
.
.
.
.
"Lo kenapa?" Tanya Ardhan tanpa mengalihkan pandangannya dari jalan.
"Tidak apa-apa"
Ardhan melirik beberapa detik ke arah Aditya yang terus melihat ke arah luar jendela.
***
-Pukul 21.45-
"Gue pulang dulu, Yon jaga saudaramu baik-baik. Dari tadi dia terus melamun"
"Tenang kak, dia aman di tanganku"
Aditya langsung masuk ke rumahnya tanpa mengucapkan apapun pada Ardhan.
Kriet...
Aditya langsung merebahkan badannya di atas kasur dan memejamkan matanya, Dion masuk ke dalam kamar Aditya yang tidak dikunci.
Tepat disebelah Aditya, Dion mendudukkan dirinya sambil memandangi temannya itu.
"Ada apa?" Tanya Aditya tiba-tiba membuat Dion terkejut, dan mengelus dadanya.
"Tidur yang benar jangan seperti itu, besok kamu kerja kan?"
Aditya bangun dari rebahan nya, dan menganggukkan ucapan Dion. Aditya merubah posisinya dan kembali memejamkan matanya, tanpa melihat ke arah Dion sama sekali.
Dion hanya menghela nafas lalu berjalan keluar kamar Aditya.
***
"Mau berangkat?"
"Iya, tidak kerja?"
"Nanti, kamu terlalu disiplin ini masih pukul 5.23 Dit. Bagaimana kamu bisa rajin seperti ini" Jawab Dion merebahkan tubuhnya kembali setelah melihat ke arah Aditya sebentar.
Aditya pergi meninggalkan Dion tanpa menjawab sedikitpun ucapan Dion, dia mengendarai mobilnya dengan kecepatan normal.
Sesampainya di kantor, Aditya hanya bertemu dengan satpam dan beberapa OB yang sedang membersihkan kantor. Bahkan hanya dia satu-satunya karyawan kantor yang datang sepagi itu.
Pintu kantornya sudah terbuka, Aditya masuk dan melihat salah satu OB sedang membersihkan ruangannya.
"Selamat pagi pak" Sapa OB
"Pagi" Jawab Aditya yang berjalan mendekati meja kerjanya.
Layar komputer sudah menyala, Aditya sibuk memandangi layar itu. Tangannya membolak-balikkan dokumen sambil matanya sesekali melihat ke arah dokumen dan komputer secara bergantian.
Tidak terasa jam sudah menunjukan pukul 10.51, Aditya masih sibuk dengan pekerjaannya. Hingga pintu kantornya diketuk dari luar ruangan.
Tok...Tok...Tok...
"Masuk"
Aditya masih belum memalingkan pandangannya dari layar komputer, bahkan dia tidak melihat siapa yang telah mendatanginya.
"Mohon maaf pak, ada beberapa dokumen yang harus bapak cek" Kata rekan kerja Aditya
"Letakkan di sini, nanti saya lihat"
"Pak direktur mencari anda, anda disuruh keruangan beliau saat ini juga"
"Iya"
Rekan kerja Aditya meletakkan dokumen di sebelah kiri tangan Aditya, dan berjalan mundur sedikit menjauh dari meja Aditya.
"Saya permisi dulu pak"
Aditya mengangguk pelan, pandangannya masih saja tidak melihat ke arah lain kecuali layar komputer.
Aditya menutup beberapa berkas dan mematikan layar komputernya.
Diraihnya jas yang tersandar di kursi yang dia duduk i, Aditya memakai jas berwarna biru tuanya dan berjalan keluar ruangannya menuju ke arah lift untuk sampai ke ruang direktur.
Tring...
Kaki Aditya melangkah keluar dari lift, tangannya mengetuk pintu ruangan pak direktur.
__ADS_1
Tok...Tok...Tok...
"Masuk"
"Anda memanggil saya pak?"
"Iya duduklah"
Pak Gunawan mengajak Aditya berdiskusi tentang pekerjaan, bahkan pak Gunawan tidak sedikitpun menyinggung masalah Keysa lagi.
Hampir sejam Aditya dan pak Gunawan membahas tentang pekerjaan mereka, hingga waktu istirahat.
"Kamu bisa ke kota B lagi untuk melihat perkembangan proyek di sana"
"Baik pak"
"Papa"
Seketika wajah Aditya terkejut, dan spontan melihat ke arah seseorang yang sedang berdiri di depan pintu.
*Nona?* batin Aditya
Pak Gunawan menyuruh Keysa untuk duduk, mata Keysa dan Aditya saling bertemu hingga beberapa detik lamanya. Hingga kesadaran mereka berdua sama-sama muncul.
"Kalau begitu saya permisi dulu pak"
Pak Gunawan menganggukkan kepalanya, tanpa berbicara apapun Aditya keluar dari ruangan pak Gunawan.
Hatinya benar-benar gelisah, bahkan pikirannya tidak lagi fokus. Aditya diam dan duduk di kursi yang berada di lorong depan lift.
Aditya memegang kepalanya dan menunduk.
"Kenapa harus bertemu?" Gumam Aditya
Saat Aditya hendak berdiri dari duduknya dan berjalan masuk ke lift. Tangannya ditahan oleh seseorang dari belakang.
Aditya langsung menolehkan pandangannya, melihat seseorang itu.
"Ada apa?" Tanya Aditya yang reflek melepaskan tangannya dari genggaman seseorang itu.
