
.
.
.
.
"Dit, makan dulu" Kata Dion sambil memberikan semangkuk bubur pada Aditya
"Tidak kuliah?" Tanya Aditya sambil menyuapkan sesendok bubur ke mulutnya
"Nanti sore baru ada kelas. O iya Dit, Reyna hari ini sudah masuk kuliah"
"Apa akan baik-baik saja?"
"Aku tidak yakin, mengingat kondisinya masih seperti itu" Dengan mengangkat kedua bahunya
Aditya meraih ponselnya di atas meja dan menghubungi Keysa
(Panggilan terhubung)
_______
"Kenapa Dit?"
^^^"Anda ada kelas pagi ini?"^^^
"Iya ini gue sudah ada di kampus,
kenapa?"
^^^"Saya mau minta tolong, jaga Reyna^^^
^^^kondisinya masih belum terlalu baik"^^^
(*Kenapa Aditya perduli sekali dengan Reyna, bahkan dia tidak memikirkan perasaan gue.* batin Keysa)
^^^"Nona?"^^^
^^^"Anda dengar suara saya?"^^^
"O iya, gue bakal mengawasi Reyna"
^^^"Terima kasih"^^^
_______
(Panggilan terputus)
Dion mendekati Aditya dan duduk disebelah ranjangnya
"Dit, aku rasa kamu terlalu kaku dengan Keysa"
Aditya hanya memandang ke arah Dion dengan ekspresi yang sulit Dion artikan.
"Ok ok, aku tidak akan ikut campur" Kata Dion dengan mengangkat kedua tangannya ke depan
Aditya melanjutkan makannya tanpa memperdulikan Dion.
***
-5 hari kemudian-
"Sudah semua, ayo" Kata Keysa sambil membantu Aditya turun dari ranjangnya
Selama perjalanan pulang Aditya hanya diam tanpa ingin membuka suara, Keysa hanya melirik ke arah tunangannya yang terus memandang ke arah luar jendela mobil.
Cit...
Mobil yang ditumpangi oleh Aditya dan Keysa berhenti mendadak
"Ada apa pak?" Tanya Keysa
"Maaf mas, ada anak kecil yang menyebrang jalan secara tiba-tiba"
Aditya yang mendengar ucapan pak Iwan langsung membuka pintu mobil dan keluar melihat keadaan anak itu, Keysa terkejut melihat Aditya keluar mobil tanpa mengucapkan apapun.
"Aditya mau kemana? Lukamu masih belum sembuh hati-hati" Teriak Keysa
Keysa ikut turun dari mobil melihat tunangannya tidak mendengarkan ucapannya
Aditya menghampiri anak kecil yang terjatuh dari sepeda kecilnya dan menangis memegangi lututnya
"Adik tidak apa-apa?" Tanya Aditya sambil menyingkirkan sepeda milik anak kecil itu
Anak kecil itu terus menangis tanpa menjawab pertanyaan Aditya, Aditya menggendongnya ke tepi jalan dan mendudukkannya di kursi kayu panjang pemilik warung
Keysa menghampiri Aditya yang sibuk menenangkan anak kecil yang terjatuh itu
"Nona tolong ambilkan kotak P3K" Kata Aditya
Keysa berlari menuju mobil sesuai perintah Aditya, dan diberikannya kotak itu pada Aditya. Aditya terlihat sangat hati-hati mengobati luka di lutut anak kecil itu.
"Selesai, apa masih sakit?" Kata Aditya
Anak itu hanya menggelengkan kepalanya sambil melihat ke arah balutan perban di kakinya
"Nama Adik siapa?" Tanya Keysa
Anak itu hanya diam tanpa menjawab, Aditya mengerti jika anak itu ketakutan. Aditya mendekatinya dan mengelus pelan kepalanya
"Tenang, kami bukan orang jahat. Kami hanya ingin tahu nama adik" Kata Aditya
Gadis kecil itu tampak berpikir dan menatap Aditya dan Keysa secara bergantian
"Iza" Jawab singkat anak itu
"Rumah Iza dimana? Biar kakak antar pulang"
Anak itu menunjuk ke arah gang dekat bengkel disebelah kanan Aditya dan Keysa, Aditya tersenyum dan berdiri dari duduknya untuk mengambil sepeda Iza
Aditya menggendong anak itu penggunakan tangan kiri dengan tangan kanan menuntun sepeda Iza
Keysa mengikuti Aditya yang berjalan duluan meninggalkannya
Sesampainya di rumah yang sederhana dengan hiasan beberapa di halaman rumah itu, Iza meminta Aditya untuk menurunkannya. Terlihat wanita paruh baya keluar dari pintu rumah itu dan memeluk Iza.
