iya, cepat berikan papa cucu"
Mobil pak Gunawan meninggalkan halaman resort, Keysa membalikkan badannya tanpa mengucapkan separah kata apapun pada Aditya. Aditya hanya menatap Keysa dengan datar dan mengikuti dari belakang.
Di lobi, Rosa dan Dion sudah menunggu mereka dengan menenteng beberapa kantong makanan.
"Dit, sebaiknya aku dan Rosa balik sekarang saja. Kami tidak mau mengganggu waktu ISTIRAHATMU." Kata Dion sambil memberi penekanan pada kalimat istirahatmu, dengan wajah yang terkekeh.
"Kita makan dulu, setelah itu kalian bisa kembali. Bawa saja mobilku kalau kalian ingin membawanya"
"Tidak perlu Dit, aku dan Rosa naik taksi saja nanti. Mengingat aku lagi malas menyetir"
Aditya mengangguk pelan dan meninggalkan kedua temannya beserta istrinya yang masih terdiam, dengan terpaksa mereka mengikuti langkah Aditya yang menuju halaman belakang resort yang langsung mengarah ke pantai.
Terlihat dari jauh sudah ada meja dan kursi dengan payung sebagai tempat meneduh, di atas meja sudah tertata rapi alat makan dengan beberapa gelas minuman. Tidak jauh dari tempat duduk itu terdapat satu set alat untuk barbeque-an.
__ADS_1
Aditya duduk disalah satu kursi dengan kaki kanan menyilang ke atas kaki kiri.
"Ini kamu yang menyiapkan?" Tanya Keysa
"Hmm"
Dion meletakkan beberapa kantong plastik makanan yang dibawanya, dia dan Rosa tidak menyadari jika Aditya membeli beberapa seafood fresh. Dion dan Rosa sibuk mempersiapkan beberapa bahan dan semua makanan terlihat sudah tertata rapi di atas meja, Aditya menurunkan kakinya dan berjalan mendekati Keysa yang masih berdiri sambil memandang ke arah hamparan lautan yang biru.
"Kenapa tidak duduk?" Tanya Aditya yang berapa disebelah Keysa sambil ikut melihat ke arah laut dengan kedua tangan berada didalam saku celana.
Keysa mengalihkan pandangannya dan melihat ke arah Aditya, Aditya yang merasa dirinya diawasi ikut memalingkan pandangannya. Kini kedua mata mereka saling bertemu, hingga beberapa detik lamanya mereka saling bertatapan.
"Duduklah, aku akan memasak untukmu" Kata Aditya sambil meraih tangan Keysa dan menggandengnya ke arah tempat duduk.
Aditya menarik satu kursi dan memegang pundak istrinya, lalu mengarahkan tubuh Keysa untuk duduk.
Aditya melipat lengan bajunya hingga siku, kini dia mengambil beberapa seafood dan meletakkannya di atas pemanggang. Tanda sadar mata Keysa terus melihat ke arah Aditya yang sibuk memanggang, Rosa dan Dion saling menatap dan tersenyum melihat Aditya yang semakin banyak perubahan walaupun tetap dingin.
30 menit berlalu dan semua makanan sudah siap, Rosa dan Dion sudah memulai menyantap makanan yang ada di depannya. Tidak dengan Keysa yang hanya menatap makanan yang terlihat lezat itu, Aditya menyadari jika Keysa hanya diam.
Aditya meraih piring yang masih tengkurap di depan Keysa, diambilnya nasi dan beberapa lauk.
"Makan, ini sudah menjelang siang" Kata Aditya dengan tangan yang memegang lengan Keysa dan mengarahkannya untuk memegang sendok.
"Aku tidak nafsu makan Dit"
"Saya mau kamu makan sekarang tidak ada alasan lagi" Kata Aditya tegas
Terpaksa Keysa menuruti perintah Aditya, saat melihat tatapan suaminya itu sudah tajam.
Dia makan dengan pelan tanpa adanya nafsu, hingga hampir semua makanan yang ada dimeja itu habis. Dion bangun dari duduknya dan mengajak Rosa untuk berpamitan pada Aditya dan Keysa.
Terlihat Dion dan Rosa sudah berjalan menjauh darinya, Aditya hanya menatap kedua temannya yang kembali ke rumah. Kita hanya dia dan istrinya yang berada di resort, terlihat beberapa pengunjung resort juga yang sedang menikmati indahnya pantai di sana.
