
.
.
.
.
Keysa hanya memandang kedua temannya dan meminum jus miliknya. Sebelum dia menjawab pertanyaan kedua temannya, Keysa berpikir apa harus dia mengatakan pada temannya atau dia pendam sendiri. Hatinya mulai bimbang lagi, hingga akhirnya dia mengatakannya...
"Begini, gue lagi kesel sama si Aditya yang temenan baik dengan Reyna dan dua teman anehnya itu. Aditya bisa sekolah seperti sekarang itu karena papa gue, harusnya dia berpihak pada gue dong bukan si Reyna centil itu." Jelas Keysa, yang membuat kedua temannya terkejut.
"Gue baru tau masalah itu, gue pikir lo gak kenal sama si Aditya itu." Jawab Tia
"Tapi Key, dilihat baik-baik Aditya itu lumayan ganteng sih. Iya walaupun orang miskin, tapi wajahnya gak bisa dibohongi." Sambung Zahwa.
"Apa sih, yang namanya babu tetap babu."
"Awas lho Key, bisa-bisa ini tanda awal lo suka sama Aditya." Celetuk Tia
Keysa hanya menggelengkan kepala, dan melanjutkan makannya. Keysa melihat disisi lain kantin Reyna berjalan sendiri tanpa didampingi Rosa, Dion, ataupun Aditya.
*Kesempatan gue nih* batin Keysa
Keysa berjalan meninggalkan kedua temannya, Tia dan Zahwa yang memandang Keysa dengan bingung hanya melihat kearah mana Keysa pergi.
Bruk...
"Aduh, pasti sakit ya?" Kata Keysa sambil memegang bibirnya.
Reyna hanya diam melihat Keysa dengan tatapan tajam, Keysa yang melihat seragam Reyna kotor karena tertumpah makanan yang Reyna pegang membuatnya semakin senang.
"Dasar manusia Ib**s, apa yang kamu mau?!" Teriak Reyna yang marah dengan perilaku Keysa
"Bilang apa tadi kamu?! Mulai makin berani ya?!" Bentak Keysa yang membuat seisi kantin melihat mereka berdua.
Tia dan Zahwa yang melihat Keysa berbicara dengan nada tinggi, dengan tergesa menghampirinya.
"Key, ada apa?" Tanya Tia dan Zahwa
"Lo pikir dengan keberanian lo, bikin gue takut?! Dan berhenti ganggu lo?!" Bentak Keysa lagi
"Aku tidak pernah berharap bisa damai dengan kamu, bahkan tanpa orang seperti kamu sekolah ini aman!" Balas Reyna
Mereka saling adu mulut, dan membuat keributan di kantin. Membuat para siswa yang berada di kantin memandang mereka tanpa ada yang berani melerai.
-Di kelas-
"Kenapa Reyna tidak juga balik ya?" Tanya Rosa
"Entah, apa dia mau bikin kita menunggu seperti ini lebih lama dengan perut kosong." Sahut Dion
"Aku rasa terjadi sesuatu dengannya, ayo kita samperin ke kantin."
"Dit ikut nyamperin Reyna yok." Pinta Dion
"Kalian saja." Jawab singkat Aditya
Setelah Rosa dan Dion meninggalkan Aditya di kelas dan menuju kantin, selang beberapa menit ada beberapa siswa masuk yang heboh membicarakan tentang Reyna dan Keysa yang bertengkar hebat. Apalagi disaat seperti ini, para guru sedang rapat. Aditya yang mendengar hal itu, bergegas menuju kantin.
*Merepotkan* batin Aditya
Setelah sampai di kantin Aditya melihat Keysa yang sedang saling jambak dengan Reyna (bisa dibilang jurus bertengkar wanita hanya dengan saling menjambak wkwkwk) yang disekitarnya ada Dion, Rosa, Tia, dan Zahwa yang berusaha melerai mereka. Tanpa berfikir lama Aditya menghampiri mereka dan menarik tangan Keysa, sontak membuat semua orang yang ada di sana terkejut termasuk juga Keysa.
"Apa sih?! Lepasin tanganku, sakit tahu!!" Protes Keysa yang berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman Aditya.
Aditya hanya diam dan terus menarik Keysa keluar dari kantin dan membawanya menuju rooftop gedung sekolah.
