
.
.
.
.
Setelah berapa lama Aditya tertidur, terasa tangannya digerakkan seseorang.
"Dit, bangun sudah adzan subuh. Sholat dulu ayo." Ucap pak Ucup sambil menggoyang-goyangkan tangan Aditya
Aditya yang masih mengantuk dan mengumpulkan kesadarannya, bangun dari tidurnya.
"Iya pak, saya pulang dulu untuk mandi." Kata Aditya sambil mengusap matanya
"Saya ke masjid dulu ya, cepat sadar. Sebelum sholat jamaah dimulai, saya tinggal dulu."
"Iya pak, hati-hati."
Aditya mengambil jaketnya dan menaiki sepedanya untuk pulang terlebih dahulu, setelah sampai rumah dia bergegas mandi dan pergi ke masjid untuk sholat.
-25 menit-
Aditya pulang ke rumah dengan keadaan masih kelelahan dan mengantuk.
*Apa aku rebahan sebentar, sebelum memasak. Kebetulan hari ini minggu, aku tidak ada kegiatan.* batin Aditya sambil merebahkan dirinya di sofa ruang tamu.
Dia tidak sadar jika pintu rumahnya belum ditutup, sekitar pukul 06.00 Keysa ke rumah Aditya. Dia memanggil Aditya namun tidak ada jawaban, dilihatnya pintu tidak terkunci dan terbuka sedikit.
Keysa memberanikan diri untuk masuk, saat melihat kearah sofa. Dia melihat Aditya yang sedang tertidur pulas, terlihat wajah kelelahannya.
Keysa mengambil bantal di karpet depan tv, dan menaruhnya dengan pelan-pelan di bagian kepala Aditya. Keysa meletakan beberapa kantong belanjaan di atas meja, Keysa merapikan sedikit bagian ruang tamu dan ruang tv rumah Aditya. Keysa mengambil selembar kertas dan bolpoin di atas meja belajar Aditya yang terletak di sebelah kanan meja tv, Keysa menulis pesan singkat untuk Aditya.
Setelah menulis beberapa kata di kertas Keysa meletakkannya di atas bungkusan yang dia bawa tadi. Dan memandang Aditya sebentar, dan kemudian dia pergi dan menutup pintu rumah Aditya.
Kertas yang ditulis Keysa jatuh tertiup angin dari kipas angin Aditya.
-08.45-
"Dit, Aditya..." Suara Dion memanggil Aditya
"Dia di rumah gak sih? Kok tertutup rapat rumahnya, ini sudah jam berapa? Tidak mungkin kan seorang Aditya bangun siang seperti ini?" Tanya Rosa
Dion dan Rosa mendekati pintu rumah Aditya dan mengetuknya dengan keras, namun masih tetap saja tidak ada jawaban. Karena khawatir mereka membuka rumah Aditya dan masuk.
Betapa terkejutnya mereka melihat Aditya masih tertidur pulas di atas sofa, Rosa membuat gorden jendela yang membuat sinar matahari masuk dan membuat Aditya mengusap matanya.
"Woy Dit, ini jam berapa? Masih molor saja!" Teriak Dion tepat ditelinga Aditya
Aditya yang mendengar teriakan Dion ditelinga sontak bangun, betapa terkejutnya dia melihat dua temannya sudah masuk ke rumahnya tanpa permisi.
"Aditya Alfahri, jam segini baru bangun? Sungguh hal yang langka." Kata Rosa sambil ketawa
"Sedang apa kalian ke rumahku?" Tanya Aditya sambil mengumpulkan kesadarannya.
"Wah parah, kamu lupa kita akan bermain ke rumahmu!" Bentak Dion
"Iya." Jawab singkat Aditya
Rosa dan Dion hanya menggelengkan kepala melihat temannya yang super disiplin jadi seperti ini, meraka faham betul keadaan Aditya yang banyak pikiran.
Rosa menyalakan tv, sedangkan Dion sibuk bermain ponselnya. Aditya yang masih terduduk memandangi mereka.
"Kalian ini main ke rumahku hanya untuk ini?" Tanya Aditya sambil menurunkan satu alisnya
"Tidak tidak, kami hanya menunggu selesai bersiap." Kata Rosa tanpa mengalihkan pandangannya dari layar tv
"Cepatlah bersiap, kami akan menunggumu." Sahut Dion
Aditya berjalan masuk, dan menuju kamar mandi. Dia tidak sadar jika di meja depan tempatnya tidur ada beberapa bungkus kantong plastik.
Setelah beberapa menit Aditya bersiap, dia keluar dengan membawa beberapa piring di nampan.