"Ayo masuk, kamu harus istirahat" Pinta Aditya sambil menggandeng tangan Keysa untuk kembali ke kamar.
Saat di dalam kamar, mereka hanya saling diam. Keysa sibuk memainkan ponselnya di atas ranjang, sedangkan Aditya berada di kamar mandi. Aditya keluar dari kamar mandi lalu berjalan mendekati Keysa.
"Apa kamu mau jalan-jalan?"
"Tidak, aku hanya ingin disini saja"
"Ayo kita keluar, sekalian saya harus membeli beberapa baju untuk pakaian ganti saya"
*Bagaimana aku bisa lupa, jika Aditya kemari tidak membawa ganti. Dari kemarin dia memakai baju itu terus, dasar Keysa istri macam apa kamu ini*
Keysa menatap Aditya sebentar lalu mematikan ponselnya dan beranjak dari tempat duduknya menuju kamar mandi.
__ADS_1
Sambil menunggu Keysa bersiap Aditya merebahkan tubuhnya di atas kasur menikmati angin laut yang bertiup masuk ke kamarnya.
Tanpa sadar Aditya tertidur, Keysa yang keluar dari kamar mandi melihat suaminya tertidur pulas tidak tega untuk membangunkannya. Keysa membenarkan posisi tidur Aditya, Aditya tidak berkutik apapun.
"Ini mimpi atau kenyataan Dit? Bahkan kamu bisa bersikap perhatian padaku" Gumam Keysa.
Jam menunjukan pukul 14.03, Aditya terbangun dari tidurnya dan mendapati istrinya yang tengah duduk membelakanginya.
"Maaf saya tertidur, tunggu sebentar setelah ini kita berangkat" Kata Aditya turun dari tempat tidur.
Saat melewati Keysa, mata Aditya melirik ke arah istrinya yang sedang tersedu-sedu. Terlihat wajah panik Aditya, tanpa menunggu lama dia duduk bersimpuh didepan Keysa.
"Ada apa?" Tanya Aditya sambil mengusap air mata istrinya
"Oh tidak apa-apa" Jawab Keysa yang tersadar jika Aditya sedang memperhatikannya, tangannya menepis kasar air matanya.
"Sudah kamu bersiap aku tunggu" Sambung Keysa dengan berdiri dari posisi duduknya.
Aditya yang masih diposisi yang sama hanya diam dan terus menatap ke arah Keysa.
"Ada apa? Bilang pada saya, jika kamu tidak bilang saya tidak akan tahu" Kata Aditya sambil berdiri berhadapan dengan Keysa.
Keysa diam seribu bahasa bahkan dia tidak berniat untuk mengucapkan apapun pada Aditya, tangan Aditya membelai rambut lurus Keysa dengan lembut. Sontak Keysa terkejut, terlihat jelas wajah memerahnya.
"Tolong bilang pada saya, kamu kenapa" Sambung Aditya
Keysa mengumpulkan semua keberaniannya untuk bilang pada Aditya. Dengan perasaan takut dan gelisah, Keysa mengatakan apa yang dia pikirkan pada Aditya.
"Aku tidak mau hamil terlebih dahulu, aku ingin merintis karier ku dulu. Aku akan berusaha menerimamu menjadi suamiku, karena jika bukan karena mu. Mungkin sekarang keluargaku akan ditertawakan semua orang, bahkan kondisi papa akan kritis lagi. Aku sadar jika selama ini aku selalu membuatmu sakit hati, aku minta maaf. Aku akan berusaha mencintaimu lagi, tapi tolong aku belum siap jadi ibu. Jadi jangan lakukan apapun padaku" Jelas Keysa
Terlihat jelas wajah Aditya sebelumnya sempat terkejut, hingga menjadi datar kembali. Bahkan dia tidak memikirkan tentang hal itu, dan tidak pernah berpikir untuk menyentuh Keysa sebelum istrinya itu menerimanya sepenuh hati.
"Kamu tenang saja, saya tidak akan melakukan hal yang tidak kamu inginkan. Saya tidak mau melakukan apapun jika kamu tidak menyukainya" Jawab Aditya dengan sedikit tersenyum.
Setelah mengatakan jawabannya pada Keysa, Aditya masuk ke kamar mandi untuk bersiap-siap.
*Aku harap suatu saat nanti kamu akan menerimaku sepenuh hati* batin Aditya
.
.
.
.
Terus support author ya, author harap cerita ini dapat menghibur kalian🤗❤
__ADS_1
Jangan lupa vote, like, dan komen xoxo❤❤❤