"Maaf bu, tadi mobil kami tidak sengaja menabrak Iza hingga Iza terjatuh. Kami benar-benar minta maaf" Kata Aditya
__ADS_1
Wanita itu melihat ke arah Iza sambil mengecek keadaan Iza
"Iza yang salah nek, tadi Iza mau menyebrang jalan tanpa melihat ada mobil lewat" Kata Iza
"Tidak apa-apa, besok-besok Iza harus hati-hati ya"
"Terima kasih nak sudah menolong cucu saya" Kata wanita itu
Aditya memandangi wanita paruh baya itu dengan seksama
"Mbok Ijah..." Kata Aditya
Wanita itu mengerutkan dahinya melihat kearah Aditya, sambil sedikit membenarkan kacamatanya.
"Saya Aditya mbok, yang dulu waktu kecil mbok rawat"
Mbok Ijah nampak berpikir dan mengingat sesuatu
"Aditya putra ibu Inara?" Tanya mbok Ijah sambil mendekati Aditya dan memeluknya
"Tidak disangka kamu sudah sebesar ini nak, dulu sebelum mbok berhenti bekerja kamu masih berumur 5 tahun. Kamu masih mengingat mbok"
*Siapa wanita ini?* batin Keysa
Mbok Ijah mempersilahkan Aditya dan Keysa duduk, tidak sadar jika bajunya sudah berwarna merah dari tadi, Aditya hanya merasa sedikit sakit di bagian perutnya dan melihat ke arah bekas lukanya
Keysa menoleh ke arah Aditya dan melihat cairan merah segar mengotori bajunya
"Dit, luka lo" Kata Keysa membuat mbok Ijah melihat ke arah Aditya
"Kenapa nak? Saya Ambilkan tissue dulu untuk membersihkannya" Kata Mbok Ijah berjalan masuk
Keysa menyuruh Aditya berbaring dan membuka sedikit bajunya untuk melihat kondisi lukanya
"Gue sudah bilang kan Dit, hati-hati. Luka lo masih dalam proses penyembuhan"
Keysa membersihkan darah yang mengalir di bekas luka Aditya dengan tissue yang diberikan mbok Ijah
Keysa mengeluarkan alkohol dari kotak P3K yang dibawanya tadi, Aditya meringis menahan sakit, bahkan dia tidak sadar jika lukanya mengeluarkan darah.
Setelah darah dari lukanya tidak keluar lagi, Keysa melihat jika ada satu jahitan yang terlepas dari luka Aditya
"Dit, sepertinya kita harus kembali ke rumah sakit, jahitan di luka lo terlepas satu."
Aditya mengangguk pelan dan berdiri daei posisi rebahan nya
"Mbok, saya pamit terlebih dahulu. Lain kali kalau ada waktu saya mampir lagi kemari" Kata Aditya sambil berdiri dari duduknya
"Iya nak, hati-hati ya. Terima kasih sudah mau membantu cucu saya" Jawab mbok Ijah
*Apa yang terjadi padanya hingga memiliki luka seperti itu?* batin mbok Ijah
Keysa menghubungi pak Iwan untuk menghampirinya dan Aditya ke dalam gang dekat lokasi tadi
Aditya kembali di bawa ke rumah sakit untuk mengobati lukanya.
Setelah kembali dari rumah sakit, Keysa langsung membawanya pulang karena ada pesta kecil penyambutan Aditya, yang tidak diketahui sama sekali oleh Aditya.
"Hati-hati" Kata Keysa berjalan di samping Aditya
Aditya membuka pintu rumahnya dan melihat ruang tamunya dihiasi warna-warni hiasan pesta, dan terlihat tulisan yang dibentuk dari balon Selamat Datang Aditya. Aditya hanya menggelengkan kepala tidak menduga jika teman-temannya akan berbuat kekanak-kanakan.
"Santai bro, ini pesta kedatangan mu kembali ke rumah. Bahagia lah" Kata Dion
Aditya melewati Dion dan duduk di sofa ruang tamunya, dilihatnya beberapa makanan sudah mereka siapkan di meja.
