
.
.
.
.
-Pukul 04.20-
Setelah selesai beribadah, Aditya berjalan menuju kantin rumah sakit untuk membeli sarapan dan bubur untuk Keysa.
Selesai membeli makanan Aditya kembali ke IGD, saat memasuki IGD Keysa sudah menatapnya dan ada suster yang ada disebelah Keysa.
"Selamat pagi tuan." Sapa Suster
"Pagi, ada apa ya suster?" Tanya Aditya
"Keadaan nona Keysa sudah membaik dan bisa dipindahkan ke ruang rawat pagi ini, nanti sekitar jam 06.00 akan ada petugas yang menjemput nona. Tolong tuan ke bagian administrasi untuk menyelesaikan pembayaran dan konfirmasi ruang rawat. Saya permisi dulu"
"Iya suster." Jawab Aditya
"Terima kasih suster." Jawab Keysa
Suster itu pergi meninggalkan ruangan Keysa, aditya memandang Keysa sejenak dan meletakkan makanan yang dia beli di atas meja.
"Lo dari mana?" Tanya Keysa sambil menatap Aditya (Yang sibuk dengan tangannya sendiri)
"Dari mushola dan beli makanan." (Sambil membuka satu bungkus makanan)
"Lo nemenin gue dari semalem?"
"Hmm"
"Lo tidur dimana?"
"Makanlah dan jangan banyak bicara." Jawab Aditya (Memberikan bubur hangat pada Keysa)
Keysa yang berusaha untuk duduk kesusahan, karena pergelangan tangannya masih terasa nyeri. Aditya melihat hal itu, membantunya dan mengambil bubur itu dari tangan Keysa.
"Buka mulutmu." Pinta Aditya
Keysa yang terkejut dengan sikap Aditya mengiyakan tanpa mengucapkan apapun dan membuka mulutnya, Aditya menyuapi Keysa dalam diam hingga bubur itu habis.
"Lo gak makan?" Tanya Keysa (Sambil mengelap mulutnya dengan tissue)
"Habis ini saya mau ke administrasi dulu." Jawab Aditya
"Dit, lo minta tolong bi Inah saja untuk membawakan dompet dan ponsel gue kesini. Untuk biaya rumah sakit urusan gue, lo tinggal ke bagian administrasi saja nanti."
"Iya."
Aditya mengeluarkan ponselnya dan mengetik pesan untuk bi Inah...
(Chatting)
_ _ _ _ _ _
^^^"Bi, nona sudah sadar dan nanti jam^^^
^^^06.00 akan dipindahkan ke ruang rawat.^^^
^^^Nona meminta tolong untuk membawakan dompet dan ponselnya kemari."^^^
(12 menit)
"Baik mas, ini saya sudah bersiap untuk
ke rumah sakit."
^^^(Read)^^^
_ _ _ _ _ _
Aditya menyimpan ponselnya kembali dan membuka bungkusan makanan sambil menunggu bi Inah datang. Aditya melahapnya tanpa memperdulikan Keysa yang tengah memperhatikannya. Setelah selesai makan Aditya keluar dari IGD untuk membuang sampah dan menunggu bi Inah
Sekitar 20 menit bi Inah sampai di rumah sakit dan menghampiri Aditya yang duduk di depan ruang IGD.
"Mas Aditya, kenapa disini?" Tanya bi Inah mendekati Aditya
"Saya menunggu bibi."
"Ini mas titipan nona" (Sambil memberikan paper bag kecil berisi dompet dan ponsel)
"Iya bi, bibi bawa ponsel nona kedalam saya mau ke bagian administrasi sebelum jam 06.00 untuk menyelesaikan tagihan dan konfirmasi masalah kamar rawat nona." Jelas Aditya
"Baik mas."
Aditya pergi ke bagian Administrasi dan menyelesaikan tagihan serta konfirmasi kamar rawat untuk Keysa.
10 menit Aditya di bagian Administrasi, saat hendak kembali ke ruang IGD. Ponselnya berbunyi tanda pesan masuk...
(Chatting)
_ _ _ _ _ _
"Kamu kenapa Dit?"
"Apa yang terjadi padamu?"
"Aku akan segera ke sana, tunggu aku."
(Aditya menggelengkan kepala, Dion pikir Aditya yang sedang sakit)
^^^"Kalau sudah sampai rumah sakit^^^
^^^hubungi aku"^^^
_ _ _ _ _ _
Aditya kembali ke ruang IGD, dan menghampiri Keysa yang ditemani bi Inah.