Aditya menarik Keysa dan melemparkan Keysa, Aditya berjalan mendekatinya dengan tatapan tajam. Bahkan Keysa yang tadi mengamuk seperti singa diam dibuat.
*Jika bukan karena papamu yang memintaku menjagamu, aku tidak akan mau berurusan denganmu dan masalahmu* batin Aditya
"Ada apa? Berani kasar ke gue?" Tanya Keysa dengan nada sedikit takut.
"Saya tidak mau berbicara banyak denganmu" Jawab Aditya.
"Dengan kan ucapan saya dan simpan baik-baik didalam otakmu" Sambung Aditya dengan menekan kata "otakmu"
Keysa hanya diam dan merasa takut, terlebih lagi jarak dirinya dan Aditya sekarang hanya beberapa centimeter saja.
"Jangan gunakan jabatan papamu sebagai senjata mu untuk semena-mena, bahkan papamu tidak menginginkan putri satu-satunya bersikap sepertimu. Yang tidak punya attitude baik sama sekali, saya muak melihat perlakuan mu yang membuat masalah. Ini terakhir kalinya saya berbicara denganmu!" Dengan sorot mata tajam Aditya berhasil membuat Keysa takut dengan nya.
Aditya berjalan meninggalkan Keysa yang masih mematung dan ketakutan melihat sikap Aditya yang jauh lebih kejam dari yang dia bayangkan.
"Sial... Awas saja kamu Aditya, beraninya kamu membuatku seperti ini!" Teriak Keysa dengan terisak.
-Di kelas-
"Duh pelan-pelan Ros, sakit tahu." Protes Reyna, saat Rosa berusaha mengobati lukanya.
"Aditya kemana ya? Kenapa tidak kembali, apa yang dia lakukan?" Tanya Dion
__ADS_1
"Entah, ternyata Aditya bisa marah ya. Tapi btw sejak kapan Aditya seperti itu ke Keysa sampai menariknya seperti tadi? Perasaan Aditya tidak pernah bicara satu katapun ke Keysa." Tanya Rosa dengan penasaran.
Dion yang mendengar itu menghela nafas, dia pikir temannya sudah tahu semuanya tentang Aditya.
"Jadi begini Aditya sebenarnya bekerja di restoran milik papanya Keysa, papanya Keysa hampir dicopet. Dan Aditya yang menolong Keysa sehingga membuat papa Keysa membalas budi pada Aditya dengan memberinya pekerjaan dan membuat dia bisa melanjutkan sekolah lagi, begitu." Jelas Dion
"Bagaimana kamu tahu?" Tanya Reyna dengan penasaran.
"Aku setiap hari mengantarnya berangkat kerja, masa tidak tahu masalah itu. Bahkan Aditya sendiri yang bicara padaku dengan ucapan versi nya yang sangat singkat." Dion menghela nafas lagi
"Ooo begitu, tapi kemana Aditya membawa Keysa sampai dia tidak kembali seperti ini?" Kata Rosa
"Nah itu dia." Jawab Reyna sambil menunjuk ke arah pintu.
Terlihat jelas raut wajah Aditya yang jengkel, bahkan dia hanya diam, duduk, dan membuka bukunya tanpa memandang ke arah ketiga temannya yang sedang menunggunya.
-Dion POV-
"Dit, kamu gak apa-apa?" Tanyaku dengan sangat hati-hati.
Tanpa menjawab Aditya hanya menggelengkan kepala tanpa melihat ke arahku, aku yang merasa khawatir bahkan Rosa dan Reyna juga memperlihatkan ekspresi yang sama denganku hanya bisa diam. Aku beranikan diri untuk bertanya lagi, setelah mendapat isyarat dari Reyna dan Rosa.
"Dit, cerita lah kalau ada apa-apa. Jangan di..."
Belum sempat aku menyelesaikan kalimatku, Aditya menatap tajam ke arahku dan berkata...
"Diam! Beri waktu aku sendiri"
Dengan nada sedikit meninggi membuatku, Rosa, dan Reyna tidak berani lagi mengganggu Aditya.