"Makan dulu." Kata Aditya
Membuat kedua temannya langsung mengalihkan pandangannya dari kesibukan mereka, karena harum dari masakan Aditya.
"Tidak hanya pintar, disiplin, dan tampan, tapi pintar masak juga ya." Celetuk Rosa
"Kalau gini, aku lebih betah di rumahmu Dit." Sambung Dion sambil mengambil satu piring berisi makanan.
Aditya hanya tersenyum tipis melihat kedua temannya, Aditya menyadari jika Reyna tidak bersama mereka.
"Dimana Reyna?" Tanya Aditya
"Reyna tidak bisa ikut Dit." Jawab Dion dengan mulut masih penuh makanan.
"Nenek Reyna masuk rumah sakit kemarin, nanti setelah kita keluar mampir ke rumah sakit dulu ya." Sahut Rosa
Yang dijawab anggukan oleh Aditya dan Dion.
Setelah selesai sarapan, mereka bersiap untuk pergi, Dion sibuk memasukan membereskan sisa makanan dan Rosa segera ke mobilnya untuk menyalakan mesin dan bersiap berangkat. Aditya tidak tau akan dibawa kemana oleh kedua temannya, dia hanya mengikut kemanapun Dion dan Rosa membawanya.
"Ayo Dit berangkat, mobil Rosa di depan gang rumahmu." Ajak Dion
"Kita mau kemana?" Tanya Aditya
__ADS_1
"Ikut saja hari ini akan bersenang-senang." Jawab Dion dengan menepuk punggung Aditya sambil memeluknya dari belakang dan mengajaknya jalan.
-Di dalam mobil Rosa-
Dion dan Rosa duduk di depan, sedangkan Aditya duduk di bangku belakang.
"Berangkat..." Kata Rosa sambil menjalankan mobilnya
Dion dan Rosa selama diperjalanan sibuk mengobrol dan bercanda, Rosa melihat Aditya yang duduk di bangku belakang dengan spion dalam mobil. Tanpa berkata apapun Rosa memberi isyarat Dion dengan memukul tangan Dion pelan. Dion yang terkejut sontak melihat ke arah Rosa yang memberinya kode.
Dion yang melihat Aditya sedang melamun dan menghadap ke arah luar kaca mobil. Dion meminta Rosa menepikan mobilnya sebentar, agar dia bisa berpindah duduk di belakang dengan Aditya.
Aditya tidak juga menyadari mobil berhenti dan Dion yang ada disebelahnya. Rosa menjalankan lagi mobilnya, Dion yang memanggil nama Aditya berulang kali masih belum mendapat tanggapan dari Aditya.
"ADITYA!!!" Teriak Dion
Tidak hanya Aditya yang terkejut, Rosa yang berkosentrasi menyetir juga terkejut. Aditya gugup memandang ke arah Dion yang sedikit jengkel melihat Aditya sibuk dengan pikirannya.
"Dit, kita mengajak kamu jalan-jalan bukan tanpa sebab. Kita cuma pengen kamu melupakan beban pikiranmu sejenak dan bersenang-senang. Ini semua rencana Reyna dan sekarang dia tidak bisa bareng sama kita, tolong lah jangan seperti ini. Niat kita baik, kita gak mau kamu memikul beban mu sendiri kita ini teman." Jelas Dion panjang lebar.
Membuat Aditya yang selama ini belum pernah melihat Dion bisa marah, merasa terkejut. Aditya hanya tersenyum tipis dan menjawab ucapan Dion...
"Saya faham, terima kasih." Jawab Aditya dengan tersenyum tipis.
Membuat Dion dan Rosa merasa lega.
"Hari ini full buat mu, terserah kamu mau ngapain asal kamu bahagia. Kita seneng Dit." Kata Rosa sambil melihat ke arah spion.
Aditya hanya mengangguk pelan dan tersenyum tipis.
45 menit perjalanan, mereka sampai di taman hiburan.
"Akhirnya kita sampai juga." Kata Dion dengan sedikit teriak karena bersemangat.
"Yuk kita masuk." Kata rosa
Mereka bertiga mengantri tiket dan masuk ke taman hiburan itu, banyak permainan yang bisa meraka nikmati.
"Ayo naik itu..." Tunjuk Dion ke arah sky swinger
Dion menarik tangan Aditya yang hanya diam dan menikmati suasana di taman hiburan yang begitu ramai dan banyak anak kecil.
Setelah puas bermain dengan beberapa wahana di taman hiburan, mereka beristirahat di salah satu gazebo taman.
"Gimana kalau kita videocall Reyna?" Tanya Rosa yang mendapat anggukan dari Aditya dan Dion.