"Sudah." Kata Aditya (Memberikan dompet dan struk tagihan rumah sakit pada Keysa)
"Makasih Dit." Sahut Keysa
"Mas Aditya sudah makan, makan dulu mas saya sudah masak tadi." Sahut bi Inah
"Sudah bi tadi saya sempat beli makan, nanti siang saja saya makan lagi."
-Pukul 06.00-
"Permisi, nona bisa dipindahkan ke ruang rawat saat ini."
"Baik suster." Jawab Aditya dan bi Inah
Suster membawa Keysa ke ruang rawat yang sebelumnya sudah di pesan oleh Aditya.
-Gedung Mawar VIP II-A-
"Saya ganti dulu ya nona infusnya." Kata suster
Suster mengganti cairan infus yang sudah habis...
"Sudah, saya permisi dulu." (Sambil membereskan peralatannya dan berjalan keluar ruangan Keysa)
Aditya keluar ruangan Keysa tanpa mengatakan apapun, bi Inah yang sibuk merapikan baju ganti Keysa tidak mengetahui perginya Aditya.
"Bi, Aditya mau kemana?"
__ADS_1
(Bi inah menengok ke arah belakangnya, dan dilihat Aditya sudah tidak ada di ruangan)
"Saya tidak tau non, tapi mas Aditya bilang pada saya kalau nanti jam 09.00 dia mau berangkat kerja ke restoran."
"Bukannya jam kerjanya sore?" Tanya Keysa sambil menatap bi Inah bingung
*Apa Aditya berbohong pada bi Inah? Apa mungkin dia ingin menemui Zery yang sempat menghubungi kemarin? Siapa Zery itu?* batin Keysa
***
Aditya berjalan keluar dari ruangan Keysa untuk mencari angin, ponselnya berbunyi tanda pesan masuk...
(Chatting)
_ _ _ _ _ _
"Dit, aku sudah di lobby rumah sakit."
"Dimana ruangan mu, aku samperin ke
sana"
^^^"Gedung Mawar VIP II-A"^^^
"Aku ke sana"
*Ruang VIP? Apa benar Aditya di sana?* batin Dion
^^^"Iya"^^^
_ _ _ _ _ _
Selang beberapa menit Dion terlihat dari arah jalan lain di lantai dua gedung mawar, Aditya melambai saat mata Dion tertuju padanya.
Dion menghampiri Aditya yang berada disisi lain gedung.
"Kamu tidak apa-apa?" Tanya Dion (Dengan tangan yang sibuk mengecek keadaan Aditya)
"Aku baik-baik saja."
"Terus?? Ngapain kamu disini? Dan terlihat badanmu segar tidak sakit sama sekali."
"Keysa yang sakit."
"Ha? Kenapa? Ku pikir kamu yang sedang sakit"
"Masuklah dan jangan banyak bicara."
Aditya mengajak Dion masuk ke ruangan Keysa, yang berada tepat di belakang Aditya.
"Halo, Key." Sapa Dion
"Hai Dion, lo kemari?" Sahut Keysa
"Iya, aku kesini untuk mengantarkan baju Aditya. Ku kira dia yang sakit ternyata kamu."
Aditya meminta baju yang dibawa oleh Dion dan berjalan menuju kamar mandi.
"Dia mau kemana?"
"Aku tidak tahu, dia hanya menyuruhku membawakan baju untuknya."
"Non, saya permisi dulu mau ke mini market depan rumah sakit beli beberapa camilan untuk tamu nona Apa nona ingin sesuatu?."
"Saya mau susu pisang seperti biasanya ya bi."
"Saya permisi dulu ya mas" Pamit bi Inah pada Dion
Keysa yang ragu ingin menanyakan rasa penasarannya tentang Zery pada Dion, sibuk berpikir dan menyakinkan diri untuk bertanya.
"Yon..."
"Kenapa Key?"
"Oke, tanya apa?"
"Mm... Lo kenal dengan Zery?
" Zery?" Jawab Dion bingung
"Iya Zery, mungkin lo kenal karena Aditya mengenalnya dengan baik bahkan bisa tersenyum ramah saat mengangkat telfon darinya."
"Zery? Aku tidak pernah tahu kalau Aditya dekat dengan Zery, bahkan aku tidak tahu Zery itu siapa. Tapi tidak mungkin Aditya punya cewek selain kamu, aku tahu sekali sifat Aditya bagaimana."
"Oh oke, makasih."
"Kenapa kamu tanya begitu? Kamu cemburu ya?" Ledek Dion
"Tidak, gue hanya penasaran."