-Dion POV and-
*Apa yang harus aku lakukan? Aku tidak bisa begini terus, amanah ini sangat menggangguku. Aku tidak tau harus senang atau susah menerima semua bantuan pak Gunawan selama ini dengan amanah harus menjaga putrinya* batin Aditya
-Flashback on-
"Saya minta tolong sama kamu, jaga Keysa untuk saya. Saya yakin kamu bisa menjaganya, hanya dia yang saya punya." Jelas pak Gunawan, dengan harapan Aditya mau membantunya.
"Tapi pak... saya hanya remaja yang satu tahun lebih tua darinya. Apa yang bisa saya lakukan?" Jawab Aditya
"Saya yakin kamu bisa, seperti halnya kamu membantu saya saat dicopet."
"Saya mohon sekali sama kamu Dit" Pinta pak Gunawan lagi
Aditya yang tidak tega melihat pak Gunawan yang memohon padanya seperti itu membuat Aditya terpaksa menyetujui amanah pak Gunawan.
-Flashback off-
Aditya yang tidak fokus membaca buku meletakkan bukunya dan memijat kepalanya, Dion yang merasa kasihan hanya bisa diam, dia takut jika Aditya marah lagi. Rosa dan Reyna hanya saling bertatapan, karena tidak tahu harus membantu Aditya dengan cara bagaimana. Bahkan mereka tidak tahu apa yang terjadi dengan Aditya saat membawa Keysa tadi.
"Wa gimana nih, Keysa belum juga kembali. Sebenarnya dia dimana?" Tanya Tia
"Aditya saja sudah kembali dari tadi, kemana Keysa pergi?" Jawab Zahwa
"Setelah ini kita harus mencarinya Wa, kita tidak bisa diam seperti ini terus."
"Zahwa, Tia, dimana Keysa? Kenapa dia tidak masuk kelas?" Tanya pak Guru
"Maaf pak, kami juga juga kurang tau dimana Keysa." Jawab Zahwa
"Yasudah kalau seperti itu, kalau kalian ketemu dia kasih tau jadwal ujian yang akan dilaksanakan pekan depan" Sahut pak guru
"Hari ini cukup sampai, kalian bisa pulang." Sambung pak guru.
Aditya yang bergegas tanpa memperdulikan ketiga temannya keluar dari kelas, Dion yang terkejut dengan sikap Aditya sontak membuatnya berteriak. Seisi kelas melihat kearah Dion. Dion, Rosa, dan Reyna bergegas menyusul Aditya. Tia dan Zahwa yang melihat hal itu juga mengikutinya.
-Di rooftop gedung sekolah-
"Apa yang kamu lakukan?!" Tanya Aditya pada Keysa yang terduduk lemas sambil terisak.
"Bangun" Sambung Aditya
Melihat Keysa yang tidak berkutik oleh ucapannya membuat Aditya melangkah mendekati Keysa, Keysa yang menyadari langkah Aditya yang mendekatinya. Segera menghindar dan berkata...
"Jangan dekati aku"
"Kita harus pulang, jam sekolah sudah selesai." Sahut Aditya
"Apa perduli mu? Pergilah."
Belum sampai Aditya mendekati Keysa, kedua teman Keysa berteriak memanggil namanya. Melihat kedua temannya datang Keysa menjadi lebih tenang, Tia yang salah faham dengan situasi ini naik darah dan memaki Aditya.
"Apa yang kau lakukan hah?! Dasar cowok tidak tau diri! Kalau bukan karena papa Keysa kau tidak akan bisa sekolah!" Teriak Tia
Aditya yang mendengar hal itu hanya diam dan melihat kearah Tia.
"Dasar manusia tidak tau diri! Mentang-mentang fisikmu lumayan kau bisa seenak mu!"
Mendengar Aditya yang dicaci maki, Dion dan Rosa tidak bisa menahan diri untuk membalas omongan Tia. Belum sampai Dion dan Rosa mendekati Tia, mereka dicegah oleh Aditya.
"Urus sekarang temanmu." Kata Aditya sambil berjalan keluar rooftop.
__ADS_1
"Berani-beraninya kamu mencaci maki Aditya, awas saja." Ancam Rosa
Langkah Aditya diikuti Rosa dan Dion, mereka baru sadar jika Reyna tidak bersamanya dari tadi.
"Dimana Reyna?" Tanya Rosa
"Bukannya dia tadi sama kita? Merepotkan saja." Sambung Dion
"Carilah, akan aku tunggu di lobby." Sahut Aditya
Rosa dan Dion mengangguk tanda setuju, mereka mencari Reyna yang hilang tanpa mereka sadari.