-Memanggil Reyna....-
"Halo Reyn..." Teriak Rosa dan Dion saat Reyna mengangkat videocall dari mereka.
Rosa mengarahkan kamera ponselnya ke Aditya yang sibuk meminum kopi dan bermain ponsel.
"Wih handphone baru nih..." Teriak Reyna
"Iya kenapa?" Jawab Aditya singkat
"Woi... Jangan galak-galak napa? Gimana kamu seneng? Andai aku bisa gabung dengan kalian." Reyna berbicara dengan nada sedikit sedih
"Kita nanti akan ke sana." Aditya menjawab ucapan Reyna
"Ros, Yon, sepertinya ada yang moodnya bagus nih. Tumben-tumbenan dia mau menjawab ucapan ku." Tanya Reyna dengan nada sedikit mengejek
"Dia sudah bisa banyak tersenyum sekarang, aku rasa balok es sekarang sedikit mulai mencair." Gurau Dion dengan memeluk pundak Aditya
"Bahkan, balok es kita bisa bersikap ramah dan hangat pada anak kecil." Sambung Rosa
"Akhirnya balok es bisa mencair, aku kira dia akan tetap membeku seperti itu." Sahut Reyna
Aditya hanya menatap kedua temannya dan Reyna yang ada di layar ponsel Rosa. Ingin rasanya Aditya memukul kepala mereka satu persatu.
Setelah sekitar hampir 1 jam mereka mengobrol di videocall dengan Reyna, mereka melanjutkan berjalan untuk memainkan sisa wahana yang belum di coba termasuk rumah hantu.
"Kita main itu." Tunjuk Dion ke arah rumah hantu.
"Siapa takut." Tantang Rosa
Aditya hanya mengikuti mereka dari belakang, setelah sekitar 10 menit mereka mengantri untuk masuk ke rumah hantu. Tiba giliran mereka untuk menelusuri apa yang ada di dalam wahana rumah hantu itu.
Rosa dan Dion yang awalnya dibarisan depan Aditya, mundur untuk berada dibelakang Aditya. Keberaniannya turun 90% dari sebelumnya.
Aditya yang melihat dua temannya yang terlihat ketakutan padahal belum sampai masuk pintu wahana hanya menepuk jidatnya.
"Dit, aku dibelakang mu ya." Kata Dion sambil memegang tangan kanan Aditya
"Aku yakin balok es tidak akan takut dengan semua ini." Sahut Rosa
Mereka memasuki pintu utama wahana tersebut, belum sampai berjalan sedikit jauh dari pintu utama Dion dan Rosa menjerit sejadi-jadinya melihat banyak bonek hantu yang terpasang di kiri-kanan mereka.
Ada yang loncat-loncat, ada yang tidak punya kepala, ada yang duduk lepas di lantai dengan wajah seram. Bahkan ada hantu yang belum pernah mereka bayangkan, Aditya dengan wajah santai terus berjalan. Dengan menyeret dua beban di tangan kanan dan kirinya, Rosa menangis ketakutan dan memegang erat tangan Aditya. Sedangkan Dion hanya memejamkan matanya dan mencengkram bahu dan baju Aditya.
Aditya merasa tengah membawa dua orang penakut masuk ke sarang hantu, Aditya hanya tertawa tanpa mengeluarkan suara melihat kedua temannya yang awal terlihat paling berani ketika masuk keberaniannya turun menjadi 0%.
Setelah beberapa saat mereka di dalam wahana rumah hantu, pintu keluar sudah terlihat. Ketika keluar betapa lucunya pemandangan yang orang-orang liat saat, Dion dan Rosa masih saja pada posisinya yang mencengkram Aditya dengan ketakutan.
Aditya hanya menahan tawa akibat kedua temannya, segera mungkin dia sadarkan kedua temannya sebelum mereka malu.
"Dion, Rosa, kita sudah diluar apa yang kalian takutkan?" Tanya Aditya sambil melepaskan tangan Dion dan Rosa dari dirinya
__ADS_1
Dion dan Rosa tersadar dan merasa malu banyak orang yang memandang ke arahnya, tanpa aba-aba mereka berdua berlari meninggalkan Aditya yang terdiam sambil merapikan pakaiannya.
-16.55-
Aditya, Rosa, dan Dion menuju ke rumah sakit tempat nenek Kirana (Nenek Reyna) Di rawat. Setelah 45 menit mereka sampai di rumah sakit dengan sedikit macet saat diperjalanan tadi.
Rosa mengambil ponselnya dan menelfon Reyna untuk menjemput mereka di lobby rumah sakit. Setelah beberapa saat Reyna datang dengan Ivan yang berada di belakangnya.