"Ada waktu?" Tanya Keysa
"Bicara di ruangan saya saja"
Aditya berjalan memasuki lift diikuti oleh Keysa dibelakangnya.
(Dalam panggilan)
_______
"Kamu dimana sayang?"
^^^"Di kantor papa, ada apa Dam?"^^^
"Bisa bertemu? Sejam lagi aku ada
tugas keluar kota, aku ingin bertemu
denganmu sebelum berangkat"
^^^"Kok tiba-tiba? Oke, kita bertemu^^^
^^^dimana?"^^^
"Iya, papaku tidak bisa berangkat jadi
aku yang harus menggantikannya.
Aku jemput kamu, sekitar 10 menit
aku sampai"
^^^"Iya aku tunggu, hati-hati"^^^
"Bye sayang"
^^^"Bye"^^^
_______
Aditya hanya melihat ke arah Keysa tanpa mengatakan apapun.
"Dit?"
"Aku minta maaf, kita bicara lain kali saja. Aku bu..."
"Saya paham, kalau begitu saya masuk dulu" Kata Aditya memotong ucapan Keysa yang belum sempat selesai dan masuk ke dalam ruangannya tanpa menunggu jawaban Keysa.
__ADS_1
Keysa diam memandangi pintu ruangan Aditya beberapa detik, hingga akhirnya dia pergi dengan buru-buru.
Aditya yang masih dibelakang pintu dengan menyandarkan badannya, hanya diam melamun.
*Dia lebih berarti untukmu ternyata* batin Aditya
Tangan Aditya menggenggam, emosi yang menyelimuti dirinya membuatnya memukul tembok hingga cairan merah segar keluar dari jari-jarinya.
Drt...Drt...Drt...
Aditya melirik ke arah ponselnya yang bergetar, terlihat nomer tanpa nama di layar ponselnya.
Aditya hanya memalingkan wajahnya dan bersandar pada tembok tanpa berniat menerima panggilan yang masuk pada ponselnya.
-Pukul 16.55-
Beberapa dokumen masih menumpuk di meja Aditya, tangan Aditya sibuk menekan keyboard pada komputer.
Matanya terus fokus pada layar komputer, tanpa memperhatikan jam dinding yang sudah menunjukan waktu pulang kerja.
Tok...Tok...Tok...
"Masuk"
Kriet...
"Dit, gak pulang?"
Tanpa melihat siapa yang datang Aditya tahu dari suaranya, dia menjawab tanpa memalingkan wajahnya dari layar komputer.
"Sebentar lagi, tanggung"
"Oke aku tunggu, aku mau ikut ke rumahmu menemui Dion"
Tanpa menjawab dan memperdulikan Rosa, Aditya masih disibukkan dengan pekerjaannya.
Hingga jam menunjukan pukul 17.34, Aditya mematikan layar komputernya dan membereskan beberapa dokumen yang berserakan di mejanya. Aditya meraih jas yang bersandar di kursi lalu meletakkannya di tangan sebelah kirinya.
"Ayo pulang"
Rosa yang sibuk bermain ponsel memalingkan wajahnya dan melihat ke arah Aditya sambil berdiri.
Rosa mengikuti Aditya hingga sampai parkiran, Aditya menyuruh Rosa untuk masuk terlebih dahulu. Terlihat Aditya berjalan menjauh dari mobil dan masuk ke unit ATM di halaman samping kantor.
"Sudah?" Tanya Rosa saat Aditya masuk ke dalam mobil.
Aditya mengangguk lalu menjalankan mobilnya, sepanjang perjalanan mereka hanya diam tanpa berbicara.
"AWAS DIT!" Teriak Rosa
Aditya yang tersandar dari lamunannya dan menginjak rem mobilnya.
Dengan tergesa-gesa Aditya dan Rosa turun dari mobil melihat keadaan seseorang yang hampir ditabraknya.
"Anda tidak apa-apa? Saya minta maaf" Kata Aditya sambil membantu seorang ibu-ibu yang tergeletak di atas jalan raya depan mobil Aditya.
"Apa ada yang ibu rasa sakit?" Tanya Rosa
"Tidak apa-apa mas, mbak, saya yang kurang hati-hati tadi saya menyebrang tanpa melihat kiri-kanan terlebih dahulu"
"Saya benar-benar minta maaf bu, tadi saya melamun" Mohon Aditya pada ibu itu
"Tidak apa mas, saya tidak kenapa-kenapa."
Ibu itu pamit dan berjalan menyebrang jalan meninggalkan Aditya serta Rosa yang masih tercengang karena kejadian tadi.
Aditya bersandar pada bagian depan mobilnya, tangannya memijit kepalanya sambil memejamkan mata.
"Kamu kenapa sebenarnya Dit? Tidak biasanya kamu kacau seperti ini? Apa kamu masih memikirkan Keysa?"
"Tidak apa-apa, saya hanya lelah. Kamu bawa mobil saya" Jawab Aditya yang berjalan ke arah kursi depan samping kursi kemudi.
Rosa mengiyakan ucapan Aditya, lalu masuk ke mobil dan menjalankannya.
Mata Rosa sesekali melirik ke arah Aditya yang hanya melamun memandangi jalanan.
*Baru kali ini aku tahu orang seperti Aditya bisa patah hati, kasihan kamu Dit* batin Rosa
.
.
.
.
Terus support author ya, semoga apa yang author tulis dapat menghibur kalian🤗❤
__ADS_1
Jangan lupa vote, like, dan komen xoxo❤❤❤