-Reyna POV-
"Aku mohon padamu jadilah pacarku, aku mencintaimu Reyna."
"Kak, beri aku waktu untuk berfikir ini terlalu cepat buat aku." Jawabku
"Selama ini aku sudah menunggu jawaban darimu Reyn, tapi kamu belum memberiku kepastian."
"Cukup kak Ivan aku butuh waktu untuk berfikir."
Aku berusaha menghindari dari kak Ivan namun, dia terus saja mengejar ku. Aku faham maunya, tapi ini terlalu cepat untukku. Aku memang menyukainya tapi tidak secepat ini kita ada hubungan. Bahkan aku masih kelas 2 SMP, masih kecik untuk memulai hubungan.
-Flash back on-
Aku yang berlari di belakang Dion dan Rosa secara tidak sengaja melihat seseorang yang aku kenal, sedang mondar-mandir di lobby.
"Kak ivan..." Panggilku
Kak Ivan yang mendengar suaraku, langsung menoleh kearahku.
"Ngapain kak Ivan disini?" Tanyaku
"Aku ingin berbicara sama kamu, Reyn." Jawabnya serius.
Dia memberitahuku tujuannya mencari ku ke sekolah, aku senang dia mau menemui ku setelah sekitar 1 minggu aku dan dia tidak bertemu, tapi aku terkejut mendengar ucapannya yang memintaku menjadi pacarnya saat ini.
-Flash back off-
Tanganku ditahan oleh kak Ivan, aku tidak tahu harus menjelaskan ya dengan cara bagaimana, dia tidak mengerti keadaanku.
"Kak... Aku ingin sendiri, kasih aku waktu" Pintaku dengan menahan air mata
"Reyn jangan menjauh dariku aku mohon." Kata kak Ivan
Tanpa menjawab ucapan kak Ivan aku pergi meninggalkannya yang berdiri mematung mendengar ucapan ku.
-Reyna POV and-
Rosa dan Dion memanggil nama Reyna, Reyna yang mendengar namanya dipanggil segera mengusap air matanya. Dan menghampiri kedua temannya. Rosa yang bisa melihat mata Reyna yang sembab, bertanya pada Reyna ada apa dengannya.
Reyna yang mendengar pertanyaan Rosa penuh khawatir mulai menangis dan menceritakan apa yang terjadi padanya. Dion hanya bisa menepuk pelan pundak Reyna untuk menenangkannya, Rosa berusaha menyakinkan Reyna dengan ucapannya.
-Ivan POV-
Setelah mendengar ucapan Reyna hatiku sakit, aku tidak tahu harus bagaimana. Aku faham betul dia seperti apa, hanya saja aku yang terlalu terburu-buru karena takut kehilangannya.
"Itu kan Aditya."
Aku yang melihatnya merasa sedikit emosi, apa karena dia hubunganku dengan Reyna jadi seperti ini.
"Apa kabar? Kita ketemu lagi." Sapaku
"Baik" Jawabnya singkat
"Sedang menunggu siapa? Reyna?" Tanyaku
"Apa urusan anda?"
"Asal anda tau, Reyna adalah kekasih saya. Tolong jaga jarak anda dengannya." Kataku sambil menepuk pundaknya pelan dan meninggalkannya.
Apa yang aku lakukan, karena emosiku aku malah melampiaskan semua padanya. Apa yang akan Reyna lakukan jika cowok itu bilang padanya yang mendengar ucapan ku yang merupakan kekasih Reyna.
"Sudahlah aku pulang saja."
-Ivan POV and-
"Reyn yuk kita pulang, Aditya sudah nunggu kita di lobby." Kata Rosa sambil memeluk bahu Reyna
"Iya Reyn yuk." Sambung Dion
Reyna hanya mengangguk pelan, Dion dan Rosa mengajak Reyna jalan. Setalah sampai di lobby mereka melihat Aditya yang tertidur pulas sambil duduk dan menyilang kan tangannya didepan dada, sangat terlihat kelelahan. Dion membangunkan Aditya dengan pelan-pelan, sebenarnya dia tidak tega membangunkannya. Karena sebentar lagi gerbang sekolah akan dikunci terpaksa Aditya dibangunkan.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa vote, like, dan komen :)