"Apa kalian semua tidak punya kerjaan?" Tanya Aditya melihat ke arah teman-temannya
"Iya kita sebenarnya punya kerjaan, tapi demi membuat lo bahagia kita melakukan ini" Kata Ardhan mendekati Aditya
"Kalau kamu tidak bisa bahagia, pura-pura saja Dit. Setidaknya hargai usaha kita" Sambung Rosa
"Setelah ini saya mau rumah saya bersih lagi" Kata Aditya merebahkan badannya pada sofa
"Benar-benar bukan manusia" Kata Dion
Hitungan detik bantal sofa melayang di wajahnya, Dion hanya membanting bantal itu dan marah-marah pada Aditya
*Terima kasih kalian teman yang sangat baik* batin Aditya sambil sedikit tersenyum
"Dit, bangun minum obat lo dulu" Kata Keysa menepuk pelan tangan Aditya
Aditya membuka matanya lalu duduk sambil menerima segelas air dan beberapa obat dari Keysa
"Lo istirahat saja, kami tidak akan menganggu waktu istirahat lo" Kata Ardhan
Mata Aditya melihat ke arah Reyna dan Rosa disudut ruangan tengah memakan snack.
"Dia sudah mau berbicara?" Tanya Aditya pada Dion dan Ardhan
Keduanya hanya menggelengkan kepala sambil menatap ke arah Reyna
"Dia hanya berbicara seperlunya" Kata Dion
Aditya mengangguk pelan kemudian kembali merebahkan tubuhnya dan memejamkan matanya.
***
-Pukul 16.20-
Aditya membuka matanya dan melihat Keysa dan Reyna tertidur di sofa dekat dengannya, matanya memandang ke arah lain dan melihat teman-temannya tergeletak memejamkan matanya juga.
"Benar-benar merepotkan" Gumam Aditya
Aditya meraih piring terbuat dari aluminum di atas meja dan melemparkannya ke arah lantai dekat dengan Dion, Ardhan, dan Rosa tidur.
Prang...
Aditya menahan tawanya sambil menutup mulutnya dengan tangan kanannya, Aditya menoleh ke arah lain untuk menghindari teman-temannya tahu jika dia tertawa
"ADITYA!!!" Bentak Dion, Rosa, dan Ardhan bersamaan
Aditya menahan tawanya dan mengalihkan pandangannya ke arah ketiga temannya yang terkejut
"Kalian pikir rumah saya penginapan? Cepat bersihkan sisa makanan dan semua hiasan ini"
"Sepertinya lain kali kita tidak perlu begini padanya" Kata Dion berdiri dari duduknya dan membersihkan sisa bungkus makanan
"Orang kaku, mau diapa-apakan tetap kaku" Sahut Ardhan
__ADS_1
"Mau tidur tenang tidak bisa" Sambung Rosa
Keysa yang melihat hal itu hanya ketawa, sedangkan Reyna hanya memandang ke arah ketiga orang yang dijahili Aditya dengan pandangan tanpa ekspresi.
"Saya mau membersihkan diri, setelah selesai saya harap semua sudah bersih" Kata Aditya sambil berjalan masuk.
"Dia bahkan lebih kejam dari gue" Gumam Ardhan dengan tangan penuh dengan hiasan yang sudah dilepaskannya dari tembok
Hampir satu jam Aditya kembali membawa beberapa piring makanan, dan diletakkan di atas meja. Mata Rosa dan Dion berbinar melihat makanan yang berbau sedap itu
"Makanlah, ini ucapan terima kasih saya" Kata Aditya sambil duduk
"Ternyata tau cara berterima kasih yang baik juga toh" Kata Dion mengambil sepiring nasi goreng ayam
Aditya melirik ke arah Keysa yang hanya diam didepan pintu sambil melamun ke arah luar rumah tanpa menghiraukan yang lain.
Aditya berjalan mendekatinya dan menepuk pelan pundak Keysa.
"Ada apa? Tidak makan?" Tanya Aditya
Keysa terkejut melihat Aditya ada disebelahnya dan memandangi wajah tampan tunangannya itu.
Keysa hanya menggelengkan kepalanya dan kembali melihat ke arah luar rumah
"Ayo makan dulu" Kata Aditya lagi, Keysa tidak merespon ucapan Aditya sama sekali.
Bahkan Aditya tidak tahu apa yang terjadi pada Keysa, Aditya mengambil sepiring nasi goreng ayam dan membawanya kepada Keysa.
"Ayo makan" Kata Aditya sambil menyodorkan sepiring nasi goreng
"Gue tidak mau" Kata Keysa lalu berjalan keluar dan duduk di kursi depan rumah Aditya
Aditya menghela nafas dan duduk dibawah Keysa sambil mengaduk-aduk nasi goreng yang dipegangnya.