*Dion tidak mengetahui siapa Zery, ini mustahil. Dion mengenal Aditya sangat dekat, bahkan lebih tahu tentang Aditya dari pada papa dan gue* batin Keysa
15 menit Aditya mandi, Dion dan Keysa hanya diam tidak saling mengobrol.
Clek...
Bunyi pintu kamar mandi dibuka, Aditya keluar dari kamar mandi dan menghampiri Dion yang duduk di sofa.
"Habis ini mau kemana?" Tanya Aditya
"Pulang, dan bantu ayahku seperti biasa kenapa?"
"Antar saya ke restoran."
"Lo mau ke restoran? Ngapain?" Tanya Keysa menyela pembicaraan Aditya dan Dion
"Saya pulang lebih awal kemarin, sekarang saya harus datang lebih awal gantiin jam kemarin yang saya potong buat pulang."
"Kenapa lo pulang lebih awal?"
"Ada sesuatu yang terjadi dengan Reyna."
"Reyna diculik senior yang sempat menggoda mu kemarin, aku dan Rosa meminta tolong Aditya untuk membantu mencarinya." Sela Dion sambil menjelaskan
"Balik kesini kapan?" Tanya Keysa
"Siang nanti saat istirahat, dan kembali lagi jam 15.00." Jawab Aditya
"Sampai malam?" Tanya Keysa lagi
"Iya sampai malam."
"Aku mau kamar mandi bisa bantu aku jalan ke sana."
"Bi Inah kemana?" Tanya Aditya
"Ke mini market depan rumah sakit."
"Tunggu bi Inah bentar lagi, tahan sebentar."
"Orang kebelet disuruh nahan, singa beku memang" Celetuk Dion
Hanya selang beberapa menit, bi Inah sudah kembali dari mini market. Dan memberikan beberapa camilan dan minuman pada Dion dan Aditya, bi Inah membantu Keysa ke kamar mandi setelah diberi tahu oleh Aditya.
"Kita berangkat 10 menit lagi." Kata Aditya
"Oke, bentar." Jawab Dion sambil memakan camilan
Bi Inah memapah Keysa kembali ke ranjangnya, Keysa hanya menatap Aditya dengan kesal karena tidak mau membantunya.
__ADS_1
*Padahal aku hanya memintanya memapah ku ke depan pintu kamar mandi bukan masuk ke kamar mandi, kenapa dia tidak mau * batin Keysa
"Ayo berangkat." Kata Aditya (Mengambil ponselnya dimeja dan memasukannya ke dalam saku)
"Terima kasih bi atas camilannya, saya pamit" Ucap Dion (Sambil tersenyum ramah ke arah bi Inah)
Dibalas anggukan dan senyuman oleh bi Inah.
"Bi tolong jaga nona ya, nanti siang saya kembali."
"Iya mas."
"Kamu jangan lupa makan." Sambung Aditya (Tatapan sedikit tajam mengarah ke Keysa)
"Key, cepat sembuh ya." Sambung Dion
"Makasih Yon." Sahut Keysa
"Kami pamit dulu." Kata Aditya berjalan terlebih dahulu.
"Hati-hati." Kata Keysa
"Hati-Hati mas" Kata bi Inah
***
Reyna terbangun dari tidurnya, terlihat sekali matanya bengkak akibat menangis semalaman hingga tertidur.
"Jam berapa ini?" Kata Reyna sambil melihat ke arah jamnya.
Dok.. dok...dokk...
"Sayang dibawah ada Ivan, bangunlah dan temui dia." Teriak mama Melati
"Iya ma." Sahut Reyna
Setelah mandi dan bersiap Reyna turun dari kamarnya dan melihat Ivan sudah duduk di meja makan bersama dengan mama dan nenek nya.
*Apa yang mau kakak lakukan? Aku masih tidak percaya kakak tega melakukan itu pada kak Ariana. Bagaimana jika keadaanku seperti kak Ariana, apa kakak juga akan meninggalkanku?* batin Reyna
"Kamu kenapa berdiri disitu, ayo turun." Kata nenek Kirana
"Iya nek" Jawab Reyna sambil berjalan menuruni tangga dan duduk disebelah Ivan
"Jika kalian ada masalah selesaikan baik-baik, kita makan dulu." Kata mama Melati
Dijawab anggukan oleh Reyna dan Ivan, setelah makan Ivan mengajak Reyna untuk pergi keluar.
Dalam perjalanan Reyna hanya diam dan melamun ke arah luar jendela mobil, sedangkan Ivan hanya beberapa melirik ke arah Reyna karena takut membuat Reyna tidak nyaman Ivan hanya diam.
Sampai di taman kota, Ivan mengajak Reyna terus dari mobil dan mencari tempat duduk untuk mengobrol.