"Akhirnya kalian datang, tadi seru?" Tanya Reyna sambil memeluk Rosa
"Seru banget, andai kamu ikut." Jawab Rosa
"Ada apa dengan mata kalian?" Tanya Reyna melihat ke arah mata Dion dan Rosa
"Mereka menangis." Jawab Aditya singkat
Jawaban Aditya membuat Reyna tertawa terbahak-bahak, Reyna tau penyebab mereka seperti itu. Bahkan Reyna tau betul sikap Rosa dan Dion yang penakut.
Rosa dan Dion memukul kepala Aditya bersamaan, Aditya hanya meringis menerima pukulan kedua temannya.
"Bicara didalam saja." Kata Ivan yang memecahkan obrolan keempat sahabat itu
"Ayo masuk, nenek menunggu kalian." Ajak Reyna
"Kalian masuk duluan, saya mau ke mushola dulu." Ucap Aditya tiba-tiba membuat mereka menoleh ke arahnya.
"Aku ikut Dit, nanti kirim alamat kamar nenek Reyna dirawat ya Ros." Sambung Dion
Mereka berpisah di lobby rumah sakit, Ivan, Reyna, dan Rosa berjalan menuju ruang rawat nenek Kirana.
Sesampainya di ruangan rawat, betapa senangnya nenek Kirana melihat Rosa datang.
"Kamu sudah datang Rosa, dimana kedua temanmu?" Tanya nenek Kirana
"Mereka masih ke mushola untuk sholat magrib nek." Jawab Rosa sambil mencium tangan nenek Kirana dan mama Melati
"Duduk Rosa." Minta mama Reyna
Rosa duduk di sebelah mama Reyna, dikirimkannya alamat ruang rawat neneknya Reyna ke Aditya.
(Chatting)
_________
"Dit, ruang rawat neneknya Reyna ada di VIP 242 gedung bugenvil."
(Tak lama Aditya membalas pesan Rosa)
^^^"Oke"^^^
__________
Setelah hampir 45 menit Aditya dan Dion sampai di ruang rawat neneknya Reyna, diketuknya pintu ruangan. Mereka masuk dan disambut hangat oleh nenek Kirana.
"Kalian sudah sampai, ayo duduk-duduk." Kata nenek Kirana
"Baik nek." Jawab Dion dan Aditya dengan sopan.
Tak lama mama Reyna masuk dengan membawa beberapa kantong plastik bungkus makanan, mama Reyna tidak sadar dengan wajah Aditya. Ketika memberikan sekotak makanan pada Aditya, mama Melati tersadar sesuatu. Memang ini kali pertama, mamanya Reyna bertemu Aditya. Karena sering tugas luar kota dan belum sempat bertemu dengannya.
"Kamu Aditya?" Tanya mama Melati
"Iya tante." Jawab Aditya sopan
*Kenapa wajahnya mirip sekali dengan Inara? Apa hanya perasaanku saja* batin mama Melati
"Senang bertemu denganmu Aditya, selama ini kita belum sempat bertemu ya." Ucap Mama Reyna dengan hangat
Aditya hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum tipis.
*Bahkan sikap nya hampir mirip dengan Inara* batin mama Melati
Mereka saling berbincang hingga tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 20.15
Mereka pamit undur diri, supaya nenek Kirana dapat istirahat. Setelah keluar dari rumah sakit, Rosa menjalankan mobilnya menuju toko baju. Aditya dan Dion bingung, mereka tidak merasa membutuhkan pakaian tetapi Rosa memberhentikan mereka di toko pakaian.
"Apa kalian tidak mau turun?" Tanya Rosa sambil melepas sabuk pengaman.
"Kita ngapain kesini?" Tanya Dion
"Apa kalian tidak berfikir, untuk membelikan Reyna hadiah atas ide liburan kita tadi?" Tanya Rosa pada kedua temannya
"Kalian memang tidak peka, ayo cepat turun keburu tutup." Kata Rosa sambil membuka pintu mobil
Setelah beberapa saat mereka memilih hadiah yang cocok untuk Reyna, tepat pukul 20.55 mereka keluar dari toko. Aditya dan Dion berencana mengantar Rosa pulang dan mereka berdua balik ke rumah dengan naik taksi.
Setelah sampai di rumah Rosa, Dion dan Aditya mencari taksi untuk pulang. Sesampainya di rumah Aditya baru tersadar bahwa hadiah untuk Reyna terbawa dia, karena memang dia yang membawakan belanjaan itu saat keluar dari toko.
.
.
.
.
Jangan lupa vote, like, dan komen :)
__ADS_1