"Ayo buka mulut anda" Kata Aditya memberikan satu sendok didepan mulut Keysa
*Lo ngapain Dit?* batin Keysa
Keysa membuka mulutnya dan melahap sesendok nasi goreng dari Aditya
Aditya diam tanpa ekspresi dengan sambil menyuapi Keysa, Keysa tersenyum melihat Aditya yang semakin perhatian padanya.
Prang...
Aditya meletakkan piring yang dipegangnya ke lantai dan berlari masuk ke rumah setelah memalingkan wajahnya ke arah dalam rumah.
"Reyn, kamu tidak apa-apa?" Tanya Rosa
"Ros, bawa di sofa biar aku yang membersihkan pecahan kacanya" Kata Dion
Aditya melihat ke arah Reyna yang hanya diam tanpa ekspresi dengan luka di kakinya akibat pecahan piring kaca
Rosa berlari mengambilkan obat untuk mengobati kaki Reyna, Aditya yang diam memandang ke arah mata Reyna mulai mendekatinya.
"Jangan lukai dirimu dengan ini" Kata Aditya
Keysa yang menyusul Aditya dan melihatnya berjalan mendekati Reyna
*Kenapa kamu sangat perhatian padanya Dit? Bukankah disini aku yang tunangan mu* batin Keysa
"Dit, gue rasa ada hal yang menggoyang emosinya. Beberapa hari yang lalu dia tidak diam separah ini, dan masih mau berbicara walaupun sedikit" Kata Ardhan memandang ke arah Aditya yang telah duduk jongkok dengan kaki kiri sebagai tumpuan badannya didepan Reyna
Aditya nampak berpikir dan mengarahkan padangan nya pada Reyna.
"Gue mau pulang" Kata Keysa membawa tasnya berjalan keluar rumah
Aditya berdiri dan berjalan mengejar Keysa
"Mau kemana?" Tanya Aditya sambil meraih tangan Keysa
"Lo nyuruh gue ngelihat lo dan Reyna bermesraan?" Jawab Keysa sambil berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Aditya
"Apa maksud anda?" Tanya Aditya tidak mengerti arah ucapan Keysa
Keysa membalikkan badan dan memandangi Aditya, air matanya jatuh dengan sendirinya
"Lo tunangan gue, tapi sikap hangat dan perhatian lo hanya untuk Reyna. Lo pikir gue tidak sakit hati?" Kata Keysa sambil mengusap air matanya
Aditya hanya diam tanpa mengucapkan apapun, dia tidak bermaksud melukai hati Keysa. Bahkan Aditya hanya takut Reyna kenapa-kenapa, karena dia pikir semua ini terjadi karenanya yang telat memberitahu Reyna tentang Ivan.
Aditya mendekati Keysa lalu menepuk pundak Keysa agar Keysa mau tenang dan berhenti menangis.
Keysa masih terus menangis hingga dia tidak sanggup menahan sakit hatinya dan memeluk Aditya erat.
Sorot mata Aditya terlihat terkejut melihat perlakuan Keysa yang selalu tiba-tiba memeluknya, tangan Aditya berusaha melepas pelukan Keysa namun tidak berhasil.
"Nona tolong lepaskan" Kata Aditya
Keysa tidak menjawab ucapan Aditya dan masih saja terus menangis.
Aditya memaksa Keysa melepaskannya dan menjauhkan dirinya dari Keysa, Keysa tertegun melihat Aditya yang tidak nyaman dengannya.
"Saya minta maaf jika melukai nona, saya bersikap seperti itu pada Reyna karena semua yang terjadi pada Reyna salah saya" Kata Aditya
"Maksud lo?"
"Saya tidak bisa menjelaskan pada nona, jangan salah paham. Saya minta maaf" Kata Aditya menarik tangan Keysa untuk masuk ke rumah bersamanya lagi
Saat Aditya masuk, dia melihat Reyna yang menangis histeris. Bahkan Rosa dan Dion tidak bisa menenangkannya.
"Ada apa?" Tanya Aditya pada Ardhan
"Entah, setelah lo keluar selang beberapa menit dia meronta-ronta dan menangis sambil memegang perutnya" Gumam Ardhan
"Ros, bawa dia ke kamar" Kata Aditya mendekati Rosa
Rosa memeluk Reyna dan membawanya masuk ke kamar Aditya, Ardhan dan Aditya hanya saling memandang. Bahkan dalam pikiran mereka mengarah ke hal yang sama.
*Apa hal itu akan terjadi padanya?* batin Aditya melihat Reyna masuk ke kamar bersama Rosa
.
.
.
.
Terima kasih atas supportnya, berkat dukungan kalian author jadi tetap semangat🤗❤
__ADS_1
Jangan lupa vote, like, dan komen xoxo❤❤❤