"Sayang..." Kata Ivan
"Maafin aku, aku salah tidak pernah bilang padamu tentang Ariana. Aku hanya tidak mau kamu berpikir macam-macam tentangku."
"Kita sudah bahas masalah ini kemarin di cafe"
"Aku benar-benar minta maaf sama kamu sayang, maafin aku." Pinta Ivan (Dengan posisi jongkok didepan Reyna dan menggenggam tangan Reyna)
"Aku butuh waktu untuk memikirkan ini kak."
"Oke aku paham, masalah ini pasti berat kamu terima. Aku mohon jangan tinggalkan aku."
"Kak kita pulang sekarang saja, aku mau istirahat."
"Baiklah." Jawab Ivan dan berjalan mengikuti Reyna yang terlebih dulu jalan.
Dalam perjalanan mereka hanya diam tanpa berbicara apapun, Reyna tidak tahu harus berbuat apa. Dia sangat kecewa dengan sikap kekasihnya.
"Pikirkanlah lagi tentang hubungan kita, kita selesaikan masalah ini bersama. Aku janji akan bertanggung jawab pada Ariana." Kata Ivan memecahkan keheningan
"Iya kak"
"Aku akan memberimu waktu untuk berpikir, dan tidak akan mengganggumu dahulu sampai kamu tenang sayang."
Ucapan Ivan hanya dijawab anggukan oleh Reyna, Ivan mengerti jika kekasihnya masih sangat kecewa padanya.
*Aku juga tidak ingin seperti ini, tapi aku melakukan ini karena terpaksa sayang. Maafin aku, aku salah sudah berbohong dan tidak cerita padamu. Aku juga salah telah meninggalkan Ariana disaat dia sakit karena menolongku. Maafin aku...* batin Ivan
Sampai di depan rumahnya, Reyna langsung turun tanpa mengucapkan apapun pada Ivan. Ivan berusaha mengerti posisi Reyna, dia pergi dengan perasaan yang sangat sedih melihat kekasihnya yang kecewa padanya.
"Lebih baik aku menemui Ardhan dan berbicara pada Ariana, aku tidak mau masa laluku membuat Reyna pergi meninggalkanku"
Ivan melajukan mobilnya ke rumah Ardhan untuk berbicara padanya dan Ariana.
***
Waktu istirahat makan siang sudah tiba, Aditya sudah menyelesaikan pekerjaannya dan bersiap untuk kembali ke rumah sakit sebelum nanti sore kembali bekerja.
Aditya menaiki angkot umum yang jalurnya melewati rumah sakit sejahtera, sesampainya di rumah sakit Aditya masuk ke dalam ruang rawat Keysa dan melihat dokter sedang memeriksa keadaan Keysa.
"Bagaimana keadaan nona saya, Dok?" Tanya Bi Inah
Aditya mendekat untuk mendengar tentang keadaan Keysa.
"Keadaan nona Keysa semakin membaik, tapi kita masih harus memastikan luka di tangan nona tidak infeksi karena lukanya sangat dalam dan memotong salah satu pembuluh darah mengakibatkan pendarahan yang hebat dan kehilangan banyak darah."
Ucapan dokter dijawab anggukan oleh Aditya dan bi Inah.
"Kalau begitu saya permisi terlebih dahulu."
"Terima kasih Dok." Jawab Aditya dan bi Inah bersamaan
Dokter keluar dari ruang rawat Keysa, Keysa melihat ke arah Aditya yang terlihat lelah.
"Bibi pulang dan istirahatlah, biar saya yang menjaga nona."
"Baik mas." Jawab bi Inah
"Non, bibi pulang dulu ya nanti kalau perlu apa-apa hubungi bibi saja."
"Iya bi, hati-hati."
-Setelah bi Inah pulang-
"Kamu sudah makan?" Tanya Aditya
"Sudah tadi, lo makan dulu. Nanti sore balik kerja kan?" Jawab Keysa
"Iya."
Aditya menyantap makanan yang sudah dibawa bi Inah tadi pagi, dan ke kamar mandi untuk mandi setelah makan.
*Segarnya* batin Aditya sambil duduk di sofa setelah mandi
"Berhenti menatap saya, dan istirahatlah." Ucap Aditya tanpa memandang Keysa (Sibuk merapikan rambut)
"Galak!" Jawab Keysa sambil menutup matanya
"Cepat sembuh." Kata Aditya berbisik
Bahkan hanya dirinya yang bisa mendengar ucapannya itu.
.
.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa vote, like, dan komen. Dukungan Readers sangat berarti untuk Author xoxo :)